
...HAPPY READING...
Matahari berada diatas kepala menandakan bahwa siang hari sudah tiba, Manusia di bumi mengistirahatkan badannya tetapi berbeda dengan beberapa orang yang mengharuskan dirinya bekerja di segala cuaca. Kita harus bersyukur masih bisa diberi rezeki oleh sang pencipta, masih bisa beristirahat di siang hari dan juga tidak bekerja di segala cuaca.
Berusaha jika tanpa doa akan sia-sia maka dari itu kita tidak boleh lupa akan berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa agar selalu diberikan kenikmatan yang berlimpah serta kebahagiaan. Begitu juga dengan Gabrian jika ingin mendapatkan Arelea maka harus mendapat restu dari orang tua dan Rahmat Tuhan agar bisa memiliki seutuhnya.
Setelah acara lunch bersama, mereka memutuskan untuk beristirahat sejenak menghilangkan penat yang seharian ini lakukan. Gabrian sengaja meminta Arelea untuk beristirahat dengan alasan itu karena jika tidak ia tak bisa menyiapkan dinner romantis untuk malam hari nanti.
''Sayang, kamu tidur dulu ya! Aku mau mandi terlebih dahulu,'' Ucapan Gabrian langsung di-angguki oleh Arelea.
Jika Gabrian mandi lain halnya dengan Arelea yang langsung merebahkan badan di ranjang dengan sangat lelahnya. Walaupun demikian ia sangat antusias dengan hari ini dan juga sangat senang karena bisa di manjakan oleh seseorang yang benar-benar sangat sayang kepadanya.
Di dunia mana sih wanita yang tidak suka jika seseorang lelaki memanjakan nya sepanjang waktu? Pasti semua wanita mengharap-kan itu, apalagi jika orang itu adalah orang yang sedang kamu impikan dan juga sedang kamu sukai apalagi kamu sayang. Bahagianya berkali-kali lipat pastinya, Wanita adalah makhluk sensitif terhadap ucapan atau bentakan lelaki yang tak tau diri memaki-maki seseorang hanya demi kepuasan batin, layaknya wanita itu dimanja dan juga disayang sepenuh hati tanpa terkecuali. Walaupun begitu wanita juga tak boleh sebaliknya, lelaki juga terkadang makhluk yang sangat tegar walaupun hatinya sudah hancur tak berbentuk. Sebagai wanita kita harus menghormati lelaki dan juga sebagai lelaki kita wajib menghormati wanita.
Arelea pun terlelap ke alam mimpinya sebelum membersihkan diri, entah sudah beberapa menit akhirnya Gabrian keluar kamar mandi dengan jubah nya dan rambut basah yang masih menetes hingga menambah kesan wow. Dirinya berjalan menuju ranjang dimana Arelea tidur dan membenahi selimut sampai ke leher Arelea.
''Umm tidurnya seperti kelinci, sangat imut'' gumam Gabrian menatap wajah damai Arelea yang sedang tidur
Tak ingin berlama-lama melihat Arelea, ia kemudian masuk ke dalam ruangan ganti dan memakai pakaian santai rumah dengan Hoodie dan celana diatas lutut. Masih dengan rambut berantakan belum tersisir tetapi sudah terkesan sangat tampan sejak tadi.
Kemudian ia mengambil handphone-nya yang berada di atas nakas untuk menelepon asistennya yang ia suruh untuk membuat sebuah pesta kecil-kecilan di tepi pantai walau hanya untuk dinner spesial bersama sang pujaan hati. Ia ingin mengungkapkan perasaan dan melamar Arelea di pantai itu juga. Ia sengaja tak memberi tau jika ingin melamar seorang wanita kepada orangtuanya karena sudah ada waktunya sendiri melamar Arelea dengan resmi dihadapan orang tua nya.
''Semoga saja mommy dan daddy tidak marah jika tak diberitahu aku akan melamar Arelea!'' ucap Gabrian bermonolog sendiri menatap cermin
(dunia telpon~)
''Halo!'' sapa Gabrian saat panggilan tersambung
''Apakah kamu sudah menyiapkan semua yang ku minta tadi rav?'' Tanya Gabrian tanpa basa-basi terlebih dahulu
''Halo juga tuan,''
''Sudah tinggal sedikit lagi tuan muda!''
''tetapi masih sedikit merias dan menata barang barang, Mungkin sore nanti sudah jadi. Jadi tuan muda tenang saja,'' ucap Arav menerangkan
''Ini juga masih ada beberapa konsep yang kurang pas! dan juga penata rias nyonya masih dalam perjalanan menuju ke villa, nanti jika sudah sampai di sana, saya akan konfirmasi lagi!''Kata Arav
''Baiklah...''
''Apakah penata rias nya wanita jadi-jadian seperti saat pesta malam itu rav?'' Tanya Gabrian sedikit tak suka
''Iya tuan, atau mau ganti yang lain saja?'' tanya Arav menyadari nada tak enak dari tuannya
''Baiklah, tidak usah. Kasian dia sudah dalam perjalanan kemari kalau dibatalkan,'' Walaupun tak suka namun dia masih memiliki hati nurani yang bekerja dengan baik.
''Baiklah,''
''em kalau boleh tau, tuan muda akan kemari pukul berapa ya?'' tanya nya
'' Sepertinya pukul delapan malam,'' ucap Gabrian sambil melirik jam tangannya
''Baiklah tuan muda'' Jawab Arav
''Kalau begitu saya akan melanjutkan pekerjaan ini tuan, sampai jumpa.'' Ucap Arav
''Ya!'' Lalu Gabrian memutuskan panggilan dan menatap Arelea yang masih terlelap di-alam mimpi.
(dunia telpon end~)
''Kamu sangat menggemaskan jika tidur seperti itu sayang,''
''Semoga kamu tidak menolak ku nanti!'' Ucap Gabrian mengelus pucuk rambut Arelea dan mencium kening nya.
__ADS_1
''Lebih baik aku tidur saja terlebih dahulu...'' Ucapnya lalu membaringkan tubuhnya di samping Arelea dengan sangat hati hati, takut Arelea akan terbangun.
''Hmmmh''
***
Matahari sudah hampir tenggelam, menandakan sore akan datang. Jika kita tak ingin terus tenggelam, maka kita harus berenang. Begitu juga kehidupan jika kita ingin terus sukses harus terus bekerja.
Sore ini seperti rencana Gabrian, ia akan mengajak Arelea keluar dari villa untuk dinner yang sudah disiapkan olehnya. Arav pun sudah mengabari bahwa penata rias Arelea sudah sampai beberapa menit yang lalu.
''Arelea kamu mandi terlebih dahulu ya,'' ucap Gabrian
''Ya kak, nanti kalau sudah selesai aku panggil kakak!'' kata Arelea
''Baiklah,'' jawab Gabrian membelai rambut Arelea
Arelea langsung masuk kamar mandi setelah Gabrian melangkahkan kakinya keluar ruangan kamar.
Tak menunggu lama Arelea sudah selesai mandi dan sudah mengenakan pakaian lengkap dengan dress diatas lutut dan lengan tertutup dilengkapi oleh hak tinggi tetapi tak tinggi sekali, Dirinya masih bingung kenapa Gabrian menyiapkan baju untuknya sangat cantik dan tentunya mewah. Belum tau saja dia jika ingin di lamar oleh pria itu, jika tau pasti akan sangat tersipu malu mendengarnya.
Arelea langsung berdiri didepan cermin besar, ''Wah.. aku sangat cantik menggunakan dress ini, kenapa ya kok kak Ian menyuruhku menggunakan pakaian seperti ini? Apakah mau diajak ke pernikahan temannya lagi ya?'' tanya Arelea pada dirinya sendiri
''Ah sudahlah, nanti saja ku tanyakan. Sekarang memanggil kak Ian untuk bersiap dulu!'' tegas nya lalu berjalan keluar kamar.
Sambil mencari Gabrian, Arelea bernyanyi kecil menyanyikan lagu yang ia suka. Suaranya pun sampai tak terdengar jika tidak mempunyai telinga tajam.
Disisi Gabrian,
Ia sedang duduk di taman depan villa nya bersama penata rias Arelea yang setengah wanita setengah lelaki. Ia menyesap ice coffee nya sambil melirik ke arah luar tanpa memperdulikan wanita jadi-jadian itu.
Wanita jadi-jadian itu mendengus sebal karena dicuekin oleh pria tampan yang duduk di sebelahnya, ''Hei tuan muda, apakah wanita mu sudah selesai? kenapa lama sekali sih'' gerutu lelaki itu menggunakan suara wanita
Gabrian melirik ke arah pintu seklias lalu menjawab,''Mungkin sebentar lagi, kau tunggulah didalam.'' jawab Gabrian datar dan dingin sangat terkesan acuh padanya
''Huh! Baiklah, ayo para pasukan-ku yang manies tapi masih manisan aku sih. Kita tunggu didalam!'' Ucap nya lalu diikuti oleh dua wanita sungguhan dengan tatapan lembut kepada siapapun itu.
Gabrian mengangguk lalu melanjutkan menyesap ice coffee dengan nikmat dan menikmati udara sejuk yang menerpa wajahnya.''Hmmh udara disini sangat sejuk,'' gumamnya lalu memejamkan matanya.
***
Tak tak tak
Suara high heels Arelea yang sedang menuruni tangga terdengar nyaring ditelinga madam Nina dan para bawahannya, Akhirnya yang mereka tunggu-tunggu datang juga.
''Kak ian kemana ya?'' gumam Arelea dengan suara kecil saat melihat tiga orang tengah duduk santai di sofa panjang yang berada didekat pintu masuk.
Madam Nina dan pasukannya segera berdiri membungkuk hormat kepada Arelea, ''Selamat sore nona.'' sapa mereka together
''eh.. selamat sore juga kakak...'' ucap Arelea menjawab
''Madam Nina, nona.'' jawab madam Nina peka.
''Selamat sore juga madam Nina dan kakak-kakak'' ucap Arelea mengulang
''Eh.. bukannya kamu yang dulu ada di rumahku itu ya?'' Tebak Arelea menatap intens wajah madam Nina.
Madam Nina mengangguk membenarkan dan memang benar jika dirinyalah yang dulu berada di rumahnya untuk merias wajah Arelea dan menyulapnya menjadi seperti putri kerajaan yang sangat cantik dan anggun.
Arelea hanya membentuk bibir menjadi bulat 'Ooh' saja.
''Kalau begitu silahkan duduk nona! Biarkan kami bekerja okei'' ucap madam Nina mengedipkan sebelah matanya.
''Eh.. untuk apa madam?'' tanya Arelea
__ADS_1
''Tentu saja kamu mau madam rias lah! memangnya untuk apa lagi?'' jawabnya centil dengan suara wanita
''Emmh baiklah..'' meski tak tau niatan yang tersembunyi ia tetap patuh karena pasti ini perintah dari Gabrian.
Madam Nina dan pasukannya mulai bekerja, tapi sebelum itu Arelea sudah berpesan agar make-up nya tidak tebal tebal takutnya malah kayak hantu, katanya.
''Madam, nanti make-up in aku nya jangan tebal tebal ya! Soalnya Lea gak suka... nanti malah muka Lea dikira hantu lagi sama kak Ian,'' kira-kira begitulah ucap Arelea tadi sebelum dirias oleh madam, dan itu di-angguki oleh nya.
Mulai dari merias wajah menata rambut kemudian mengganti high heels Arelea, beberapa menit kemudian jadilah gadis itu menjadi Putri Mahkota yang sebentar lagi akan menjadi tunangan lelaki tampan dan juga pengusaha sukses pertama di negara ini. Entah mengapa gabrian sangat tidak ingin mengumumkan terlebih dahulu acara-acara yang bersangkutan dengan Arelea. Mungkin tak ingin kecantikan Arelea dilihat oleh lelaki lain diluaran sana!. Semenjak Arelea tinggal bersama gabrian, ia semakin bersinar dan menjadi sangat cantik walaupun dulu sudah cantik tetapi sekarang malah cantiknya menjadi- jadi karena selalu dirawat dan juga di salon kan olehnya.
''Nah.. sudah selesai!'' Ucap Madam Nina girang
''Wahh kamu cantik sekali, aku jadi iri deh!'' kata madam Nina membelai wajah Arelea menggunakan blush brush.
''Wah benar sekali kata madam, nona Arelea memang sangat cantik meskipun sebelum di make-up sudah cantik,'' puji salah satu beken dan di-angguki oleh rekannya.
''Benarkah? terimakasih!'' pekik Arelea bersemangat
''Bolehkah aku lihat wajahku?'' tanya Arelea sangat antusias melihat wajahnya.
''Boleh nona, silahkan'' ucap beken itu menyerahkan satu cermin agak besar ke depan Arelea.
Arelea langsung menatap intens seluruh inci wajahnya yang sangat cantik dan berbeda bahkan ia sampai tak mengenali jika yang di cermin itu adalah dirinya.
''Benarkah ini aku?'' gumam Arelea tak percaya
Madam Nina yang mendengar gumaman Arelea terkekeh pelan, ia pun sedikit tak menyangka bahwa tangannya bisa mengubah wajah seseorang yang tadinya agak pucat meski sudah cantik menjadi sangat-sangat cantik dan berkelas.
''Terimakasih madam, kakak!'' ucap Arelea dengan tersenyum sangat manis
''Sama sama nona, itu sudah kewajiban kami.'' jawab mereka
''Oh iya, apakah kalian melihat kak ian?'' tanya Arelea mengingat tujuannya bahwa ingin mencari Gabrian.
''Tuan gabrian sedang bersantai didepan villa nona,'' Jawab madam Nina sopan
''Baiklah, aku akan kesana. Terimakasih sekali lagi ya!'' ucap Arelea lalu berdiri, ia masih agak sedikit kaku menggunakan high heels yang tinggi tak seperti tadi.
Setelah berjalan dengan agak lambat akhirnya sampai dimana Gabrian tengah berdiri menikmati hembusan angin.
''kak ian?'' ucap Arelea menepuk punggung Gabrian
Gabrian refleks langsung berbalik mendengar suara milik Arelea. Ia sangat dibuat pangling oleh Arelea, wajah yang sangat cantik bibir tipis dan juga pipi chubby nya yang berwarna merah disertai dress-nya yang sangat cocok dipakai oleh Arelea membuat nya sangat cantik.
''Kak?'' Arelea melambai-lambaikan tangannya didepan wajah Gabrian yang tengah menatap dirinya tak berkedip sama sekali.
Gabrian sama sekali tak bergeming, tangannya terangkat membelai pipi chubby Arelea. Entah dorongan dari mana ia menempelkan bibir Arelea dengan bibirnya membuat sang empunya terkejut.
''Emmh'' Arelea tidak memberontak sama sekali dan malah mengalungkan tangannya di leher Gabrian
Gabrian melepaskan tautan bibirnya lalu menatap netra mata Arelea yang berwarna coklat muda, ''Kamu sangat cantik, sayang'' ucapnya
Arelea tersipu malu, wajahnya yang semula berwarna merah muda menjadi tambah merah karena malu. Gabrian terkekeh melihat wajah malu-malu Arelea.
''Takut ke-sorean datang, ayo kita berangkat sekarang!''
''Kita mau kemana kak?'' tanya Arelea
''Kita lihat saja nanti...
...----------------...
Jangan lupa like comment favorit 💖
__ADS_1
thanks
IG: @_fikria.ns