Gadis Milikku

Gadis Milikku
Episode 16. What a beautiful morning


__ADS_3

...🌹🌹HAPPY READING 🌹🌹...


Pukul tiga pagi hari Gabrian terbangun dari tidurnya karena merasakan tenggorokan kering. Ia membuka mata yang pertama ia lihat adalah Arelea yang masih terlelap dengan wajah yang menggemaskan.


''Hoaaamm... Pagi yang indah,'' ucapnya melihat dimana sang pujaan hati masih terlelap


''Good morning, Baby.'' lalu ia mengecup kening dan bibir Arelea sebagai morning kiss nya. Lalu ia berdiri beranjak dari tidurnya menuju gorden kamarnya yang menghubungkan antara kamar kolam renang dan balkon.


Swussshh...


Ia sengaja membuka gorden tanpa suara agar Arelea tidak terbangun karena masih terlalu pagi untuk menjalani aktivitas.


'Aku akan mandi terlebih dahulu agar Lea tidak melihatku di dalam sini dan agar aku terlihat lebih tampan whahah' si tukang curi kesempatan langsung mencuri ciuman bibir sang ratunya yang masih terlelap tak mau bangun, seakan sangat nyaman berada di suhu dan tekanan ruangan yang stabil.


Setelah lima belas menit Gabrian keluar dari kamar mandi menggunakan kimono dan handuk yang melingkar di kepalanya. Ia melihat ke arah dimana Arelea tidur. 'Ternyata masih tidur ya' gumamnya lalu masuk ke kamar ganti pakaian miliknya.


''Sepertinya aku hari ini tidak akan berangkat ke perusahaan!!''


''Aku akan menemani Arelea sampai dia nyaman dan tak pergi dari sini... hehe'' akal pintar namun licik nya ini mulai memberi petuah untuk membuat Arelea agar betah tinggal di mansion nya.


Gabrian berjalan keluar kamar untuk meminta Arav membelikan hewan imut untuk menemani Arelea jika dirinya sedang bekerja. Dengan langkah santai Gabrian menuju lift dan menekannya ke lantai paling dasar, Setelah lift nya terbuka ia dapat melihat Arav yang sedang berdiri dengan beberapa pelayan yang akan di seleksi nanti.


''Arav.'' Panggil Gabrian datar


Arav langsung berbalik dan membungkuk di ikuti para pelayan.


''Selamat pagi tuan muda,'' sapa mereka semua


Gabrian mengangguk, ''Kamu tolong belikan dua kelinci dan satu kucing Persia yang masih kecil.'' titahnya


''Untuk apa tuan?'' tanya nya karena Gabrian paling tidak suka dengan hewan kecil nan imut itu, seingatnya tuan muda nya itu hanya menyukai binatang buas seperti singa harimau ular dan sebagainya


''Arelea akan bosan jika tidak ada yang dia ajak main saat saya sedang bekerja , jadi ingin saya berikan saja teman yaitu kelinci dan kucing itu. Kebanyakan perempuan paling suka dengan binatang yang imut, jangan lupakan beli juga sekalian kebutuhan hewan kecil itu!''


Arav mengangguk patuh,''Baik tuan, segera saya belikan.'' lalu menatap para pelayan


''Tuan muda ini para pelayan yang akan di seleksi! Tuan akan memilih kriteria yang bagaimana? Yang pandai ber taekwondo atau yang bisa menemani nona saja?'' tanya nya melihat sang pelayan yang dengan mata berbinar agar dipilih.


''Yang mana saja terserah, Selagi Arelea-ku nyaman akan ku lakukan!''


''Baiklah tuan, Mari kita ke halaman belakang!'' Perintah Arav pada sepuluh pelayan wanita di depannya.


''Baik tuan.'' Lalu mereka membungkuk dan pergi ke halaman belakang.


***


Setelah menyampaikan keinginannya kepada asisten Gabrian berjalan menuju lift untuk ke kamarnya melihat apakah Arelea masih tidur atau sudah bangun.


Ting...


Lift terbuka lalu ia berjalan menuju kamar dan memasukinya. Ia menemukan Arelea yang masih di atas ranjang seperti orang ling lung dan melamun menatap jendela, Gabrian mendekati nya dan memegang bahunya.


Arelea tersentak kaget saat ada tangan bertengger di pundaknya, ia mulai gelisah takut jika hantu yang berada di kamar ini menganggu nya.


'Semoga ini bukan hantu ya tuhan... aku sangat takut hikss..' Gabrian menahan tawa mendengar isi pikiran Arelea


''Hei?'' Sontak Arelea langsung membalikkan badannya saat mendengar suara familiar di gendang telinga nya.


''Hah! kak Ian..Ya ampun aku kira siapa!'' ucap Arelea langsung memeluk Gabrian dengan erat


''Hei.. kamu kenapa emm?'' tanya nya kaget namun juga senang mendapat pelukan dari kesayangan nya ini.


''Hiks.. hikss.. aku kira tadi hantu... hikss... aku sangat takut..huaaa'' Arelea malah menangis sesenggukan ditanyai oleh Gabrian seperti itu


Gabrian langsung mengelap air mata yang sudah sampai di pipinya,''Sudah sudah tidak usah menangis... ada aku disini. Masa iya di rumahku ada hantu nya!''


''Hikss.. t-tapi aku takut.'' ucap Arelea gemetaran


''Oh iya aku tadi ingin membelikan mu hewan imut! Apa kamu mau memilih sendiri hewan itu hmm?'' tanya Gabrian mengalihkan pembicaraan


Arelea sontak langsung mendongak kan wajahnya saat mendengar kata 'hewan imut'.


''B-benarkah kak?'' tanya nya memastikan


Gabrian mengangguk lalu tersenyum,''Kamu mandi dahulu aku sudah siapkan beberapa baju di kamar ganti. Nanti setelah itu kita membeli hewan bersama oke?''


''Oke kak.. lalu dimana letak kamar mandinya?'' Arelea sejak bangun tidur yang tidak mengetahui seluk beluk tentang kamar ini hanya duduk lalu menatap jendela.


''Itu dekat kamar mandi yang pintunya berwarna silver, kamu bisa mengambil pakaian dan berganti pakaian di sana sekalian ya!'' Arelea mengangguk patuh lalu berjalan menuju toilet.


Gabrian terkekeh pelan melihat betapa patuhnya sang pujaan dengan semua ucapannya. Biarlah ia masih dianggap sebagai kakaknya toh tidak salah juga Arelea karena belum mengetahui bahwa Gabrian memiliki perasaan terhadap nya. Gabrian tentu masih sangat gengsi ingin mengutarakan perasaannya kepada Arelea karena mereka saja baru bertemu beberapa hari, menurutnya biarlah waktu yang menentukan. Ia hanya perlu membuat Arelea nyaman dan selalu tergantung terhadap nya saja.


'gadis ini sangat imut.. hmmm'


.........

__ADS_1


Setelah selesai mandi Arelea menuju kamar ganti pakaian sesuai yang Gabrian ucapkan. Gadis ini memilih pakaian yang akan dikenakan nanti. Wajahnya merona saat melihat benda segitiga dan penyangga miliknya. Lalu mencoba memakainya dan, 'Ukurannya sangat pas.. uhh malunya aku'. Tak bisa membayangkan bagaimana pria itu tau ukuran miliknya padahal selalu memakai baju longgar. Sangat malu ia sekarang, tak mau berlama-lama memikirkan hal konyol itu ia bergegas.


Arelea keluar dari ruang ganti sudah memakai dress baby doll berwarna navy yang cocok dipadukan dengan kontras warna tubuhnya yang seputih salju itu, sangat pas ukuran baju itu dengan tubuhnya ditambah dengan sepatu casual wanita membuatnya terlihat imut dan cantik secara bersamaan.


Gabrian yang tengah memeriksa dokumen di kasurnya dengan laptop di pangkuan nya menoleh saat mendengar suara pintu terbuka. Rahangnya terbuka sedikit melihat penampilan Arelea yang sangat sangat cantik menurutnya, setelah beberapa menit ia terpesona langsung mengganti wajahnya dengan datar dan berdehem dengan dingin.


'Hmm.. apa apaan ini, memakai pakaian cantik dan imut itu untuk dibawa keluar? sepertinya aku harus menghukum mu rav, berani-beraninya membelikan baju seksi untuk nya... aku tidak rela para lelaki mata keranjang melihat Arelea seperti itu.. huhh'


Arelea yang melihat raut wajah Gabrian yang berubah langsung mendekatinya lalu bertanya, ''Kak apakah pakaian ini bagus ku pakai?''


''Tidak.'' jawabnya ketus menoleh ke sembarang arah


''Lalu aku harus memakai pakaian yang mana?'' tanya nya lirih takut dimarahi


''Hm, ini dress yang bagus dan cocok di tubuhmu. Tetapi dipakai saja jika kita sedang berdua atau sedang di kamar, diluaran sana banyak mata memandangi mu kelaparan nantinya.'' Jelasnya


''Ohh.. begitu ya kak?''


''Baiklah aku akan berganti pakaian.'' lalu bergegas masuk lagi ke dalam ruangan ganti pakaian, tetapi sebelum masuk tangannya terlebih dahulu di tahan oleh Gabrian.


''Tidak usah ganti, memakai gaun ini hanya saat dirumah dan ini untuk pertama dan terakhir kalinya ya dibawa keluar.!'' Karena setelah selesai kamu pakai bajunya akan ku bakar sampai tak tersisa. Ucapnya tegas


''Siap kak!'' Gadis itu hormat kepada Gabrian dan membuat Gabrian tertawa gemas


'Wah senyum kak Ian indah sekali.. sangat tampan' Gabrian yabg mendengar itu langsung berlagak sombong dan bermuka manis


''Aku memang tampan Arelea.. apa kamu baru menyadarinya hem?'' Gabrian tambah tertawa melihat wajah panik Arelea yang tertangkap basah sedang memandangi wajahnya.


''E-mm itu kak.. katanya tadi mau mengajakku melihat hewan imut?'' ucap Arelea setelah menghilangkan rasa gugup yang melanda dirinya


''Ayo kita berangkat, aku tadi sudah menelpon Arav untuk tidak jadi membelikan mu hewan karena kamu akan memilihnya langsung.''


''Baik kak.'' lalu mengikuti langkah Gabrian yang sudah berada di depan lift


Didalam lift hanya hening tidak ada pembicaraan antara mereka, hanya sesekali Gabrian melirik Arelea yang sedang melihat pantulan dirinya di liftnya.


''....'' Tanpa bicara Gabrian saat sudah sampai dilantai paling dasar disambut beberapa maid


''Selamat pagi nona muda.'' sapa mereka menundukkan kepala


''Pagi juga kakak kakak.'' ucap Arelea membalas sapaan mereka akrab dengan senyumannya


Arav yang menyadari mimik wajah tuan muda nya yang berubah segera melirik tajam para penjaga laki laki yang berada disekelilingnya yang sedang terpesona dengan senyuman nyonya muda nya.


'Jangan menatapnya dengan tatapan lapar'


''Ayo sayang kita berangkat sekarang!'' ucap Gabrian yang melihat Arelea akan melangkah kan kakinya ke pelayan yang tengah menatap nya senang bisa melihat nyonya muda nya secara langsung, ia terhipnotis oleh pesona sang nona muda nya yang bisa menaklukkan hati sang mr.cold bagi mereka.


Gabrian mendengus sebal namun ia juga terhenyak mendengar pikiran salah satu pelayan itu. ''Baik kak, ayo'' ucap Arelea


''Arav kau saja yang menyetir, tanganku sedang sakit.'' ucapnya ingin melihat ekspresi khawatir di wajah Arelea.


Arav yang sudah kepo ingin melihat drama apa lagi yang dimainkan tuan mudanya hanya mengangguk dan melesatkan mobil dengan kecepatan sedang.


''Hah!! Apakah lukanya parah! kenapa bisa sakit kak? apa tangan kakak tadi terbentur meja? atau terbentur kursi? atau jangan jangan tangan kakak tertimpa sesuatu yang berat sehingga sakit? ayo kak jawab jangan diam saja?'' desak Arelea dengan wajah khawatir tapi menanyakan dengan wajah polosnya


Gabrian menyunggingkan senyum di bibirnya melihat respon yang sangat diluar dugaannya malah mendapat pertanyaan beruntun dari Arelea.


''Tidak apa apa ini sudah tidak sakit, ini tadi tanganku terbentur nakas, aku tidak berhati hati tadi saat akan mengerjakan laporan.. lain kali aku tak akan mengulangi nya lagi, maafkan aku membuatmu khawatir.'' ucap Gabrian sedikit ber-bohong


''Coba sini aku lihat sepertinya aku bisa mengobatinya.'' kemudian Arelea mengambil lengan berotot Gabrian untuk dia pijat


''Apakah sudah lebih nyaman?'' tanyanya sambil memijat tangan Gabrian


Gabrian hanya merasa jika ditangannya ada semut kecil sedang mencoba untuk memijitnya. Karena tangan Arelea yang kecil malah membuat lengan kekarnya itu merasa di gelitik manja oleh jari jari mungil Arelea.


''Ini sudah lebih baikan, terimakasih sayang!'' ucap Gabrian sambil tersenyum manis


Kayak udah punya istri aja, dipijitin.


''Huh leganya.. aku kira tangan kakak dimakan oleh setan penunggu di rumah kakak tadi.'' ucap Arelea mengundang gelak tawa Gabrian


''Hahaha sayang kamu ada ada saja deh...'' ucap Gabrian


''Tuan muda, Nyonya muda. Ini sudah sampai di toko hewan peliharaan tuan.'' ucap Arav menyadarkan kedua insan manusia yang masih tertawa ringan di kursi belakang itu


''Baiklah.. kamu tunggu di sini saja.'' ucap Gabrian lalu mengandeng tangan Arelea keluar


''Ayo sayang kita sudah sampai!'' ucap Gabrian


Arelea masih bengong melihat toko hewan peliharaan yang sangat besar dan bagus namun sangat sepi. Padahal sepi karena di booking oleh Gabrian, katanya agar tidak ada lelaki yang melihat kecantikan calon nyonya muda atkinson ini.


''Kak..'' Gabrian menoleh kearah Arelea yang menatap heran tempat ini


''Ada apa sayang?''

__ADS_1


''Kenapa tempat ini sepi sekali, Seharusnya kan ramai karena tempat ini sangat besar. Dan aku yakin pasti pembelinya juga banyak kan?''


''Sepertinya sedang istirahat mereka.'' jawab Gabrian seadanya


''Oh.. baiklah.'' Arelea diam tak lagi menanyakan hal lain kepada Gabrian


''Oh iya kamu akan membeli kelinci dan kucing atau masih ada yang lainnya hmm?'' tanya Gabrian mengelus pucuk rambut Arelea dengan sayang


''Apakah boleh kak?'' tanya sungkan Arelea


''Boleh saja.. asalkan kamu senang aku pun juga ikutan senang.'' Menampilkan senyum manisnya


''Woahh... kakak mempunyai lesung pipi ya?''


''Kenapa tadi pagi tidak terlihat saat kakak tersenyum?''


''Karena aku hanya tersenyum tipis sayang.'' jawabnya ya memang tak mengerti mengapa itu bisa terjadi


Arelea mengangguk kan kepala nya, '' Emm apakah boleh aku memelihara dua kucing saja kak tidak usah dengan kelinci?''


''Terserah kamu saja sayang, jika itu mau-mu tidak apa apa ayo kita beli.'' lalu memanggil salah satu pegawai yang berjaga


''Kak bolehkan saya melihat hewan kucing yang lucu disini, saya ingin mengadopsi nya ?'' ucap Arelea melirik Gabrian sekilas


''Silahkan ikuti saya adik manis dan e-eh t-tuan gabrian'' ucap pegawai itu sedikit terkejut


''Baik kak, ayo kak Ian ikuti kakak itu.'' Arelea secara tidak sengaja menarik tangan Gabrian yang masih berdiri ditempatnya


Setelah sampai di sebuah ruangan khusus untuk hewan kucing, pegawai wanita itu memberi tau cara memberi porsi makan kucing persia itu dengan teliti sampai cara membersihkan kotoran nya.


''Baiklah nona dan tuan itulah cara nya merawat kucing kecil Persia ini!'' ucap pegawai setelah menjelaskan secara rinci


''Aku akan mengadopsi yang jantan dan betina satu kak!'' ucap Arelea mantap


''Baiklah nona saya akan mengemasi, apakah sekalian kebutuhan semasa persia ini anda adopsi?'' tanya pegawai wanita pada Arelea


''Kebutuhan makan-nya sudah ada tetapi tempat tinggalnya saja yang belum ada!'' ucap Gabrian datar


''Baik tuan. Saya akan persiapkan silahkan tunggu beberapa saat,'' lalu Arelea dan Gabrian menunggu di kursi yang disediakan


Berselang beberapa menit pegawai itu sudah datang bersama dua pegawai lainnya,''Silahkan tuan nona ini kucingnya sudah saya siapkan.''


''Terimakasih atas kunjungan dan partisipasi anda terhadap toko kami tuan dan nona.'' ucap tiga pegawai kompak


''Terimakasih kembali kakak.'' ucap Arelea


Gabrian dan Arelea sudah menempuh perjalanan sekitarnya satu jam lamanya akhirnya sampai di mansion dan segera dibukakan oleh penjaga.


''Selamat siang Tuan Muda dan Nona Muda.''


''Siang juga paman!'' ucap Arelea masih risih dan merasa aneh dengan panggilan semua orang di rumah ini karena memanggil nya dengan embel-embel 'nona muda'.


''Pak Ant tolong ambilkan barang barang yang saya beli di kursi belakang!'' perintah Gabrian pada kepala penjaga


''Baik tuan muda.''


''Ayo tolong bantu aku mengangkat ini.'' ucapnya pada satu anak buahnya


Gabrian melangkahkan kakinya menuju halaman belakang mansion nya untuk meletakkan hewan Arelea. Ia juga sudah membelikan rumah kecil untuk tinggal dua makhluk peliharaan nya.


''Sayang, nanti jika kamu ingin bermain dengan dua kucing mu itu disini ya.. supaya tidak menganggu pekerjaan para pelayan, oke?''


''Siap kak.'' lalu melihat dua orang pria yang membawa hewan nya tadi. Sebenarnya Arelea masih sangat sungkan tinggal di rumah orang yang baru beberapa minggu bahkan baru hitungan hari ia kenal dan langsung dimanjakan seperti sekarang ini. Namun, Gabrian tetap Gabrian tetap menjadi seorang pria keras kepala yang mau tak mau keinginan nya harus terpenuhi.


''Letakkan disini saja paman!'' Segan nya


''Terimakasih paman.'' ucap Arelea setelah dua pria itu meletakkan kucingnya tadi


''Sama sama nona muda.'' jawab mereka tak mau menatap gadis didepannya karena ada pawang nya jika ditatap maka nyawa mereka taruhannya.(Xixi.. Gabrian sadis ya bund:v)


''Sepertinya kedua kucing ini sangat jinak ya kak?'' ucap Arelea mengelusi bulu lembut kucing itu.


Gabrian merasa iri karena Arelea lebih sayang kepada kucing daripada dirinya. Kucing itu saja di elusi dengan kasih sayang! lalu aku kapan... sepertinya ini salahmu sendiri Gabrian meletakkan kucing itu disini pikir gabrian frustasi sendiri.


''Oh ya kak kira kita apa nama yang cocok untuk kedua kucing ku ini ya?'' tanya nya memikirkan nama yang cocok untuk kedua anak kucingnya


''Terserah kamu saja asalkan bisa membedakan yang mana kucing jantan dan kucing betina.'' ucap Gabrian santai


''Baiklah... kucing ini akan kuberi nama...''


......................


JANGAN LUPA VOTE COMMENT FAVORIT SHARE oke...


THANKSS

__ADS_1


IG:@_fikria.ns


__ADS_2