
...Happy Reading...
Malam ini akan menjadi malam terindah Gabrian dan juga Arelea. Meski belum dalam tahap pernikahan tetapi sangatlah penting dan juga indah.
Gadis itu terus tersenyum bahkan senyuman itu sangatlah manis melebihi gula. Sangat menghipnotis.
Arelea sudah meminta izin kepada Bunda dan Papa untuk pergi keluar ke acara pesta temannya. Karena tidak tahu mau menggunakan alasan apa, juga karena menggunakan gaun besar dan juga cantik.
Mungkin ini alasan yang tepat.
Setelah di izinkan, gadis itu pergi menggunakan mobil pribadi nya tanpa sopir. Dengan membuka semua penutup mobil, rambut gadis itu berterbangan ringan. Angin menerpa wajah nya. Hanya saja riasan ringan diwajahnya tidak akan luntur.
Gadis itu hanya menikmati angin malam dengan anggun.
Malam ini mungkin bukan malam pertama nya dia bahagia. Tetapi mungkin ini adalah pertemuan antar dua keluarga yang sedikit menegang kan.
''Restu papa dan bunda semoga menyertai kami. Juga semoga kakak selalu mendukung keputusan adik,'' Ucap Arelea pelan seraya memegang liontin bergambar keluarga nya
Begitu selesai bicara, ternyata gadis itu sudah sampai di halaman restoran yang di dalamnya sudah dihias sedemikian rupa sehingga dapat menyuguhkan pemandangan indah.
Banyak tamu yang ingin mengunjungi resto tersebut, tetapi karena Gabrian sudah menginginkan tempat tersebut selama satu malam penuh jadi dikosongkan.
Sungguh indah.
Kesan pertama Arelea saat melihat indahnya halaman itu dan juga riasan lampion menyambut kedatangan nya. Seakan tahu bahwa dia adalah princess di malam ini, burung-burung berkicau merdu dalam sangkar indah.
Papa dan Bunda Arelea sudah berada di dalam ruang VVIP resto dan juga ditemani dua pria asisten pribadi mereka. Sang pembuat acara sama sekali belum muncul di room, ada tetapi belum masuk di ruangan.
Pagi tadi papa Andreas mendapatkan pesan email yang menyatakan bahwa malam nanti diadakan rapat dadakan di Garden Resto. Maka dari itu mereka membawa asisten masing-masing jika ada keperluan yang tak bisa mereka bawa.
Seraya bermesraan dengan sang istri, Andreas berucap beberapa kata yang romantis untuk sang istri.
Dua asisten dibelakang nya saling melirik kemudian memiliki burung gagak terbang dikepalanya (tidak tahu harus menanggapi nya seperti apa). Sejak pertama sampai sekarang dua asisten itu kerap berjumpa dengan adegan mesra seperti kedua boss nya ini, namun lambat laun mereka biasa saja karena selalu terjadi.
.
.
Meninggalkan kemesraan satu pasangan dan kesialan asisten, di depan pintu masuk terlihat gadis bergaun putih cerah dipadukan dengan kulit putih salju nya dengan high heels tidak terlalu tinggi.
Selang beberapa menit seorang pria berperawakan tinggi dan juga kekar mendekat ke arah nya. Pria itu tersenyum lebar juga bersama satu pasangan yang tak lagi muda dibelakangnya.
''Sayang,'' Panggil lelaki itu
Arelea menoleh. Lalu tersenyum manis.
Gadis itu menghampiri lelaki itu dan kemudian melihat ke arah belakang, lalu menyalami kedua orang tua pria itu. Dan dibalas senyuman.
__ADS_1
''Mom, Dad.'' Panggil Arelea tersenyum
''Iya sayang, bagaimana kabarmu selama ini?'' Tanya Ibunda pria itu, Kimberly.
''Aku sangat baik mom, keluarga ku menjaga diriku ini dengan baik. Seperti kalian saat dulu menjaga ku,''
Ayah pria itu, Drax hanya tersenyum mendengar ucapan demi ucapan yang terlontar dari mulut istrinya dan juga calon menantunya itu.
Sementara pria itu, Gabrian. Pria itu mengambil buket bunga di dalam satu ruangan yang sudah di hiasi dengan bunga berwarna putih. Gabrian membawa satu buket bunga agak besar berwarna ungu.
''Sayang,'' Panggil pria itu pada Arelea saat sudah keluar dari ruangan
Arelea yang tengah berbincang ringan dengan Kimberly pun segera menatap ke arah dimana Gabrian berada. Pria itu membawa bunga.
Bunga itu sangat cantik. Tapi menurut Gabrian, Arelea lah yang paling sangat cantik.
''Wah sangat cantik,'' Gumam Arelea masih bisa didengar oleh ayah ibu dan anak tersebut
''Benarkah?''
Tak ingin melihat lama-lama keduanya bermesraan akhirnya Kimberly dan Drax memutuskan untuk pergi ke room yang orang tua nya Arelea berada.
''Kalau begitu mom and dad pergi dulu ya, takut bunda Lea menunggu lama kami. Bersenang-senang lah sebentar...'' Ucap Kimberly
Drax hanya mengangguk samar lalu mengelus pucuk rambut Arelea lembut, kemudian merangkul pinggang istrinya dengan mesra pergi dari sana.
**
Gabrian dan Arelea berada di balkon resto itu yang sangatlah luas. Di situ keduanya saling mengobrol menceritakan apa yang terjadi selama empat tahun terakhir ini.
Arelea juga bercerita tentang pertama kali dirinya masuk ke universitas. Sampai lulus.
''Dulu waktu pertama kali aku masuk ke dalam univ, aku bertemu dengan teman lama ku yang sudah ku anggap sebagai kakak laki-laki ku. Dia orang Chinese, baru kemarin dia memulai studi di negara ini.''
Gabrian merubah wajahnya menjadi gelap.
''Dia sangat baik kepadaku, aku juga sangat sayang kepadanya. Tidak melebihi sebagai seorang adik ke kakaknya, seperti aku menyayangi kak Al dan kak delin.'' Ucap Arelea mengklarifikasi saat melihat wajah gelap Gabrian
Gabrian masih saja berwajah gelap.
''Kak Ian marah ya? Aku hanya sayang dan cinta kepada kakak, bukan orang lain. Jika aku menyayangi mereka karena banyak Budi yang di berikan kepadaku.
Maka jika aku sayang dan cinta kepada kakak itu karena memang hatiku memilih dirimu untuk menjadi pendamping hidupku dan pengarah juga pembimbing untuk ku dan anak-anak kita kelak di masa yang akan mendatang.''
Gabrian akhirnya luluh. Pria ini tersenyum manis.
''Benarkah? kalau begitu kita akan mempunyai anak berapa, kamu ingin?'' Tanya Gabrian menggoda
__ADS_1
Hei! lihatlah wajah gadis ini, sangat lah merah.
''Ish apa sih, ayo kita lanjutkan makan nya.'' Kilah gadis itu malu
Gabrian terkekeh lucu,''Baiklah.'' Kemudian keduanya menyelesaikan makan dan turun ke bawah untuk memulai ke acara inti malam ini.
.
.
Delin juga mendapat sebuah pesan singkat di handphone nya yang menyatakan bahwa dirinya malam ini di undang di Garden resto untuk pertama kali pembukaan. Jadi dirinya berangkat bersama dengan Samuel. Gadis itu sudah satu bulan menjalin hubungan dengan Samuel.
Keduanya sudah berada di dalam resto itu. Bisa mereka lihat bahwa di sini ruangan semuanya berkaca atau transparan. Delin tidak mempermasalahkan nya.
''Ayo El, Takut kehabisan makanan hehe.'' Ucap Delin menarik tangan sang kekasih
Samuel hanya tersenyum ringan mengikuti Delin.
.
.
Kembali ke Gabrian dan Arelea. Mereka sudah berada di tengah-tengah resto dengan membawa mikrofon kecil di letakkan di dadanya. Dapat dihubungkan di segala sudut ruangan.
Suara ini mereka sangat akrab sepertinya.
''Arelea Callista Ainsley, Gadis pertama yang membuat hatiku luluh. Dari semua wanita yang ada di dunia ini, mungkin banyak yang bisa melebihi semua yang kau punya. Tetapi aku memilihmu untuk menjadi pendamping hidupku, walaupun kita sempat berpisah namun Tuhan mentakdirkan kita bersama.
Berjuta rasa rasa yang tak mampu kata-kata. Dengan beribu cara-cara kau selalu membuat bahagia. Kau adalah alasan dan jawaban atas semua pertanyaan, yang benar-benar kuinginkan hanyalah kau untuk selalu di sini ada untukku. Maukah kau tuk menjadi pilihanku? menjadi yang terakhir dalam mimpi. Maukah kau menjadi yang pertama? Yang selalu ada di saat pagi ku membuka mata?" Ungkap Gabrian
Arelea tersenyum manis. Gadis itu sampai menitikkan air mata bahagianya.
''Cinta adalah suci yang harus utama dalam bentuk pernikahan. Aku tidak akan main dengan kata itu. Jadi, maukah kamu bersamaku untuk menjalin hubungan suci itu Lea?'' Ungkap Gabrian sekali lagi
Kedua orang tua Gabrian, kedua orang tua Arelea mendengar ungkapan demi ungkapan Gabrian untuk Arelea. Akhirnya mereka tahu siapa orang yang berbicara itu.
Delin membulatkan matanya, dia merasa sedang di bohongi disini. Dia jelas-jelas tahu bahwa resto ini tidaklah baru, tetapi dia berpikir bahwa ada menu spesial yang baru ada. Maka dari itu dia langsung bergegas berangkat dengan semangat.
''Apakah itu tadi suara pria nya Arelea?'' Gumam Delin antara percaya dan tidak percaya
Samuel bungkam seribu bahasa. Dia memang sudah tak mencintai adik kekasihnya itu namun masih ada sedikit rasa sayang itu bukan untuk seorang wanita tetapi seorang adik.
''Ya, dia adalah Gabrian.'' Ucap Samuel
''J-jadi!''
Arelea mengangguk sebagai jawaban atas semua pertanyaan yang Gabrian lontarkan.
__ADS_1