Gadis Milikku

Gadis Milikku
Chapter 67.Restu untuk keduanya


__ADS_3

...Happy Reading...


Setelah Gabrian mengungkapkan semua yang ia pendam selama ini, pria itu merasa dadanya sudah plong. Meski ucapannya tak semua benar-benar berlangsung selama 4 tahun terakhir ini tetapi itu sudah membuat dirinya lega.


Kedua orang tua Arelea yang semula berada di balik rumpun keluar bersama dengan Kimberly dan Drax. Mereka terkejut sekaligus terharu. Awalnya ya Andreas sama sekali tidak mau menerima gabrian tetapi melihat anaknya bahagia bersama pria itu akhirnya luluh dan menerima Gabriel sebagai calon menantunya.


''Papa, apakah aku boleh menikah dengan kak Ian? Karena pria yang aku cintai setelah papa dan kak Al adalah dirinya.'' Ungkap Arelea memegang tangan Andreas


Andreas menghela nafas panjang dan akhirnya tersenyum, ''Jika kamu bahagia bersama dengan pria pilihanmu, maka papa akan turut bahagia dan juga mengizinkan anak papa yang cantik ini untuk menikah.''


Arelea dan Gabrian sama-sama tersenyum. Arelea memeluk tubuh kekar ayahnya dengan perasaan yang sangat bahagia.


Restu dari papa lea sudah aku dapatkan, tinggal bunda Tasya dan juga kedua kakak lea. Terutama alfred. Batin Gabrian


Mereka sama-sama tersenyum haru melihat keharmonisan antara ayah dan anak ini.


Gabrian menghampiri Tasya.


''Tante, saya meminta izin untuk menikahi putri kecil anda untuk saya. Saya akan menjaga dan merawat putri tante dengan sepenuh hati. Saya akan memberikan semua yang Lea butuhkan, termasuk cinta dan juga harta.'' Ungkap Gabrian dari hati yang paling dalam


Tasya tersenyum.


''Jika kalian bahagia maka laksanakan lah pernikahan kalian segera.''


Mendapatkan restu dari kedua orang tua gadisnya membuat Gabrian berbunga-bunga sampai memeluk Kimberly dengan erat. Juga menangis dipundaknya.


''Dia istriku! Jangan peluk-peluk sembarangan!''


Suara berat lelaki itu membuat suasana haru itu dipenuhi gelak dan tawa.


''Dia juga ibuku, jadi bisa kapan saja aku memeluknya.'' Balas Gabrian tak kalah sengit dari sang ayah


Delin dan Samuel juga ikut terbawa suasana. Mereka tertawa bersama menumpahkan segala rasa bahagia.


.


.


Setelah acara selesai. Mereka pulang ke Mansion Ainsley untuk berbincang-bincang tentang acara pernikahan kedua belah pihak.


Rencana-rencana pernikahan sudah dipersiapkan matang oleh mereka. Hanya tinggal fitting baju pengantin juga pesan gedung beserta pernak-pernik pernikahan.


''Hari ini aku sangat bahagia kak, meskipun hanya bertunangan dengan mu. Semoga sampai di pernikahan nanti, kakak dan aku akan tetap satu.''


Gabrian tersenyum dan menggenggam tangan Arelea, ''Semoga sampai maut memisahkan kita tetap bersatu, until I die still love you."


''Me too,''


''Aku jadi membayangkan bagaimana jika kita sudah memiliki anak nanti sayang, apakah akan mirip dengan ku atau dengan mu ya?''


Arelea tersipu.


''Semoga saja mirip dengan dirimu dan diriku.'' Ucap Arelea tersenyum malu


Gabrian tersenyum mengangguk serta mengelus pucuk rambut Arelea dengan penuh kasih sayang.


''Ayo kita masuk, malam sudah mulai dingin.'' Ujar Gabrian


Mereka berdua masuk kedalam kamar Arelea, karena sebelumnya mereka ada di balkon kamar gadis itu.

__ADS_1


''Sayang?''


Arelea menengok kebelakang sebelum meraih gagang pintu.


''Kenapa kak?''


Gabrian tersenyum misterius yang membuat Arelea waspada.


''Apakah aku boleh tidur disini, dengan mu'' ucapnya tersenyum simpul


Arelea terbelalak.


''Aku mengizinkan kakak tidur disini, tapi aku dikamar lain. Karena nanti jika papa atau bunda tahu pasti kita akan di marahi juga pasti akan di nikahkan secepatnya.'' Ujar Arelea polos


Gabrian menyeringai.


''Bagus lah, kita bisa cepat-cepat menikah. Aku sudah tidak sabar!'' Ucap kilat Gabrian


Pipi gadis itu sampai memerah dibuatnya entah kenapa.


''Baiklah ayo turun,'' Gabrian tak lanjut menggoda Arelea karena takut gadis itu akan marah dan susah membujuknya.


Sesampainya di bawah, mereka melihat empat orang tua yang sedang berbincang ringan juga meminum secangkir juice lemon dingin mereka nikmati.


''Malam semua,''


''.....'' Mereka berpikir mengapa turun padahal sudah waktunya anak muda untuk tidur


Karena Delin sudah berada dikamar dan juga Samuel pulang ke apartemen nya untuk suatu pekerjaan jadi mereka sedikit heran dengan pasangan satu ini.


''Kenapa kalian belum tidur?'' Tanya Drax


''....'' Entah bagaimana pria itu berlagak seperti orang tersakiti.


''Hahaha, jika kalian sudah menikah silahkan saja tidur dimanapun berdua. Papa selalu mengizinkan.'' Sela Andreas sedikit tertawa


Gabrian tersenyum melihat pembelaan dari Andreas.


''Kalau begitu kami pulang dahulu, dua hari lagi kalian lakukan fitting baju pengantin di salah satu butik teman istri saya.'' Ucap Drax


Mereka semua berdiri dan berjalan keluar.


''Baiklah,''


.


.


Setelah kepergian keluarga Gabrian, Arelea segera meminta izin untuk istirahat dan mereka menganggukkan kepala.


Sesampainya dikamar Arelea langsung masuk ke dalam kamar mandi untuk melakukan rutinitas nya sebelum tidur. Dengan menggunakan kaos size kebesaran dan juga celana pendek gadis itu merebahkan tubuhnya di kasur.


''Akhirnya, aku kira papa dan bunda tidak menyetujui kak Ian melamar ku. Ternyata aku salah, papa sangat baik'' Gumam Arelea sebelum memejamkan matanya


...***...


Di pagi harinya seperti biasa Arelea bangun lebih awal dan menyiapkan makanan untuk keluarganya. Hari ini Kakaknya pulang dari Kuala lumpur, Malaysia karena urusan bisnisnya sudah selesai. Jadi gadis itu menyiapkan lebih banyak masakan.


''Kak, nanti kak Al pulang jam berapa kira-kira?'' Tanya Arelea pada Delin

__ADS_1


''Tidak tahu. Dia hanya mengatakan kalau hari ini pulang, Begitu'' Sahut Delin


''Ohh baiklah...''


Mereka berdua melanjutkan memasak dengan telaten dan juga beberapa menit kemudian suara bel berbunyi.


''Biar aku saja yang membukakan pintu.''


Arelea membukakan pintu dan terlihat seorang pria berperawakan tinggi dan juga rupawan berdiri di depan nya.


''Sayangg...aku merindukan mu'' Pria itu langsung memeluk tubuh Arelea dengan erat


''Aku juga merindukan mu..''


Arelea pun juga membalas nya.


Dibelakang mereka yang tengah berpelukan, terlihat seorang pria juga tinggi dan rupawan tengah memandang mereka dengan perasaan cemburu dan juga marah.


''Lea!'' Pekik pria itu rendah


Arelea yang menyadari suara itu langsung refleks melepaskan pelukannya dengan lelaki itu.


''Kamu! kenapa berpelukan dengan pria ini?'' Tanya pria itu yang tak lain adalah Gabrian, dengan suara serak


''E-eh.. dia adalah k-''


''Siapa? hikss'' Gabrian bahkan menangis tak rela di depan Arelea dan juga k-kakaknya Arelea, Alfred.


''Sayang, dia kenapa menangis?'' Tanya Alfred bingung


''Dia seperti nya tidak mengenali kakak lagi setelah 4 tahun lalu.'' Ucap Arelea pelan menjawab


Alfred terkekeh ringan, ''Baiklah, kakak masuk dulu. Tangani bayi besar mu itu!'' Melangkahkan kakinya masuk kedalam


Arelea mengangguk lalu menghampiri Gabrian yang tengah bersedih hati itu dengan lucu.


''Kenapa menangis?''


''Kamu menghianatiku dengan pria itu tadi ya? kenapa dibiarkan masuk?'' Tanya Gabrian sesegukan seraya memeluk tubuh Arelea dengan erat


''kekeke~ dia tadi kak Al yang baru pulang dari perjalanan bisnis nya. Sudah dua Minggu kakak pergi jadi aku merindukan nya, begitu juga dengannya. Apakah kamu sudah lupa dengan kakak?''


Gabrian jadi cemberut.


''Kenapa tidak merindukan ku saja?''


''Baiklah sayang, aku sangat merindukanmu'' Ucap Arelea tersenyum kecil


Mata dan hidung Gabrian masih merah akibat menangis tadi. Dan sekarang mereka sudah berada di ruang makan.


Mereka menyantap hidangan dengan lahap. Dan setelah nya mereka melanjutkan berbincang diruang tamu membahas pernikahan dan juga beberapa hal lainnya dengan semangat.


.


.


Bersambung...


IG:@_fikria.ns

__ADS_1


__ADS_2