Gadis Milikku

Gadis Milikku
Chapter 58. Universitas George Washington


__ADS_3

Hari ini adalah hari dimana Arelea tunggu, hari pertama dirinya memasuki kuliah dan juga pertama kalinya berjumpa teman di negara asing. Tiga bulan sudah berlalu dan selama tiga bulan itu Arelea di beri dua sekaligus guru pembimbing agar saat di universitas nanti dia tidak tertinggal pelajaran sedikitpun, meski mereka akui Arelea sudah memiliki kemampuan berpikir lebih baik dari Delin.


''Hari ini adalah pertama ku kuliah, semoga akan menyenangkan.'' Gumam Arelea menatap dirinya di cermin


Gadis itu menggunakan baju over size grey dan juga celana jeans hitam dipadukan sneaker shoes berwarna hitam. Terkesan tomboy tetapi masih sopan untuk dipakai saat berada di kampus.


Setelah selesai bercermin Arelea melangkahkan kakinya menuju ruang makan yang berada di lantai dua. Karena ruang makan yang berada dibawah biasanya digunakan untuk makan para tamu atau jika tidak ada tamu makan maid dan juga penjaga yang berada di mansion itu.


''Selamat pagi semuaa!!'' Sapa Arelea bahagia.


Hari-harinya setelah bersama keluarganya begitu ceria dan begitu hangat.


''Pagi juga anak kecil,'' Jawab mereka semua bercanda


Selalu saja begitu! mereka sering membuat Arelea cemberut kesal karena merasa dipermainkan dan akhirnya merengek kepada Andreas.


''Papa!!'' Rengek Arelea


''Iya sayang, ayo duduk jangan hiraukan mereka'' ucap papa Andreas mengundang gelak tawa istri dan kedua anaknya


''Baiklah adik kecil, nanti kamu berangkat bersama dengan kak delin atau kakak antar?''


''Emmm, aku ingin naik bus saja kak.''


''Kenapa? Apa kamu mau papa belikan mobil sendiri?'' tanya papa Andreas


Anaknya ini masih saja merendah meskipun dari dulu derajatnya selalu tinggi.


''Tidak usah pa, aku hanya ingin melihat teman yang benar-benar ingin bergaul denganku tanpa memandang harta.'' Jawab Arelea


''Karena saat aku berada di negara E, selalu saja aku dikucilkan karena harta dan yang mau berteman denganku hanyalah seorang saja.'' Jelasnya lagi


Mereka mengangguk setuju.


''Baiklah, tetapi hati-hati ya.'' Ucap papa dan bunda bersamaan


''Jika sudah sampai di kampus kamu chat kakak, biar kakak juga tau kamu berada dimana hingga kakak tidak cemas. Oke?'' Ujar Delin


''Baik kak,''


''Anak pintar'' Ucap Alfred mengelus pucuk rambut Arelea


***


POV Arelea


Hari ini adalah hari pertamaku berkuliah dan juga aku sangat ingin mencari teman. Aku sangat kesepian di negara ini. Kak Ian sama sekali tidak menghubungi ku semenjak papa dan bunda membawaku ke negara ini.


Aku keluar dari mansion mewah keluargaku setelah berpamitan kepada mereka. Aku diantar dua bodyguard tampan sampai ditempat pemberhentian bus, merekapun pamit agar bisa mengawasi diriku dari kejauhan.


''Nona muda, biarkan bawahan ini melindungi nona dari kejauhan.'' Ucap salah satu dari mereka kepadaku


''Baiklah, terimakasih uncle'' Ucap ku


Mereka berdua membungkuk hormat kepadaku lalu pergi mengambil mobil nya.

__ADS_1


Aku menghabiskan waktu menunggu bus dengan membaca buku yang tadi aku bawa. Dan selang beberapa menit bus tiba di depanku.


Aku naik dengan sedikit tergesa-gesa karena waktu kuliah akan mulai dalam waktu 20 menit lagi.


Bus mulai berjalan meninggalkan kerumunan orang yang masih menunggu antrian bus selanjutnya. Untungnya aku mendapatkan bus yang sekarang, nyaman dan juga tenang meskipun bau parfum tercampur membuat diriku ini mual.


Aku mengeluarkan masker hitam dari tas ransel ku dan memakainya juga mengambil topi hitam bermerk Chan*l dan memakainya.


Setelah menunggu 15 menit bus berhenti di depan universitas yang sangat besar. Dan juga banyak mahasiswa dan mahasiswi berlalu lalang melintasi gerbang.


Sangat mewah dan elegan. Itulah kesan pertamaku saat memasuki tempat ini.


''Hai? boleh aku bertanya dimana ruang rektor?'' Tanya ku pada salah satu mahasiswi


Mahasiswi itu melihat diriku dari bawah sampai ke atas. Sangat tidak sopan. Lalu melihatku sinis dan pergi.


Eh aku bertanya dengannya. Kenapa pergi begitu saja?. Aku sudah melepaskan topi bermerk mahal itu dari kepalaku tetapi aku belum melepaskan masker hitam dari wajahku.


Kemudian aku berjalan menelusuri lorong hingga aku mendapatkan notif pesan dari handphone ku. Terlihat nama 'Kak Delin' tersemat di layar utamaku. Aku membukanya.


'Kamu sudah sampai dimana sayang?' tanya nya di pesan


Aku pun menjawab 'Aku sudah sampai di lorong kelas kak, tetapi aku ingin ke ruang rektor dan menanyai kelas ku di mana.'


Tak lama kemudian ia juga menjawab 'Oh, baik nanti kakak minta salah satu teman kakak untuk memintamu mencari ruangan rektor ya. Kakak sedang membahas sesuatu dengan teman kakak yang lainnya. Bagaimana? Maaf ya.'


'Baik kak, terimakasih'


Lalu aku memasukkan tanganku kedalam ransel untuk mengambil earphone dan memakainya. Aku membuka bluetooth di handphone ku dan menyalakan musik tenang. Aku menunggu teman kakak ku yang akan menghantar ke ruangan itu.


''Hai kamu Arelea ya?'' Sapa perempuan dari belakangku seraya menepuk pundak ku


''Iya, baiklah ayo kakak antar ke ruangan rektor.'' Ucapnya lalu menggandeng tanganku


Sesampainya di ruangan itu teman kakakku berpesan kepadaku agar aku selalu menghubungi kak delin dan setelah mengatakan itu teman kakakku itu pergi meninggalkan ku.


tok tok tok


Aku mengetuk pintu besar dihadapan ku dengan sedang. Kemudian dibuka oleh seorang pria paru baya yang tertulis di sebuah bros bernama Toni Kroos.


''Selamat pagi Mr.Toni'' Sapaku


''Ya. Selamat pagi juga nona...''


''Saya Arelea sir,'' Ucapku memperkenalkan diri


''Baiklah nona Arelea, ada apa?'' Tanya nya menatapku


''Emm begini sir, saya adalah mahasiswi baru. Jadi saya kesini ingin bertanya, saya di kelas mana ya sir?''


''Oh baiklah, silahkan masuk terlebih dahulu. Biar saya cari nama mu di daftar maba.''


Aku mengikutinya masuk ke dalam ruangan. Dan Mr Toni mempersilahkan aku duduk di kursi.


Aku dapat melihat matanya membulat lebar saat melihat daftar yang tertera di layar komputer nya.

__ADS_1


''M-maafkan saya nona muda, silahkan. Mari saya antar ke ruangan kelas anda,'' Ucapnya lebih sopan


''Baik terimakasih sir,''


POV Arelea end


Mr Toni dan Arelea berjalan beriringan menuju ruangan kelas gadis itu. Sesampainya di ruangan besar Mr Toni mengetuk pintu dan langsung berjalan masuk.


''Selamat pagi Mr toni.'' Sapa dosen yang sedang membimbing


''Saya membawa Maba dan tolong jaga dia baik-baik jangan sampai lecet.'' Ucapnya lalu berbisik


''B-baik mr.''


''Kalau begitu saya pamit, maaf anak-anak menganggu waktu pelajaran kalian.''


''Mari nona muda,'' Lalu rektor itu berjalan pergi


.


.


.


Seharian mengikuti acara belajar tidak membuat Arelea lelah, malah gadis itu sangat menikmati masa-masa dimana ia duduk di bangku perkuliahan.


''Hai?'' Sapa seorang lelaki dari samping Arelea


Arelea menoleh ke samping, '' Hai juga'' Balik sapa nya


Dapat Arelea lihat lelaki itu menatapnya intens. Membuat Arelea bingung sendiri.


''Kamu Lea?'' Tanya nya membuat gadis itu terkejut


''Kamu mengenal ku? apa aku pernah bertemu denganmu sebelumnya?'' Tanya gadis itu


''Aku Daniel, apa kamu tidak mengingat diriku. Ah sedih sekali,'' Ucapnya


''Daniel? oh astaga! kamu kenapa tidak pernah menjumpai aku lagi saat berada di negara E?'' Tanya Arelea kaget sekaligus bahagia


Daniel Xiao adalah namanya, pria itu adalah teman Arelea semasa hidup nya masih berada di panti asuhan. Dia adalah teman satu-satunya Arelea saat berada di bangku sekolah dasar dan sekolah menengah pertama.


Arelea sudah menganggap Daniel sebagai kakaknya begitu juga Daniel yang sudah menganggap Arelea adiknya.


''Maaf, kakak sewaktu itu pulang ke Shanghai. Karena ada sedikit masalah.''


''Baik tidak apa-apa.''


Selepas itu mereka bercengkrama sebentar di kantin. Setelah itu Arelea sudah ditunggu sopir pribadinya di gerbang, dan gadis itu berpamitan dengan Daniel.


''Kak Daniel, Lea pergi dulu ya. Sudah dijemput see you tomorrow!'' Lalu Arelea melambaikan tangan nya


''Baiklah, bye!''


***

__ADS_1


Bersambung...


IG:@_fikria.ns


__ADS_2