Gadis Milikku

Gadis Milikku
Episode 2. Ruang rahasia


__ADS_3

Setelah Gabrian bertanya identitas kepada gadis itu ia kembali duduk di kursi kebesaran nya untuk mempertanyakan beberapa pertanyaan kepada gadis didepan nya itu.


''Apa kau tau dimana letak ruang rahasia perpustakaan ini gadis kecil?'' Tanya Gabrian seraya menatap Arelea tajam


''Maaf boss saya tidak tau, memang nya ada ya boss ruang rahasia di sini?'' Cicit Arelea takut dengan tatapan tajam yang Gabrian layangkan kepadanya


''Sudah berapa bulan kamu bekerja di perpustakaan ini gadis kecil?'' Tanya penasaran Gabrian kepada gadis didepan nya itu,


''Saya baru masuk sini 2 bulan yang lalu boss!!'' Jawab Arelea lirih kepada boss nya itu.


Gabrian berdiri dari kursi langsung mengambil telpon genggamnya untuk menelpon seseorang.


''Tolong kamu bawakan cctv yang tersembunyi di ruang rahasia saya'' perintah Gabrian kepada orang kepercayaan nya yang ada di seberang telepon.


''Baik boss'' kata seseorang diseberang telpon gabrian, setelah mendapatkan jawaban Gabrian langsung memutuskan panggilan tersebut.


Sedangkan Arelea yang sedang menatap boss nya itu bingung mengapa tidak dari tadi melihat cctv malah memanggil dirinya untuk di tanyai persoalan ruang rahasia boss nya itu dengan mengerucutkan bibirnya dengan imut.


Gabrian yang mendengar suara hati Arelea langsung menatap gadis itu dengan pandangan lucu.


''yaampun gadis ini ingin sekali rasanya ku bawa pulang''. Batin Gabrian gemas kepada arelea



Setelah beberapa saat mereka saling diam dengan pikiran masing masing pintu ruangan di ketuk agak keras oleh orang kepercayaan Gabrian.


Tokk... Tokk... Tokk


Gabrian langsung mengambil remote control untuk membukakan pintu nya. Begitu pintunya terbuka muncul dua anak buah nya dengan membungkukkan badan dan ditangannya membawa sebuah flashdisk kecil.


''Maaf bos saya tidak tau jika ada tamu,'' ucap dua orang yang baru saja masuk ternyata anak buah Gabrian


''Hmmm'', jawab Gabrian hanya dengan deheman

__ADS_1


''Ini bos cctv tersembunyi ruang rahasia itu?!'' Ujar anak buah Gabrian itu. Lalu Gabrian mengambil flashdisk kecil itu dan menancapkan nya di laptop hingga muncul gambar cctv tersembunyi ruang itu


''Que es esto, kurasa ini seorang pria bukan gadis itu!!'' Ucap Gabrian dengan dingin seraya menunjuk Arelea ,Ia menatap Arelea dengan diam tanpa berkata apapun.


''Arelea apakah kamu mengenal pria yang ada di gambar ini?'' tanya Gabrian pada gadis kecil yang sedang duduk di sofa itu dengan sedikit lembut dan berhasil membuat anak buah nya terkejut.


''apakah ini?Tuan sangat lembut sekali bicaranya kepada gadis kecil itu?! Ya ampun ternyata cantik dan menggemaskan sekali pantas saja tuan muda bersikap berbeda kepada-nya!!'' batin anak buah Gabrian seraya menatap gadis yang sedang duduk di sofa panjang tersebut.


Gabrian yang mendengar itu pun darahnya langsung mendidih kala orang lain melihat Arelea dengan seksama bahkan memujinya terang terangan dihadapannya. Entah kenapa dia merasa tidak rela berbagi kecantikan gadis itu dengan orang lain seperti ada perasaan seorang lelaki kepada seorang perempuan akan tetapi dia tidak sadar jika itu perasaan yang di sebut 'CINTA'. Karena dirinya belum sekali pun tertarik kepada seorang wanita apalagi mencintainya, bukan berarti dia bukan pria normal.


Gabrian menatap dingin semua orang yang di dalam ruangan nya itu. Hingga semua yang berada di ruangan itu merasa bulu kuduk mereka berdiri dan ada yang ketakutan tekanan karena merasa mereka tidak melakukan kesalahan kenapa boss mereka tiba tiba mengeluarkan aura dingin dan juga aura menekan seperti saat ini.


''ehmm.. bos ma..af ini ba..bagaimana cctv nya apakah sudah ada petunjuk?'' ucap salah satu bawahannya dengan gemetaran, walaupun badan mereka besar-besar dan juga mempunyai wajah agak sangar jika sudah didepan bos nya akan tunduk dan merasa terintimidasi aura dingin yang dikeluarkan tuan muda itu, terasa menusuk batin mereka semua.


''Ya!! Arelea bagaimana? apakah kau mengenalnya?'' tanya Gabrian sekali lagi kepada Arelea.


''iya bos aku tau dia siapa, dia adalah pria kemarin menawarkan aku min-'' ucapan Arelea berhenti karena ada teriakan seseorang di ambang pintu masuk ruangan itu. Mereka sama-sama menoleh terlihat seorang pria tampan dengan pakaian casual ala-ala lelaki modern.


''Hi brother long time no see you'' teriak seseorang yang diambang pintu dengan wajah ceria dan tampang tak dosa nya yaitu saudara sepupu Gabrian yang bernama Nathan Arsenio.


''Maaf, Ayolah aku baru saja sampai di mansion utama mu kata bibi kamu sedang berada di perpustakaan ini makanya aku kemari untuk mencari mu!!'' sahut Nathan kesal kepada sepupunya itu


''Baiklah apa mau mu sekarang? Maaf aku sedang sibuk hari ini tidak bisa menyambut kedatangan mu,'' Ujar Gabrian dengan hati-hati jika menghadapi sepupunya yang satu ini adalah harus ekstra sabar dan juga berhati-hati. Salah bicara sedikit saja pria ceria didepannya itu akan mengadukan kepada mommy nya, ia jika pulang ke mansion akan terkena amarah sang ibu.


Nathan berjalan kearah Gabrian dengan senyum yang mengembang, tetapi baru beberapa langkah ia terhenti kala melihat gadis cantik imut dan lucu di sofa panjang sedang menatap lantai dengan badan agak gemetaran.


''Wah wah!! ternyata sepupuku ini tidak akan menjadi perjaka tua lagi, hahahaa...!!'' ucap Nathan dengan senyum menggoda nya itu.


''Diamlah kau Nathan'' Teriak geram Gabrian kepada sepupunya itu.


''Baiklah baiklah'' sahut enteng Nathan sembari berjalan menuju sofa yang ada gadis tadi.


Gabrian langsung mencegah Nathan yang akan duduk di sofa itu dan menyuruh anak buah nya untuk membawakan tempat duduk untuk nya sendiri karena ia tak akan membiarkan sepupu nya itu duduk dengan gadis yang mulai detik ini ia cap sebagai 'Gadis miliknya' itu.

__ADS_1


''Baiklah lanjutkan Arelea penjelasanmu tadi!'' kata Gabrian langsung menatap gadis itu dengan mengerutkan keningnya


''i..iya bos, kemarin itu pria yang berada didalam cctv itu kemarin menawarkan aku segelas minuman dan setelahnya dia berjalan mengendap endap hingga sampai di rak paling kanan tetapi saya kira itu juga pekerja shift malam selain saya begitu bos!'' jawab Arelea dengan seksama dan tampang serius tetapi itu membuat wajahnya nampak imut dimata mereka berdua.


''Lalu setelah itu apa yang terjadi Arelea?'' tanya Nathan yang langsung paham dengan situasi sedari tadi diam mencerna perkataan saudaranya itu dengan gadisnya itu.


''Setelah sampai di rak kanan itu, pria itu langsung menghilang begitu saja aku pun tidak tau dan terkejut, aku mengira dia itu manusia atau malah makhluk halus..'' sahut Arelea bergidik ngeri membayangkan jika memang benar itu adalah makhluk halus.


Gabrian dan Nathan yang mendengar jawaban Arelea itu hanya mencerna perkataannya yang agak sedikit aneh pikirnya


''Masa iya di perpustakaan milikku ini ada makhluk halus sih? aku tidak pernah melihatnya dimanapun selama aku berada di sini?!'' batin Gabrian sangat sangat penasaran dengan makhluk yang berada di ruangan rahasia nya itu, pasti orang dalam yang bisa masuk ke dalam ruangan itu pikir Nathan karena tidak ada yang tau ruangan rahasia itu jika bukan orang dalam.


Gabrian yang mendengar itu pun langsung menerka nerka apa yang terjadi. Jika memang benar begitu kenapa dia tidak tau siapa orang itu batin nya kesal. Berani-beraninya membangunkan singa yang sedang tidur pikir Nathan.


''Memangnya apa yang terjadi di ruangan rahasia itu bos?'' tanya Arelea dengan wajah ingin tahunya


.


.


.


.


.


.


Bersambung...


...----------------...


Jangan lupa vote, like dan Comment nya yah!!

__ADS_1


IG: @_fikria.ns


__ADS_2