Gadis Milikku

Gadis Milikku
Episode 17. Millie and Miko


__ADS_3

...🌹🌹HAPPY READING 🌹🌹...


''Baiklah... kucing ini akan kuberi nama millie dan Miko, bagaimana bagus tidak kak?''


''Atau kakak mau memberi nama lain?'' tanya nya


''Bagus, terserah kamu saja!'' mencoba menghilangkan rasa cemburunya pada kucing itu.


Arelea yang sedang bermain dengan dua kucingnya sedangkan Gabrian sedang memperhatikan raut wajah Arelea yang kadang tertawa berbicara dengan binatang dan ceria.


'Aku suka sekali dengan ekspresi mu saat sedang senang seperti ini.. kapan kira kira kamu menyadari perasaan ku?.. secepatnya setelah kamu menyadari itu akan aku buat kartu keluarga bersamamu sayang...'


''Arelea sayang... aku mau mengerjakan berkas di kursi dekat taman itu dulu ya!'' mengusap kepala Arelea lembut


''Ya kak... aku akan melanjutkan main dengan Millie dan Miko hehe.'' ucap Arelea menatap teduh Gabrian


deg.. deg.. deg..


Jantung Gabrian berdebar melihat tatapan teduh dari Arelea, jiwanya seakan sedang terbang ke nirwana karena melihat keindahan walau sekedar bertatap teduh tapi bisa membuat hatinya berbunga bunga. Ia menyimpulkan bahwa Arelea nyaman bersama dirinya.


''Baiklah...'' lalu Gabrian berjalan menuju kursi santai untuk mengerjakan beberapa berkas dan menandatangani kontrak dengan perusahaan nya.


Gabrian Gamaliel Atkinson, CEO besar dan pewaris keluarga Atkinson dan Yovanka. Seorang pria dewasa yang sama sekali tidak terlalu tertarik dengan lawan jenis dan lebih mementingkan pekerjaan itu. Bagaimana mau tertarik dengan lawan jenis jika setiap hari ia bergelut dengan dunia bisnis dan yang ia tau hanya membuat keputusan, mengelola operasional perusahaan hingga sumber daya perusahaan.


Sebenarnya mommy nya sudah pernah menanyakan kapan ia memiliki seorang pendamping dan mempunyai penerus selanjutnya untuk keluarganya tapi Gabrian menjawab dengan santai bahwa jika sudah jodohnya pasti tuhan akan mempertemukannya.


~Flashback on~


Gabrian yang baru saja selesai meeting bersama beberapa klien penting langsung masuk ke dalam ruangan CEO nya untuk beristirahat sejenak untuk menghilangkan rasa penatnya. Tapi siapa sangka kalau ia malah sudah di hadang dengan mommy nya yang sudah duduk di sofa panjang sambil menatap kesal Gabrian.


''Ada apa mom?'' tanya Gabrian yang sudah tau mommy nya pasti akan menanyakan apa


''Kapan mommy akan menggendong cucu darimu sayang?'' ucap Kimberly merengek pada anaknya


''Aku kan sudah pernah bilang kalau aku akan menikah dengan wanita pilihanku dan jika memang sudah jodohnya pasti kita bertemu. Mommy tenang aja oke?'' mencoba menenangkan mommy nya yang masih merengek


''Tapi kapan sayang? mommy dan daddy sudah ingin memiliki cucu.. kamu ini sudah tua lohh masak belum nikah nikah juga!'' ''Temen temen mommy aja udah banyak yang punya cucu loh, masa mommy belum punya sendiri sih?''


''Jangan jangan kamu suka sama anak nya kak Naomi ya?''sinis Kimberlly kesal dengan sikap anaknya


''Mommy wanita itu hanya bisa shoping dan menghabiskan uang saja, tapi kalo masalahnya itu sih gak apa apa aku punya. Tapi, wanita yang seperti itu tidak hanya bersamaku saja pasti dibelakangnya ada seorang laki-laki yang sangat ia cintai untuk memeras harta keluarga kita!'' jelas Gabrian disimak baik baik oleh mommy nya.


''Astaga mom sejak kapan aku suka sama laki laki.. aku masih normal mom! aku juga suka dengan perempuan tetapi belum ada saja yang cocok denganku. Jika sudah saatnya aku bertemu aku akan menikahi nya langsung hehe. Dan sekarang aku sudah memilikinya.'' Jawab Gabrian kesal dengan pertanyaan terakhir sang mommy

__ADS_1


''Yasudah tapi secepatnya mommy mau cucu. Ya kalo cari wanita yang cantik yah biar cucu mommy nanti juga imut... hihii''


''Benarkah? bawa dia kemari!'' ucap Kimberlly langsung berdiri dan sudah membayangkan dirinya menggendong cucunya yang sedang bermanja-manja padanya suatu saat nanti.


''Ck.. iya mom.''


''Aku kesini tadi cuman mau menanyakan itu kepadamu jadi sekarang aku mau pulang saja... bye anakku sayang. CEPAT BAWA CALON ISTRI MU KEMARI YA!'' ucap Kimberlly berjalan keluar untuk menemui sang suami tercinta yang menunggu didalam ruangan khusus milik keluarganya dan berteriak di akhir kata


Gabrian refleks menutup telinganya,''Aduh bisa enggak sih gausah teriak teriak mom?''


''Kalo cuman tanya itu kan bisa telpon aku atau kirim pesan, ngapain malah nyamperin ke sini kurang kerjaan banget sih mom-mom.'' gerutunya pada diri sendiri sambil mengecek kembali data data yang berada diatas mejanya.


''Gimana sweety?'' tanya Drax pada istrinya yang baru saja masuk.


''Anakmu itu sangat sudah sekali di beritahu Drax. Apa iya dia mau jadi perjaka tua seumur hidupnya kalo tiap hari aja cuman di kantor main laptop ngerjain berkas!'' ucap Kimberly jengah dengan sikap putranya yang gila kerja itu


''Bagaimana lagi sweety itu sudah keinginan dia sendiri, nanti jika kita ikut urusan nya malah dikira kita jadi orang tua yang gak mementingkan kebahagiaan anaknya.'' ucap Drax menjelaskan


''Kalau memang kebahagian nya belum ia temukan biarlah ia bekerja dahulu sebelum ia disibukkan dengan rumah tangga nantinya.'' lanjutnya


''Hm tapi sama saja anakmu itu seperti robot yang bekerja tanpa mengenal waktu drax.'' ucap Kimberly khawatir pada kesehatan anak semata wayangnya


''Tenang sweety dia tidak akan terganggu dengan kesehatan nya. Aku sudah menyuruh Arav memberikan vitamin di setiap makanan dan minuman yang Gabrian minum.'' ucap Drax menenangkan kekhawatiran istrinya


''Ck.. kau ini, bukankah setiap hari kau bermanja padaku haa??'' dengus Kimberly yang tau maksud suaminya itu


Lalu terjadilah apa yang terjadi, Drax meminta sang istri untuk memanjakannya seharian tanpa mengerjakan apapun didalam ruangan nya itu...


~Flashback off~


Arelea yang mulai haus pun berhenti bermain dengan millie dan Miko dan masuk kedalam pantry untuk mengambil minum.


''Nyonya apa ada yang bisa saya bantu?'' ucap pelayan yang masih agak muda bernama Nina itu dan berharap bisa membantu nyonya kecil nya.


Arelea yang mendengar suara itu terperanjat lalu membalikkan badan,''Tidak usah kak.. aku bisa menuangkan air sendiri kok!'' ucap Arelea tersenyum manis


''Kyaa.. ya tuhan manis sekali nyonya jika tersenyum seperti itu!'' pekik Nina sang pelayan kegirangan


''Ehh.. iya kah kak?'' tanya Arelea malu malu


''Wahh nyonya cantik dan menggemaskan sekali.. apakah aku boleh menyentuh pipimu?'' Nina yang sudah gemas dengan kelakuan nyonya kecilnya itu tak sengaja mencubit pipi Arelea dengan gemas


''Maaf kalo boleh tau berapa umur nyonya?'' tanya Nina penasaran karena melihat tubuh gadis didepannya ini meski mempunyai body dan tinggi badan yang bagus tepi masih terlihat aura anak anak yang melekat di-diri majikanya.

__ADS_1


''Umurku baru 18 tahun kak.'' ucap Arelea terus terang


''Wahh ternyata tuan muda suka dengan daun muda yah!'' kaget Nina mengetahui umur nyonya muda nya


''Apa itu daun muda kak?'' tanya Arelea penasaran menatap Nina


Nina gelagapan takut salah menjawab akhirnya mengalihkan pembicaraan, ''Oh iya nyonya tadi ke sini untuk apa?''


''Oh astaga aku tadi akan mengambil minum tetapi lupa.'' ucap Arelea langsung berlari kearah gelas yang sudah ia isi dengan air mineral dan meneguknya tandas.


''Ya ampun nyonya pelan pelan nanti tersedak jika meminumnya secara tergesa gesa!'' peringat Nina yang melihat nyonya mudanya meminum air mineral dengan sekali teguk


''Hah... akhirnya lega, aku tadi haus sekali kak jadi masuk ke dalam untuk mengambil minum eh tapi malah ada kakak. Jadi aku melupakan minum ku dan berbincang dengan kakak deh! Hehe...'' ucap Arelea polos lalu Nina hanya mengangguk


''Baiklah nyonya silahkan lanjutkan aktifitas anda, saya akan kembali bekerja kembali.'' ucap Nina formal lalu membungkuk


''Baik kak, eh tidak usah membungkukkan badan itu namanya tidak sopan kak... kakak kan lebih tua dari aku jadinya harusnya aku yang membungkuk hormat kepada yang lebih tua..'' jelas Arelea menjunjung tinggi nilai-nilai kesopanan


''Ah-ha baiklah nyonya mari.'' lalu Nina melangkah pergi melanjutkan pekerjaan nya kembali setelah menyapa dan sedikit berbicara dengan nyonya mudanya.


Arelea kembali ke halaman belakang untuk bermain bersama Millie dan Miko yang sedang berguling guling dan menjilati kakinya masing masing.


''Millie Miko sini dong, kakak bawa makan siang untuk kalian nih. Hehe!'' ucap Arelea menggendong kedua kucing kecil itu kedalam pangkuannya.


meong meong


Seolah tau apa yang sedang dibicarakan kucing itu, Arelea segera menuangkan makanan khusus untuk kucing yang ia beli bersama gabrian kemarin di toko hewan.


Gabrian yang melihat interaksi antara Arelea dan kucing itu tersenyum lebar karena ia tak salah memilih pasangan. Karena Arelea lain dari mereka semua yang tidak mementingkan harta dan kedudukannya. Arelea masih tetap menghormati orang yang lebih tua darinya seperti tadi disaat Arelea tak membiarkan Nina membungkuk badan ke padanya, Ya! Gabrian sedari tadi melihat semuanya dan mendengarkan semua pembicaraan dua orang di pantry dapur tersebut.


'Berbahagialah sayang, i love you more'


......................


...'Enjoying happiness with your partner is an interesting thing. Make each other happy and help each other that's the way to strengthen the relationship'...


...'Menikmati kebahagiaan bersama pasangan adalah hal yang menarik. Saling membahagiakan dan saling membantu itulah cara mempererat hubungan'...


JANGAN LUPA VOTE COMMENT FAVORIT SHARE


thanks🦋


IG:@_fikria.ns

__ADS_1


__ADS_2