
...🌹🌹HAPPY READING 🌹🌹...
Gabrian sudah memikirkan rencana agar Arelea mau menikah dengannya. Ia tau jika Arelea sudah nyaman tinggal dan hidup satu atap dengannya, maka dari itu ia akan segera memberikan alasan agar Arelea mau menikah dengannya yaitu dengan cara memberikan cinta yang banyak. Membuat gadis itu jatuh cinta sangatlah sulit, maka dari itu Gabrian harus berjuang untuk mendapatkan cinta sejati.
Gabrian sudah sangat ingin menjadikan Arelea sebagai istri nya dan menjadi nyonya Atkinson sepenuhnya. Ia sudah berencana akan ke kediaman utama keluarganya untuk meminta restu menikahi gadis yang sangat ia cintai. Dengan restu kedua orang tua nya itu ia bisa menikah dengan Arelea dan menjalankan rumah tangga. Sebab kata orang jika tidak mendapatkan restu dari orang tua maka ia tidak akan hidup bahagia di dalam rumah tangganya. Apapun yang dilakukan Gabrian tentu akan selalu didukung oleh kedua orang tuanya, karena memang ia anak satu satunya yang dimiliki oleh Drax dan Kimberly orang tua Gabrian.
Saat ini Arelea tengah mandi dan Gabrian tengah memandangi layar laptop seraya memikirkan rencana selanjutnya agar Arelea tidak bisa pergi. Ia sudah memikirkan matang mata sejak pertama kali bertemu Arelea. Jika Arelea tinggal dirumah Gabrian dan tanpa sadar Arelea juga menumpang hidup di sana jadi akan segan untuk menolak atau tidak mau menerima apa yang di inginkan oleh Gabrian.
ceklek..
Pintu kamar mandi terbuka dan keluarlah gadis cantik memakai celana jeans dan hoodie yang kebesaran di badannya sehingga terlihat sangat imut dimata orang yang sedang memandangnya.
Gabrian yang mendengar suara pintu pun langsung mengalihkan pandangannya menuju asal suara yang tak lain suara kamar mandi yang terbuka.
Gabrian terpana melihat sesosok makhluk Tuhan yang sangat lucu, ''Sudah selesai? ayo kita turun kebawah sepertinya makan malam sudah siap,''
''Sudah kak, baiklah ayo!''
Gabrian sudah lapar pun tanpa menunggu lama lagi ia langsung bangkit dari tepi ranjang dan mengandeng tangan Arelea menuju ruang makan yang sudah tertata rapi dengan berbagai makanan kesukaan Gabrian dan makanan lainnya.
''Silahkan duduk sayang..'' kata Gabrian sambil menarik satu kursi dan menuntun Arelea duduk.
Para maid penjaga dan para pelayan yang berada di ruang makan itu terkaget kaget tak terkecuali Arav. Mereka kaget yang biasanya tuan muda mereka yang biasa dilayani dan sekarang melayani seorang gadis kecil kesayangan nya.
''Terimakasih kak,'' ucap Arelea tersenyum manis semanis madu
Gabrian tersipu, ''Iya sayang... ayo kita makan'' lalu membalik piring nya dan piring Arelea untuk diisi makanan.
''Kenapa para kakak itu tidak makan disini kak?'' tanya Arelea polos sambil menatap para maid yang masih berjejer siap siaga jika tuan muda dan nona muda nya menginginkan sesuatu.
Gabrian melirik ke arah ketua pelayan dan mengisyaratkan melewati bola matanya 'jawab sesuai dengan apa yang terjadi' mungkin seperti gambaran isyarat nya.
Akhirnya perempuan paruh baya yang menjadi ketua pelayan itu angkat bicara, ''Maaf nyonya kami sudah makan sedari tadi. Jika berkenan apakah ada yang bisa saya bantu?'' jawabnya
__ADS_1
''Oo begitu ya Bu... baiklah,''
''Apakah ibu dan teman ibu lainnya kakinya tidak pegal berdiri terus?'' tanya Arelea kelewat polos
Perempuan paruh baya itu bingung bagaimana mau menjawab pertanyaan aneh yang keluar dari mulut nyonya nya itu. Sudah pasti dirinya dan teman-teman nya disini, karena setiap saat mereka bisa membutuhkan nya.
''Emm itu nyonya muda kami sudah terbiasa berdiri jadi tidak akan pegal.'' ucapnya terkekeh pelan
Arelea mengamati masih banyak kursi yang tidak ditempati dan masih kosong lalu melirik ke arah Gabrian, ''kak apa kamu akan membiarkan kaki mereka patah gara gara menunggu kita makan disini?'' pertanyaan konyol apa ini! batin Gabrian bingung harus menjawab apa
''Ayo sayang kita makan.. aku sudah sangat lapar dari tadi,'' ucap Gabrian mengalihkan pembicaraan dan menggunakan alasan yang tepat jika memang dirinya sudah sangat lapar
''Oh baiklah kak.. kakak mau aku ambilkan makanan yang mana?'' akhirnya peka juga dirinya
''Aku makanan nya mau yang ini ini dan ini. Lalu bibi tolong ambilkan minumannya aku air lemon dingin saja,'' ucapnya menunjuk menu didepannya
''Oke... tapi kak kan jika malam malam begini minum air dingin atau air es akan memperlambat proses pencernaan pada tubuh kakak dan suhu dingin air es bisa menyempitkan pembuluh darah, hingga akan menghambat proses pencernaan. Jika terus dibiarkan seperti itu maka akan berujung pada penumpukan lemak di bagian perut kak.'' ucap Arelea bijak membuat semua yang di sana bungkam.
Gabrian tergelak mendengar kata bijak yang keluar dari mulut Arelea, '' Tapi sayang, aku pernah mengetahui jika air dingin akan membantu tidur lebih nyenyak. Manfaat air dingin pun banyak yaitu adalah dapat meningkatkan aliran darah ke otak, sehingga dapat meningkatkan oksigenasi dan hidrasi otak, serta menenangkan diri. Jadi walaupun begitu kita tetap boleh meminum air dingin tetapi tida kebanyakan.''ucap Gabrian tak kalah bijak seraya menatap gadisnya yang sedang menuangkan makanan ke piringnya.
''Wahh ternyata kak Ian sangat pintar.'' seru Arelea setelah selesai menaruh makanan ke dalam piring Gabrian.
''Iya lah, aku sangat pintar kan? kalau tidak pintar mana mungkin aku bisa menjadi raja bisnis nomor satu...''Gabrian yang mendapatkan pujian dari gadisnya itu pun langsung besar kepala, jiwa sombong nya Gabrian keluar dan menjadi jadi.
''Iya iya kau memang pintar... ayo cepat makan nanti akan dingin jika dibiarkan seperti itu!'' ucap Arelea galak
'Baru mendapatkan pujian dari ku saja kau sudah besar kepala kak! apalagi ku buat merona seperti tadi... seperti nya seru juga ya hehe' batin Arelea tersenyum jahil
Gabrian hanya menatap heran Arelea yang tengah tersenyum manis sambil menyantap makanan didepannya. 'Mengapa sekarang aku tidak bisa mendengar pikiran nya? seperti nya gadis itu akan menjahili ku, dari gaya senyum nya seperti Nathan jika ingin menjahili ku. Huhh! Aku harus berhati-hati dengan kejahilannya. Akhirnya sifat asli mu keluar juga sayang! aku sangat tidak sabar menanti ulah jahil mu...' batin Gabrian
Setelah berbicara dengan arwah ia kembali menyantap makanan dan segera menyelesaikan nya.
Malam ini sepertinya Arelea akan begadang karena tadi siang setelah makan siang ia tidur sangat pulas dan baru bangun saat matahari sudah hampir tenggelam. Entah mengapa ia sangat nyaman tinggal disini, dikelilingi oleh orang yang sangat ramah dan berwajah teduh, gembira bagi siapapun yang tinggal disini bisa dibayangkan seperti menjadi putri kerajaan.
__ADS_1
Akhirnya ia memutuskan untuk menonton film Korea yang disarankan oleh orang yang pernah ia temui dijalan sewaktu pulang bekerja dari perpustakaan yang tadi siang tak sengaja berjumpa di restoran.
Arelea menoleh ke arah Gabrian yang sedang berkutat dengan laptopnya dengan wajah serius, bahkan sangat serius. 'tampan sekali kak Ian jika sedang serius seperti itu.' batin Arelea kagum menatap wajah Gabrian
Gabrian yang mendengar itu langsung mengulum senyum termanis-nya dan juga tersipu malu hingga telinga nya memerah.
''Apa kamu tidak tidur dulu sayang? ini sudah malam lho! Tidak baik untuk gadis seperti dirimu tidur malam malam... ayo tidur sekarang!!'' omel Gabrian pada Arelea yang tak kunjung selesai menatap kagum ke arahnya
Kesal dengan ucapannya yang tak di gubris oleh Arelea, akhirnya ia memutuskan untuk bangkit lalu berjalan menuju tepi ranjang dan mencium bibir Arelea yang menggoda nya sejak tadi.
''Mmmhh..'' memukul mukul dada Gabrian yang tak kunjung selesai menciumnya.
Setelah sekiranya mereka kehabisan nafas akhirnya melepaskan ciuman dan gabrian menatap Arelea yang tersipu malu ulahnya.
Gabrian mengusap bibirnya yang baru saja bersentuhan langsung dengan bibir Arelea dengan sadar dan bergumam kecil, ''Sangat manis, tapi lebih manis yang ini dari pada jika aku menciumnya di saat dia tertidur. ia sangat menyenangkan apalagi juga dalam kondisi yang sama sama bangun.'' lirih nya sampai semut pun tak mendengar kan suaranya saking pelannya.
''Ya sudah ayo kita tidur, aku tidak mau besok pagi terlambat datang ke perusahaan,.'' kilah nya agar Arelea mau tidur bersamanya
''Baiklah kamu boleh tidur disini tapi dengan satu syarat, lalu Arelea menyeringai.
Gabrian sudah membayangkan yang tidak tidak tentang hukuman yang akan diberikan oleh Arelea pun hanya tertunduk
''Tidurlah... ini sudah sangat larut'' lalu menidurkan Arelea seleru bayi
''Good night baby, have a nice dream'' lalu memeluk erat tubuh mungil gadisnya dan ikut terlelap hingga pagi menjelang.
.
.
.
Bersambung...
__ADS_1
...IG: @_fikria.ns...