Gadis Milikku

Gadis Milikku
Chapter 47. Menuju kebahagiaan


__ADS_3

...Happy Reading...


Disebuah mewah tepatnya rumah sementara keluarga Ainsley berada, mereka tengah disibukkan dengan berbagai kegiatan. Mereka sebelumnya tidak sama sekali memprediksi terjadinya musim dingin dan juga entah kenapa mereka melupakan fakta yang sering terjadi.


''Pa... bagaimana?'' Tanya bunda


''Kita hanya mendapatkan sedikit informasi mengenai putri kita Bun, sangat disayangkan. Orang yang melindungi putri kita pasti sangat berpengaruh jadi bisa menyembunyikan nya dengan cara seperti ini, dengan cara sedikit memberikan info setelah itu mereka hapus data-data itu.'' Jawab papa frustasi


''Sebenarnya siapa orang itu pa? bunda jadi khawatir kalau putri kita akan di siksa atau semacamnya seperti film yang bunda tonton.'' Ujar bunda dengan isakan kecil


Papa mendekap erat tubuh istrinya yang sedang terisak itu seraya berkata, ''Tidak mungkin Bun. Koneksi kita banyak namun sepertinya koneksi orang itu lebih banyak daripada kita, sebentar lagi kita pasti akan menemukan putri kita!'' Tegas nya


Bunda Tasya hanya mengangguk dan membenamkan wajahnya di dada sang suaminya. Tangan kanan papa Andreas membuka salah satu lembar buku bacaan seraya tangan kirinya mengelus rambut bunda.


''Pa,'' Panggil bunda


''Hmm, kenapa sayang?'' Tanya papa dengan mesranya


''Nant-''


''PAPA, BUNDA... muaaah'' Seru anak perempuan nya dan mengecup kedua pipi orang tuanya


''Sudah classroom nya sayang?'' Tanya papa Andreas


''Sudah pa, oh iya Bun aku baru aja pesan barang loh.'' Ucap Delin memamerkan barang di handphone nya


''Apakah kualitas nya bagus sayang? mending kita beli langsung ya kan pa!'' Jawab sang bunda


''Bagus kok Bun, ini aja harganya lumayan pasti kualitasnya juga bagus lah.''


''Kalau begitu bunda juga mau dong, pesankan sekalian ya ya ya!'' Tanya sang bunda


''Ya ya ya, oh iya gimana informasi tentang adik ku pa bun?'' tanya nya setelah memesan tas incaran untuk bunda nya


''Kita hanya mendapatkan sedikit informasi, kalau dari informasi yang kita dapatkan hanya nama tanggal lahir dan tempat tinggal nya saja. Dan nanti siang papa akan turun langsung ke tempat tinggal nya, semoga saja belum pindah.'' Pinta papa dengan suara memohon


''Bunda sama Delin boleh ikut gak pa?'' Tanya delin


''Tidak usah, cuaca diluar sangat dingin. Kalian hanya duduk bersantai dirumah dan tunggu kabar dari papa saja.'' Jawab papa Andreas menolak


''Baiklah.''


***


Siang harinya papa Andreas benar-benar menepati ucapannya yaitu datang ke tempat tinggal Arelea sebelumnya. Ia bersama dua anak buah dan juga satu asistennya sudah berada di depan rumah kecil Arelea.


Sangat sepi dan sunyi yang mereka temukan. Rumah ini sudah tak berpenghuni.


''Bagaimana? Apakah menemukan sesuatu?''

__ADS_1


Tanya Papa Andreas pada dua anak buahnya setelah mengetok pintu berkali kali namun hasilnya nihil tak ada seorang pun di dalam


Dua anak buah Andreas hanya menggeleng pertanda tidak mengetahui dan asistennya menjawab, ''Tidak ada tuan besar, apa perlu kita menghubungi pemilik rumah kecil ini?''


''Ya!''


''Baik tuan, saya akan mencari nomor nya terlebih dahulu.'' Jawab sang asisten, ia mencari reklame iklan di dekatnya. Setelah menemukan nomor sang pemilik ia langsung menghubungi nya dan selang beberapa menit pemilik rumah itu mengangkat telpon.


~Dua menit kemudian


''Tuan besar,'' Panggil sang asisten


''Bagaimana? Apakah pemilik rumah itu mau kesini dan memberikan kuncinya?'' Tanya nya dengan wajah garang, sungguh pengalaman menyebalkan seumur-umur nya ia yang biasa di tunggu dan sekarang bisa-bisanya menunggu.


''Bisa tuan, sebentar lagi pemilik rumah ini akan sampai.'' Jawab si Asisten


Selang beberapa menit seseorang mendekat ke arah Andreas dan tiga bawahannya dengan memakai payung putih dan juga jaket tebal.


''Maaf apakah anda pemilik rumah ini?'' Tanya Asisten papa Andreas


''Benar tuan-tuan sekalian, pemilik rumah ini adalah saya dan gadis yang tinggal disini sudah lebih dari satu bulan pindah entah kemana saya juga tidak mengetahuinya, tetapi saat itu gadis yang menempati ini pergi dengan lelaki tampan juga memakai mobil mewah.'' Jelas pemilik rumah


''Apakah kamu tau ciri-ciri lelaki yang membawa gadis itu pergi?'' Tanya Andreas setelah diam menyimak


''Dia memiliki paras yang sangat tampan dan juga memakai jas formal, tubuhnya sangat atletis dan juga tinggi. Dia sepertinya seorang model, karena sangat dijaga ketat berbagai bodyguard.'' Jawab pemilik rumah


''Seorang model?'' Beo Andreas


''Boleh!'' Jawab Andreas


Ia sangat bahagia, karena satu persatu jawaban atas doanya dijawab oleh tuhan yang maha esa. Apalagi ia ingin sekali melihat wajah anak perempuan terakhir nya itu.


Sesampainya di tempat nya mereka langsung boleh melihat kamera rekaman di hari terakhir kalinya Arelea keluar dari rumah itu sekalian lelaki yang membawanya pergi.


Andreas sangat terharu dan rasa bersalah di dalam hatinya sangat besar. Ia sangat bersalah dalam hal ini, ia tak bisa menjaga anaknya dan juga membahagiakan anaknya itu. Ia mengamati secara intens seluruh inci wajah dan tubuh anaknya dengan tatapan memuja, ia sangat kagum karena anaknya sangat menjaga diri. Sebenarnya ia merasa pernah bertemu dengan gadis dilayar itu namun dalam ingatannya tak begitu teringat.


Dengan badan yang tak terlalu kurus dan tak terlalu besar itu berarti anaknya bisa merawat diri. Ia tak tahu saja bahwa anaknya itu bekerja pagi sampai pagi lagi untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.


''Bagaimana tuan besar? Apakah anda mengenal pria itu? sepertinya sangat tidak asing di pengelihatan saya!'' Ungkap asisten Andreas dengan seksama


''Itu adalah pewaris BL Company, Saya baru kemarin bertemu dengan nya untuk mengerjakan something yang penting dan gadis itu- saya juga menemuinya di sana. Kenapa saya tidak terlalu memperhatikan wajahnya ya tuhan,'' Pekik Andreas terkejut tak menyangka


''Bagaimana kalau kita datangi saja perusahaan nya besok tuan untuk memastikan benar atau tidak nya informasi ini,''


''Kita tidak boleh terlalu gegabah, keluarga mereka sangatlah berpengaruh di negara E ini. Ini bukan negara kita, kita tidak boleh sembarangan bertindak secara terang-terangan.'' Jelas Andreas


''Baik tuan.''


''Saya merasa bahwa tuan muda Gabrian sudah merencanakan semuanya dengan matang,'' Ujar Andreas dalam hati

__ADS_1


Mereka segera pamit dan pergi dari tempat itu, semua informasi yang ingin mereka ketahui sudah dapat dipastikan keasliannya. Kini mereka tinggal menyusun rencana agar dapat menemukan gadis yang mereka cari dengan cepat, tetapi tidak gegabah.


Andreas pulang kerumahnya dan mendapati istrinya tengah bersama anak perempuan nya di ruang keluarga berbincang-bincang ringan sesekali tertawa. Ia tersenyum.


''Bunda, sayang'' Panggil Papa Andreas


Mereka berdua menengok ke asal suara.


''Papa!'' Seru mereka menjawab


''Bagaimana pa?'' Tanya bunda


''Syukurlah Bun, papa sudah tau dimana keberadaan anak kita.'' Jawab papa bersyukur dengan memeluk istrinya


''Benar pa?'' Tanya delin memastikan, ia sudah sangat girang mendengar kabar tersebut.


''Benar tetapi kita tidak boleh gegabah dalam kondisi saat ini karena Arelea adik kamu itu berada di kawasan orang-orang berpengaruh di sini!'' Jawab papa Andreas


''Tidak apa-apa pa yang penting kita sudah mengetahui dimana dia berada,'' Ucap sang bunda


Mereka semua tersenyum mendengar kabar gembira ini.


***


Sedangkan seorang pria tampan yang sedang duduk di kursi kebesarannya itu tersenyum smirk. Ia berulang kali berdecak meremehkan seseorang.


''Sudah berapa lama mereka mencari? Cih baru sekarang menemukannya. Mau sampai kapanpun tidak akan ku lepaskan dia untuk kalian semua. Dia sudah bahagia bersama ku. Ck ck ck...'' Decih lelaki itu


''Cih menyusahkan saja, kalau tidak akan menjadi mertua ku maka tak akan pernah ku biarkan informasi rahasia itu jatuh ke tangannya walupun sedikit saja.'' Ujar nya lagi


''Apa perlu saya hapus semua informasi kamera pengawas yang akan menjadi bukti itu tuan muda?'' Tanya sang asisten


''Tidak usah, aku ingin cepat-cepat keluarga itu menemukan gadis ku dan aku hanya ingin meminta restu untuk menikahinya. Gadisku~ ahh jadi merindukan nya.'' Ucap pria itu


''Kamu kerjakan sisa-sisa berkas itu. Aku akan pulang sekarang.'' Titah pria yang berprofesi sebagai CEO tersebut.


''Baik tuan muda.'' Jawab sang asisten dengan patuh.


Setelah mendengarkan ucapan sang asisten, pria itu pergi meninggalkan ruangan dan pergi menuju parkiran. Pria itu membelah jalanan yang penuh salju dengan kencang.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung.....


IG:@_fikria.ns


__ADS_2