
...Happy Reading...
Langit tak selamanya cerah, kadang hujan pun bisa membawa bencana dan perasaan juga sering kali bisa terluka. Dan kadang kebahagiaan diungkapkan dengan air mata, dan air mata harus sembunyi dibalik senyuman.
Dibalik kata-kata yang begitu indah mereka ucapkan belum tentu makna yang mereka sampaikan di dalamnya adalah hal baik ataupun jahat. Sometimes kita tidak tau apa yang Tuhan rencanakan untuk kita kedepannya tetapi kita juga harus senantiasa berdoa.
Kita juga harus berwaspada terhadap orang sekitar juga orang terdekat kita, bisa saja tanpa kita ketahui mereka adalah musuh dibalik selimut. Kebahagian seseorang bisa kita lihat dengan cara ia berinteraksi. Hanya dengan tindakan kecil pun bisa terlihat bahwa seseorang itu sangat bahagia melebihi apa yang di dunia ini.
Gabrian dan Arelea memutuskan untuk menonton film yang terkesan sedikit horor namun sangat menyayat hati. Sebenarnya mereka sama sekali tak menginginkan hal itu terjadi di kehidupan nyata.
''Film Horor bagaimana?'' Usul Gabrian
''Boleh, Aku suka kak.'' Niatnya agar Arelea takut dan memilih mengganti genre yang akan di tonton tetapi ternyata tebakannya salah, Arelea suka dengan film yang horor. Pupus sudah harapannya.
''Baiklah,''
''Bagaimana kalau kita melihat film yang beberapa tahun lalu dibuat kak, aku sedari dulu ingin melihatnya tetapi tidak mempunyai biaya cukup untuk memesan tiket. Hehe'' Ujar Arelea
''Boleh saja apa sih yang enggak buat kamu, nama film nya apa biar aku Carikan?'' Tanya Gabrian
''Malicious.'' Ucap Arelea dengan tatapan mata kosong, sebenarnya ia mengetahui sinopsis juga sedikit alur di dalam cerita itu tetapi tetap saja ia ingin menonton nya
Dengan cepat ia menekan tombol yang di mana muncul sebuah gambar besar di layar dengan suara sedikit creepy berjudul 'Malicious' yang menceritakan seorang profesor muda dan istrinya yang sedang hamil tanpa sadar melepaskan roh jahat dengan niat untuk membunuh.
Ditengah-tengah film Gabrian merasa bahwa Arelea tidak sama sekali ketakutan ataupun berteriak histeris namun yang ia lihat hanya lah Arelea duduk tenang dengan camilan ditangannya juga mata sangat fokus ke dalam layar.
''Sayang, kamu tidak takut?'' Bisik Gabrian bertanya
''Untuk apa takut? itukan cuman akting bukan nyata kak,'' Jawab Arelea mata tetap memperhatikan layar namun ia jawab dengan berbisik
''Iya tetapi action yang didalam film itu sangat mengerikan, kita ganti genre saja ya?'' Harap Gabrian dengan puppy eyes nya
''Tidak usah kak, kakak kalau takut tutup mata saja atau kakak mau duduk di paling depan sendiri dan juga hantu itu akan bergentayangan di sebelah kakak?'' Jahil Arelea dengan suara sedikit seram
Gabrian memang suka dengan film action dengan pembunuhan tetapi ia juga sangat takut dengan sesuatu yang tak nampak sering disebut sebagai 'Ghost', itu sangat mengerikan dibanding melihat pembunuhan secara langsung menurutnya.
''Baiklah aku akan tutup mata,'' Ucap Gabrian Lalu menyender di bahu Arelea sambil memejamkan matanya
Detik demi detik berlalu menit demi menit berlalu hampir dua jam Arelea menonton film itu tanpa jeda dan tanpa melihat ke arah lain.
__ADS_1
Gabrian sudah tertidur pulas dengan bersandar di bahu Arelea, ia mengantuk karena di diamkan oleh gadis itu. Mungkin film itu lebih menarik dari pada dirinya. (haha canda")
''Hoaaaamm, pukul berapa ini? kenapa aku menonton sampai lupa waktu ya?'' pikirnya dengan bingung
Ia melirik ke samping, ''Hmm kasihan kak Ian menunggu ku sampai tertidur.'' Gumam nya membelai rambut Gabrian dengan lembut dengan maksud membangunkan nya dengan cara baik-baik dan juga agar tidur dalam posisi yang nyaman di kamar.
Tak lama kemudian film pun selesai diputar Gabrian bangun dari tidurnya. Pria itu melenguh dan menatap Arelea yang juga tengah menatapnya dengan tatapan memuja. Seperti baru pertama kali bertemu, Arelea terpesona dengan wajah tampan nan rupawan yang kini sudah menjadi tunangannya itu.
Ia sangat bersyukur kepada Tuhan karena diberikan pria yang betul-betul mencintainya dan juga menyayangi-nya sepenuh hati dan segenap raga juga sangat pengertian. Meskipun belum pernah bertemu secara langsung dengan keluarga Gabrian, gadis ini tau bahwa pria yang kini duduk disebelahnya itu di didik menjadi pria bertanggung jawab juga pria baik-baik pasti orang tua yang mendidik juga keluarga baik. Ia tersenyum lebar.
''I love you kak Ian,'' Bisik nya ditelinga Gabrian
Gabrian memelototkan matanya, apakah ini nyata apakah ini mimpi? tanya nya dalam hati.
''Apa aku sedang bermimpi?'' Tanya Gabrian belum percaya dengan apa yang di dengarnya
''Tidak kak, i love you kak Ian.'' Ulang Arelea dengan wajah merah nya
''I love you to sayang, aku sangat bahagia karena kamu sudah membalas cintaku. Terimakasih sayang,'' Ucap nya. Ia memajukan wajah dan tubuhnya ke Arelea, ia menc**m bibir Arelea dan juga me*um*t nya dengan lembut.
Akhir dari penantian kisah Gabrian belum sampai di sini. Masih banyak perjuangan yang akan mereka hadapi ke depannya. Gabrian sekarang berpikir mungkin ini sudah waktunya ia memperkenalkan Arelea sebagai calon pendamping hidupnya kepada kedua orang tuanya juga ke seluruh keluarga besar Atkinson.
''I love you forever Arelea.'' Ungkap Gabrian kembali men**um bibir manis Arelea, Arelea yang terbawa suasana membalas l*m*t*n Gabrian dengan lembut juga mata terpejam menikmati sensasi nya
''Sayang, percepat hari pernikahan kita ya. Besok pagi aku akan menemui mommy dan mendiskusikan hal ini juga dengan Daddy.'' Usul Gabrian dengan tak sabar
''Apa mommy dan daddy kak Ian mau menerima ku?'' Tanya Arelea langsung ragu dan tak percaya diri
''Mommy ku itu tidak jahat seperti yang kamu pikirkan, dia sangat mendukung apapun yang membuat anak kesayangannya ini bahagia. Aku menjamin bahwa dia tidak akan memberimu cek sebanyak 100 Euro dan dengan jaminan meninggalkan ku jika kamu menerima uang itu.'' Ungkap Gabrian dengan wajah berseri-seri
Gabrian tak bisa dibayangkan bagaimana reaksi Arelea saat bertemu dengan mommy nya yang sangat bar-bar itu, mungkin akan syok ataupun senam jantung.
''Kita tidur sekarang yuk, sudah pukul satu dini hari.'' Ucap Gabrian melirik jam tangannya
''Ayo,'' Semangat gadis itu
Perlahan-lahan apa yang kita tidak sukai jika sering dipakai akan mengubah opini awal kita dalam melihat sesuatu barang, yang awalnya itu hanyalah barang yang sangat tak berarti dan juga sangat tidak berguna jika kita lihat dari segi banyak orang pasti akan menilai bahwa itu sangat berguna.
Begitu juga dengan perasaan Arelea, yang semula tak menyukai Gabrian lama kelamaan sering bersama dan juga berinteraksi bersama membuat hatinya luluh begitu saja tanpa ia ketahui.
__ADS_1
Sesampainya di kamar gadis itu merebahkan dirinya di kasur king size milik Gabrian setelah mengganti piyama tidur.
''Good night kak Ian, mimpi indah.'' Ucap Arelea
''Night to sayang,'' Jawab Gabrian dengan mengulas senyum
Mereka berdua tidur dengan berpelukan dan saling menghangatkan di dalam selimut. Dalam mimpi pun Gabrian masih tetap terbayang ungkapan Arelea, begitu terngiang-ngiang nya ucapan tulus itu hingga sampai ke mimpi pun masih ada.
..._______________...
...Hari ini adalah hari dimana aku tak akan pernah lupakan sepanjang masa. Gadis yang aku sukai menyatakan perasaan nya dengan begitu tulus....
...~ Gabrian Gamaliel Atkinson...
...-Today-...
...-22 Desember 2020-...
...--------------------------------...
《您好,我觉像发货司法。我是一名初中升, 我是一三岁我有一个父亲和母亲真正爱我。 我还有一个弟弟起我。 谢谢大家!!我爱紫色颜色 》^-^
Sedikit perkenalan^^
.
.
.
.
.
.
Bersambung.....
IG: @_fikria.ns
__ADS_1