
Setelah pembicaraan serius itu semua orang keluar ruangan untuk kembali bekerja. Saat diperjalanan Arelea pulang dari bekerja, ia berjalan sambil bertanya tanya apakah tuan tampan yang ia temui di perpustakaan tadi bos baru atau lama dan siapa namanya karena setau dia orang yang biasa ia panggil bos itu bernama 'Tristan' dan tampangnya juga berbeda.
Arelea berjalan melamun sambil memikirkan hal yang seperti nya tidak penting itu tanpa sengaja ia menabrak seorang wanita yang sedang menelepon seseorang dan wanita itu pun langsung menoleh ke belakang dan menatap Arelea dengan penuh kesal.
Arelea yang melihat itu pun langsung meminta maaf karena tidak sengaja menabrak membuat hp sang wanita itu terjatuh tetapi untung nya tidak pecah dan rusak hanya saja wanita itu marah karena telah menganggu ia sedang bertelepon penting dengan boss nya.
''Maafkan saya nona, saya tidak sengaja menabrak anda tadi'' tanya Arelea dengan sopan dan menunduk merasa bersalah kepada wanita di depannya itu.
''Ya ampun apakah kau tidak punya mata sehingga bisa menabrak saya yang sedari tadi berdiri disini, hahh!!!'' sahut wanita itu kesal dan sambil berkacak pinggang
''maaf nona saya tadi sungguh tidak melihat jika di depan saya ada orang, sekali lagi maafkan saya nona!''
''Lagian nona juga salah mengapa berdiri di tengah jalan, itu akan menganggu pejalan atau pengendara lain nya.'' ucap Arelea dengan polosnya dan menundukkan kepalanya karena merasa wanita didepannya itu juga salah karena berdiri di tengah jalan.
''Heh!! kau malah menyalahkan ku gadis kecil, apa kau tak tau siapa aku hah!'' jawab wanita angkuh itu yang ternyata bernama Devita Siregar seorang model yang memang belum terkenal tetapi sangat angkuh melebihi para model papan atas lainnya.
''Tapi nona memang bukan saya saja yang salah, tetapi anda juga salah karena berhenti ditengah jalan seperti ini'' ucap Arelea dengan mata berkedip kedip lucu dan dengan pipi yang menggembung, dia merasa bersalah namun orang yang didepannya itu juga salah.
''Ya ampun gadis ini manis juga ternyata, huhh!!! kamu tidak boleh termakan rayuan maut dari wajah anak kecil ini vitaa!!''batin Vita menyemangati dirinya agar tidak mempan oleh gadis didepannya itu
Huhhh...
Vita menghela nafas panjang dan langsung melenggang pergi begitu saja meninggalkan gadis kecil yang masih bengong menatapnya, Vita tak ingin berlama-lama di sana sebab gadis itu mudah luluh dengan rayuan-rayuan dari para makhluk yang menurutnya imut.
''nona itu kenapa tadi marah marah sekarang malah pergi begitu saja apakah dia itu hanya pura pura marah ya dan sekarang dia merasa bersalah?'' batin Arelea berpikir seraya menatap punggung wanita yang baru saja pergi dari hadapannya itu.
.
.
.
.
.
Sementara dirumah Gabrian, pria itu sedang duduk termenung memikirkan gadis yang ia jumpai tadi sambil menatap kolam renang dengan tatapan menerawang membayangkan wajah sang gadis ketika ia sedang mengerjapkan mata lucu dihadapan nya tadi.
''Ahh apakah aku sudah gila, memikirkan gadis itu!!'' ucap Gabrian pada dirinya sendiri sambil tersenyum-senyum
''Sungguh gadis manis itu sudah menarik perhatian pria dingin ini, hahaha.''
Arav yang berada dibelakang tuan nya itu heran dan tentu saja terkejut mengapa tuan nya senyum senyum sendiri juga tertawa lirih seperti orang ABG jatuh cinta pada seseorang.
Arav pun memberanikan diri untuk bertanya kepada tuan nya
''Maaf tuan apakah ada yang lucu sehingga membuat anda tertawa?'' ucap Arav terheran heran sambil menatap sang bos nya
''Ahh iya.., apakah kau pernah jatuh cinta pada pandangan pertama arav?'' tanya Gabrian penasaran dengan sang asisten nya tanpa menoleh dan terus memandang kolam renang itu.
''Apakah tuan sedang jatuh cinta? siapa wanita beruntung itu tuan? kapan tuan akan membawa calon nyonya ke rumah tuan dan nyonya besar?'' tanya Arav dengan sumringah dan bertubi karena baru pertama kali melihat wajah sang bos jatuh cinta hanya dengan pandangan pertama.
__ADS_1
''Ya Arav, Sepertinya aku sedang jatuh cinta pada pandangan pertama dengan gadis yang aku temui tadi di perpustakaan,''
''Entahlah rav aku tidak tau dia menyukai ku atau tidak, semoga saja secepatnya... aah rasanya ingin sekali membawa nya langsung ke rumah ini!!'' ucap Gabrian dengan senang dan semangat sembari berdiri.
''Semoga berhasil mendapatkan hatinya tuan!!'' ucap Arav tak kalah semangat dari bos nya karena akan mendapat nyonya baru,
''Tuan akan kemana?'' tanya Arav penasaran.
''Aku akan menemui gadis itu dirumahnya sekarang, kau tidak usah ikut biar aku pergi sendiri!'' ucap Gabrian
''Anda tahu alamat rumahnya tuan?'' Tanya arav ragu
''Kamu meragukan kemampuan ku ha? Koneksi ku itu banyak hanya dengan menggerakkan jari saja aku bisa memerintah mencari tau asal-usul gadis itu dengan detail.'' Setelah mengucapkan kata seperti itu dirinya langsung melenggang kearah pintu utama dan menancap gas kan mobilnya untuk ke rumah gadisnya itu.
''eehh baiklah tuan,'' ucap Arav kepada dirinya sendiri karena tuannya sudah pergi begitu saja.
.
.
.
.
.
Setelah itu ia berjalan hingga berhenti di sebuah halte bus untuk menunggu bus datang agar sampai rumah dengan cepat. Ia segera mandi dan merebahkan diri di kasur kecil nya. Walaupun rumah Arelea itu sangat sederhana dan bisa dibilang kecil, dia nyaman tinggal di sana karena tetangga nya sangat ramah dan tempatnya juga tidak kumuh.
Arelea tidak tau jika orang tua kandung nya itu masih mencari informasi tentang dirinya, Karena baginya bahagia itu hanya butuh waktu saja mungkin hari ini dan tahun-tahun dahulu dia memang sengsara tetapi apakah kita tau kedepannya bagaimana?....tidakkan..! Yang kita tau hanyalah berdoa dan berusaha keras mengumpulkan kebahagian untuk kemudian hari...
Saat ini Arelea sedang merebahkan tubuhnya di sebuah kasur yang tidak empuk lagi itu dengan memejamkan matanya untuk beristirahat setelah semalaman bekerja dan baru saja hendak memejamkan mata terdengar suara ketokan pintu dari luar.
Tokk...tokk...tokk
''Aduh siapa sih yang bertamu malam hari begini!'' Ucap Arelea kesal dan langsung berdiri untuk membukakan pintu dengan kasar untuk melihat siapakah yang bertamu dengannya dengan mata masih sedikit tertutup itu.
''Iya siapa??'' Tanya Arelea masih dengan mata sedikit tertutup jadi tidak melihat siapa yang datang kerumahnya itu.
''Hai Arelea!'' Sapa pemuda tampan itu dan berhasil membuat Arelea membulatkan mata nya begitu mendengar suara berat didepannya itu.
''Bos?e..h apa? boss? kenapa ada disini?'' tanya Arelea dengan terbata bata karena mengapa bos nya sampai mengunjungi karyawan nya ya siapa lagi kalau bukan Gabrian.
Bukannya Arelea melarang Gabrian untuk masuk kedalam rumahnya hanya saja untuk apa seorang bos bertamu ke rumah karyawannya apalagi rumahnya itu sangat sempit dan untuk apa malam malam begini bertamu bagaimana jika ada tetangga yang melihat pasti akan salah paham.
''Oh kamu benar tinggal di sini rupanya, baguslah aku akan sering mampir kesini!!'' Ucap Gabrian pura-pura terkejut, pria itu langsung masuk kedalam rumah Arelea dan meninggalkan Arelea yang masih mematung didepan pintu itu.
Arelea gelagapan dan bingung boss nya langsung masuk saja padahal tuan rumah nya belum mengizinkannya masuk.
''Maaf bos ada keperluan apa anda ke rumah saya malam-malam begini?'' Tanya Arelea setelah tersadar dari lamunannya dan langsung berjalan ke arah bos nya yang sudah duduk di sofa tunggal dekat kamar Arelea.
''Tidak ada perlu apa apa aku hanya ingin saja!'' jawab sang bos dengan santai sambil melihat lihat setiap sudut kamar Arelea. Ia sangat prihatin dengan kehidupan Arelea, dalam benaknya terpikir apakah bisa tidur dalam ruangan yang sempit seperti ini.
__ADS_1
Arelea pun berfikir apakah bos nya itu tidak punya pekerjaan yang lebih penting sehingga bisa mampir ke rumah nya dengan begitu santainya. Gabrian pun tertawa membuat Arelea menatap heran ke arah boss nya itu mengapa bos tertawa? apakah ada yang lucu disini begitu lah pikir Arelea.
Arelea pun memberanikan diri untuk bertanya kepada sang bos
''Bos apa yang membuat mu tertawa...?'' tanya Arelea heran dan dengan tampang polos nya itu.
''Haha...tidak ada arelea!''
''Oh iya Arelea apakah kamu sudah makan?'' Tanya sang bos kepada Arelea.
''Belum sempat makan bos karena tadi aku lupa membeli makanan'' jawab Arelea dengan santai nya, Ternyata bos tidak menyeramkan seperti yang kukira pikir nya dan sembari tersenyum sangat manis.
Gabrian yang melihat itu pun wajahnya langsung bersemu merah, entah kenapa dia merasa malu di berikan senyuman tulus dan sangat manis dari gadis kecil didepannya ini.
''Ayo makan bersama Arelea, tenang saja aku yang akan membayar makanan kita nanti''
''Aku kan bosmu, jadi banyak uang jadi jangan sungkan'' Ajak Gabrian dengan nada sedikit sombong sembari berdiri dan menggandeng tangan Arelea dan menyeretnya keluar rumah.
''e..ehh bos!!'' Terkejut Arelea karena digandeng tiba tiba oleh bos nya.
*****
Gabrian dan Arelea sudah berada di room privat disebuah restoran mahal yang tak jauh dari tempat tinggal Arelea. Mereka sudah memesan makanan untuk di makan keduanya.
''Arelea apakah kamu mempunyai pria idalan?'' tanya Gabrian memecah keheningan di ruangan itu.
''Aku tidak memiliki pria idaman bos, karena selama ini aku hanya bekerja paruh waktu di sana dan disini bos jadi tidak sempat mencari pria idaman, hehe...'' ucap Arelea dengan cengengesan dan dengan polosnya.
''Apakah aku tampan?'' tanya Gabrian dengan konyolnya.
''Iya bos, kau sangat tampan,'' kata Arelea dengan senyumannya.
Dan sukses membuat Gabrian tersipu malu dan wajahnya sudah memerah, hingga membuat dirinya melayang ke angkasa mendapat pujian dari sang pujaan hati yang belum tau perasaan itu.
''Apakah kau tiba tiba bisa demam bos? mengapa wajah mu memerah?'' tanya Arelea sambil memegang pipi bos nya itu, entah keberanian dari mana ia memegang pipi bos nya.
''E..e.eh tidak apa apa, aku tidak sakit'' ucap Gabrian seraya menikmati usapan tangan kecil Arelea yang masih mengelus elus pipinya.
Setelah agak lama mereka memesan, makanan yang mereka pesan pun matang dan langsung di hidangkan didepan mereka, langsung saja Arelea menyantapnya dengan lahap karena memang dirinya sudah lapar sedari tadi,
''Apakah kau sudah sangat lapar gadis kecil?'' tanya Gabrian terkekeh kecil melihat cara memakan Arelea.
''Eumm begitulah bos, hehe maaf merepotkan.'' ucap Arelea dengan mulut penuh dengan makanan,
''Baiklah lanjutkan makan mu'' ucap Gabrian sambil mengambil sendok dan garpu untuk makan
Setelah acara makan selesai, Gabrian pun mengantarkan Arelea pulang untuk istirahat, dan dirinya pun pulang kerumahnya sendiri untuk istirahat dan bekerja di hari esok
...----------------...
Jangan lupa Vote, Like, dan Comment ya hehe!!
__ADS_1
~Thanks