
...🌹🌹 HAPPY READING 🌹🌹...
Setelah Gabrian mengetahui siapa orang tua Arelea sebenarnya ia sedikit terkejut. Kemudian ia menormalkan ekspresi wajahnya kembali menjadi datar dan juga terpampang senyum tersungging tipis di ujung bibirnya.
''Ainsley'' gumam Gabrian pelan sambil mengingat-ingat siapakah itu,
Gabrian membaca ulang tulisan di layar laptop nya itu, Kemudian ia membelalakkan matanya setelah mengingat siapa keluarga itu, Namun ia tidak akan membicarakan hal ini kepada Arelea dan juga tak akan membongkar siapa dalang di balik penculikan di saat itu.
''Hmmm, Arelea selama ini kau ternyata anak dari pengusaha sukses di negara Paman Sam itu... ck ck selama ini orang tua mu ternyata hanya mencari keberadaan anaknya di negara itu pantas saja Arelea tidak ditemukan oleh mereka,,'' gumam Gabrian pada dirinya sendiri, pria itu memasang ekspresi kaget padahal hanyalah topeng menutupi senyuman licik nya.
Gabrian memang terkenal si seluruh negara mungkin, karena ia dikenal sukses dengan usaha nya yang berada dimana mana. Mau dinegeri sendiri maupun dinegeri orang lain. Walaupun dia hanya sedikit menampakkan wajahnya di publik selebihnya ia hanya menggunakan masker, topi dan kaca mata hitam jika keluar rumah ia sudah sangat famous di kalangan masyarakat menengah ke atas.
Ia mempunyai usaha dari yang terbesar sampai yang terkecil berada dibeberapa tempat dan banyak juga yang berada di luar negeri. Karena itu ia dikenal banyak orang, Walaupun ia tidak menampakkan wajahnya langsung.
Setelah membaca informasi yang ia dapat dari Arelea ia hendak berdiri dan berangkat ke perusahaan nya tetapi tiba tiba ia mendapat panggilan masuk ke dalam telpon nya.
Tutt...tutt..Tut
Gabrian yang mendengar suara telepon itu pun langsung merogoh kantong celana nya untuk mengangkat telpon itu.
''Hallo mom? ada apa'' tanya Gabrian setelah mengangkat telepon ternyata dari ibu nya
''Bocah nakal... apakah kau tidak bisa bersalam dulu hahh!!'' suara mommy berlly, itulah ibu Gabrian, ibunya itu berucap dengan bersungut-sungut
Gabrian yang mendengar suara mommy nya yang sangat cempreng itu pun menjauhkan telpon dari telinga nya karena memang mommy nya ini sangat lah cerewet dan sangat bar-bar. Tetapi ia sangat sayang dengan mommy nya itu walaupun dalam keadaan apapun.
''Aduhh mom.. jangan berteriak seperti itu telinga ku bisa rusak jika kau berbicara sangat keras kepadaku'' ucap Gabrian sambil mengusap-usap telinga nya yang sedikit berdengung kencang
''Heh... baiklah! mommy tunggu kamu di mansion utama, cepat pulang tidak ada kata TIDAK, huhh!'' ucap mommy berlly
''Baiklah mom'' ucap Gabrian pasrah dan,
ia langsung mematikan panggilan
Tutt...tutt...tutt
Gabrian bangkit dari tempat duduknya lalu berjalan keluar
''Arav ayo kita kembali ke mansion''
Arav yang sedang duduk langsung berdiri, ''Apa tidak jadi ke perusahaan tuan?'' tanyanya
Gabrian hanya menoleh sekilas dan menjawabnya,''Tidak usah.. mommy ku sudah menunggu nanti malah mengamuk lagi''
''Baik Tuan'' ucap Arav langsung berjalan menuju mobil dan membukakan untuk tuannya
__ADS_1
Setelah satu jam lamanya ia berkendara dari mansion miliknya menuju mansion utama keluarga nya ia pun akhirnya sampai didepan gerbang mansion keluarga nya yang dijaga ketat oleh anak buah Daddy nya.
Anak buah yang melihat tuan mudanya datang pun langsung membukakan pintu gerbang agak sang empunya bisa masuk,
Gabrian dan Arav sudah sampai diparkiran mansion dan bergegas masuk kedalam mansion nya itu agar sang mommy tidak mengamuk nantinya (wkwk)
''Ayo cepat Arav!! mommy ku bisa mengamuk nanti jika kita terlambat datang'' Gabrian tergesa gesa masuk dengan Arav.
''Ya Tuan''
Mereka sudah berada didalam mansion utama dan duduk di sofa keluarga di sana sudah ada keluarga nya, entah apa yang akan dibahas oleh mereka hanya merekalah yang tau...
********
Sore hari ini Arelea masih merebahkan diri di kasur nya tetapi ia hanya menatap langit-langit kamar nya sambil tersenyum manis.
Ia terus tersenyum sambil bergumam sendiri. ''Apa bos itu tidak mempunyai kekasih sehingga bisa setiap saat bersama ku yah??''
''Ah tetapi nanti jika aku disebut perusak hubungan orang bagaimana yah?'' Arelea pun langsung bangkit dan duduk karena merasa perutnya perlu diisi oleh makanan
Arelea sedari tadi sangat bosan berada dirumah akhirnya ia keluar rumah untuk membeli makanan diseberang rumahnya.
Ia berjalan dengan sangat tergesa gesa karena sudah sangat lapar sejak pulang dari taman bersama bos nya tadi. Sampai ia tak melihat jika dari arah kanan nya sedang ada motor berjalan dengan sangat kencang hingga,,,
Arelea terbanting agak keras mengenai pinggiran jalan dan pengelihatan nya pun mulai buram akhirnya ia pingsan, Orang yang melihat itu pun langsung meminta bantuan pada siapapun yang bisa membawa gadis itu ke rumah sakit.
''Tolonggg... yaampun anak gadis ini kasihan sekali siapapun yang membawa kendaraan beroda empat tolonglah'' ucap ibu ibu hamil yang hendak menolong itu.
Ditempat Gabrian berada.
Setelah membahas Something dengan keluarganya,Gabrian hendak pergi ke perusahaan setelah dari mansion keluarganya untuk membahas sesuatu yang penting itu melewati segerombolan orang yang sedang menatap ke arah tengah mereka, Ia pun penasaran dan merasa gelisah
Gabrian menatap arav,'' Arav! coba kau lihat ada apa orang orang itu berkerumun, sangat menganggu para pengendara!''
''Baik tuan'' Arav kemudian turun dari mobil untuk melihat kerumunan itu
Saat Arav sudah sampai didekat kerumunan itu ia bertanya kepada salah satu orang di sana
''Ada apa ini tuan,nyonya?'' tanya Arav
Seorang ibu ibu yang berada di sana mendongakkan kepalanya, ''Itu tuan gadis tadi terbanting keras karena di tabrak oleh motor yang sedang melaju sangat kencang!''
''Tuan tolong bantu bawa gadis itu ke rumah sakit, ''pinta nya dengan wajah mengiba, ia sangat ingin membantu gadis itu namun apalah daya melihat perutnya yang membuncit itu.
''Baiklah, coba saya lihat dulu siapa tau saya mengenalnya?'' Gumam arav
__ADS_1
Arav berjalan mendekat kearah gadis yang sedang terbaring dipangkuan seorang perempuan dengan wajah sedikit tertutup darah segar dan rambut.
Ia menyibakkan rambutnya, begitu mengetahui siapa itu ia membelalakkan matanya tak percaya,
''Ayo bawa nona ini ke mobil bos saya!!'' ucap Arav panik namun tetap mencoba untuk tenang dan langsung berlari mengarah mobil bos nya
Saat Arav sudah sampai didepan pintu mobil ia mengetuk nya,
''Tuan tadi ada seorang gadis yang baru saja kecelakaan dan dikerumuni warga sekitar yang melihatnya tetapi dari mereka tidak ada yang mempunyai kendaraan untuk membawa nona itu ke rumah sakit, Karena rumah sakit disekitar sini tidak ada,'' Ucapnya tanpa jeda
''Apa kau mengenal gadis itu rav?'' tanya Gabrian dengan pikiran tak menentu, pikirannya sudah berkecamuk. Disini adalah daerah dimana Arelea tinggal namun ia tepis semua pemikiran itu.
''iya tuan,gadis itu...'' ucap Arav menggantung karena orang yang mengangkat tubuh gadis tadi sudah sampai disampingnya
''Tuan, tolong antar kan gadis ini sampai rumah sakit, karena sepertinya dia kekurangan darah juga kekurangan oksigen.'' ucap laki laki yang menggendong gadis itu dengan wajah panik
''Baiklah baringkan dia dibelakang sana''
''Tuan, apakah boleh?'' tanya nya dan Gabrian hanya mengangguk
Lelaki tadi langsung membaringkan tubuh gadis yang sudah berlumuran darah segar itu dengan hati hati ''Terimakasih tuan'' lalu menutup pintu mobil dengan hati hati
Gabrian tengah menatap gadis itu dengan was was, Wajah gadis ini agak sedikit familiar di benaknya.
''Apakah aku pernah mengenal gadis ini rav? seperti wajahnya familiar di pengelihatanku!!'' tanya nya
''Eemm it..uu tuan,, i..tu n..ona arelea'' ucap Arav gugup
Gabrian membelalakkan matanya setelah mengetahui siapa yang berada disebelahnya itu pun langsung mengangkat kepada gadis itu dan menaruhnya di pahanya.
''AYO CEPAT KE RUMAH SAKIT SEKARANG RAV'' teriak Gabrian dengan lantang dengan air mata yang membanjiri wajah tampannya itu tanpa sadar.
...***...
...'The best of patience is when you prefer to be silent even though your emotions are struggling to be heardand the best strength is when you choose to smile, it is a tear that has not wanted to be dammed'...
...(kesabaran terbaik adalah ketika kamu lebih memilih untuk diam meski emosimu sedang berjuang untuk didengar dan kekuatan terbaik adalah ketika kamu memilih untuk tersenyum, itu adalah air mata yang tak ingin dibendung)...
Bersambung....
Like dan fav nya jgn lupaa(◠‿◕)
...THANKS💖...
IG: @_fikria.ns
__ADS_1