
Sepulangnya Arelea dari kampus, gadis itu sedang berganti pakaian rumahan. Setelahnya Arelea turun ke bawah dimana ada sang bunda sedang memasak makan malam ditemani Delin yang sedang mengetik banyak tugas di laptop nya.
''Bunda, kak delin'' Panggil Arelea
Keduanya menoleh.''Bagaimana tadi di kampus Lea?'' Tanya Delin
''Tadi aku bertemu teman lama ku kak, dia sangat baik. Dulu dia adalah satu-satunya orang yang mau berteman denganku saat masih di panti. Dia sangat baik, tetapi sayang sekali setelah lulus sekolah menengah dia harus pergi ke negara asalnya di China karena ada masalah. Dan beruntung nya kami bertemu lagi tadi di kampus, aku sempat tidak mengenali nya karena dia sangatlah tampan, berbeda dengan dulu.''
''Oh iya kak, tadi teman kakak itu namanya siapa yang mengantarkan ku ke ruang rektorat?'' Tanya Arelea
''Dia adalah teman sebangku dengan ku, namanya adalah Najwa, dia orang indonesia.'' Jelas Delin pada adiknya
''Waahh, kapan-kapan kalau teman kakak pulang ke negaranya boleh dong ikut? aku ingin melihat Bali kak,'' Ucap Arelea antusias
''Boleh itu, Bun kapan-kapan ke Bali ya liburan hehe'' Ujar Delin kepada bunda nya dengan nada bercanda
''Iya, nanti kalau papa dan kakak kalian sudah tidak sibuk kita berangkat bersama oke!''
''Siap bunda.''
Arelea berjalan menuju bunda nya yang sedang memasak. Dan juga membantu nya mengiris dan juga merebus bahan masakan.
''Bundaa... Lea bantu ya?'' Ucap Arelea seraya mengambil pisau untuk memotong wortel
Kemudian Arelea mengambil apron dan memakainya.
''Iya sayang,''
Mereka berdua memasak dengan telaten dan setelah beberapa lama Delin selesai mengerjakan tugasnya. Delin membantu bunda dan Arelea memasak sup dan juga beberapa masakan lainnya, tentunya makanan sehat dan juga tidak terlalu susah dicerna.
Harmonisnya keluarga itu tergantung orang yang menjalaninya. Dengan harmonisnya keluarga, maka keadaan rumah akan menjadi damai, dan dapat berdampak positif maupun negatif tergantung dari cara, sikap kita.
Aku tidak pernah menyangka akan berkumpul dengan keluarga ku utuh seperti sekarang. Terimakasih tuhan atas karunia yang engkau berikan kepada ku. Akan aku jaga keharmonisan ini.
***
Dibelahan dunia lain tepatnya di sebuah gedung menjulang tinggi, terdapat dua pria terlihat sedang berbincang dan salah satunya memegang sebuah cincin ditangannya. Dan juga sebuah liontin berbentuk hati dengan gambar seorang perempuan cantik.
Aku sangat merindukanmu.
Sangat sepi dan sunyi. Tak ada lagi tercium aroma masakan enak seperti hari-hari sebelumnya di mansion itu. Hanya beberapa makanan yang dia makan, itupun masakan ibunya.
''Aku sudah mencarinya ke belahan dunia mana saja Lard, tapi tidak pernah menemui sedikitpun jejak tentang dirinya.'' Ujar pria yang sedang memegang liontin, dia adalah Gabrian
''Mungkin keluarga nya sudah menutup semua informasi tentang gadis mu itu gab!'' Ujar pria di sampingnya bernama Adelard Alecsko, sahabat Gabrian
''Aku juga sudah mendatangi Washington dan mencari alamat mereka, tetapi informasi publik pun juga tidak tau menahu tentang keluarga itu. Sangat misterius bukan?'' Keluh Gabrian
''Sabar gab, siapa tahu kamu akan bertemu dengannya jika kamu sering berada di Washington?'' Usul Elard
''Tetapi akhir-akhir ini pekerjaan ku lebih menumpuk dari pada biasanya! Bagaimana kalau saat sedang libur kita bisa datang kesana?'' Kesal Gabrian
Pekerjaan memang lah bukan suatu hal yang sangat penting baginya, tetapi ia juga memikirkan bagaimana nasib beribu karyawan nya jika dia sampai lalai dari tanggung jawab sebagai atasan mereka.
__ADS_1
''Baiklah terserah kamu saja,'' Pasrah Elard
''Yasudah aku mau menjemput vita dahulu, dia pasti sekarang sudah mengamuk karena aku lama menjemput nya.''
''Thanks bro,''
''Keep strong bro! Aku yakin jika dia jodoh yang sudah diatur oleh tuhan pasti akan bertemu lagi walau terlampau jarak yang jauh.'' Nasihat Elard, sebelum pergi dia menepuk-nepuk pundak sahabat nya itu
''Ya!'' Ucapnya yakin
Selepas pergi sahabatnya pria itu kembali merenung, meski demikian tak akan mendapatkan jawaban apapun. Sekarang ia harus bisa bersabar agar bisa dipertemukan kembali Dengan gadis nya, Arelea.
Gabrian bukannya putus asa dan menyerah, tetapi karena suatu hal jika dia lalai sedikit saja pasti akan mendapatkan dampak buruk bagi banyak bawahannya. Dia akan tetap mencari keberadaan gadis nya itu tetapi dengan cara nya sendiri.
''Oh god!'' Pekiknya saat menyadari ada sang ibu berada di ruangan nya sambil menatap sendu kearahnya
''Kenapa kesini tidak bilang padaku terlebih dahulu mom?'' Ucap Gabrian menampilkan wajah seceria mungkin
Tiba-tiba Kimberly langsung saja memeluk anaknya supaya bisa menghilangkan sedikit beban dihatinya.
''Boy, apakah sudah kamu menemukan lea?'' Tanya nya saat pelukan terlepas.
Gabrian tertunduk sedih, ''Keluarga nya menutup semua akses dan informasi tentang Lea mom! Aku harus bagaimana?'' Frustasinya
''Tenang boy, untuk sementara waktu izinkan Lea menikmati indahnya kebersamaan keluarga. Jangan pisahkan mereka terlebih dahulu, jika sudah waktunya pasti kalian akan bertemu kembali.'' Ujar Kimberly
''Benar mom, aku harus membesarkan nama perusahaan dahulu. Setelah itu aku akan membawa Lea kedalam pelukan ku lagi, tentunya dengan restu dari kedua orang tuanya.''
Mungkin kalian tahu, Gabrian adalah pria egois dan juga sangat pemaksa. Meskipun dia dahulu sangat ingin menikahi Arelea dengan atau tanpa restu keluarga, tetapi dia sekarang paham. Orang tua pasti akan selalu memberikan yang terbaik untuk anaknya.
***
Tak terasa sudah hampir 5 semester atau dua setengah tahun Arelea masuk kedalam Universitas George Washington, dan Arelea juga nyaman berada di universitas itu. Walaupun tidak ada yang mengetahui bahwa dia keluarga Ainsley, tetapi banyak yang ramah kepadanya.
''Kamu masih sama ya lea,'' Ujar Daniel
''Masih suka dengan yang namanya cokelat dan juga manisan, Haha'' Lanjut nya
Arelea yang tengah memakan cokelat pun menoleh.
''Semua orang suka cokelat kak,'' Ujarnya, ''Tetapi aku sangat suka berlebihan dengan makanan ini. Hmm sangat lezaattt''
Daniel mengacak rambut Arelea gemas, Adiknya ini sudah dewasa tetapi masih saja menggemaskan.
''Apa pacar kakak belum ke negara ini?'' Tanya Arelea
''Kakak mana ada pacar sayang,'' Jawabnya terkekeh geli
''Lalu satu tahun yang lalu katanya begini 'Lea, kakak punya pacar loh. Dia sangat cantik, tetapi dia belum bisa ke negara ini. Sedih deh' Lalu apakah sudah putus dengannya? Hahaha'' Arelea meledek kakaknya itu
''Iya, sebenarnya kakak hanya fans nya saja. Dia adalah seorang penyanyi China yang sangat banyak dikagumi para pria, Fei Qinyuan.'' Ucapnya lirih dengan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal
''Hahaha, bisa-bisanya kak! Apa dia mau dengan mu?'' Ledek Arelea lagi
__ADS_1
''Mau lah, secara kakak kan tampan dan juga mapan tentunya.''
''Mapan apanya? kuliah saja belum selesai,'' Timpal Arelea
''Masih kuliah begini kakak punya usaha tau!'' Ucapnya tak terima
''Benarkah?'' Goda Arelea lagi
Tak ingin berlama-lama dengan adiknya yang super jahil itu, ia segera pergi ke kelas meninggalkan Arelea seorang diri, gadis itu masih terkikik geli di meja kantin.
Selesainya makan Arelea menyempatkan diri untuk membaca buku di perpustakaan, dia membawa beberapa buku pelajaran dan juga buku resep masakan, ditambah lagi dengan beberapa buku novel yang sengaja dia pinjam agar saat bosan dirumah tidak perlu meminjam buku pada kakaknya, Delin.
''Biologi, fisika sudah ku baca tadi, apalagi ya?'' Sambil mengetuk dagunya Arelea berpikir
''Ah iya, Novel.'' Gumamnya lalu mencari di rak paling belakang, siapa tahu ada kan.
Kemudian Arelea menuju ke arah petugas perpustakaan. Dia melihatkan kartu mahasiswa dan juga menyebutkan nama terangnya. Dia hanya meminjam dua buku karena buku pelajaran nya sudah dia baca di dalam tadi, untuk mengisi waktu luangnya.
Arelea sebenarnya sudah selesai kelas sejak sebelum makan di kantin tadi, namun dia menyempatkan waktu saja untuk membaca di perpustakaan.
Sekarang sudah pukul 4 sore, dan dia harus pulang.
.
.
''Bundaaa! Where are you??'' Teriak Arelea
Alfred sudah mulai bekerja, dan Delin juga sudah lulus. Jadi hanya Arelea saja yang masih harus bersekolah, apapun yang Arelea minta pasti orang tua nya membelikan. Walaupun Arelea tidak pernah meminta sesuatu jika dirinya tidak memerlukan dan juga tidak sangatlah penting.
''Sudah pulang sayang? Jangan berteriak nanti tenggorokan mu sakit!'' Perintah Bunda Tasya
''Iya bunda, oh iya kak delin sudah pulang bun?'' Tanya Arelea
''Sudah dari pukul dua siang tadi, memangnya kenapa? Kamu ada janji akan pergi dengan kakakmu itu kah?''
''Tidak sih, aku hanya ingin memamerkan sesuatu hehe'' Ucap Arelea cengengesan
''Kakak sedang di kamar kan bun?'' Tanya nya
''Iya, seperti dia sedang di balkon. Kamu telepon saja dia, pasti sedang tidur sambil mendengarkan musik Kakak mu itu.''
''Siap Bun, kalau begitu Lea keatas ya. Bye bunda''
Cup
Arelea mengecup pipi bundanya dan pergi ke lantai tiga, kamarnya. Dia akan membersihkan diri dahulu sebelum ke tempat kakaknya.
''Anak itu, kelakuan nya sangat manis'' Ucap bunda tersenyum menatap kelakuan Arelea
**
Bersambung...
__ADS_1
IG: @_fikria.ns