Gadis Milikku

Gadis Milikku
Chapter 37. Winter


__ADS_3

...HAPPY READING...


Saat Gabrian akan tidur ia mendengar suara getaran ponsel di atas nakas nya, ia melihat ke arah ponsel yang sedang berdering itu dan setelah mengetahui siapa yang menghubungi diangkat lah telpon itu.


''Hallo mom!'' Sapa Gabrian saat terhubung


''Ada apa?'' Tanya Gabrian tanpa basa-basi


''Bisakah kamu basa-basi dulu, langsung ke intinya terus. Huh!'' Jawab seorang wanita dari seberang, siapa lagi kalau bukan mommy berlly


''Ck.. sudah katakan saja! Apa mommy mau banteng pencemburu itu menyerbu diriku?'' Ucap Gabrian kesal


''Hei, Daddy mendengar nya! Sudahlah mom cepat katakan pada anakmu itu,'' Kata Daddy Drax yang mendengar ucapan anaknya


''Ish iya dad!''


''Sayang, bisakah besok pagi kamu pergi ke perusahaan mommy?'' Tanya mommy berlly


''Hmmm... sepertinya aku bisa mom memangnya ada apa?'' Jawab Gabrian


'' Besok akan diadakan meeting dengan orang penting tapi karena mommy dan daddy tidak bisa datang karena sudah berjanji menemui uncle varo dan aunty dinda jadi kamu yang menggantikan yaa?'' Ujar mommy memelas


Gabrian tampak berpikir sejenak, besok memang dirinya tak memiliki acara apapun di kantor maupun dirumah. Jadi untuk mengisi kegiatan ia mengiyakan untuk mengantikan meeting mommy nya.


''Baiklah mom, pukul berapa?'' Tanya Gabrian


''Pukul 9 pagi. Kamu datang ke perusahaan mommy benar ya? jangan berbohong!!'' Kata mommy dengan nada dingin tanda peringatan


''Ck, sejak kapan aku berbohong pada mommy?'' Tanya Gabrian kesal


''Sudahlah mom, ini sudah malam aku mengantuk. Selamat malam dan selamat tidur!'' Ucap Gabrian


''Baiklah, jangan lupa ya!'' Kata mommy


''Ya ya ya mom,''


'' Ya sudah mommy matikan telepon nya ya, night to sayang'' Ujar mommy


''Malam juga boy!'' Ucap Daddy lalu mematikan saluran telepon


''Ya mom,'' Jawab Gabrian sebelum panggilan terputus


Tut ... Tut ... tutt...


Gabrian mendekat ke arah dimana seorang gadis tidur dengan meringkuk di dalam selimut tebal dan memeluk guling menyamping. Ia ikut membaringkan tubuhnya di samping Arelea dan mengecup kening gadis itu dengan sayang.


''Good night my future wife'' kata Gabrian sebelum menutup mata.


***


Matahari belum menampakkan sinarnya dan dibawah gulungan selimut terdapat dua insan manusia yang saling memberikan kehangatan satu sama lain. Hari ini adalah bulan dimana dinginnya negara ini, yaitu bulan Desember.


Biasanya kegiatan yang orang lakukan saat musim dingin adalah bermain ice skating atau mengunjungi rumah Santa Claus di Rovaniemi, Finlandia. Berbeda dengan kegiatan Musim dingin Arelea sebelumnya, biasanya ia akan tetap bekerja dengan jaket yang sangat tebal untuk menghangatkan tubuh nya, namun juga banyak kegiatan lainnya karena jalanan selalu tertutup salju maka ia akan membersihkan latar depan rumah nya.


''Euugghh..'' Arelea melenguh panjang akhirnya terbangun


''Kenapa cuacanya dingin sekali?'' gumamnya seraya mengelus tangannya, sepertinya gadis ini tak mengingat sesuatu.


''Kak Ian?'' panggil Arelea


Gabrian membuka mata nya, ''Ya? mmm kenapa dingin sekali?'' tanya Gabrian dengan suara khasnya bangun tidur

__ADS_1


''Oh sepertinya sekarang sudah memasuki musim dingin ya?'' Ujar Gabrian mengingat


Arelea terbelalak, ''Apa? Musim dingin.'' Beo Arelea


'' Iya'' Jawab gabrian


''Sayang, nanti aku ada pertemuan dengan kolega bisnis nya mommy. Kamu ikut ya?'' Ucap Gabrian saat mengingat ucapan mommy nya di telpon tadi malam


''Boleh kak, emm tapi mommy kakak?'' Tanya Arelea


''Kamu kenapa gugup mau bertemu calon mertua hmm?'' Tanya Gabrian menggoda gadis itu,


Blussh~ Lihatlah semburat merah di muka Arelea itu, dia sangat malu sekarang.


''malu ya?'' Lagi dan lagi Gabrian sangat suka menggoda gadis itu


''Tenang saja, kamu akan aku perkenalkan kepada seluruh keluarga besar Atkinson bukan saat ini karena mereka tidak ada yang di perusahaan itu.'' Ucap Gabrian menenangkan


Hhhh~ Terdengar helaan nafas lega dari gadis ini, Gabrian hanya tersenyum kecil mendengar helaan lega dari kekasihnya itu.


''Memangnya mau jam berapa kak?'' Tanya gadis itu


''Sekitar pukul 9 pagi nanti sayang,'' Jawab nya


''Eumm ya sudah aku mandi dulu ya kak?''


''Ya, aku juga harus membaca berkas yang mommy kirim lewat email tadi malam dahulu''


''Oke kak'' Ujar Arelea tersenyum manis lalu beranjak dan masuk ke dalam kamar mandi, tak lupa ia membawa handuk dan juga baju ganti.


Gabrian membuka iPad kerjanya yang berada di tempat penyimpanan barang kecil dibawah nakas nya. Ia membaca tiga file yang hanya terdiri dari angka-angka yang jumlahnya sangat susah dihitung.


Berbeda dengan Gabrian, gadis yang baru saja masuk kamar mandi itu langsung menyalakan air panas di jacuzzi. Ia tau cara mengunakan barang tersebut karena sudah pernah diajarkan oleh Gabrian,ia juga menuangkan lima sampai tujuh tetes bubble bath ke dalam jacuzzi berwarna emas itu.


Selesainya memakai kimono ia keluar dari ruang mandi dan berdiri di depan cermin besar untuk menggosok gigi nya.



Selepas menggosok giginya gadis itu membasuh muka dengan air mengalir yang membuat wajahnya berseri-seri, dinginnya kota ini membuat dirinya tak ingin lama-lama didalam kamar mandi. Ia segera melepas kimono handuk nya dan memakai pakaian panjang dan juga tebal yang sudah ia siapkan tadi.


Ia keluar kamar mandi dan melihat Gabrian masih bergulat dengan iPad nya. Ia menghampiri lelaki yang menjadi kekasihnya itu dengan sejuta senyum.


'' Kak aku sudah selesai, sekarang giliran kakak yang mandi. Tadi aku juga sudah menyiapkan air hangat nya'' Ujar Arelea, ya! tadi sebelum keluar ia sempat menyiapkan air hangat untuk Gabrian karena mengingat bahwa di kondisi dingin seperti ini tidak memungkinkan mengunakan air dingin.


Gabrian mendongak dan tersenyum,'' Terimakasih sayang,'' Ujarnya


''Iya kak,'' Jawab Arelea


Gabrian meletakkan iPad nya itu ke atas nakas yang dibawah nya ada pengisi daya otomatis, sangat canggih bukan?. Itulah jaman sekarang banyak yang serba otomatis berbeda dengan jaman dahulu yang serba dilakukan dengan manual.


Lelaki itu pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri dan Arelea pergi ke ruang ganti untuk menyiapkan pakaian hangat namun tetap menggunakan jas formal. Ia keluar dari ruangan itu dan segera memasukkan ke dalam alat yang bernama Foldimate dimana dalam lima menit, jas yang semula agak kusut itu menjadi sangat halus dan tentunya wangi.


Gabrian yang baru selesai mandi begitu tersanjung dengan tindakan Arelea yang sudah seperti istrinya yang menyiapkan segala perlengkapan dirinya mulai dari memasak hingga menyiapkan pakaian.


''Terimakasih sayang'' Ucap Gabrian memeluk Arelea dari belakang


''E-eh kak sudah selesai ya?'' tanya Arelea kaget


''Huum'' Jawab Gabrian dengan mengendus-endus leher jenjang Arelea membuat gadis itu geli.


''e-mm ka-ak i-ini bajumu sudah aku siapkan, pakailah sekarang'' Ucap Arelea terbata-bata

__ADS_1


Gabrian menghentikan aksinya,'' Ya!'' Jawabnya singkat lalu memakai bajunya itu dihadapan Arelea dengan tak tahu malunya


''Aaaaa, ke-kenapa tidak Menganti didalam sih kak!'' protes Arelea berteriak dengan menutup matanya menggunakan kedua telapak tangan nya


''Malas.'' Jawabnya lagi


''Aku sudah selesai sayang kenapa masih ditutup matanya?'' Tanya Gabrian menahan tawa. ''Tolong pakaikan dasinya sayang,'' Ucapnya


Arelea membuka sedikit celah dijarinya untuk melihat apakah ucapan Gabrian benar adanya ternyata iya dan ia segera menuruti perintah Gabrian dengan mengambil dasi berwarna putih ke leher Gabrian yang sangat cocok dipadukan dengan jas formal yang sedang Gabrian pakai sekarang.


''Kak, bisakah kamu menunduk sebentar leherku sampai sakit mendongak terus menerus'' keluh Arelea


''Dasar pendek, minum susu dong biar tinggi'' Jawab Gabrian iseng namun juga menundukkan kepalanya agar memudahkan gadis itu memasangkan dasinya.


''....'' Setelah selesai memasangkan dasi itu Arelea mengambilkan tas Gabrian yang berisi laptop dan juga beberapa iPad yang biasa pria itu bawa saat bekerja.


''Kak?'' Panggil Arelea


''Ya?'' jawabnya


''Apa jalanan tidak ditutup?'' tanya Arelea, karena biasanya salju akan menumpuk di tengah-tengah jalan dan akhirnya ditutup untuk pembersihan jalanan itu.


''Tadi aku sudah menelpon Arav untuk melakukan tindakan, aku memerintah dirinya untuk mengurus jalan yang akan kita lewati'' Jelas Gabrian


''Sudah siap belum? jangan lupa bawa syal rajut yang ada di almari dan juga pakaian tebal itu ya!'' ucapnya


Arelea hanya mengangguk paham, ''Aku sudah siap kak, iya aku sudah membawanya'' kata nya seraya menunjukkan lengannya yang membawa syal dan pakaian tebal itu


''Baiklah ayo, arav sudah menunggu dibawah.'' ucapnya lalu turun kebawah bersama Arelea.


Sesampainya di bawah ia dan Arelea disambut oleh arav dengan membungkukkan badan,'' Selamat pagi tuan, nyonya muda'' sapanya


''Pagi juga rav/tuan arav'' Jawab mereka kompak


''Bagaimana sudah selesai?'' tanya Gabrian


''Jalanan sekitar sini sudah dibersihkan dari salju, kemungkinan besar sudah selesai tuan'' Jawab Arav yang langsung peka


''Baiklah, ayo berangkat'' ucapnya


Diperjalanan menuju perusahaan BL company, mereka bisa melihat beberapa orang sedang membersihkan halaman rumah mereka dari salju dengan mengunakan sekop bersama keluarganya. Dari mereka kebanyakan membersihkan salju itu dengan bermain-main dan canda tawa, hanya ada raut wajah kegembiraan dan tak ada raut kesedihan ataupun kegelisahan terpancar di sana.


Arelea bahagia namun ia juga berpikir dan bertanya mengapa dirinya tidak bisa memiliki keluarga utuh seperti mereka, apa dirinya pernah membuat kejahatan di masa silam? kalau betul semoga kesalahan dirinya itu dimaafkan dan bisa mempunyai keluarga utuh seperti anak-anak lain di sana.


Pria yang duduk di samping gadis itu sangat peka, ia merangkul pundak Arelea dengan sayang. ''Sudah jangan pikirkan apa-apa, keluarga akan menjadi keluarga mu juga!'' ujarnya dengan senyuman


Arelea mengusap air mata nya yang tumpah dengan tak sengaja itu mengunakan bajunya dan ia mengangguk terharu kepada Gabrian.


''Terimakasih kak'' ucapnya


'Terimakasih sudah menjadi satu-satunya orang yang mau mengulurkan tangan membantu aku dan juga menerima aku yang tak sempurna ini dan menjadikan aku satu-satunya pendamping hidup untukmu kelak, semoga' batin Arelea tulus


.


.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2