Gadis Milikku

Gadis Milikku
Chapter 62. Pertemuan kedua


__ADS_3

Gabrian sedang dalam kondisi yang tidak baik-baik saja. Bertemu dengan klien nya membuat kepalanya pusing dan membuat mood nya rusak. Bukannya membahas kerja sama malah pria paruh baya yang menjadi investor di proyek nya kali ini menjodohkan nya dengan putri pria itu, wajahnya sangat buruk namun tertutup oleh bedak yang sangat tebal, apalagi kelakuan nya seperti bit*h.


Merayu dan menggodanya. Walaupun dia tidak tertarik. Dan akhirnya pria itu memutuskan untuk pergi ke club' karena kerja sama kali ini membuat kepalanya pening dan membuat dirinya mual. Mungkin menyenangkan diri ke club' bisa membuat dirinya lebih baik, begitulah pikirnya.


Entah kenapa dia ingin ke the army and navy club. Club' yang sangat populer di kota Washington ini. Dalam hatinya berbunga-bunga, seperti akan terjadi sesuatu yang membahagiakan di hari ini.


''Rav, kamu jangan mengikuti ku malam ini!'' Ujar nya dingin seraya memijat pelipisnya


''Anda ingin kemana tuan?'' Tanya arav khawatir


''Club!'' Jawab singkat Gabrian


''Berikan kunci mobil ku,'' Pinta Gabrian


''T-tapi tuan muda...''


''Sudahlah tidak ada komentar.'' Ucapnya lalu mengambil kunci mobil nya dan pergi dari hadapan arav


Hhuuhh...


Arav hanya bisa menghela nafas nya melihat keras kepala tuan muda nya. Semoga nyonya besar nya tidak menanyakan keberadaan putranya itu, jika tahu dan tahu dirinya tidak mengikuti pria itu bisa dipastikan kalau besok pagi tuan besar dan nyonya besarnya akan memecat dirinya, dan mengembalikan dirinya ke orang tuanya. Dan berakhir dirinya harus meneruskan perusahaan keluarganya.


Walaupun sudah dilarang pria keras kepala itu, tetap saja arav mengikuti nya. Dia tak mau mengambil resiko jika membiarkan tuannya sendirian, apalagi di club' malam yang terdapat banyaknya wanita butuh belaian.


.


.


Dengan kecepatan sedang Gabrian mengendarai mobil sport nya. Memutar musik yang biasa dia dengar saat diperjalanan bersama Arelea dulu. Mengingat-ingat kenangan manis yang masih tersimpan di memori otaknya bersama Arelea.


Aku sangat merindukanmu sayang, Gumamnya dalam hati merasa sedih


''Dia berada di kota ini, seharusnya aku bisa menemukan nya kan?'' Ucapnya kembali semangat


Tak perlu waktu yang lama Gabrian akhirnya sampai di club' itu dan juga sudah lumayan ramai karena ada acara perpisahan universitas terkenal di sana.


''Ramai sekali,'' Lirihnya


Dengan cepat pria itu memarkirkan mobilnya dan keluar dengan gaya bossy nya seperti biasanya.


''Ck.. masih anak-anak sudah meminum alkohol, mabuk baru tahu rasa.'' Gumamnya berdecak saat melihat banyak anak muda keluar dari club' itu seraya jalan sempoyongan


Baru juga ingin masuk pintu club', dirinya tidak sengaja bertabrakan dengan gadis berambut blonde. Dengan cepat Gabrian menatap datar gadis itu.


Bruukk...


''Aduh, maaf sir. Saya tidak melihat'' Ucap Arelea menunduk kan kepala


''Maafkan adik saya sir tidak melihat kalau ada anda sedang lewat.'' Ucap Delin ikut menunduk


Deg..

__ADS_1


suara ini...


Batin Gabrian familiar dengan suara gadis yang baru saja ditabraknya.


''Tidak apa-apa. Berdirilah'' Ucap Gabrian datar


Deg..


Seperti apa yang dirasakan oleh Gabrian, Gadis itu sepertinya juga merasakan hal yang sama.


Kemudian Gadis itu mendongak. Gabrian terkejut melihat adanya gadis yang beberapa tahun ini di carinya sedang berada tepat di depannya.


''Sayanggg...'' Pekik Gabrian memeluk tubuh gadis itu


''Kak Ian..'' Gumam Gadis itu lirih


Seorang gadis di sebelahnya hanya menyaksikan adiknya sedang berpelukan dengan pria dengan mata yang membulat sempurna dan juga bibir membulat.


''Mereka bertemu!'' Ucap gadis di sampingnya tak percaya.


''Bagaimana kabarmu sayang? Aku sangat merindukanmu,'' Ucap Gabrian tak ingin melepaskan pelukannya


Tak berjumpa selama bertahun-tahun membuat Gabrian sedikit terkejut dengan perubahan gadisnya itu. Yang semula adalah gadis kecil yang bisa dibilang pendek, sekarang tumbuh menjadi gadis yang tinggi.


Beberapa bagian tubuh nya membesar, entah apa yang dipikirkan pria ini. Hingga wajahnya yang sedikit dewasa walaupun terkesan masih imut untuk gadis seusianya.


''Aku baik-baik saja kak, aku juga sangat merindukan kakak.'' Gadis yang bernama Arelea itu mengeratkan pelukannya


Terimakasih tuhan. Batin pria itu menitikkan air mata


''Lea, ayo kita pulang. Bunda sudah menunggu kita.'' Ucap gadis disebelah Arelea, menginginkan Gabrian pisah dengan Arelea


''Sebentar lagi kak hiks,'' Ucap Arelea seraya terisak pelan


Akhirnya gadis itu memberi izin adiknya untuk menumpahkan segala kerinduan nya kepada Gabrian. Pria yang selama ini dia rindukan, perhatiannya, kasih sayangnya, juga cinta nya. Semua yang ada pada pria itu membuat dirinya rindu.


''Sayang, ayo kita menikah.'' Ucap Gabrian tiba-tiba membuat suasana menjadi tegang


''Hikss.. iya kak... mintalah restu kepada kedua orang tua ku.'' Ucap Arelea sedikit terisak


''Tidakkk! Kamu akan menikah dengan pria pilihan papa bukan dengan pria ini!'' Ucap Delin, kakak Arelea menyela dengan suara yang lantang


Seketika wajah Gabrian yang tadinya menampakkan wajah gembiranya berubah menjadi datar. Apalagi hawa disekitar nya seolah mendingin, juga tatapan pria itu sudah seperti ingin memakan Delin hidup-hidup.


Gluuk..


Delin menelan ludahnya kasar. Tamat sudah riwayatnya. Niatnya hanya ingin membantu adiknya keluar dari pelukan pria itu tetapi ucapannya yang asal tadi malah membuat dirinya seperti berada diujung kematian saja.


''B-bukan begitu Lea?'' Ucap Delin berusaha tidak takut


''Apakah benar sayang?'' Tanya Gabrian datar pada Arelea dan melepaskan pelukannya

__ADS_1


Arelea tidak menjawab membuat Gabrian geram sendiri.


''Jawab sayang!'' Bentak Gabrian tak sadar kalau ucapannya membuat Arelea semakin terisak-isak


Gabrian jadi gelagapan sendiri dan berakhir meminta maaf.


''M-maaf sayang, a-aku tidak sengaja.'' Gumam Gabrian memeluk erat tubuh Arelea yang menggigil hebat karena takut


''Ayo Lea, pria itu berani-beraninya membentak mu! Ayo biar kakak bilang ke papa agar pernikahan mu dengan pria pilihan papa dipercepat!'' Teriak Delin melepas Arelea dari genggaman Gabrian


Delin membawa lari Arelea menuju mobilnya. Gabrian tak tinggal diam, pria itu bergegas mengambil kunci di sakunya dan dan berlari mengejar gadisnya menggunakan mobil yang ia pakai.


Terjadi aksi kebut mengebut di jalanan. Dengan keberanian dan nyali yang Delin punya, gadis itu melajukan mobil dengan kecepatan tinggi.


''Tenang Lea, kakak sudah biasa ikut balapan jadi jangan takut oke.'' Ucap Delin menenangkan adiknya


''Hikss.. kak delin... hikss Lea takut..'' Gumam Arelea


''Sebentar lagi kita sampai di mansion, jangan takut. Pegangan yang erat!'' Titah Delin dan di-angguki Arelea


Gabrian tak ingin kalah. Pria itu juga melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh membuat Delin juga mempercepat aksinya.


Untung jalanan itu adalah jalanan yang sepi, jika itu adalah jalanan yang padat hingga menimbulkan macet bisa saja dia dan Arelea akan tertangkap dari kejaran pria itu.


''Hikss.. sayang, aku baru saja menemukan mu.. kamu malah sudah dijodohkan hikss..'' Gumam Gabrian dengan air mata yang mengalir di pipinya


Pria itu biasanya sangatlah dingin namun siapa sangka dia adalah pria yang begitu cengeng dan lemah jika sudah berhadapan dengan ibunda nya ataupun Arelea. Bahkan pada ayahnya saja dia terkesan cuek karena selalu saja ayahnya itu cemburu jika sang ibu memeluk dirinya, padahal dia adalah anaknya sendiri.


Saat sudah sampai mansion utama, Delin membunyikan klakson secara cepat agar dibukakan pintu gerbang.


Para penjaga dan satpam langsung membukakan gerbang untuk majikannya masuk. Mereka semua terkejut karena mobil nona muda nya sedang dikejar oleh mobil lain dari arah belakang. Dengan cepat Delin melajukan mobil dan gerbang tertutup rapat sebelum Gabrian sampai.


''SIALAANN KAU ADELINEE!!'' teriak Gabrian membuka kaca mobilnya


''KEMBALIKAN GADIS KU!!'' Teriak Gabrian lagi


Delin tidak sama sekali memperdulikan Gabrian yang tengah berteriak dari luar gerbang. Hanya saja Arelea yang berada di dekapan nya terisak pelan. Hari ini adalah hari terbaik juga terburuk nya.


''Sialan kau Delin. Lihat saja saat aku sudah membawa kembali Lea kedalam dekapan ku!'' Ujar Gabrian tersenyum smirk


Matanya masih meneteskan air namun bibirnya terpaksa tersenyum lebar. Hal ini juga diketahui Arav dari kejauhan, yang sebelumnya juga mengikuti tuan mudanya.


''Nasib tuan muda sangat malang,'' Gumamnya


Andaikan saja Gabrian mendengar asistennya berbicara seperti itu pasti dirinya sudah terkena bogem mentah-mentah dan juga dibuat muntah darah.


.


.


Bersambung...

__ADS_1


IG: @_fikria.ns


__ADS_2