Gadis Milikku

Gadis Milikku
Chapter 55. Serangan malam


__ADS_3

...Happy Reading...


Di malam harinya sesuai perintah dan arahan sang tuan besar nya semua anak buah dari mafia itu berpencar mencari sisi aman sudut mansion Gabrian dan juga ada yang meluncur langsung ke apartemen Gabrian.


''Semua jangan sampai ada yang terluka sedikit pun'' Pesan ketua mafia itu


Mereka sedikit berhati-hati lagi karena di setiap sudut mansion ini sudah di berikan alarm khusus jika ada yang menyelinap masuk tanpa izin, akan keluar dengan sendirinya peluru dari entah asalnya dari mana pastinya tepat sasaran penyelinap itu.


''Tim A...'' Panggil tim lainnya dari sebuah Handy Talky (HT).


''Kami sudah berada di atas atap. Penjagaan di luar apartemen sangat ketat. Ketua tidak memberi instruksi di sini!'' Jawab ketua tim A


''Baik. Pastikan jangan sampai ketahuan.'' Ujarnya lalu memasukkan Handy Talky (HT).


Mereka memulai aksi masing-masing sesuai arahan tuan besar nya.


***


Sementara di dalam kamar apartemen milik Gabrian, pria itu belum sama sekali terlelap melainkan sedang berkutat dengan alat-alatnya. Banyak senjata tak terduga berada di dalam kamar itu.


Tangannya ia gunakan untuk memasukkan peluru di dalam sebuah kotak kecil yang bisa ia simpan di balik celananya sedangkan matanya fokus kepada laptop kamera pengawas.


''Heh! Kalian meremehkan seorang Gabrian Gamaliel Atkinson,'' Ujar Gabrian menyeringai tipis


Lalu pria itu dengan cepat melangkah ke ranjang dan menggendong Arelea dengan lembut agar tidak membangunkan sang kekasih. Pria itu membuka sebuah lemari dimana itu aslinya adalah sebuah lift menuju ruangan bawah tanah apartemennya yang berisikan lima ruangan besar dan juga berbeda fungsinya. Dengan cepat pria itu membaringkan badan kekasihnya di salah satu ruangan tidur bawah tanah.


Ruangan ini dilengkapi fasilitas yang mewah, terdapat satu ruangan yang berisikan komputer dan juga mikrofon untuk bermain game, juga ada laboratorium disitu terdapat banyak tikus percobaan berada dalam tabung besar. Dan juga dilengkapi oleh AC dan juga kamar mandi lengkap. Impian sih. Hanya Gabrian dan beberapa teman dekat nya saja yang tau ruangan bawah tanah ini.


Cup


''Selamat malam, tidur yang nyenyak sayang'' Setelah itu pria ini kembali ke atas mengunakan lift dan kembali merakit beberapa senjata lagi.


''Kali ini aku akan mempertahankan Arelea dan juga sepertinya pria tua itu sudah mengirimkan surat lamaran ke kediaman tuan A untuk putrinya. Heh, sebentar lagi aku akan memiliki mu seutuhnya sayang.'' Ujar nya bermonolog sendiri


Dorr.. Dor


Suara tembakan dari bawah pun sudah terdengar sampai ke atas. Untungnya Arelea sudah ia pindahkan ke ruangan nya yang berada di bawah tanah kalau tidak pasti gadis nya itu akan terbangun karena suara nyaring dari luar itu.


''Ck, cepat sekali.'' Decak Gabrian santai

__ADS_1


''Padahal niatnya aku akan memulai, ck ck tidak sabaran sekali.''


''Baiklah ini maumu, let's start the game from now on!'' Ujarnya lalu menyeringai dengan mengencangkan pistol jarak jauh nya


Sttth sttth


Peredam suara yang ada di pistol Gabrian membuat para lawannya kalah karena sama sekali tidak mendengar suara apapun, namun sesuatu menembus tangan nya.


''Stupid!'' Umpat Gabrian, wajah nya berubah menjadi tegas dan juga matanya memancarkan api kemarahan


Jika ketua mafia itu tahu Gabrian mengumpati dirinya dengan menyebut bodoh pasti dengan sekali jentikkan tangan kepala Gabrian sudah terputus dari tubuh nya. Namun itu sepertinya tak mungkin terjadi mengingat bahwa pria ini adalah kesayangan anaknya.


''Tim A tertembak dua, di bagian lengan nya. Segera siapkah medis!'' Perintah ketua tim


''Segera! Jauhkan dari jangkauan, saya dan yang lain akan segera mengambil peluru itu!'' Jawab nya


''Segera geledah apartemen ini saat pria itu terkecoh!'' Ujar tim B memberi instruksi


''Laksanakan!'' Mereka semua mengecoh Gabrian dengan menembakkan peluru di bagian-bagian tubuh apartemen nya


dor dor dor


Gabrian sudah terkecoh. Namun ia juga menyadari itu, Arelea aman.


Baku tembak tak terelakkan lagi, sudah banyak anggota yang tumbang karena terkena tembakan. Walaupun sudah memakai rompi anti peluru tetap saja beberapa bagian tubuh tidak tertutupi. Hingga bagian lengan dan kaki dapat di jangkau oleh peluru dengan mudahnya.


Suasana yang tadinya agak sedikit menyeramkan sekarang menjadi tegang dan hawa sekitar pun juga mulai mendingin. Musim dingin Gabrian kali ini bukanlah melihat layar laptop sepanjang hari namun menembaki orang hingga terluka demi Arelea.


''Menyerah lah kau Tuan muda Atkinson!'' Teriak ketua tim A dengan kaki berlumuran darah


Gabrian tersenyum smirk, Heh mana mungkin ia menyerah begitu saja. Bukan Gabrian namanya jika menyerah, ia adalah pria pantang menyerah dalam situasi apapun.


''Cih, kau bilang apa? menyerah? in your dreams i will never give up!'' Ujar Gabrian dengan berdecih


Dari Handy Talky (HT). ketua tim A dapat mendengar suara anak buahnya yang berada di dalam apartemen yang sedang mencari nona muda nya.


''Tuan, di dalam tidak ada satupun wanita apalagi nona muda juga tidak ada!'' Tutur nya


''Ck.. dimana kamu menyembunyikannya tuan muda Atkinson?'' Tanya ketua tim A menahan perih di kakinya, darah mulai banyak menetes namun ia belum menghubungi tim B untuk tindak medis untuk dirinya.

__ADS_1


''Heh? Hanya dengan tembakan di kaki saja kau sudah selemah itu cih. Bagaimana caranya kamu melindungi nona muda mu nanti?'' Ucap Gabrian meremehkan


''Ck ck ck... tak ku sangka tuan muda Gabrian menyembunyikan adikku dengan begitu rapat.'' Ujar dingin dari seorang pria dari kegelapan dengan menggendong seorang gadis di pundaknya


Mata Gabrian membelalak lebar, Itu adalah Arelea, gadisnya. Sial kali ini dia terlalu meremehkan seorang tuan muda keluarga A.


''Apa yang kau lakukan terhadap gadis ku hah? Lepaskan dia!'' Teriak Gabrian murka


Namun pria itu hanya terkekeh geli, sayang nya kali ini dia tak akan memberikan adik nya itu kepada pria ini. Sudah cukup kali ini saja ia menculik adiknya sendiri, baru dia dan keluarga akan memberikan secara baik-baik jika Gabrian juga meminta gadis itu secara baik-baik.


''Jika kamu ingin mempertahankan dia,'' Tunjuk pria itu kepada gadis di gendongannya


''Minta lah restu ke keluarga kami, semoga papa dan bunda kami menerima dirimu yang sudah menyembunyikan seluruh identitas adikku ini. Dan juga terimakasih sudah merawatnya selama ini.'' Ungkap nya tulus dari hati


Pria itu lalu pergi meninggalkan Gabrian yang masih menahan amarah.


''BRENGSEK KAU ALFRED!! KEMBALIKAN DIAA!!'' Teriak Gabrian


Seluruh anak buah pria itu pergi meninggalkan tempat kejadian dengan menyisakan darah berceceran dimana-mana, bahkan bau amis lagi dan lagi tercium di lubang hidung Gabrian. Seolah ia tak bisa menghirup bau itu, tubuhnya jatuh kebawah dengan air mata yang menggenang di pelupuk mata nya. Pria itu menangis sejadi-jadinya.


Sekarang ia harus mengejar pria tadi. Segera pria itu bangkit dari bawah dan mengambil kunci mobil di sakunya dan kemudian menjalankan mobil dengan kecepatan tinggi tanpa memikirkan kondisi cuaca yang sedang ekstrim ini.


Alfred menculik adiknya sendiri dari genggaman lelaki tercinta adiknya. Sungguh ini hal yang sangat konyol namun demi apapun ia sesungguhnya tidak ingin melakukan hal seperti ini.


''Tidak.. tidakk.. tidakk... Aku tidak ingin kehilangan dia. Aku harus menjemputnya. Aku harus mengambilnya dari pria itu.'' Gumam Gabrian frustasi


Pria ini sungguh sudah gila.


.


.


.


.


.


Tamat...

__ADS_1


IG: @_fikria.ns


__ADS_2