Gadis Milikku

Gadis Milikku
Chapter 32. Togetherness changes something important!!


__ADS_3

...HAPPY READING...


Tak ingin memikirkan gadis yang membuat hatinya meradang lama-lama, Arav keluar dari villa untuk mencari resto dan juga sekalian berolahraga dengan menggunakan baju santai namun bisa terlihat cetakan otot-otot kekar ditangan nya dan juga celana pendek tidak ketat pas untuk berlarian kecil dilengkapi dengan sepatu fitness yang harganya sangat fantastis tentunya.


Dengan menggunakan earphone yang dipasang ditelinga nya ia berlarian kecil. Hingga tak terasa sudah berlarian kecil sangat jauh dan memasuki kawasan penduduk pantai, jika kalian mengira ini kawasan para rakyat kurang mampu oh kalian salah besar. Di daerah pesisir ini penduduk nya rata-rata pekerjaan elit semua dan rumah di sekitaran penduduk itu juga lumayan besar dan mewah.


Arav berlarian kecil tanpa menghiraukan beberapa wanita yang menatap dirinya penuh dengan kekaguman. Tak hanya itu, mereka juga berbisik-bisik membincangkan tubuh atletis Arav apalagi paras arav yang memang tampan, namun tetap tampan Gabrian.


Pesona seorang Arav ini sangat tak main-main, beberapa gadis yang tadinya bermain ponsel dengan berayun-ayun di depan halaman rumah mereka menghentikan aksinya dan menatap Arav dengan tatapan penuh pujian.


'pria itu terlalu sempurna untukku ya tuhan' ucap gadis bermata hitam pekat menatap arav


'ciptaan mu sangat indah, aku jadi ingin memiliki nya' puji wanita sepertinya kakak dari gadis bermata hitam tadi


'lihatlah dari penampilan nya saja sudah bermerk terkenal, pasti dia orang yang sangat kaya' ungkap gadis sebelahnya menelisik pakaian arav dari atas sampai ke bawah kakinya.


'tampannya jodoh orang' ucap gadis lainnya


Walaupun suaranya begitu keras, Arav sama sekali tak menggubris perkataan dari gadis-gadis itu. Ia hanya berlarian kecil sambil menikmati alunan musik yang ia play tadi.


Kakinya sudah agak lelah, ia berhenti sejenak. ''Dimana restoran terdekat ya? disini bahkan sama sekali tidak ada satupun resto'' keluhnya seraya mengelap keringat yang menetes di dahinya.


Dilain tempat, seorang gadis cantik bermata sipit sedang menjalankan mobilnya menuju restoran tempatnya bekerja saat ini. Walaupun keluarganya bisa dibilang tak kekurangan sama sekali tetapi ia ingin mandiri tanpa menyusahkan orang tua nya.


Gadis itu melewati jalanan yang begitu sepi dan hanya beberapa mobil melintasi jalan tersebut, dengan bodohnya ia menjalankan nya sangat lambat seraya menghidupkan musik slow.


Ia membuka atap mobil nya dengan sekali menekan tombol. Jelas sekali mobil yang ia gunakan sangatlah mahal. Terpampang nyata lah pemandangan pohon pohon tinggi dan juga angin sejuk menerpa wajahnya.


''Hmmm udara disini sangat sejuk'' gumamnya


Sambil melirik ke arah kanan dan juga kiri tak sengaja tatapan matanya menatap seorang pria tengah duduk dan sangat terasa familiar di pandangannya.


''Humm, sepertinya aku kenal. Tapi siapa ya?'' ucapnya seraya mengingat-ingat


Semakin dekat dengan pria itu, matanya terbelalak lebar melihat siapa yang berada di depannya itu, ternyata pria yang selalu membuat dirinya sial di manapun itu.


''Ya ampun ternyata pria itu masih di daerah sini!'' pekiknya terkejut


Cepat-cepat ia menutup kembali atap yang ia buka tadi, belum sampai menutup semua Arav terlebih dahulu melihatnya dan langsung meneriakkan namanya dengan sangat lantang.


Dengan wajah datar nya gadis ini berhenti tepat dihadapan Arav dan juga menatap penampilan pria itu dengan seksama.


''Ada apa?'' Tanya Gadis ini yang tak lain dan tak bukan adalah Athaya


''Emm...'' Arav ragu apakah ia akan meminta bantuan kepada gadis itu atau tidak.


''Cepat katakan!'' ucap Athaya datar namun dengan nada sedikit membentak


''Aku harus datang tepat waktu ke resto, kamu malah mencegah ku!'' geram nya


Tiba-tiba muncul ide dibenak arav setelah mendengar kata 'resto'.


''Bolehkah aku ikut kamu ke resto? aku sedari pagi tadi belum makan dan aku dari tadi mencari-cari resto enggak ketemu-ketemu'' kata Arav mendramatisir keadaan dengan berpura-pura bahwa dirinya sangatlah kelaparan padahal masih belum sangat lapar. haha:v


Athaya yang orangnya sangat tidak tegaan dengan orang lain itu pun hanya mengangguk dan mempersilahkan Arav untuk masuk ke mobil nya.


''Baiklah'' ucap Athaya pasrah


''Terimakasih nona atha'' jawabnya lalu memutari mobil itu dan duduk di kursi kendali.


Athaya membelalakkan matanya, ''Heh! biarkan aku saja yang menyetir'' ucap Athaya


''Kamu perempuan, aku lelaki. Tidak gentleman jika aku membiarkan perempuan secantik dirimu menyetir kan!'' ujar Arav seraya menggoda gadis itu.


Terlihat pipinya sedikit bersemu kemerahan, lalu memalingkan wajahnya ke arah lain. Arav jadi mempunyai kesempatan untuk gencar menggoda gadis itu.


''Aish... sudahlah jangan menggodaku! Ayo kita berangkat, aku sudah agak terlambat.'' ucap Athaya masih dengan gugup


''Baiklah cantik'' jawab Arav tersenyum sangat manis


Setelah perbincangan itu, tidak ada satu orangpun lagi yang memulai pembicaraan. Di dalam mobil itu sekarang sangat hening dan hanya terdengar samar suara orang bernyanyi kecil berasal dari car music.


Suasana di dalam mobil sangatlah canggung, akhirnya arav memecah keheningan yang melanda.


''Kamu bukannya masih menjadi mahasiswi ya?'' tanya Arav melirik sekilas ke arah gadis itu


''Iya, aku sudah hampir lulus tinggal dua semester lagi.'' jawab Athaya


Arav hanya ber oh ria saja. Athaya yang baru menyadari penampilan arav secara detail pun langsung menunduk malu, bagaimana tidak? otot tangan arav itu sangat kekar dan juga otot di sekitar dada nya pun terlihat menonjol dibalik baju nya itu. Biasanya jika bertemu dengan gadis itu, Arav selalu memakai Jas yang membuat kelebihannya itu tertutupi.


Arav yang menyadari tingkah aneh Athaya hanya memasang wajah heran, lalu ia menyadari bahwa gadis itu sedang menatap ke arah penampilan nya yang mana membuat gadis itu malu.

__ADS_1


''Apa kamu suka dengan lengan kekar ku ini, cantik?'' goda Arav dengan senyum menyebalkan nya.


Athaya tambah malu dengan kelakuan arav yang secara terang-terangan menyatakan bahwa dirinya sudah tertangkap basah melirik kearah Arav secara diam-diam.


''Why my beautiful girl?'' tanya Arav semakin gencar menggoda Athaya.


''Diam lah kamu ini!'' ucap Athaya kesal di goda oleh arav. Entahlah dirinya yang sangat tak suka berdekatan dengan lelaki dan jika digoda oleh mereka pun ia tetap memasang wajah datar, mengapa dengan pria ini bisa sangat malu-malu kucing berbeda dengan saat dengan lelaki lain.


'Hehe, sekarang menggoda mu adalah hobi baruku.' batin arav smirk


Tak tahan lama arav memasang wajah menyebalkan seperti tadi, dengan sekejap wajahnya berubah sangat dingin bahkan atmosfer dalam mobil itu terasa sangat dingin padahal AC di mobil itu tidak terlalu besar suhunya.


'Ada apa dengan pria ini? tadi dia sangat menyebalkan dan sekarang dia berubah menjadi sangat datar juga dingin' batin Athaya heran, sepertinya dirinya sudah terbiasa dengan tingkah menyebalkan arav.


''Kamu kenapa?'' tanya Athaya


''Tidak'' jawab Arav dingin


''Tadi saja kamu memasang wajah yang begitu menyebalkan dan sekarang begitu cepatnya dia berubah menjadi es, dasar pria bunglon!'' gumam gadis itu masih bisa di dengar baik oleh arav.


Gadis yang sangat tidak peka, padahal arav sedang memikirkan sesuatu yang membuat darahnya mendidih kemarin. Dimana ia menyaksikan gadis itu sedang bermanja-manja dengan seorang pria dan sekarang bahkan memasang wajah tanpa dosa nya itu.


Huh sangat tidak peka, ''Telingaku masih bisa mendengar ucapan mu dengan baik'' ujar Arav dingin


''Apa ha? cepatlah sedikit, waktuku tidak lama lagi habis jika kamu mengendarai nya seperti siput begini!'' omel gadis itu dengan kesal.


Arav terhenyak, ''Baiklah-baiklah'' ucapnya


''Oh iya, kamu mempunyai kekasih ya?'' tanya pria itu spontan


Athaya langsung menoleh kearah Arav, ''Hah? kekasih? aku?'' tanya nya balik seraya menunjuk dirinya sendiri


''Iya lah siapa lagi disini, hanya ada kamu dan aku kan?''


''Cepat jawablah pertanyaan ku!'' desak Arav tak sabar


''Ck pemaksaan sekali kamu ini!''


''Aku sama sekali tidak memiliki kekasih,'' Bodoh kalau Athaya tak menyadari bahwa pria itu menyukainya. Dan sekarang ia paham mengapa tadi pria itu sangat dingin kepadanya, ternyata pria itu cemburu. Tetapi kenapa bisa cemburu?perasaan dia tak pernah jalan dengan seorang lelaki kemanapun.


''Lalu kenapa kamu sangat manja kepada pria itu kemarin malam?'' tanya Arav dengan nada ketus


Tak lama kemudian ia menyadari bahwa memang kemarin secara tiba-tiba kakaknya yang bernama Chen Alexander Lee itu datang ke negara ini. Dan sore itu juga mereka menghabiskan waktu bersama dengan dinner di sebuah restoran VVIP.


''Sekarang aku ingat!'' ucap Athaya


''Iya kamu ingat kalau punya kekasih kan?'' cetusnya


''Bukan! Dia itu adalah kakakku, dia kemarin datang secara tiba-tiba ke apartemen milikku dan juga kita menghabiskan waktu bersama. Dia sedang menjalin kerjasama dengan perusahaan G'A Groups katanya, bukannya itu adalah perusahaan mu ya?'' wajarlah Gabrian sangat susah diajak untuk melakukan konferensi pers jadinya ia mewakili dan jadi yang sangat famous adalah dirinya.


''Oh ya?'' ucapnya bahagia terpancar diwajahnya


''Itu bukan perusahaan milikku! Aku mempunyai bos, tapi dia sangat susah diajak untuk melakukan hal-hal yang berkaitan dengan media.'' ungkap Arav


'' Huum'' Tak lama kemudian sampailah mereka di restoran yang menyajikan berbagai makanan seafood yang masih segar.


''Ayo kita masuk,'' ucap Athaya menarik pergelangan tangan Arav


''Kamu mau pesan apa? biar aku yang memasakkan nya!'' Tanya Athaya belum menyadari bahwa dirinya ini sedang menggandeng tangan arav.


''Terserah saja, yang penting masakan kamu!'' jawab Arav menggoda gadis itu


Athaya merasa ada yang mengganjal, dia lalu menengok ke arah bawah. ''M-maafkan aku, a-ku tadi reflek saja menarik mu'' ucapnya gugup


''Tidak apa-apa'' katanya,''Ayo kita masuk sekarang saja'' lanjut Arav.


Mereka masuk dengan pintu yang sama, ''Aku langsung ke dapur ya'' ucap gadis itu.


Sambil menunggu makanannya sampai, Arav menyalakan lagi lagu kesukaannya yang tadi terhenti karena berbincang dengan Athaya.


Makanan nya pun datang, berderet-deret seafood spesial baginya. Dan lebih spesial lagi, Athaya mengantarkan nya langsung kepadanya.


''Silahkan dinikmati tuan'' ujarnya


''Gomawo nee''(Terimakasih) ucap Arav menirukan cara orang korea berbicara.


''Cheonman-eyo''(Terimakasih kembali) balas nya sambil tersenyum.


Padahal arav hanya tahu satu kata saja di bahasa itu, itupun karena ia membuka google bahasa tadi.


Arav langsung memakan lahap hidangan didepannya itu tanpa memperdulikan gadis yang duduk didepannya itu. ''Ini sangat enak, kamu pintar sekali memasak!'' puji Arav dengan mulut yang penuh.

__ADS_1


''Haha terimakasih banyak, aku sangat suka memasak dan juga aku berkuliah di fakultas tata boga dibagian chef jadinya aku sangat pintar memasak'' ucapnya sedikit membanggakan dirinya.


''Wah.. hebat sekali. Sudah cocok jadi istriku ya?'' tanya Arav, kedua pipi gadis itu merona dibuatnya.


''Sudahlah, lanjutkan makan mu. Aku akan memasak untuk yang lain dahulu. Sampai jumpa nanti ya!'' ucapnya seraya berdiri dan meninggalkan Arav


Setelah makanan nya habis, arav langsung membayar nya dan juga bertanya kepada sang kasir dimana gadisnya itu berada. Hah? Gadisnya, mungkin ia telah sadar bahwa menyukai nya.


''Ehmm.. apa kamu tahu dimana chef Atha?'' tanya Arav seraya melirik kearah pintu yang bertuliskan


'Only employees and officers are allowed to enter'


''Ada tuan, saya panggilkan sebentar. Mohon ditunggu'' lalu kasir itu masuk ke ruangan itu dan memanggil Athaya.


''Ada apa?'' tanya Athaya begitu sampai didepan arav


''Aku sudah selesai, dan aku ingin pinjam kunci mobil mu boleh tidak?'' tanya Arav meminta izin


''Untuk apa?'' heran Athaya


''Sudah berikan saja kunci mobil mu! Nanti kamu pulang jam berapa biar aku jemput dan sekalian mengembalikan mobilmu. Apa kamu tidak ingat? aku kemari itu karena tumpangan mu.'' Arav pun menjelaskan. Padahal bisa saja ia meminta satu anak buahnya untuk menjemput, namun demi dekat dengan Athaya ia pun rela berbohong.


'Benar juga apa yang dikatakan Lelaki ini, tidak apa lah nanti juga kalau mobilku tidak dikembalikan aku minta dijemput oleh kakak. Dan mengambil mobilku esok paginya' Batin Athaya


''Baiklah, nanti aku pulang sekitar pukul lima sore. Jangan terlambat karena nanti aku bisa dimarahi oleh kakak ku!'' Ucap Athaya mengingatkan seraya menyerahkan kunci mobilnya ke arav.


''Baiklah terimakasih, tunggu aku ya cantik'' ujarnya dengan mata dikedipkan sebelah dan smirk dibibir nya.


Athaya langsung bersemu, tak ingin berlama-lama salah tingkah. Ia kembali ke pekerjaannya hingga waktu menunjukkan pukul empat lima puluh sore hari.


Arav sudah diperjalanan menuju restoran di mana Athaya bekerja, Ia juga tadi sudah izin akan menjemput kekasihnya terlebih dahulu kepada Gabrian dan Arelea. Kemungkinan arav akan berangkat menuju mansion dimalam hari dan Gabrian menyetujuinya dengan syarat tak boleh kenapa-kenapa. Arav pun memanggilkan salah satu bodyguard nya untuk menjadi sopir sang boss nya itu.


Sesampainya di restoran, didepan sudah berdiri seorang gadis dengan sesekali melirik ke arah jam tangannya bertengger.


''Iishh... pria itu kemana sih? lama sekali'' gerutunya


Padahal arav sudah sampai dan sekarang berada di belakang gadis itu, ''Hei gadis cantik!'' sapanya mengangetkan Athaya


''Ya tuhan, Bisakah kamu menyapaku dengan cara yang halus dan jangan mengagetkan seperti ini'' kesalnya


''Yasudah ayo kita pulang, bisa-bisa aku nanti kena marah oleh kakakku!'' gerutunya dengan menekuk wajah menjadi sangat imut Dimata Arav


''Manis nya'' gumam arav tak sadar


''HEI! PRIA BUNGLON AYO CEPAT'' Teriak Athaya setelah sampai di samping mobilnya.


Arav berlari,''Baiklah ayo!'' Lalu mereka berdua pulang dengan arav menyetir.


Arav memberhentikan mobilnya di depan apartemen yang cukup mewah dan besar sesuai arahan dari sang gadis itu. Arav sudah menghubungi satu bodyguard nya untuk segera datang ke apartemen dijalan xx ini.


''Terimakasih sudah mengantarkanku'' ucap Arav


''Baiklah, sama-sama.''


''Kalau begitu aku masuk ya! Kamu mau masuk dulu atau ti-'' belum selesai Athaya berbicara suara klakson mobil terdengar.


Tin.. tin.. tin


Ternyata bodyguard Arab sudah datang, ''Tidak usah, kapan-kapan kalau aku berlibur disini lagi, aku akan berkunjung. Bye-bye'' ucap Arav Lalu melambaikan tangan dan masuk ke dalam mobil


Setelah Arav pergi, Athaya baru saja mau membuka pintu gerbang dan terdengar suara lelaki dengan suara khasnya.


''Dari mana saja kamu? sudah lama kakak menunggu!'' ucapnya yang ternyata adalah kakak dari gadis itu yang bernama Chen.


''Maaf kak, aku tadi baru saja bekerja dan ini sudah selesai'' ucap Athaya menampilkan senyuman termanis-nya.


''Hais kalau begini mana bisa aku marah'' Gerutu Chen


''Hehe'' Hanya seperti itu saja membuat keduanya terlihat sangat harmonis.


...--------------------------------------...


...'Every second I think of you every second longing to poison me'...


...'Setiap detik aku memikirkan-mu setiap detik rindu meracuniku'...


...****...


JANGAN LUPA LIKE VOTE COMMENT FAVORIT


IG: @_fikria.ns

__ADS_1


__ADS_2