Gadis Milikku

Gadis Milikku
Chapter 34. Shopping food


__ADS_3

...HAPPY READING...


Gabrian kemudian bangkit dari duduknya dan beranjak ke kamar mandi untuk merilekskan dan membersihkan tubuhnya dibawah guyuran air dingin. Setelah selesai ritual mandinya ia ikut berbaring dan memejamkan matanya dengan memeluk erat tubuh mungil gadisnya.


______________


Pagi harinya Arelea bangun terlebih dahulu, ia merasakan ada sesuatu yang berat menimpa perutnya. Ia melihat kearah bawah ternyata ada tangan kekar yang memeluk dirinya posesif.


Dengan hati-hati ia memindahkan tangan itu ke sampingnya, namun bukannya lepas justru malah semakin erat dirinya dipeluk. Gabrian yang merasakan pergerakan dari Arelea langsung terbangun meski belum membuka matanya.


''Kak,'' Arelea menoel-noel pipi Gabrian berharap melepaskan dirinya.


'Ugghh' Pria itu melenguh panjang,''Hmm ada apa?'' tanya Gabrian dengan suara serak khas bangun tidur


''Emm aku ingin ke dapur untuk minum air'' jawab Arelea sedikit gugup


''Nanti saja ya, temani aku dulu.'' Tolak Gabrian, ia langsung membenamkan wajahnya di dada Arelea dan mencari posisi nyaman untuk tidur lagi. Karena mereka sampai di mansion tepat pukul 00.30 A.M dan ditambah lagi ia membersihkan badan, ia tidur hanya 5 jam dan itu belum cukup. Sebelum adanya Arelea biasanya ia paling lama tidur hanya 4 jam dan karena sekarang ada tempat nyaman untuk nya tidur paling sebentar ia tidur lima jam itupun hanya kemarin.


''Emm kak, ini sudah pagi! Aku harus membersihkan diri dan juga memasak.'' ujar Arelea


''Nanti saja, Biarkan maid yang memasakkan makanan untuk kita'' jawab Gabrian memejamkan mata.


''Tapi aku juga harus membantu mer-''


''Tidak usah'' Ucap Gabrian memotong pembicaraan dengan nada dingin


Jika sudah seperti ini mau sampai kapanpun tak akan pernah diijinkan, apalagi sekarang ia sudah merasakan hembusan nafas teratur dari pria itu yang artinya sudah tertidur kembali. Finally Arelea pun malah jadi ikutan tertidur dengan menyamping, sebelah tangan di rambut Gabrian dan juga sebelah tangan memeluk Gabrian.(Pikirkan sendiri gmn posisinya🤣)


Pukul 10.00 lelaki berparas bak pangeran itu terbangun dari tidurnya dan ketika membuka mata yang pertama ia lihat adalah seorang putri tidur yang sangat cantik. Tak hanya berparas cantik namun juga wajahnya sangat damai.


''Sayang, kamu cantik sekali beruntung nya diriku ini memilikimu.'' Lirihnya melihat wajah Arelea


Arelea sama sekali tidak terusik dengan tindakan yang baru saja dilakukan Gabrian. Pria itu duduk dan kemudian beranjak ke kamar mandi untuk membasuh muka juga menggosok gigi nya.


''Hmm aku sudah tampan, Lea pasti akan sangat terpesona denganku nanti. Hmhmhm'' Dengan percaya diri tingkat tinggi Gabrian keluar dari kamar mandi dan mendapati Arelea sudah bangun namun belum membuka matanya, hanya bersandar di headboard.


Gabrian menghampiri Arelea,''Hey sayang,'' Ia mencoba menyadarkan gadis itu.


''Heumm?'' Arelea dengan malas membuka matanya, karena terlanjur tak ada kegiatan hari ini karena ditahan Gabrian untuk tidur lagi di mansion sebesar ini membuatnya menjadi malas membuka matanya. Ini salah Gabrian menyuruhnya untuk tidur membuat nya enggan membuka mata.


''Sayang, kamu tidak jadi mau buat yang kayak semalam hmm?'' Tanya Gabrian


Mata Arelea seketika langsung terbuka, ''Jadi kak, kapan kita beli bahan nya?'' Entah hilang kemana rasa kantuknya tadi,


''Nanti agak sorean yah? Soalnya hari ini aku harus mengadakan meeting dengan beberapa petinggi perusahaan G'A Groups'' Jawab Gabrian


''Oke kak... emm kakak sudah makan belum?''


''Belum, aku menunggu kamu. Kalau begitu ayo kita makan kamu kan sudah bangun'' kata Gabrian


''Baiklah, tapi aku mau cuci muka terlebih dahulu okei?'' Gabrian hanya mengangguk dan Arelea langsung berlari menuju kamar mandi untuk menggosok gigi nya dan membasuh wajahnya.


Gabrian memeriksa dua email yang masuk ke dalam situs tab kerjanya. Meeting dimulai pukul dua belas siang dan sekarang pukul sepuluh maka ia harus menghadiri meeting itu dalam waktu dua jam lagi, itu masih lama bisa untuknya hanya sekedar untuk bersantai dan ber manja dengan Arelea.


''Sudah selesai sayang?'' Teriak Gabrian bertanya dari kamar. Dia sangat berisik sekarang.


''Sebentar,'' Balas Arelea teriak dari dalam


Tak lama kemudian Arelea keluar dari kamar mandi dan langsung mengajak Gabrian untuk turun makan bersama.


''Ayo kak, aku sudah selesai'' Ujar Arelea ketika didepan pria jangkung itu.


Gabrian langsung menyimpan tab nya di atas nakas dan menggendong Arelea seperti membawa karung beras di bahunya membuat empunya terkejut berteriak meminta diturunkan.


''AAA... KAK TURUNKAN AKU!'' Pekik Arelea kaget


''Sudah diam saja kamu!'' Gabrian terkekeh pelan, ia sengaja ingin mengerjai gadisnya.


''Kak aku malu'' Lirih Arelea ketika dilihat beberapa maid yang sedang bekerja.


''Makanya diam saja,'' Gabrian makin terkekeh melihat tingkah Arelea yang menyembunyikan wajah cantiknya itu di ceruk leher Gabrian.

__ADS_1


''aku sangat malu kak, turunkan aku... '' Gabrian langsung menurunkan Arelea dari gendongannya karena sudah sampai dimeja makan, namun ia meletakkan Arelea di pangkuan nya.


''Sudah'' Saat Arelea hendak turun dari pangkuan Gabrian, pria itu langsung memeluk pinggang nya erat tentu membuatnya tak jadi turun.


''Diam disini dan jangan bergerak atau kamu akan menerima akibatnya'' ancam Gabrian dengan suara parau


''Baik'' ucap Arelea tertahan


''Gadis pintar'' puji Gabrian mengelus surai Arelea


Mereka akhirnya makan dengan Arelea duduk dipangkuan Gabrian dan Arelea menyuapi dirinya sendiri juga Gabrian. Manjanya lelaki ini!.


Selepas itu Gabrian menghabiskan waktu berdua nya dengan Gadis cantik itu dengan singkat, karena melihat waktu yang akan Gabrian gunakan untuk berangkat dari mansion miliknya ke perusahaan nya bisa menempuh jarak sekitar 30 menit.


''Sayang, aku berangkat dulu ya! Nanti pukul dua aku usahakan agar sudah selesai meeting nya okay'' Ucap Gabrian berpamitan kepada Arelea


Arelea mengangguk dan memeluk sekejap tubuh pria atletis didepannya itu membuat pria itu diam tak bergerak sama sekali, ini adalah first time nya Arelea memeluk dirinya karena inisiatif gadis itu sendiri tanpa ia suruh. SUNGGUH INI SANGAT LANGKA!!!.


''Tuan mobilnya sudah siap, silahkan'' ucap Arav mempersilahkan, karena tindakannya itu membuat Gabrian tersadar dari lamunannya dan mencium pucuk kepala Arelea dengan tersenyum kepada Arelea hingga ber sayo-nara.


Gadis itu kembali ke dalam mansion dengan senyuman malu-malu kucing nya, entah dorongan dari mana yang membuat nya memeluk tubuh Gabrian. Itu tadi hanya secara tak sengaja namun membuat sesuatu dalam dirinya membuncah kebahagiaan.


''Ya tuhan kenapa dadaku begitu cepat berdebar nya, apakah aku mempunyai penyakit?''


''Oh tuhan, aku harus segera memeriksanya nanti!'' Seloroh Arelea memegang dada nya yang sejak tadi berdebar kencang.


...__________________________________...


Sesampainya di kantor, Gabrian di sambut oleh karyawan dan juga relasi bisnis yang sedang mengajukan kerja sama dengan bidang yang berbeda-beda setiap perusahaan nya. Jika perusahaan G'A Groups yang Gabrian jalankan adalah produksi Buku tetapi berbeda dengan G'A Groups yang berada di luar negaranya, bidangnya masing-masing berbeda setiap tempatnya namun tetap sama-sama berkaitan. Jika perusahaan yang ditinggal kan oleh Daddy nya bergerak dalam berbagai macam lain halnya dengan perusahaan yang di wariskan mommy nya kepada pria itu, mommy nya mendirikan perusahaan yang bergerak dalam bidang Komunikasi, Transportasi dan Elektronik. Sangat berbeda kan? Kenapa Gabrian memilih untuk menjalankan perusahaan Daddy nya, jawabannya karena Gabrian adalah lelaki yang menyukai buku dan ini juga alasan ia mendirikan perpustakaan.


''Selamat datang tuan muda'' Serentak mereka semua membungkuk hormat


Gabrian tak menjawab, ia masih dengan gaya pemimpin yang kuat dan juga gaya cool nya membuat dirinya semakin di segani oleh para karyawan dan juga rekan-rekan nya diikuti arav dibelakangnya.


''Tuan muda, para petinggi sudah berada dalam ruang meeting dan mereka semua tinggal menunggu anda.'' Kata Arav Formal


''Siapkan berkasnya rav, aku akan segera datang ke ruangan.'' Jawabnya


''Ingin bermain-main dengan ku ternyata, Huh enak saja!'' Geram Gabrian


Dengan langkah lebar Gabrian sampai di pintu ruangan di mana dalamnya berisikan sampah-sampah perusahaan yang harus segera di singkirkan. Ingin mengorupsi dana-dana perusahaan dengan begitu mudah, oh tentu tidak bisa. Gabrian sudah lama tau tentang gerak-gerik mereka semua, akhirnya sebelum kebobolan ia mengumpulkan semuanya untuk mendiskusikan hal itu dan juga memecat semua petinggi jika masih ingin bermain-main dengan nya.


Mereka semua melakukan hal sama kepada Gabrian, Menunduk hormat. Namun berbeda dengan lelaki di ujung yang sangat tak suka dengan keberadaan Gabrian disini. Itulah penghianat nya seorang manajer keuangan senior yang suka menindas bawahannya.


''Sial, dia pasti sudah tau pergerakkan ku!'' Lirih Pria itu dengan geram


Gabrian menyadari itu.


''Rapat akan segera dimulai, dimohon tenang!'' Ujar arav ketika masuk ruangan.


Akhirnya rapat dimulai dan disinilah mulainya pergerakan- pergerakan mencurigakan di bangku paling belakang.


''Kamu bagian manajer keuangan!! Kenapa tidak bisa serius hah? Ini penting dan kamu malah sibuk bermain ponsel, apa itu dinamakan menghormati!'' Teriak Gabrian murka


Secara tidak sengaja ponsel lelaki itu jatuh membuatnya mendesis, semua data-data keuangan dan juga korupsinya ada dalam ponsel tersebut namun jika mati habis sudah dirinya. Dihukum penjara atas kasus korupsi dan juga kehilangan kekayaan. Pasrah sudah yang ia lakukan sekarang bila tuan muda nya itu mengetahui semuanya.


''S-saya m-inta maaf tuan, tadi istri saya memberikan sebuah pesan kalau anak saya dilarikan dirumah sakit.'' Elak pria itu dengan sedikit takut


''Kalau boleh, saya ingin izin bekerja untuk menemani dan juga menjaga anak saya selama dua hari kedepan.'' Kata pria itu, waktu yang ia gunakan untuk mengemasi barang dan juga membeli tiket untuk pergi keluar dari negara ini.


''Baiklah,'' kita ikuti permainan busukmu ini pria tua.! Batin gabrian dengan smirk kecil yang tak disadari siapapun


''Terimakasih tuan,''


''Saya akan izin setelah rapat selesai, sekarang silahkan lanjutkan apa yang sedang anda lakukan'' Ujar pria itu


Akhirnya mereka semua melanjutkan meeting dan selesai pada pukul 2 siang, kemungkinan sampai ke mansion besarnya itu setengah tiga sore.


'Pasti Arelea sudah menunggu aku datang' Batin Gabrian


''Cepatkan jalannya rav jangan seperti siput, lambat sekali! Arelea pasti sudah menunggu ku'' Kata Gabrian dingin

__ADS_1


''Baik tuan'' Jawab Arav


Tak butuh waktu lama lagi akhirnya mereka sampai di mansion besar Gabrian, Pria itu turun dengan gaya cool apalagi kancing jasnya sudah terlepas dan tiga kancing kemejanya sengaja ia lepas. Terkesan sangat tampan dan gagah. Ia segera masuk mencari Arelea di kamarnya.


''Sayang?'' Panggil Gabrian saat sudah di kamar


''....'' Tidak ada sahutan sama sekali


''Lea? Sayang?'' Panggil Gabrian sekali lagi.


Tetap sama masih tak ada jawaban dari gadisnya itu, ia berinisiatif untuk bertanya kepada salah satu maid dan maid itu mengatakan bahwa Arelea sedang bermain dengan millie and Miko sang kucing yang kadang bisa membuat hatinya meradang.


Gabrian cepat-cepat melangkah ke taman belakang untuk mencari Arelea dan benar saja Arelea sedang duduk di ayunan yang terbuat dari rotan mahal juga dua kucing yang sedang dipangkunya.


''Sayang!'' Panggil Gabrian datar


Arelea menoleh, ''Ya kak?'' belum menyadari nada bicara Gabrian ternyata, Ohoho! Pria manjamu itu sedang marah nona.


''Singkirkan dua binatang sialan itu sekarang, ayo jadi ke mall tidak?'' Geram Gabrian mencoba mengalihkan.


Bola mata gadis itu memancarkan binar bahagia dengan cepat ia memasukkan dua kucing kecil itu kedalam kandangnya yang berbentuk indah.


''Aku pergi dulu ya. Nanti aku belikan makanan untuk kalian, byebye kesayangan lea'' ucap gadis kecil itu dengan sangat imut


'meaongg'


'meaongg'


Kucing pun paham apa yang dibicarakan gadis itu! hah yang benar saja.


''Ayo sayang!'' Gabrian mengandeng tangan arelea dan kepalanya menatap kandang kucing itu, dengan cepat ia menjulurkan lidahnya agar kedua kucingnya itu cemburu melihat sang majikannya di bawa oleh yang lain.


***


''Ayo sayang kita berangkat sekarang! Jam segini tidak terlalu ramai di dalam mall jadi kita bisa santai'' Ungkap Gabrian


''Aku mau berganti pakaian dulu kak, ini tadi terkena bulu kucing takut kalau nanti bahan makanan yang akan kita beli terkena bulu kan jadi tidak enak'' Ujarnya menjawab


''Baiklah,'' Setelah itu Gabrian turut berganti pakaian dengan kasual ala-ala lelaki modern di era sekarang.


***


Mobil Gabrian terparkir rapi di halaman mall yang berada di tengah-tengah kota ini yang bernama Les 4 Temps & le CNIT.


''Ayo sayang,'' Gabrian merengkuh pinggang Arelea agar lebih dekat dengan dirinya.


''Huum'' Jawab Arelea


Dipertengahan saat memilih bahan makanan itu Gabrian dikejutkan oleh seorang ibu-ibu yang jika dilihat dari pakaiannya adalah orang kaya tengah berlari menabrak gadisnya dengan wajah bingung plus panik.


''Maaf kan saya nona!'' Ucap ibu-ibu itu kepada Arelea


''Tidak apa-apa bu'' Jawab Arelea lembut


Ibu-Ibu itu mendongak menatap gadis didepannya itu dengan mata terbelalak.


''Kau....


...-----------...


''People say women are always right and men are always wrong but women are always wrong if they refuse the wishes and orders of the husband if they are married''


''Kata orang perempuan selalu benar dan lelaki selalu salah namun perempuan selalu salah jika menolak keinginan dan juga perintah sang suami jika sudah menikah''


...----------------...


Hayo apa yang membuat ibu-ibu itu terkejut??


Jangan lupa like comment favorit and vote ❤️


iG: @_fikria.ns

__ADS_1


__ADS_2