Gadis Milikku

Gadis Milikku
Chapter 26. Cemburu


__ADS_3

''Tuan El?'' tanya Arelea menatap wajah lelaki itu membuat wajah Gabrian yang semula menatap wajah Arelea dengan damai kini menjadi datar


''Siapa dia?'' tanya Gabrian dingin


Arelea tersentak kaget mendengar nada bicara Gabrian yang terkesan acuh dan dingin kepada nya. Selama ini Arelea selalu di sikapi lembut dan juga manja oleh Gabrian tapi tidak sekalipun dibentak ataupun di marahi, (palingan mentok-mentok nya dimarahin cuman pake nada cemberut) ini kedua kalinya setelah pertemuan pertama dirinya disikapi oleh Gabrian dengan dingin seperti ini.


''K-kak i-ian'' ucap Arelea bergetar takut dengan tatapan mata elang milik Gabrian yang sedang menyoroti dirinya.


Gabrian langsung tersadar jika itu menakuti Arelea, ''Maaf kan aku, aku tak bermaksud membentak mu!'' ucapnya langsung merengkuh tubuh gadis itu.


Pemandangan kedua sejoli yang sedang berpelukan itu tak luput dari pandangan Samuel, Rahangnya mengeras dan giginya ber-gelatuk bersahutan dengan sedikit geraman menahan cemburu karena obsesi bukan cinta.


''Arelea sini dengan-ku saja, dia menyakitimu!'' kata Samuel


Arelea melepaskan pelukannya dan menatap Samuel, ''Kak Ian tidak pernah menyakiti-ku kak, tadi dia hanya terbawa emosi sesaat kok!'' ucap Arelea menjawab dengan polosnya


Gabrian yang mendengar pembelaan dari Arelea pun menjadi sombong dengan menatap Samuel yang menahan segala emosi dia pendam. Samuel jadi lupa dengan tujuannya untuk menemui klien perusahaan nya dan malah ingin membangkitkan jiwa psikopat yang sudah lama ia pendam.


''Kau ini siapa?'' tanya Gabrian ketus menatap tak suka ke-arah Samuel


''Aku adalah calon suaminya! kenapa?'' jawab Samuel dengan percaya diri nya


''Hahaha! Kamu jangan bercanda Tuan El, aku belum mau menikah loh usiaku saja masih dibawah umur untuk menikah!'' jawab Arelea diiringi suara tawanya


Dua lelaki didepannya itu langsung bungkam mendengar jawaban Arelea dan sepertinya memang iya jika Arelea masih dibawah umur untuk menikah, Karena setahu mereka perempuan menikah itu pada umumnya dapat disimpulkan bahwa usia ideal menikah terbaik adalah sekitar 28-32 tahun. Sedangkan Arelea masih dibawah 20 tahun. Tapi apapun caranya pasti Gabrian maupun Samuel tidak peduli dengan aturan tersebut, menurut mereka itu tidak sangat penting dibandingkan kebahagian seseorang.


''Heii!! kamu siapa mengaku ngaku jika menjadi calon suaminya?'' ucap Gabrian dingin dan cemburu


''Aku Samuel Braxton pengusaha BX'T Company , aku jamin kehidupan Arelea akan layak seperti ratu yang selalu dilayani oleh para maid ku dan tentunya dimanjakan olehku.'' ucapnya sombong padahal kekayaan nya belum seberapa dibandingkan kekayaan milik keluarga Gabrian.


Mengapa mereka malah membahas pernikahan? Dan malah menyombongkan diri mereka sendiri!


Arelea jadi bingung dengan perdebatan kedua lelaki dewasa itu dan dirinya memilih berjalan hingga sampai di bawah menatap indahnya pasir pantai dan indahnya gulungan ombak besar yang bersahutan dengan indahnya.


''Sudah lama aku tidak melihat indahnya pantai! Aku bahkan selama keluar dari sana tidak pernah sekalipun lagi melihat pantai dan keindahannya. Aku sangat sibuk bekerja untuk mengubah nasib hidup dan berusaha menjadi pribadi yang lebih baik dari sebelumnya, tapi saat aku sudah sukses pasti akan membahagiakan dan membalas semua kebaikan ibu panti yang selalu menjaga dan merawat aku seperti anaknya sendiri.'' Ucap Arelea memandang hamparan pasir putih yang terseret ombak.

__ADS_1


''Aku jadi tidak sabar melihat matahari terbenam!'' seru Arelea semangat


Padahal sekarang masih jam tujuh pagi hari, sedangkan matahari terbenam itu masih sore hari.. Ya ampun arelea! apa kamu mau menunggu selama itu hanya duduk di tepi pantai tanpa melakukan kegiatan apapun?


Back to Gabrian,


Karena terlalu fokus memperdebatkan dan memperebutkan Arelea mereka tidak sadar jika yang direbutkan olehnya sudah tidak ada didepan mereka. Baik Gabrian ataupun Samuel tidak ada yang menyadari itu dan malah berdebat mengenai harta. Gabrian tak sebodoh yang kalian kira, Gabrian hanya mengatakan bahwa ia bekerja di perusahaan G'A Groups tanpa menyebutkan profesi nya bekerja.


''Aku adalah pewaris keluarga Braxton dan jika Arelea mau bersamaku pasti akan bahagia, iya kan Arelea?'' tanyanya menoleh ke arah dimana tadi berdirinya Arelea


Mereka berdua terkejut saat tidak melihat Arelea berdiri didepan mereka dan Gabrian tak menyadari karena ingin tau saja seberapa kaya Samuel dan malah mendengarkan Samuel memamerkan harta benda nya yang tak seberapa itu.


''Arelea? dimana kamu?'' Gabrian cemas bahkan hampir meneteskan air mata jika Arelea hilang atau diculik, karena ia sudah waspada sedari tadi takut kejadian dahulu terulang kembali menyebabkan kehilangan seseorang yang ia sayang.


''ARELEAA!!'' Teriak Gabrian dan Samuel serentak


Tak jauh dari mereka orang yang sedang mereka cari tengah memejamkan mata menikmati hembusan angin segar pantai pun tak terganggu sedikitpun malah terlihat sangat nyenyak di dalam tidurnya. Masih seperti dahulu, jika dibawah pohon rindang dan hembusan angin sejuk pasti ia akan mengantuk hingga tertidur dengan sendirinya.


''Kemana arelea? Tadi anda seharusnya tidak memperdebatkan sesuatu yang tidak penting, sekarang kita kehilangan jejak Arelea! Untung saja pantai ini sepi, jika ramai kita susah mencari Arelea!'' Kata Gabrian dingin tapi terselip nada kecemasan didalamnya


''Kita cari saja dulu Arelea! Tidak usah memikirkan yang lainnya!'' Ucap Gabrian lagi


''ARELEAA!! DIMANA KAMU!!'' teriak Samuel


''ARELEAA!! KAMU DIMANA??'' teriak Gabrian


Sehingga di sana terdengar suara orang berteriak bersahutan mencari seseorang yang tengah bersantai tidur di bawah pohon rindang nan besar.


Secara tak sengaja Gabrian melihat seseorang yang ia kenal tengah santai memejamkan mata ditengah pohon besar nan rindang.


''Itu Arelea bukan?'' gumamnya tentu tak didengar oleh Samuel


Gabrian langsung meninggalkan Samuel dan berlari menuju dimana ia melihat Arelea sedang tertidur pulas dengan alas pasir pantai.


Sedangkan diposisi Samuel, ia masih berteriak keras mencari Arelea disudut- sudut tertentu yang jarang dijangkau manusia normal, mungkin karena insting seorang pembunuh berkedok CEO yang bisa mencari seseorang manusia normal ke dalam lubang lubang sekitar goa di pantai.

__ADS_1


''Disini juga tidak ada!''


''Lalu dimana Arelea berada ya tuhan, aku belum sempat memilikinya tapi dia menghilang seperti ini!'' keluh nya lalu duduk karena terlalu lelah berjalan mengitari pantai yang luasnya tiada kira


Dirinya belum sadar jika Gabrian tak mengikuti nya namun menghampiri Arelea. Tapi setelah sadar jika Gabrian tidak mengikuti dirinya langsung saja ia terkejut, saking khawatir nya dengan Arelea dirinya sampai lupa jika sedari tadi mereka mencari berdua sekarang menjadi sendiri.


''Lohh! kemana pria tengik tadi?'' pikirnya belum konek dengan sekitar


''Ternyata aku terlalu khawatir dengan Arelea .hingga lupa dengan pria tengik tadi!''


''Lalu tersesat kemana pria tadi!'' gumamnya malah ikutan khawatir dengan Arelea dan Gabrian jika hilang.


Walaupun mereka adalah musuh dalam urusan cinta tapi jika tentang keselamatan maka di nomor satukan, ''Aku harus mencari mereka'' lalu mulai berdiri dan mengitari pesisir pantai.


Berbeda dengan Samuel yang tengah mencari seseorang, orang yang Samuel cari ternyata sedang duduk santai menikmati hembusan angin yang segar dengan menikmati indahnya kebersamaan dengan pasangan.


Ternyata benar jika yang Gabrian lihat tadi Arelea, Setelah Gabrian meninggalkan Samuel ia berlari menuju dimana matanya tak sengaja melihat Arelea sedang tertidur pulas dengan alas pasir pantai.


Langsung saja dia berlari menghampiri Arelea dan membangunkan nya dari tidur pulas nya. Karena terlalu khawatir berlebihan dirinya sampai tega membangunkan sang bidadari yang tengah tidur, biasanya ia akan membiarkan karena takut menganggu istirahat bidadari kesayangan nya itu.


''Arelea!! Bangun sayang!'' ia mengira bahwa Arelea pingsan dan menepuk-nepuk pipinya dengan lembut.


Arelea yang mendengar suara familiar di gendang telinga nya langsung membuka matanya. ''Euugghh...'' lenguh nya


Perlahan namun pasti Arelea membuka matanya dan melihat Gabrian yang berada di depan wajahnya hanya berjarak beberapa cm itu kaget.


''Kak ian!'' pekiknya


''Kamu kenapa disini sayang? aku tadi mencari mu kemana-mana tidak ketemu eh malah asyik tidur santai di sini. Kamu membuat-ku khawatir!'' ucapnya lalu merengkuh tubuh gadis itu dan memeluknya erat.


''Maafkan aku kak! Aku malas mendengar perdebatan kalian berdua jadi aku pergi saja melihat pantai di sini eh malah aku tertidur di bawah sini! Entah kenapa kebiasaan burukku tertidur sembarangan ini selalu saja datang disaat yang tidak tepat!'' ungkap Arelea ikutan kesal


''Kamu memiliki kebiasaan buruk tidur sembarangan? kenapa lucu sekali! Hahaha...'' Ucap Gabrian tertawa


Lalu disinilah mereka berada duduk santai menikmati hembusan angin yang segar. Melupakan segala masalah yang berkecamuk di benaknya, merefresh pikiran dan menormalkan tekanan hidup.

__ADS_1


''Arelea kalau kamu mau menikah! kamu ingin menikah dengan siapa? Denganku atau dengan pria yang tadi itu?'' tanya Gabrian tiba tiba setelah keheningan melanda


''Aku akan menikah dengan....


__ADS_2