
...🌹🌹 HAPPY READING 🌹🌹...
Gabrian sedang berada di dalam restoran VVIP untuk meeting, dan entah itu musibah atau kebetulan dia mendapati klien perempuan yang sangat agresif dan sangat centil.
''Hallo Tuan Atkinson'' Sapa sang wanita (ingat Wanita) dengan suara menggoda nya.
''Baiklah Nona Adinia Mariam Antares mari kita mulai meeting nya!!'' Seru sang asisten saat melihat tuan nya diam saja menahan kemurkaan.
''Baiklah tuan'' Ucap Dinia dengan nada sedikit menggoda tapi walaupun itu mereka berdua tetap tidak tergoda.
Dua jam mereka membahas kerja sama dan akhirnya selesai.
''Mau pesan apa tuan tuan?'' Tanya Arav kepada tuannya
''Aku terserah saja!!'' Jawab Gabrian dengan nada dingin nya dan tampang datar nya.
''Aku samakan saja dengan tuan Gabrian, tuan arav'' ucap Dinia tanpa ditanya. Dan Arav pun memesan minuman sesuai yang biasa diminum tuannya dan tentu juga ia pesan dua karena sang klien juga ingin pesan sama dengan tuan nya itu.
Setelah beberapa menit mereka menunggu akhirnya pesanan mereka datang dan pelayan itu membungkuk langsung pergi.
''Mari diminum tuan gabrian'' ucap Dinia dengan nada lebih menggoda sembari tangannya mengelus elus paha Gabrian, dengan seperti itu membuat Gabrian sangat murka dan mengeram kesal karena ia disentuh oleh seseorang tanpa seizinnya apalagi perempuan. Sudah pasti nanti ia akan gatal gatal jika sudah sampai rumah.
''Apakah bisa menyingkirkan tangan anda nona Antares!!'' geram Arav saat melihat tuannya sedang menahan marah ditambah lagi melihat paha sang tuan dielusnya itu.
''Ohh... baiklah tuan tuan'' jawab Dinia langsung menarik tangannya dan meneguk minuman yang ia pesan tadi tanpa rasa bersalah sedikitpun, bahkan malah tersenyum.
''Mari tuan kita pulang, acara kita sudah selesai dan nona terimakasih'' ucap Arav dingin dan tegas
''Baiklah Tuan Atkinson dan Tuan Arav'' Ucap Dinia dengan tatapan menggoda
Akhirnya mereka berdua pun pulang dari restoran menuju mansion meninggalkan Dinia yang masih senyum misterius.
Ak**u pasti akan mendapatkan mu Gabrian Gamaliel Atkinson ! batin Dinia tersenyum licik.
***
Setelah selesai bekerja Arelea memutuskan ke taman kota untuk menenangkan pikiran tentunya. Dirinya sedang kalut dalam masalah hidupnya yang tidak tentu arah. Ia selalu saja menitikkan air mata jika teringat dimanakah orang tua nya berada dan kadang timbul pertanyaan apakah dia anak tidak diinginkan oleh keluarga nya sendiri. Padahal semua itu salah besar,, Orang tua Arelea masih mencari dan terus mencari keberadaan nya. Sudah 18 tahun Arelea menghilang membuat mereka semua sangat merindukan nya.
Gabrian yang terlihat kesal itu baru saja pulang dari meeting langsung membersihkan badan di mansion terlebih dahulu karena takut Alergi Dermatographia akan kambuh, ia terlalu sering berolahraga berat dan menyebabkan penyakit tersebut bersarang di kulitnya.
Ia ingin mencari angin segar dengan menggunakan mobil dan ia tak sengaja melewati taman, sekilas ia melihat ada Arelea sedang duduk manis sesekali menitikkan air mata nya. Ia melihat jelas itu, dan ia menepikan mobilnya untuk melihat kondisi Arelea apakah dia sedang baik baik saja atau tidak.
Gabrian turun dari mobil dan berjalan menghampiri arelea,
''Arelea,?'' Panggil pria itu
''Kamu sedang apa disini dan kenapa kamu menangis?'' tanya Gabrian pada Arelea, ia mendudukkan tubuhnya di samping Arelea.
Arelea yang mendengar suara itu pun langsung menghapus air mata nya yang keluar tadi dan mendongak kan wajahnya ke arah atas melihat siapa yang sedang berbicara dengannya.
''B..os, sedang apa disini?'' ucap Arelea menghilangkan kegugupan nya.
''Sedang memandangi mu'' jawab nya bercanda
''Oh ya pertanyaan pertama ku belum kau jawab tadi?'' Tanya Gabrian langsung menatap iris mata sang gadis itu. Dengan mencari kebenaran dari manik mata itu.
''A..nuu boss itu saya tidak apa apa kok'' jawab Arelea dengan tersenyum namun tersirat kesedihan dimatanya, Gabrian pun yang melihat itu seketika ingin bertanya namun ia urungkan karena takut malah menambah beban pikiran nya.
''Yasudah...'' Ia tak ingin mengungkit masalah ini.
''Oh ya, kamu mau tidak nanti malam menemani pergi ke pesta pernikahan kolega bisnis perusahaan saya?'' tanya Gabrian sambil menawarkan wedding party agar kesedihan gadis pujaannya itu hilang.
''Waaahh, apakah wedding party itu bagus bos?,'' jawab Arelea berbinar, jujur saja ia sangat ingin melihat pesta pernikahan seseorang dari dulu.
''Emm tapi aku tak memiliki gaun untuk pergi, kata teman ku jika pergi ke party harus memakai gaun?'' Ujar Arelea tertunduk
''Tenang saja nanti kamu tinggal bersiap akan ku kirimkan orang untuk merias mu!'' Ucap Gabrian pada Arelea.
''Baiklah bos,, terimakasih,'' jawab Arelea tersenyum tetapi ia juga senang sekaligus bahafia
''Ya'' jawab Gabrian singkat padat dan jelas, namun beda didalam hatinya ia sangat berbunga bunga mendapat jawaban seperti itu dari Arelea
Malam ini Arelea sudah dirias oleh seseorang laki laki berpenampilan perempuan . Awalnya Arelea menolak dan takut dengan seseorang itu yang ternyata bernama Nina dan jika laki laki dia bernama Nino, Seperti tadi ia sempat menolak karena takut dengan laki laki yang ber transgender.
__ADS_1
''Ehh kakak itu laki laki atau perempuan? kenapa berpakaian sangat aneh?'' Tanya Arelea takut takut namun juga penasaran
''Hai sis nama ai Nina, panggil saja madam Nina oke'' Ucap madam Nina dengan lembut dengan mengedipkan sebelah matanya
''Bisa juga dipanggil nino'' dengan suara laki laki nya membuat Arelea terkejut
''Aaaaaaa.... kenapa kakak menjadi dua orang, apakah kakak manusia berkepribadian dua??'' Tanya Arelea polos dan berteriak ketakutan
Gabrian yang baru datang ke dalam rumah kosan Arelea pun terkejut mendengar jeritan gadis itu dari dalam, ia sempat was was karena takut madam Nina yang ia suruh menata Arelea melakukan sesuatu yang buruk sedang terjadi dan Arelea pun berhenti berteriak setelah Gabrian menjelaskan maksud tujuan madam Nina itu untuk merias wajah dan tubuh Arelea.
Gabrian sudah menunggu selama 1 jam lebih tapi Arelea belum siap juga ia sampai mengantuk karena menunggu gadis yang sedang berdandan itu lebih lama dari pada mempresentasikan hasil diskusinya.
Setelah 1 jam kelewat 15 menit Arelea keluar dengan gaun berwarna mocca selutut dan lengan terbuka membuat Arelea sangat sangat cantik bahkan Gabrian menatap nya tidak berkedip sama sekali.
''Ian... sudahi lah memandang kekasihmu ini, cepat sana berangkat kau sudah terlambat 5 menit kalian,'' ucap madam Nina meningkatkan Gabrian, ia memang sangat dekat dengan Gabrian karena mommy berlly selalu mengajak Gabrian ke butik milik madam Nina yang sangat terkenal dan karena itulah ia dekat dengan madam Nina.
Gabrian yang mendengar itu pun akhirnya sadar bahwa ia sudah terlambat selama 5 menit
''Ayo Arelea kita sudah terlambat'' ucap Gabrian santai, ia menarik lembut tangan Arelea membuat gadis itu tergagu kaget.
''E..ehh baiklah bos'' jawab Arelea
''Ayo Arav kita berangkat sekarang!!'' ucap Gabrian kepada Arav dengan nada santainya, ia tak berniat untuk datang ke acara-acara kolega nya yang tidak penting ini namun demi menghilangkan kesedihan gadis itu terpaksalah ia harus mau mengikuti kegiatan. Biasanya arav lah yang berangkat bersama sekertaris pribadi (arav) yang datang ke acara-acara tersebut.
''Baik tuan'' jawab Arav lalu mengendarai mobil dengan kecepatan biasa.
Saat ini mereka sudah berada depan pintu hotel pesta, mereka berdua masuk dengan sorot lampu ke arah nya membuat perhatian semua orang beralih kepadanya.
''Ayo lea, gandeng tangan ku dengan mesra'' ucap Gabrian dengan nada berbisik ditelinga Arelea.
''emm'' jawab Arelea dengan mengangguk
Arav mengikuti mereka yang sudah terlebih dahulu masuk kedalam kerumunan orang orang yang sedang menatap mereka kagum ada juga yang itu dengan kedekatan mereka. Karena Arelea berdandan cukup menor jadi tidak terlihat wajah polos, cantik nan imut itu jadi tidak akan ada yang mengetahui nya nanti dan Arelea tidak menjadi incaran orang orang begitu pikir Gabrian.
Mereka menuju ke arah pengantin baru itu dengan bergandengan mesra bahkan tangan Arelea di himpit tangan Gabrian dengan posesif
''Selamat tuan Sebastien atas pernikahan semoga tetap utuh sampai ajal menjemput'' Ucap Gabrian memberi selamat kepada pengantin dengan dingin dan wajah datarnya
''Terimakasih tuan muda Atkinson'' Ucap sang pengantin bersamaan
''Selamat untuk kalian semoga bersama sampai jadi nenek kakek ya!'' Ucap Arelea dengan polos sambil bersalaman tetapi tidak dengan Gabrian yang enggan bersalaman hanya memberi selamat kepada sang pengantin
__ADS_1
''Terimakasih nona muda Atkinson'' Ucap pengantin bersamaan lagi sambil menyambut tangan Arelea yang sudah disalami pengantin wanita tetapi tidak dengan yang pengantin pria karena pinggang Arelea ditarik oleh Gabrian dan dipeluk posesif seakan tidak ada yang boleh menyentuh nya terkecuali dirinya.
''Selamat menikmati pestanya tuan muda dan nona muda Atkinson'' Ucap sang pengantin pria
''Terimakasih'' ucap Arelea dengan sopan dan anggun
Mereka berdua berjalan beriringan menuju dua buah kursi yang berada tak jauh dari tempat sang pengantin.
''Apakah kau menikmati pestanya lea?'' Tanya Gabrian dengan menarik kursi untuk Arelea dan dirinya duduk
''Iya boss... tetapi disini sangat ramai orang yang tidak ku kenal jadinya aku agak bosan hehe..'' jawab Arelea sambil mendudukkan diri di kursi
''Terimakasih'' ucap Arelea
''Ya, Sama sama'' jawab Gabrian dengan senyum tampan nya.
Arav yang sedari melihat kedua sejoli sedang berbicara sesekali bercanda itu ada rasa iri didalam hatinya karena belum memiliki pasangan padahal umur nya sudah mau memasuki kepala 3. Ya memang, Gabrian umurnya memang lebih muda 4 tahun dari Arav tetapi ia sudah menganggap Gabrian sebagai adiknya begitu juga sebaliknya Gabrian juga sudah menganggap Arav itu sebagai kakaknya. Mereka akan profesional dalam bekerja tetapi tidak jika sedang berdua, kadang mereka bercerita satu sama lain dan melupakan keluh kesah dengan saling mendengarkan.
MC yang membawakan acara pun langsung meminta para tamu untuk berdansa tentunya disambut baik oleh mereka semua.
''Arelea ayo kita berdansa'' Ucap Gabrian berlutut menggenggam tangan Arelea
''Tapi aku tidak tau caranya berdansa bos!'' celetuk Arelea dengan polos nya tetapi ia tetap menerima uluran tangan bos nya itu
''Aku akan mengajarimu'' ucap Gabrian semangat empat-lima
Mereka pun berdansa sambil diiringi lagu yang membuat mereka sangat menikmati dansa itu dan terbuai dalam lagu yang mengiringi.
Setelah selesai berdansa mereka berpamitan kepada sang pemilik acara untuk pulang mestinya karena sudah pukul dua belas malam untung saja besuk hari libur jadi Arelea sedikit lebih tenang dari biasanya ia besok bisa tidur lebih lama.
'*Terimakasih sudah menemani ku seharian ini Lea, aku mencintaimu' Batin Gabrian menatap punggung sang gadisnya*
**JANGAN LUPA UNTUK**
🌹**Vote**
🌹**Comment**
🌹**LIKE**
Thankss
**IG:@\_fikria.ns**
__ADS_1