Gadis Milikku

Gadis Milikku
Chapter 61. Bertemu secara tidak sengaja


__ADS_3

...Happy Reading...


Sudah 4 tahun lamanya Gabrian melewati hari-hari penuh dengan kesuraman, walaupun sekarang Gabrian tinggal bersama kedua orang tuanya tetap saja tanpa gadis itu hidupnya hampa.


Gila kerja adalah Gabrian setelah ditinggalkan Arelea malam itu. Hidupnya seakan tak memiliki semangat hidup, namun berusaha menutupi kesedihan nya dengan bekerja, bekerja, dan terus bekerja.


Kedua perusahaan yang Gabrian jalankan semakin melebarkan sayapnya. Bisnisnya yang dahulu hanya bercabang di negara E dan hanya beberapa di luar negara, sekarang sudah semakin banyak yang Gabrian bangun di negara luar.


Malam ini secara tidak sengaja Gabrian mendapat panggilan dari satu klien penting nya yang berada di kota W negara AS. Seperti biasanya, Gabrian selalu menampakkan wajahnya yang datar namun terkesan lebih dingin dari biasanya.


''Rav! Siapkah jet pribadi untuk ke Washington malam ini.'' Ucapnya singkat


''Baik tuan muda, segera saya laksanakan''


Tak butuh waktu lama jet pribadi nya sampai di kediaman utama Atkinson. Mommy dan Daddy nya segera memeluk anak kesayangannya yang akan pergi selama sebulan itu untuk ke Washington.


''Hati-hati ya sayang, mom akan selalu merindukan dirimu.''


''Semoga perjalanan mu menyenangkan boy,''


Dibalas deheman singkat dari Gabrian yang membuat kedua orang tuanya menghela nafas panjang.


Gabrian dengan cepat masuk ke dalam jet nya dan duduk dengan cepat. Pria itu membuka tab nya dan mengecek perkembangan statistik data perusahaan BL milik adiknya yang semakin lama semakin banyak yang minat. Walaupun sedari dulu memang sudah banyak yang minat dengan kosmetik yang diproduksi dalam perusahaan tersebut.


''Rav, segera siapkan hotel.''


''Baik tuan, mohon maaf saya mau tanya. Mau hotel yang di dekat tempat tuan akan survei tempat dan juga meeting dengan Mr.Tom atau tidak?'' Tanya Arav


''Terserah,''


Arav tersenyum dengan paksa. Selama beberapa tahun ini Gabrian selalu seperti kekasih nya, selalu apa saja bilang Terserah.


Sungguh malang nasib nya.


''Baik tuan''


Secara cepat Arav menghubungi pihak hotel yang akan di pakai menginap Gabrian. Mengingat Gabrian tak suka menunggu.


.


.


Setelah menempuh perjalanan jauh akhirnya jet pribadi Gabrian sampai di lapangan mewah hotel xx.


Gabrian berjalan keluar jet dengan gaya bossy nya dan diikuti dua bodyguard juga Arav di sampingnya. Seraya menekan lift menuju ruang VVIP nya yang berada di paling ujung gedung.


''Segera siapkan makan siang saya,'' Perintah Gabrian seraya mengendurkan dasinya dan juga mencopot jas nya.


''Baik tuan, '' Arav mengambil jas Gabrian


Setelah Gabrian masuk kamar nya pria itu melepaskan dasi dan baju nya. Sama sekali tidak gerah namun ia ingin mendinginkan badannya dibawah air shower.


''Hhh... seperti apa kamu sekarang sayang?'' Gumam Gabrian


Tak berlama-lama bergumam pria itu mengambil bathrobe di almari dan masuk ke dalam kamar mandi.


Seandainya kita dulu tidak berpisah pasti aku yakin kita sudah menikah dan mempunyai keturunan.


Batin pria itu dibawah guyuran air dingin seraya memejamkan matanya sejenak.


.


.


Selepas mandi Gabrian keluar dan bersantai di balkon kamar hotel miliknya masih menggunakan bathrobe. Hanya dibungkus celana boxer untuk menutupi area privasinya. Seraya menikmati semilir angin siang hari walaupun terik matahari mengenai tubuhnya.


Gabrian mengambil telepon genggam yang berada di salah satu meja dan menelpon sang asisten.


''Arav, makan siang ku tolong bawa ke dalam kamar.'' perintah pria itu kepada Arav


''Segera tuan muda,''


Tut Tut Tut..


Setelah panggilan terputus Gabriel memejamkan matanya sejenak. Tak lama berselang pintu kamar gabrian terbuka dan masuklah asistennya yang bernama Arav.


''Tuan, ini makan siang anda. Jika kurang pas nanti saya ambilkan ulang'' Ucapnya

__ADS_1


Gabrian hanya mengangguk.


''Kalau begitu saya keluar dulu tuan muda, dan juga jika butuh apa-apa bisa hubungi saya atau pengurus hotel.'' Ujar Arav


''Ya,'' Jawab singkat Gabrian


Arav kembali ke dalam kamar nya sendiri dan Gabrian memulai makan masakan yang chef hotel berikan.


Rasanya sangat hambar baginya walaupun rasa masakan aslinya itu sudah sangat lezat berbeda dengan masakan Arelea. Beberapa tahun ini Gabrian sering tidak makan walaupun jika dirumah mommy nya dia akan makan.


Selesainya makan Gabrian masuk ke dalam walk in closet dan mengambil satu setelan jas juga celana panjang formal dan memakainya tak lupa Ia juga memakai dasi berwarna hitam. Serasa sudah perfect penampilannya Gabrian keluar dan menyemprotkan sedikit cairan parfum ke jasnya agar bawa steril nya hilang.


Ma**sih sama.


''Rav, kita berangkat sekarang.'' Ucap Gabrian saat sudah berada di depan arav


''Baik tuan muda, mobil anda yang berada di sini sudah disiapkan an oleh petugas keamanan hotel.'' Ujar Arav segera mengikuti langkah bos nya


***


Hari ini merupakan hari dimana Arelea akan dinyatakan sebagai Sarjana mahasiswi lulusan program seni kuliner. Arelea dapat bekerja sebagai seorang chef restoran atau hotel, food stylist, atau bahkan membuka bisnis restoran dan catering sendiri mulai sekarang.


''Hari ini aku sangat senang pa, bun''


''Semoga kamu sukses dalam mengembangkan bisnis kuliner mu sayang,'' Ungkap Bunda memeluk anak nya


Papa Andreas dan Delin tersenyum bangga kepada Arelea yang sudah menyelesaikan tugas nya sebagai seorang mahasiswi. Alfred tidak bisa ikut bergabung dalam acara adiknya dikarenakan sedang perjalanan bisnis di Kuala lumpur, Malaysia.


''Selamat adikku sayang, Semoga kamu bisa menyusul kakak menjadi chef terkenal di sini yaa!!'' Seru Delin


Delin sudah menjadi chef di salah satu restoran ternama yang gadis itu bangun sendiri di tengah-tengah kota. Dan gadis itu juga terkenal karena masakannya yang tiada duanya, apalagi terkadang kakak beradik itu bekerja sama dalam memasak untuk acara-acara tertentu. Terkadang juga mereka berdua memasakkan makanan untuk anak-anak panti yang berada di dekat restoran itu.


Sungguh papa Andreas benar-benar bangga kepada ketiga anaknya itu. Jika Alfred bisa meneruskan bisnis nya maka kedua anak perempuan nya bisa meneruskan bakat dari ibu nya.


''Papa and bunda are very proud of all of you, girl's'' Ucap papa Andreas


''Thank you pa,'' Ujar Delin dan Arelea bersamaan


Lalu mereka saling memeluk satu sama lainnya. Setelah selesai acara kelulusan nya di Universitas George Washington, mahasiswa/i juga akan mengadakan acara prom night atau malam perpisahan di club' seperti pemuda saat lulus pada umumnya.


Arelea juga berpartisipasi namun di antar oleh Delin. Gadis itu masih belum berani masuk kedalam club' malam tanpa diantar orang yang lebih dewasa. Walaupun dirinya sudah dewasa.


Delin melebarkan matanya lalu menggeleng.


''Tidak jika tanpa kakak'' Tegas nya


''Iya memang dengan kakak, karena Nessa sedang berhalangan hadir. Jadi aku tidak memiliki teman lagi.'' Ujar Arelea


''Baiklah.. siap-siap lah''


Dimalam harinya.


Arelea dan Delin sudah bersiap-siap untuk berangkat ke club' itu. Dengan menggunakan dress panjang berwarna hitam, high heels tidak terlalu tinggi dan rambut blonde nya digerai membuat Arelea semakin terlihat dewasa dan memesona.


Delin juga tak mau kalah, walaupun dia hanya mengantar adiknya tetap saja dia berpenampilan luar biasa malam ini. Menggunakan dress panjang berwarna biru muda juga high heels tidak terlalu tinggi dan juga rambut di cepol, mereka tampil sangat sempurna malam ini.


Walaupun ini adalah pesta topeng namun tetap saja kecantikan mereka sangatlah terlihat.


''Apakah aku sudah cantik kak?'' Tanya Arelea memutarkan tubuhnya


''Huum, kamu sangat menarik dan sangat cantik.''


''Ayo kita turun dan pamit dengan papa dan bunda, tadi kakak sudah memberitahu mereka dan diijinkan.'' Ujar Delin


Sesampainya di ruangan bawah.


''Pa, Bun. Lea dan kak delin berangkat dulu ya,'' Ucap Arelea mencium pipi kedua orang tuanya


''Hati-hati, Delin jaga adikmu dan dirimu sendiri baik-baik. Di daerah sana kebanyakan orang yang suka mencari gadis perawan seperti kalian.'' Ungkap papa Andreas tegas


''Iya sayang, kalian harus hati-hati ya.'' Ucap Bunda khawatir


''Siap Papa, bunda''


''Kami pamit pergi dulu ya, bye'' Ucap mereka melenggang pergi


Mereka hanya menghawatirkan keselamatan putrinya apalagi Arelea, gadis itu bahkan baru akan berumur 22 empat bulan lagi dan juga belum dewasa sepenuh nya.

__ADS_1


''Kak, apa kakak dulu waktu lulus kuliah juga mengikuti acara seperti ini?'' Tanya Arelea saat sudah dalam perjalanan


''Tidak semuanya seperti sekarang Lea, dulu hanya teman-teman kakak yang seangkatan saja yang merayakan acara ini.''


''Ouhh.. jadi tidak semua seperti aku. Yang dilakukan di acara itu apa saja sih?''


''Kalau kakak dan teman kakak dulu cuman minum sedikit Vodka dan juga bercengkrama sebentar.'' Ujarnya


''Baiklah,''


''Tetapi nanti di sana kamu tidak boleh meminum yang beralkohol loh!'' Peringat dari Delin


''Siap kak,''


Sesampainya di The army and navy club mereka berdua berjalan beriringan, terlihat banyak mobil berjejer rapi di parkiran dan juga beberapa orang lalu lalang. Baik orang kampus ataupun orang yang sedang menyenangkan diri.


''Kak, ini musiknya agak kencang seperti ini ya?'' Tanya Arelea


''Ini tidak kencang Lea, hanya saja kamu baru pertama kali masuk jadi ya mungkin juga baru pertama kalinya kamu mendengar dj seperti ini. Ayo kita masuk ke ruangan yang sudah di siapkan oleh ketua BEM mu,'' Ujar Delin menggandeng tangan adiknya


''Hai Arelea'' Sapa ketua BEM menyambut kedatangan adik kakak ini


''Hai juga kak,'' Arelea menyapa balik


''Selamat bergabung..'' Ujarnya lalu pergi


Arelea dan Delin memilih duduk di pojok karena banyak dari mereka yang keluar dari room dan berjoget bersama para pengunjung club' lainnya.


''Kak, minuman tidak ber-alkohol nya yang mana?'' Arelea bertanya seraya menatap beberapa gelas yang sudah berisikan minuman berwarna bening, entah air apa itu.


''Sepertinya tidak ada Lea, nanti kita cari juice lemon di depan bagaimana?.''


''Oke kak,''


Selang beberapa menit akhirnya acara itu dimulai. Arelea dan Delin hanya mendengarkan apa yang seseorang itu katakan. Hingga pukul sebelas malam acara ini selesai. Banyak yang sudah mabuk karena kebanyakan meminum alkohol dan banyak yang hanya pusing saja.


''Akhirnya selesai juga kak, aku sebenarnya sangat tidak nyaman dengan acara di club' seperti ini.''


''Iya, Kakak juga.''


Mereka pun menuju keluar club' dengan bercerita tentang teman-teman Arelea. Dan Delin mendengarkan kadang juga menjawab pertanyaan Arelea.


Bruukk...


''Aduh, maaf sir. Saya tidak melihat'' Ucap Arelea menunduk kan kepala


''Maafkan adik saya sir tidak melihat kalau ada anda sedang lewat.'' Ucap Delin ikut menunduk


Deg..


suara ini...


Batin pria itu familiar dengan suara gadis yang baru saja ditabraknya.


''Tidak apa-apa. Berdirilah'' Ucap pria itu datar


Deg..


Seperti apa yang dirasakan oleh pria itu, Arelea juga merasakan hal yang sama.


Kemudian Arelea mendongak. Pria itu terkejut dan Arelea juga.


''Sayanggg...'' Pekik pria itu memeluk tubuh Arelea


''Kak Ian..'' Gumam Arelea lirih


Delin hanya menyaksikan adiknya sedang berpelukan dengan pria dengan mata yang membulat sempurna dan juga bibir membulat.


''Mereka bertemu!'' Ucap Delin tak percaya.


.


.


Bersambung....


IG: @_fikria.ns

__ADS_1


Update terakhir kali tahun ini.... Sampai jumpa di tahun depan semuaa..


Happy new year all...🥳🥳


__ADS_2