
...HAPPY READING...
Setelah perdebatan di cafe akhirnya mereka pulang, dalam perjalanan menuju villa tak henti- hentinya Gabrian bermanja-manja dengan Arelea. Arav melihat dari kaca sekilas dengan keadaan sedang menyetir sampai terbengong kaget dengan sikap tak biasa dari tuan mudanya itu.
Tak biasanya tuan muda terlihat begitu sangat manja, dengan nyonya besar pun tak pernah manja seperti itu. batin Arav heran
''Diam dan lanjutkan menyetir mu rav,'' ucap Gabrian spontan
Arelea heran, ''Hah? siapa yang bicara kak, perasaan dari tadi tidak ada yang bicara kok disuruh diam?'' tanya Arelea menatap wajah Gabrian yang berada di pundaknya
''A-ah iya itu tadi arav bergumam mungkin kamu tidak mendengarkannya hehe iya'' kata Gabrian mengelak
''Ohh baiklah''
Seperti biasa Arelea sangat patuh terhadap Gabrian, Dia pun melanjutkan menatap pemandangan luar dengan Gabrian yang memejamkan mata menikmati nyamannya tiduran di pundak Arelea.
''Sayang, elus kepalaku ya?'' ucap Gabrian meminta
''E-mm aap-pa boleh?'' tanya Arelea ragu-ragu
''Ayolah... boleh kok!'' ucap Gabrian menjawab
Arelea sangat segan untuk melakukan hal yang diinginkan Gabrian mengingat bahwa dirinya lebih muda dan tak boleh sembarangan menyentuh kepala orang yang lebih tua dari nya. Dengan segenap rasa ragu Arelea mengelus pucuk kepala Gabrian.
''Mmmm iya seperti itu... sepertinya aku akan tidur terlebih dahulu'' setelah mengucapkan itu Gabrian langsung memejamkan matanya menikmati elusan tangan Arelea.
Arelea tertegun, Begitu mudahnya Gabrian tidur dengan sangat cepat hanya dengan elusan yang ia berikan. Kemudian ia tersenyum manis dan mengelus pucuk rambut Gabrian dengan lembut dan penuh kasih sayang.
Perlu waktu sekitar lima puluh menit lamanya hingga sampai lah mereka di villa Gabrian. Gabrian masih tertidur dengan kepala menyender dibahu Arelea dan juga Arelea ikutan tertidur karena di posisi ini mereka sangat nyaman juga karena lelah setelah acara yang mereka lakukan tadi.
Arav ingin sekali membangunkan kedua insan yang tengah tertidur lelap itu, Namun apalah daya dirinya ini sangat tak enak hati harus membangunkan tuan mudanya yang begitu terlelap dan juga nyonya muda nya yang sangat nyaman. Lebih baik ia keluar terlebih dahulu dan membangunkan pasangan itu.
Tok.. tok ... tok ...
Arelea mengerjapkan mata nya berulang-ulang kali, Ia menguap. Dan melihat sekeliling dan ternyata sudah sampai didepan villa. Dengan sangat hati hati ia membangunkan Gabrian dengan cara yang unik yaitu meniup-niup hidung nya.
fyuhh~ fyuuh~
Gabrian yang merasa hidungnya seperti ada bau-bau Cherry khas Arelea pun terbangun. Yang ia lihat saat pertama membuka mata adalah wajah Arelea yang sangat dekat bahkan hanya tersisa 2 cm saja jika Arelea tak langsung menjauhkan wajahnya dari gabrian mungkin ia akan menikmati ci*man dari nya.
''Apakah sudah sampai?'' Tanya Gabrian dengan suara serak khas lelaki bangun dari tidur.
''Iya kak, tuan arav sudah membukakan pintu rumah itu kak,'' ucap Arelea seraya melihat ke arah dimana Arav membuka pintu dengan kuncinya.
Selepas mengetuk pintu mobil, arav yakin jika salah satu dari sejoli itu sudah bangun maka dari itu ia langsung berjalan menuju pintu utama villa untuk membukakan pintu. Dan kembali ke mobil untuk membukakan pintu mobil untuk tuan dan nyonya muda nya itu.
__ADS_1
''Silahkan tuan muda dan nyonya muda'' ucap Arav mempersilahkan sambil membuka pintu
''Terimakasih tuan asisten'' jawab Arelea dengan senyum khas nya
Gabrian hanya berdehem menjawab Arab karena nyawanya belum sepenuhnya terkumpul.
''Kalau begitu kami langsung ke atas ya tuan, oh iya kata kak Ian tadi. Besok pagi kita pulang ke mansion'' kata Arelea menyampaikan pesan Gabrian tadi. Dan Gabrian hanya mengangguk membenarkan ucapan Arelea.
''Oh baiklah nyonya, selamat malam. Saya pamit undur diri'' jawab Arav kemudian menutup pintu dan menguncinya dengan kata sandi yang hanya diketahui olehnya dan tuan mudanya.
Arelea hanya mengangguk dan berjalan beriringan menuju kamar dengan Gabrian yang sudah sangat mengantuk, hingga beberapa kali Arelea dibuat geleng-geleng kepala melihat kelakuan nya itu.
''Kak Ian tidur saja dahulu, aku akan mandi'' ucap Arelea setelah sampai dikamar dan selesai membaringkan tubuh kekar Gabrian.
''Hmmm'' jawab Gabrian dengan mata terpejam.
Arelea melangkah masuk ke kamar mandi usai membaringkan Gabrian. Rasanya hari ini seperti mimpi!! Dia dilamar oleh pria yang belum genap tiga bulan yang ia majikan dan juga ia anggap seorang kakak itu.
Membayangkan kejadian tadi membuat pipinya bersemu kemerahan.''Aaaa... ya tuhan, aku tak pernah mengira kalau aku akan menikah!'' ujarnya tersenyum-senyum sendiri menatap dirinya di cermin.
Setelah berucap dan bercermin akhirnya ia memutuskan untuk segera mandi agar tak kemalaman tidur. Karena Gabrian sudah menyampaikan bahwa besok pagi akan pulang ke mansion maka lebih baik tidur awal dan bangun awal.
Meninggalkan Arelea yang tengah mandi, Seorang pria tampan sedang mencari keberadaan seseorang di kamarnya dengan kesadaran penuh.
''Kemana gadis itu? malam-malam begini tidak ada dikamar!'' sungutnya kesal. Baru saja ia membuka mata harusnya ada seorang gadis kecil nan manis itu yang menemani nya ternyata dugaannya tak seindah kenyataannya. Makannya jangan dibayangin gabrian-gabrian🤣
''Kak Ian bicara dengan siapa?'' Tanya gadis itu bingung karena tak ada satupun makhluk hidup yang berada di situ. Gadis itu bahkan sempat-sempatnya berfikir bahwa Gabrian bisa berbicara dan melihat makhluk halus.
Pertanyaan gadis itu tak lain adalah Arelea sangat mengejutkan pria itu, ''Astaga!! kamu mengagetkanku sayang'' ucap pria itu masih dengan wajah terkejut nya.
''Hehe maaf kak ian'' kata Arelea menunjukkan gigi putihnya itu.
''Dari mana saja kamu?'' padahal Gabrian sudah tau bahwa Arelea baru saja mandi, karena masih ada handuk yang bertengger di lengan Arelea dan juga rambutnya yang sedikit basah.
''Aku baru saja mandi, kakak mau mandi terlebih dahulu tidak?''
''Baiklah, aku juga akan mandi terlebih dahulu'' ucap Gabrian lalu mengambil handuk dari tangan Arelea dan melangkahkan kakinya menuju kamar mandi.
Arelea masih terdiam kaku di tempatnya, ia baru saja akan menggunakan handuk itu untuk mengeringkan rambutnya yang agak basah karena terkena air shower.
Tak ingin terdiam berlama-lama di situ akhirnya Arelea membuka lemari yang berisi keperluan mandi dan mengambil satu handuk bersih untuk mengeringkan air yang di rambutnya agar saat tidur nanti tidak pusing pikirnya.
''Huh akhirnya kering juga!'' Mengapa tidak menggunakan hair dryer saja untuk mengeringkan rambutnya? jawabannya adalah di villa ini mereka sama sekali tidak memiliki alat elektronik semacam itu, apalagi jarang sekali Gabrian berkeramas dan mengeringkan rambutnya mengunakan handuk maupun hair dryer. Gabrian lebih suka membiarkan rambutnya kering dengan sendirinya, tapi jika yang mengeringkan rambutnya adalah Arelea mungkin kebiasaan itu akan berganti.
Dengan cepat Gabrian menyelesaikan mandinya, ia keluar mengunakan baju tidur Couple dengan Arelea. Melihat Arelea yang belum tidur membuatnya cepat-cepat melangkah dan langsung membaringkan tubuhnya di sebelah Arelea dengan cara tak biasa, yaitu melompat ke tempat tidur. Jika kalian bayangkan mungkin saja akan bertanya-tanya mengapa lelaki gentleman yang biasanya selalu cool dihadapan banyak orang tetapi jika sedang dalam kondisi seperti ini Gabrian bisa mempunyai tingkah absurd. Sungguh author pun ikut geleng-geleng kepala membayangkan nya.
__ADS_1
Arelea tentu saja terkejut dengan tingkah Gabrian yang tak biasanya itu. Itu sangat mengagetkan baginya karena ia tadi sedang membaca buku yang berada di nakas, entah buku apa itu tetapi sepertinya menarik perhatian dirinya untuk membaca setiap kata di barisan buku itu.
''Astagaaa... aku kira apa! kakak mengagetkan tau,, huhh!'' kata Arelea setengah berteriak karena kaget.
''Sayang pelukk'' ucap Gabrian dengan manja dan tak menggubris perkataan Arelea
Arelea dengan wajah kesalnya dengan terpaksa memeluk Gabrian dan langsung membaringkan tubuhnya dengan nyaman.
Gabrian menduselkan wajahnya ke ceruk leher Arelea, dan kegiatan itu rupanya membuat Arelea merasa risih. Hembusan nafas panas Gabrian begitu membuat bulu kuduk nya merinding, namun itu hanya sesaat akhirnya deru nafas itu mulai tenang dan hangat Menandakan bahwa Gabrian langsung tertidur lelap padahal baru saja ia bangun tidur.
Hanya dengan memeluk Arelea membuat Gabrian selalu tertidur pulas. Ya ampun!! menggunakan ilmu apa kamu Arelea, bisa-bisanya hanya dengan menghirup aroma khas nya saja membuat Gabrian merasa mengantuk atau mungkin memang gabrian sedang lelah dan mengakibatkan cepat tertidur seperti itu.
Tak ingin mempermasalahkan hal ini, Arelea juga ikut memejamkan mata dan menikmati malam indah bersama gabrian. Lelaki yang berstatus sebagai tunangannya itu.
***
Matahari sudah ingin menampakkan sinarnya, terlihat pria tampan baru saja bangun dari tidur lelapnya di pelukan sang kekasihnya.
''Humm... selamat pagi dunia, selamat pagi my future wife'' ucap Gabrian mencium kening Arelea yang masih tidur di pelukan hangatnya.
Arelea merasakan sesuatu yang bergerak, ia membuka matanya perlahan. Pria tampan sedang menatapnya dengan tatapan penuh kilatan cinta dan juga senyuman manis nya yang membuat seluruh kaum perempuan di negeri manapun tersihir dan masuk ke dalam pesona nya ini.
''Selamat pagi kak ian'' ucap Arelea
''Selamat pagi juga my future wife'' jawab Gabrian dengan wajah menggodanya itu, sialnya ekspresi wajahnya itu malah membuat Arelea ingin tertawa. Bagaimana tidak? mimik wajah Gabrian itu sangat tidak cocok dengan tempramen nya yang super wow itu.
Pipi Arelea merona merah mendengar goda-an sang kekasih. Mereka berdua kembali berpelukan seakan tak ingin dipisahkan oleh apapun.
***
Setelah acara pagi hari itu Gabrian dan Arelea memutuskan untuk menelusuri setiap inci di pantai yang belum mereka kunjungi dengan sangat antusias.
Lain halnya dengan sepasang kekasih itu, arav sedang duduk termenung memikirkan gadis yang beberapa waktu ini selalu menganggu pikirannya. Apalagi sore hari setelah mempersiapkan acara tuan mudanya itu ia melihat gadis itu bermanja-manja dengan seorang pria dewasa, Arav pikir itu adalah kekasih gadis itu namun kenyataannya nya itu adalah kakak kandung dari gadis itu, memang beberapa waktu lalu Arav sempat mencari tau tentang gadis itu namun yang ia ketahui hanya sebatas tinggal di negara ini karena ini mengejar cita-cita dan juga mengetahui gadis itu berasal dari negeri Ginseng.
Karena terlalu memikirkan gadis nya ia sampai lupa jika sedari tadi ingin membeli sarapan di resto terdekat. Padahal sebelum Gabrian pergi dengan Arelea, mereka sudah mengajak nya untuk bersama-sama membeli sarapan pagi di dekat pantai yang akan mereka kunjungi. Namun ia juga tak ingin menjadi nyamuk diantara mereka, jika saja ada gadis bermata sipit itu disini mungkin ia akan ikut bersama gabrian untuk mencari sarapan bersama.
\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_
...Even though sometimes what we dream can't come true but at least we've tried to achieve it...
...(Walaupun terkadang apa yang kita impikan tidak bisa menjadi kenyataan tapi setidaknya kita sudah berusaha untuk mencapainya)...
--------------------------------------
JANGAN LUPA LIKE VOTE COMMENT FAVORIT💘
__ADS_1
IG: @_fikria.ns