
...🌹🌹HAPPY READING 🌹🌹...
Setelah selesai berbincang dan menikmati makanan Gabrian kemudian mengajak Arelea pulang ke mansion nya setelah ada perdebatan kecil saat mengajak Arelea. Gabrian membujuk dengan segara cara agar agar mau tinggal di rumahnya.
Sebelum membawa Arelea pulang ke mansion nya ia terlebih dahulu mengantarkan Arelea untuk memulangkan kunci rumah sewaannya kepada pemilik rumah dan juga membawa beberapa barang berharga yang ia simpan.
Mereka sudah sampai tepat di depan gerbang mansion, Gabrian memencet klakson mobil nya dengan keras. Penjaga yang berada di depan gerbang pun langsung sigap membuka pintu gerbang dan menunduk hormat kepada sang pemilik mansion. Dengan sopan mereka berjajar rapi.
''Selamat malam tuan muda dan nona....'' sapa semua penjaga dan pelayan yang melintas dengan menundukkan kepala
''Selamat malam juga paman dan bibi.'' sapa balik Arelea dengan senyuman dibibir nya
''Bi Arni tolong siapkan beberapa pelayan pribadi untuk nona arelea.'' ucap Arav ramah, ia sangat menghormati orang yang lebih tua darinya.
Sang kepala pelayan wanita tadi langsung maju,''Baik tuan.'' lalu melangkah masuk kedalam untuk mengatur beberapa pelayan pribadi
___
''Apakah nona tadi akan menjadi nyonya kita ketua pelayan Arni?.'' tanya salah satu pelayan berbinar
''Wahh... aku ingin sekali melihatnya!'' Pekik pelan salah satu pelayan yang tidak sengaja mendengar percakapan mereka
''Aku ingin sekali menjadi pelayan nya, nyonya muda cantik itu sepertinya orang ramah dan baik juga sangat imut.'' sahut salah satu pelayan menanggapi ucapan temannya dengan girang
''Perempuan cantik yang dibawa oleh tuan muda itu adalah nona Arelea,'' Jelasnya
''Sttt... saya juga sangat senang beliau sudah membawa calon nyonya muda kedalam mansion pribadi nya, seperti nya mereka akan membuat buku nikah secepatnya. Sudah sudah jangan membahas ini, saya kesini mau menseleksi beberapa pelayan untuk menjadi pelayan nyonya muda'' Ucap Bi Arni lagi
''Wahh aku sangat bahagia jika menjadi pelayan nyonya muda Arelea,''
''Yasudah, kita harus bertemu dengan Tuan Arav terlebih dahulu jika ingin menjadi pelayan nyonya muda. Untuk sekarang kita boleh istirahat terlebih dahulu untuk mempersiapkan seleksi besok pagi.'' Ucap kepala pelayan tegas
''Baiklah.'' ucap sepuluh pelayan serentak, lalu mereka bubar
Gabrian membawa Arelea menuju ke atas menggunakan lift yang berada di dalam mansion nya. Tak ada pembicaraan sama sekali di dalam. Arav terlebih dahulu membuka suara.
''Tuan muda, bibi Arni sudah memerintah beberapa pelayan untuk berkumpul di halaman belakang untuk di seleksi besok pagi!''
''Seleksi yang benar benar bisa menjaga nya dimana saja Arav, aku tidak mau ada kesalahan sedikit pun.'' ucap Gabrian dingin lalu Arav hanya mengangguk sebagai jawaban
__ADS_1
Arelea hanya diam menyimak dua orang sedang berbicara disampingnya. Ia sebenarnya penasaran mengapa tiba tiba saja Gabrian membawa nya ke dalam mansion nya dan diperlakukan seperti putri yang dijaga beberapa pengawal dan harus diseleksi dengan begitu ketat. Tapi ia tak ambil pusing dengan itu semua karena yang ada dipikirannya saat ini hanya 'mempunyai teman'.
''Arelea nanti kamu tidur di kamarku dahulu yah!'' ucap Gabrian melembut
''Lalu kak Ian akan tidur di mana?''
''Aku akan ada mengurus pekerjaan ku, mungkin aku akan tidur di ruang kerja.'' ucap Gabrian berbohong padahal semua pekerjaan nya sudah selesai semua
''Baiklah kak ian.'' ucap Arelea patuh
Tingg..
Pintu lift terbuka lalu Gabrian menuntun Arelea menuju kamar pribadinya yang terletak di atas dan yang paling besar di mansion nya.
Arelea terperanjat melihat pintu kamar yang besar nya sudah seperti pintu masuk utama mansion Gabrian.
''Wahh ini pintu kamar mu kak?'' pekik Arelea masih menatap pintu kamar Gabrian.
''Apa kau suka hmm?'' tanya Gabrian gemas melihat Arelea berbinar kekaguman
''Aku sangat suka kak!'' jawab Arelea girang menatap Gabrian
''Arav, kamu boleh istirahat terlebih dahulu!'' perintah Gabrian
''Baik tuan muda dan nyonya muda saya permisi.'' ucap Arav lalu pergi menuju kamar nya yang berada tak jauh dari kamar Gabrian.
Setelah kepergian asisten, Gabrian masuk terlebih dahulu kedalam kamar lalu di ikuti Arelea. Arelea yang belum pernah masuk ke dalam kamar mewah seperti itu pun berdecak kagum dengan Gabrian.
''Ck.. ini besar sekali kak Ian.''
''Apa aku boleh tidur di kasur ini?'' tanya nya ragu ragu
''Tentu saja boleh.. ini sudah aku persiapkan untuk mu'' ucap Gabrian tersenyum simpul
''Tapi kenapa kak Ian tidur di ruang kerja, kasur ini kan besar sekali?'' tanya Arelea polos menatap Gabrian
''E-mm it-uu karena aku sekarang sedang ada pekerjaan yang belum selesai ku kerjakan.. iya pekerjaanku belum selesai hehe.'' ucap Gabrian tergagap
''Oohh baiklah..'' jawab Arelea tanpa curiga
__ADS_1
''Kalau begitu kamu tidur saja dahulu.'' mengelus-elus kepala Arelea dengan lembut
''Baiklah.'' patuh Arelea langsung menidurkan dirinya di kasur king size milik Gabrian.
Dalam hitungan detik Arelea sudah terlelap dalam tidurnya dan Gabrian yang melihat itu pun tersenyum geli dengan tingkah laku sang pujaan hati nya.
cup..
Gabrian mengecup kening Arelea dengan kasih sayang lalu ia melangkah keluar kamar menuju ruang kerja nya untuk memikirkan bagaimana agar gadisnya tidak bekerja lagi di perpustakaan dan tetap dirumah saja.
Ia duduk di kursi yang biasanya digunakan untuk mengerjakan sesuatu yang mendesak tentang perkembangan perusahaan dan terdapat beberapa monitor komputer yang terpampang di sana. Ia bergumam sendiri sambil tersenyum seperti orang gila dikala mengingat Arelea.
''Sepertinya kamu hanya butuh teman sayang!''
''Aku akan mencarikan mu binatang lucu untuk menemani keseharian mu nanti jika aku sedang bekerja... hehe.''
''Haaah.. aku memang sudah gila mencintai seseorang yang bahkan umurnya masih dibawah dua puluh tahun,''
''Oh iya waktu itu Vio mengabari ia akan menikah satu bulan lagi! apa saat itu akan aku gunakan kesempatan untuk memperkenalkan Arelea dengan orang tua ku yah?'' ucap Gabrian sambil tersenyum senyum sendiri
Hhuuhh..
''Sebaiknya aku mandi saja dahulu, agar lebih rileks.'' ucapnya lalu masuk kamar mandi.
Gabrian berbaring di samping Arelea dengan menggunakan pakaian santai rumahan yang biasa ia pakai jika sedang tidur dan dirumah. Ia mengecup kening dan bibir Arelea singkat dan memeluknya.
''Good night my love, sweet Dreams.'' Lalu ia ikut terlelap kedalam mimpi menyusul Arelea.'
...----------------...
...'To be loved sincerely and deeply is the most desired thing for all humans on this earth but many of them cannot love someone so sincerely until so deeply'...
...'Dicintai dengan tulus dan dalam adalah hal yang paling diinginkan oleh semua manusia di muka bumi ini, namun banyak dari mereka yang tidak bisa mencintai seseorang dengan tulus sampai sedalam itu'...
...JANGAN LUPA VOTE, COMMENT, FAVORIT, SHARE...
...THANKS...
...🔥 SELAMAT MEMBACA 🔥...
__ADS_1
IG: @_fikria.ns