
...HAPPY READING...
''PAPA!! PAPA!!''
Suara cempreng nan menggelegar milik wanita yang baru saja masuk itu sampai di seluruh isi mansion dan kamar kamar, sampai-sampai semua anggota keluarganya lari dengan tergesa-gesa menuruni anak tangga melupakan jika ada lift karena saking takut nya terjadi sesuatu dengan wanita yang sedang berteriak-teriak tersebut.
''Ada apa sayang?'' Suara lelaki yang usianya kira kira kepala empat itu tak kalah nyaring dari wanita itu
''Ada apa bun?'' Suara anak laki-laki nya pun juga terdengar sangat panik
''PAPAA!! BUNDA PUNYA BERITA BARU.'' teriak wanita yang bersandang status sebagai istri dan ibu itu dengan wajah berseri-seri
''Iya bund jangan teriak-teriak nanti suaranya hilang terus enggak bisa marah-marah sama kita lagi'' Tegur sang papa dengan nada bercanda
''Ish papa!'' Bunda nya itu langsung berlari kearah sang suaminya dan bersandar di dada bidangnya
''Ada apa bun kok teriak-teriak tadi? aku tadi lagi ngerjain skripsi jadi keganggu kan!'' dengus anak laki-laki nya itu
Seketika wajah murung istrinya itu berubah menjadi wajah berseri, '' Papa tau gak?''
''Apa Bun? kan belum dikasih tau gimana cara tau nya istriku sayang?'' Tanya papa nya yang bernama Andreas itu
''Hehe iya, Tadi bunda ketemu sama
anak gadis dia cantik banget pa!'' Jawab bunda yang bernama Tasya
'' Terus?'' Kini giliran anaknya yang bernama Alfred bertanya setelah sekian lama menyimak
''Iya bun?'' Tanya suaminya
''Dia pa!'' Ucapan ini sepertinya membuat kedua lelaki berbeda usia itu menghela nafas, wanita satu ini selalu saja jika berbicara dipotong-potong.
''Iya bunda ku sayang'' Ucap Andre dan Alfred dengan suara tertekan
''Dia mirip banget sama papa!!'' Teriak bunda nya menjawab
''APA??'' Kedua mata sepasang ayah dan anak itu melebar. Suasana kembali sunyi.
tak.. tak... tak...
Suara langkah kaki menuruni anak tangga terdengar keras di kesunyian yang sedang terjadi
''Hoamm, Ada apa sih ribut ribut-ribut dari tadi?'' Tanya gadis yang baru saja turun dan langsung merebahkan kepalanya di paha sang papa
''Sudah bangun hmm?'' Tanya papa Andre lembut seraya mengusap kepala anaknya
''Iya pa, tadi ada apa sih ribut-ribut?'' Tanya gadis yang bernama Ada
__ADS_1
Adeline yang kerap di panggil Delin itu
''Sayang, tau ga tadi bunda ketemu sama anak gadis yang sangat cantik dan mirip papa mu lho bahkan mirip dengan mu!!'' Ungkap sang bunda dengan menggebu-gebu
''Hah?'' Seketika matanya yang tadi tertutup langsung terbuka begitu lebarnya
''Siapa Bun?'' Tanya gadis ini belum paham
''Wah apakah jodohnya kak Al ini Bun?'' Goda Delin pada sang kakak
Alfred langsung menatap tajam sang adik yang sedang menggodanya itu, ia sangat tidak suka dengan yang namanya perjodohan ataupun sejenisnya itu.
''APA HA?'' Delin berdiri dan berkacak pinggang menatap sang kakak dengan wajah sangarnya
''Enggak.'' Jawab Alfred memalingkan wajahnya tak berani menatap adiknya. Sedingin-dinginnya Alfred diluaran sana jika didalam lingkungan keluarga pasti akan menjadi anak kucing yang takut akan ganasnya dua perempuan itu saat sedang marah, apalagi saat sedang datang bulan jangan coba-coba untuk menganggu atau merusak moodnya kalau tidak pasti akan di omeli habis-habisan oleh papa nya.
''Bukan untuk Al, sayang!'' Ujar bunda nya lagi
''Terus? apa bunda punya anak lain ya selain sama papa, hayoo?'' Tebak Delin dengan curiga
''Enak saja kamu! bunda aja kalau keluar selalu sama papa kok bisa-bisanya punya suami selain dia. Cuman tadi aja bunda kabur dari rumah tanpa dia eh ternyata malah tersesat di mall untung saja tadi ada satpam yang memberi tau bunda jalan keluarnya. Ups!'' Ucap bunda Tasya keceplosan
''Oooh ternyata bunda tadi ponselnya gak aktif terus papa cariin gak ada kabur ya? minta hukuman apa bun?'' Ucap papa yang sudah berada disamping istrinya
''Hehe papa, tadi bunda udah mau bilang sama papa tapi lagi kerja ya sudah bunda pergi sendiri.'' Jawab bunda dengan memasang wajah memelas
Papa Andre paling tidak bisa memarahi istrinya apalagi tidak sepenuhnya salah istrinya itu, tadi malam ia sudah berjanji akan mengajak bunda Tasya mengitari negara ini tetapi tadi ia lupa akan janji itu karena ada satu investor yang membahas kerja dan melupakan semuanya.
''Heh diam kalian anak kurang ajar!!'' Bagitulah saat ibu dan ayah nya bertengkar, pasti anaknya akan menjadi pendukung sang bunda.
''Terus cerita kelanjutannya gimana bund?'' Gadis satu ini tingkat keingin tahuannya sangat tinggi, namun kemampuan berpikir nya sangat pintar.
''Apa jangan-jangan?''
Seketika mereka membungkam mulut mereka dengan tangannya dan ekspresi wajah mereka sungguh sangat bisa digambarkan bahwa mereka sangat bahagia namun hanya syok saja.
''Kita harus cepat-cepat selidiki ini Bun!'' Ucapan tegas dari Alfred dan di-angguki oleh mereka semua
''Betul Bun pa'' Jawab Delin mengacungi jempol ke kakaknya
''Ya, Nanti papa akan cari tau kalau begitu sekarang bunda sama Delin dirumah saja dan Al ikut papa ke kantor teman papa untuk meminta bantuan anak buahnya! Kita kemarin ke sini tidak membawa banyak anak buah jadi kalau kita menelpon mereka untuk kemari sekarang kasihan jika langsung di suruh bekerja.'' Jawab papa dengan nada tak ingin dibantah
''Oke pa!'' Jawab mereka serentak
''Papa mau telpon anak buah papa dulu yang ada di negara A dulu!'' Kata papa Andre lalu sedikit menjauh dari mereka dan segera menghubungi anak buahnya.
''Halo tuan, selamat sore menjelang malam'' Sapa anak buahnya dari seberang telpon
__ADS_1
''Ya selamat sore menjelang malam kembali, '' Jawab Papa Andre tegas
''Ada apa tuan? apakah kami perlu terbang sekarang?'' tanya anak buah nya seakan tau apa yang ingin disampaikan oleh tuannya
''Ya, tapi ini sudah agak malam semua istirahat terlebih dahulu saja! Semua pasukan mu yang sudah terlatih dalam ilmu meretas tolong kirim kemari dan beberapa yang ahli dalam senjata'' Ujar Papa Andre dengan nada dingin namun tetap tegas
''Siap laksanakan tuan!''
''Saya akan mempersiapkan semua pasukan yang terbaik untuk diterbangkan ke mansion anda yang berada di Eropa!''
''Besok jangan sampai ada yang sakit! Jika ada suruh dia istirahat jangan biarkan ikut.'' Walaupun ia miliader namun kekayaan nya itu tak membuatnya harus menindas bawahannya, menurutnya semua manusia ciptaan Tuhan itu sama saja tidak ada yang perlu di banggakan kecuali taat beragama.
''Baik tuan, segera saya sampaikan!'' Jawab anak buahnya dari seberang
''Kalau begitu saya sudahi! Jangan sampai terlambat.'' Kata terakhir nya sebelum mengakhiri panggilan
Tut.. Tut ... Tut..
Seketika wajahnya yang tadi sangat tegas nan dingin berubah menjadi berkaca-kaca dan tangannya mengepal erat, Ia mengingat betapa tak bisa menjaga dirinya sekali dahulu. Disaat istrinya melahirkan anak terakhir nya ia malah sedang berada didalam kawasan musuh dan sedang menembaki beberapa orang, dan setelah anaknya lahir musuhnya itu tak menyia-nyiakan kesempatan untuk mengambil putri mereka yang adalah anaknya dan membuangnya entah kemana sampai sekarang belum ketemu.
'Betapa bodohnya aku dulu ya tuhan.. maafkan kesalahanku dahulu!' Batinnya menyesal
Bunda Tasya yang melihat suaminya bersedih langsung menghampiri dan memeluk nya dari belakang mencoba menenangkan hatinya.
''Sudahlah pa jangan salahkan dirimu, itu kejadian juga sudah bunda maafkan. Itu semua salah si Bangka tua itu!'' Ujar bunda Tasya menenangkan sekaligus menyindir salah satu musuh suaminya yang sudah tua dan tiada karena pertengkaran sewaktu itu.
''Hiks... Bun, papa minta maaf dulu tak bisa memikirkan kondisi bunda'' Air mata yang tadinya tak ingin tumpah seketika langsung turun begitu saja saat mendapat pelukan hangat dari sang istri tercinta
''Kalau begini terus kapan kita mendapatkan kabarnya pa?'' Tanya bunda mengalihkan pembicaraan
Seketika tangisnya mereda namun masih terdengar sedikit isakan dari bibir suaminya.
''Semua serahkan saja pada Tuhan, kalau kita yakin dan kita berdoa pasti tuhan mengabulkan permohonan hamba nya'' Ujar bunda tersenyum manis
''Aishh istri papa ini sangat cantik.'' Semburat merah tercetak di wajah papa Andre,
''Hehe'' Mereka berdua malah bermesraan di depan dua jones yang berada dibelakang, awalnya mereka ikut berkaca-kaca mendengar suara papa dan bunda nya itu namun kesedihan itu hilang digantikan dengan wajah julid dari keduanya
''Lihatlah kak! Mereka tidak mengetahui kalau kita sama-sama jomblo. Ish sama sekali tidak menghargai anaknya yang ingin mempunyai pasangan ini.'' Seketika wajah Delin berubah pias
''Mereka hanya menganggap kita nyamuk'' Ucap Alfred menanggapi ucapan adiknya dengan senyum kecut, namun didalam hati mereka sangat bahagia melihat kebahagiaan muncul di tengah tengah keluarga mereka. Disaat banyak orang menginginkan orang tua mereka menjadi satu dan tidak mendapatkan apa yang mereka mau, mereka sangat bersyukur dengan karunia Tuhan karena di hidupkan di tengah-tengah keluarga harmonis.
...----------------...
...'Jadilah seperti air putih, meski tak mewah namun sangat berarti bagi kehidupan'...
...'Dibutuhkan persamaan agar kita bisa saling mengerti, Tapi perbedaan lah yang membuat kita saling melengkapi kemudian saling menghargai'...
__ADS_1
Jangan lupa like comment favorit and vote ❤️
IG: @_fikria.ns