Gadis Milikku

Gadis Milikku
Chapter 30. Will you marry me?


__ADS_3

...HAPPY READING...


Setelah menempuh jarak perjalanan sekitar satu jam lamanya akhirnya sampai di tempat dimana Arelea akan menjadi tunangan nya. Ia mempersiapkan hari ini sebenarnya sudah satu Minggu sebelum keberangkatan mereka ke villa itu.


Gabrian sudah sangat gugup ketika menyetir sampai-sampai tangannya mengeluarkan keringat dingin takut lamarannya akan ditolak oleh Arelea. Saking gugupnya Arelea sampai sadar dengan gelagat tak biasa dari Gabrian, Yang biasanya Gabrian tak gugup sama sekali bahkan saat mempresentasikan proyeknya didepan banyak kolega bisnis ini malah sangat gugup ingin melamar sang pujaan. Entah apa yang dipikirkan oleh Arelea, yang pasti dirinya curiga terhadap gelagat aneh yang Gabrian tunjukkan.


'kak Ian kenapa ya? kok aneh gitu?dan juga aku mau diajak kemana ya?' batin Arelea bergumam


Gabrian terkesiap mendengar batin Arelea, rupanya gelagat aneh nya diketahui begitu cepat oleh Arelea. Dengan segera ia menormalkan kembali ekspresi dengan menghela nafas panjang.


''Hhufffth..'' lihatlah pria cool yang biasanya sangat ditakuti oleh para karyawan karena ketegasannya ini, berubah menjadi kucing kecil yang sangat imut ketika sedang gugup.


Arelea melirik ke arah Gabrian,''Kakak kenapa sih? dari tadi aku lihat kayak gugup gitu, ada yang kakak sembunyikan dari aku ya?'' Tuduh Arelea


Gabrian tergelak, ''Haha tentu tidak ada yang aku sembunyikan darimu sayang.'' dia langsung tertawa hambar


''Benarkah'' tanya Arelea memastikan


''Lalu kita akan kemana sekarang?'' masih dalam mode intimidasi menatap Gabrian


''Hayoo, tuhan bisa marah loh kalau kakak berbohong!'' kata Arelea menyipitkan matanya


Gabrian tak bisa berkata-kata lagi mendengar ucapan lebar Arelea, Memang benar jika dirinya menyembunyikan sesuatu tetapi ini demi masa depannya. Akankah dia menjadi pria lanjang seumur hidup? Mana ada sejarahnya pria tampan dan kaya raya tidak memiliki pasangan. Mungkin-mungkin jika tidak memiliki, dirinya akan dianggap menyukai sesama jenis. Memikirkannya pun ia sudah merasa jijik apalagi itu memang nyata, Gabrian bisa muntah darah langsung sekarang.


Walaupun begitu dirinya masih tetap menjawab pertanyaan Arelea agar tidak ada kesalahpahaman diantara mereka hingga perjalanan menuju ke tempat 'itu' berjalan dengan lancar.


''Bukan menyembunyikan, lebih tepatnya ini adalah surprise. Jadi kalau kamu tau sekarang namanya bukan surprise dong!'' jawab Gabrian menjelaskan sekaligus meyakinkan dengan sedikit bumbu-bumbu kebohongan. dikit loh yaa😂


Arelea hanya mengangguk saja meski jawaban Gabrian sedikit tidak meyakinkan, lalu dirinya langsung duduk tenang sambil menikmati pemandangan jalan yang dipenuhi oleh Pinus pantai yang sangat indah dipandang.


''Hmm... ini indah sekali'' gumam Arelea


Gabrian langsung menengok ke Arelea begitu mendengar gumaman kecil gadis kecil disampingnya itu.


''Apa yang indah? apakah laki laki? dimana dia? indahnya dimana? di sampingmu saja sudah ada lelaki tampan kok lihat laki-laki lain!'' Gabrian langsung membordir banyak pertanyaan kepada Arelea ditambahi dengan PD nya membanggakan diri.


''Siapa yang bilang aku sedang lihat lelaki? kamu ini bicara apa sih?'' ucap Arelea dengan wajah kesal


''Aku sedang melihat suasana dan keindahan alam terbuka dan menikmati indahnya pemandangan yang sedang kita lewati ini loh, ternyata banyak keindahan alam yang kita tidak pernah lihat ya kak?'' ucap Arelea memasang ekspresi damai kembali


''Setahuku kalau di pantai itu kita hanya akan menemui pasir batu-batuan pantai dan ombak saja, ternyata masih banyak keindahan alam yang tak pernah aku ketahui selama ini.'' ungkapnya lagi


Gabrian tersenyum,'' Kalau kamu suka, kita akan sering-sering datang berkunjung ke mari oke! menikmati suasana indah dan bisa menghirup udara segar. Terasa betul disini bahwa alam masih terjaga belum tercemar, kalau kita lihat di internet-internet pasti banyak sekali pantai yang sudah tercemar seperti banyak sampah yang berada di pinggiran pantai atau bahkan di pasirnya juga banyak sampah yang tertimbun oleh pasir-pasir dan juga sampah lainnya. Kita sangat bersyukur karena keindahan dan kekayaan alam disini masih terjaga dengan sangat baik, banyak yang mengira bahwa pantai ini adalah pantai angker padahal banyak turis-turis asing yang datang berkunjung juga kesini bila berlibur!'' Ujar Gabrian panjang kali lebar


''Dulu aku dan adikku sering sekali datang ke pantai ini dan bermain pasir berdua. Maka dari itu aku membangun villa didekat pantai ini, jika sedang merindukan adikku maka aku akan datang kemari dan mencari ketenangan.'' lanjut Gabrian. Dari raut wajahnya sudah bisa kita jelaskan bahwa dirinya sedang mengingat masa-masa dimana dirinya sedang berlibur bersama dengan keluarga tentunya.


Arelea yang tanggap langsung mengusap-usap pelan tangan kekar Gabrian, walaupun dirinya tidak mengetahui seberapa besar kasih sayang Gabrian untuk adiknya tetapi bisa terlihat bahwa Gabrian sangat-sangat menyayangi adiknya itu. Dia jadi penasaran dengan adiknya, mungkin jika masih ada di dunia yang sama dirinya pasti akan melihat betapa menggemaskan wajahnya dan tingkah laku adiknya Gabrian yang sangat jahil kepada siapapun itu. Namun dimana ada manusia yang sudah berada bersama ilahi datang atau hidup kembali bersama kita, kalau ada mungkin kita masih bisa melihat para pejuang-pejuang bangsa yang bersatu menjaga sesama dan bersama melawan terorisme.


Arelea sebenarnya tak ingin Gabrian murung seperti sekarang ini,tiba-tiba muncul ide yang membuat Gabrian langsung tertawa terbahak bahak.


''Katanya kalau orang lagi sedih itu, mukanya harus dimasukkan ke dalam air loh! biar gak keliatan kalau lagi sedih aja gitu'' langsung saja ucapan itu membuat Gabrian tertawa terbahak bahak.

__ADS_1


Mana ada orang kalau lagi sedih mukanya dimasukin ke air, yang ada harusnya membutuhkan tissue untuk menghilangkan air mata kesedihan. Aneh aneh saja kamu ini lea-lea.


***


Sampailah mereka di tempat tujuan, Gabrian dengan sigap membukakan pintu seperti seorang raja yang sedang menghampiri putri kerajaan nya untuk mendampingi nya.


''Silahkan tuan putri'' mengulurkan tangannya ke Arelea


''Terimakasih''


''Ck.. ini sangat indah sekali'' decak Arelea kagum


''Benarkah?''Akan ku naikkan gajimu besok rav, lanjut Gabrian dalam batin


''Apa kamu suka?'' tanya nya selembut sutra


''Aku sangat suka kak!'' jawab Arelea antusias


''Kalau begitu ayo kita masuk'' lalu menggandeng tangan Arelea di lengannya.


Sampai didalam mereka sudah disuguhkan oleh pemandangan yang sangat indah, dari luarnya saja sudah terlihat mewah nan indah apalagi dalamnya. Jika kalian yang melihat ini mungkin akan berteriak histeris karena memang ini sangat indah. Banyak riasan-riasan bergelantungan bercorak emas, mungkin harganya tak seberapa bagi Gabrian tapi moment nya disinilah yang ia tunggu tunggu. Mengakhiri masa lajangnya dengan melamar sang pujaan hati secara langsung.


''wahh indah sekali''


''Jadi ini surprise yang kak Ian buat? ini sih bagus banget!'' gumam Arelea pelan


Gabrian terkikik geli mendengar gumaman kecil gadis yang sedang menjelma menjadi Putri kerajaan itu. Sedetik kemudian dirinya merubah ekspresi wajah nya menjadi serius ketika sudah berjalan sampai ditengah tengah tempat yang akan ia gunakan.


''Arelea, sebenarnya ini bukan yang pertama kalinya aku mengungkapkan perasaanku kepadamu. Tapi mungkin ini akan berkesan untukmu dikemudian hari. Aku bukanlah pria romantis seperti di film-film atau di novel-novel, aku adalah pria egois yang menginginkan dirimu seorang untuk menjadi pendamping hidupku. Malam ini aku membawamu disini karena ingin sekali mengatakan...'' Gabrian menggantungkan ucapannya membuat Arelea penasaran


''Will you marry me Arelea?'' Tanya Gabrian lalu berjongkok dengan cincin mewah di telapak tangannya.


Arelea yang belum pernah di beri kejutan romantis oleh seorang pria pun meneteskan air mata haru. Dirinya tak menyangka bahwa akan dicintai setulus dan sedalam itu oleh pria yang dulunya menjadi bos di perpustakaan tempatnya bekerja.


Arelea ragu, akankah keluarga Gabrian menerima dirinya yang tidak memiliki asal-usul keluarga yang kaya atau mempunyai jabatan tinggi di negara maupun di perusahaan manapun itu.


''Tidak usah dipikirkan tentang bagaimana pendapat keluargaku! Yang terpenting bagi mereka adalah kebahagiaan anaknya, jadi jika aku bahagia denganmu maka orang tua ku pun menerimamu apa adanya'' jelas Gabrian saat mendengar isi pikiran Arelea yang terlihat gusar.


''Jadi, apakah kamu mau menjadi istriku dan kelak menjadi ibu dari anak-anakku arelea?'' tanyanya sekali lagi.


Dengan penuh haru Arelea mengangguk, ''Ya aku mau kak.'' jawab Arelea


Gabrian langsung memasangkan cincin mewah itu ke jari Arelea dan berganti Arelea juga memakaikan cincin untuk lelaki jangkung didepannya itu. Dengan segera Gabrian memeluk erat Arelea dan mencium bibirnya dengan lembut dengan rasa cinta.


''Terimakasih, semoga dengan cepat kita resmikan pertunangan kita di depan keluarga ku!'' ucap Gabrian penuh yakin


''Huum, terimakasih kembali kak.'' ucap Arelea mempererat pelukannya


Setelah acara berpelukan selesai mereka dinner romantis, Gabrian yang awalnya merasa gugup pun akhirnya lega jika cintanya tak bertepuk sebelah tangan seperti yang ada dipikirannya. Memang jika dibanding dengan wanita diluaran sana Arelea memang masih memiliki wajah anak muda sangat-sangat berbeda dengan wanita yang sering mengejar-ngejar Gabrian dahulu. Mereka memiliki wajah dewasa dan tingkah laku dewasa tak seperti Arelea yang kadang bisa berubah-ubah sikapnya sesuai dengan suasana hatinya.


''Aku tak pernah menyangka bahwa kamu juga memiliki rasa terhadapku lea!'' Ucap Gabrian disela sela makannya

__ADS_1


Pipi Arelea merona mendengar ucapan Gabrian,''Sebenarnya aku memang enggak tau apa itu cinta kak, tapi kata teman aku dulu 'kalau dada-mu berdebar kencang didekat seorang pria artinya kamu mencintai pria itu atau bahkan kamu menyayangi nya dan apabila kamu melihat seorang wanita mendekati pria itu kamu merasa sangat emosi artinya kamu sedang cemburu' begitu kak ucapan temanku dulu, nah sejak aku melihat kak Ian pertama kali dadaku berdebar sangat kencang padahal aku tidak apa-apa. Sejak itulah aku tau bahwa aku itu mencintai kakak!'' Ungkap Arelea seraya memotongkan daging lalu menyuapkan ke dalam mulut pria yang beberapa menit lalu menjadi tunangan nya tersebut.


''Terimakasih ya sayang, aku tadi sempat gugup jika aku akan di tolak olehmu. Tapi hatimu berkata lain, aku jadi lega mendengar nya.'' Setelah berucap seperti itu gabrian langsung bergelayut manja di depan Arelea


''Emm sayang!'' panggil Gabrian dengan manja


''Nanti malam kita tidur bersama ya, ya-ya-ya'' ucapnya


Arelea tersedak dengan sigap Gabrian memberikan minuman kepada Arelea dan meneguknya hampir habis.


''Kita belum menikah kak! Jadi seperti biasa kita memakai dua kasur berbeda''


Gabrian memanyunkan bibirnya,''Tapi aku tidak bisa memelukmu nanti'' ujarnya


Sikap Gabrian saat ini sangat bertolak belakang dengan sikap asli yang selalu ia tunjukkan ke publik. Tetapi entah kenapa ia suka menunjukkan sika yang tidak orang lain ketahui kepada kesayangannya ini.


''Kakak kenapa jadi sangat manja sih.. jadi imut kan,'' ucap Arelea mencubit pipi Gabrian gemas


''Haha... nanti tidur bareng ya-ya-ya''ucap Gabrian langsung memeluk erat-erat tubuh kecil Arelea, meski kecil tapi berisi.


''Iya nanti kakak tidur di kasur yang bersebrangan dengan kasurku, ya?'' tawar Arelea


Gabrian tetap kekeh, ''Aaaaa... aku nanti ngambek sama kamu loh!''


''Lea udah enggak sayang sama Ian kan?'' ucap Gabrian dengan mata berkaca-kaca.


''E-eh... bukan engga mau kak, tapi kan memang tidak boleh tidur satu ranjang dengan lawan jenis sebelum menikah. Memang disini bebas tapi sejak kecil aku diasuh oleh ibu panti yang baik dan juga mengajarkan berbagai hal-hal yang menurut umum itu adalah hal biasa tetapi berbeda dengan kita yang masih memiliki attitude yang baik akan selalu menjaga di manapun dan kapanpun itu. Paham tidak?''


jelas Arelea


''Tapi kan kita sudah bertunangan, tidak apa-apa dong tidur seranjang kan bentar lagi juga mau nikah. Janji deh cuman mau peluk kamu aja yah?'' ucap Gabrian mencoba untuk menegosiasi lagi.


Arelea akhirnya menganggukkan kepalanya pasrah menatap wajah gembira Gabrian, Sudah seperti diberi permen hanya dengan begitu sudah sangat senang. Arelea dibuat geleng-geleng kepala melihat tingkah laku dan sikap Gabrian yang bisa dibilang sangat manja ini.


...----------------...


..."Love taught me to see by closing and understanding without needing explanation."...


...''Cinta mengajari saya untuk melihat dengan menutup dan memahami tanpa perlu penjelasan."...


..."Love is simple, if you can't make her laugh, it's enough not to hurt her."...


...''Cinta itu sederhana, jika kamu tidak bisa membuatnya tertawa, cukup dengan tidak menyakitinya."...


......................


Jangan lupa like comment favorit 💖


Thanks


IG: @_fikria.ns

__ADS_1


__ADS_2