
Malam harinya sesuai yang diucapkan oleh Gabrian tadi, ia akan memberikan kejutan kepada Arelea tanpa diketahui. Bahkan dia juga mengundang seluruh keluarga besarnya untuk kumpul di pesiar mewah yang sudah ia beli kemarin malam.
Gabrian sudah mengundang perias ke mansion miliknya. Pria itu sekarang sudah memakai jas lengkap juga dilengkapi dengan mantel. Ia setia menunggu Arelea sampai selesai dirias.
Lima Belas Menit berlalu.....
Arelea keluar menggunakan dress panjang berwarna biru navy dan rambut dibuat bergelombang dipadukan dengan make-up tipis yang membuatnya sangat cantik apalagi ditambahkan dengan high heels berwarna silver yang terbuat dari perak asli sangat mewah dan juga modis. Gabrian terpana.
So beautiful girl
Sungguh gadis yang sangat cantik, hidung mancung, mata indah, bulu mata yang sangat lentik, mata berwarna abu-abu berpadu dengan biru terang dan juga bibir tipis namun terkesan sangat sexy. Begitu sempurnanya tuhan menciptakan makhluk hidup seperti Arelea, sungguh dia adalah mutiara yang berada di tumpukan sampah, berkilau namun tak terlihat.
''Bagaimana ian? Apakah kamu suka?''
''Dia tidak mau di make-up tebal, tetapi wajahnya sudah seperti boneka yang diberi nyawa... Ck ck pintar sekali kamu memilih wanita ian-ian.'' Ujar si perias, siapa lagi kalau bukan Madam Nina.
''Ya, sangat cantik.'' Singkat Gabrian masih tak mengalihkan pandangannya dari Arelea
Beruntungnya Arelea memakai make-up yang bisa menutupi wajah merahnya karena dipuji begitu, jadi ia tak perlu bersusah payah menutupi dengan tangannya.
''Ayo sayang, kita berangkat sekarang.'' Kata Gabrian mengulurkan tangannya
Mereka berjalan tanpa memperdulikan ucapan madam Nina yang sedari tadi seperti burung berkicau. Arav sudah siap di depan mobil dan juga sudah membukakan pintu untuk tuan dan nona mudanya.
''Silahkan tuan nona muda.'' Ucap arav
''Terimakasih kak arav,''
****
Didalam mobil Arelea terus-menerus bernyanyi kecil mengikuti alunan lagu yang diputar. Gabrian hanya menyunggingkan senyuman.
Beberapa menit berlalu.
Mobil sudah berjalan selama satu jam lebih dan hampir sampai di pelabuhan pesiar yang Gabrian minta. Dengan cepat pria ini mengambil sesuatu dari kantong jas nya.
''Sayang, pakai ini ya?'' Pinta Gabrian memberikan penutup mata bergambar kelinci lucu
''Untuk apa kak?'' Tanya Arelea mengambil penutup itu
''Pakai saja nanti kamu juga tau,'' Ketus Gabrian
Gabrian memiliki rencana ingin mencueki Arelea sebentar sebelum pesta kejutan dimulai dan rupanya sekarang ia memulai menjawab segala pertanyaan Arelea dengan wajah datar dan juga suara ketus.
Apa aku berbuat salah ya?
Tak mau membuat Gabrian menunggu, Arelea segera memakai penutup mata itu. Gabrian tersenyum smirk, tinggal sebentar lagi ia akan membuat gadis disampingnya itu memuji dirinya.
''Apakah sudah sampai rav?'' Tanya Gabrian saat menyadari bahwa mobil yang dikendarai oleh arav melambat
''Sudah tuan,'' Jawab Arav
''Pegang tanganku dan jangan buka penutup mata itu sampai aku memintamu!'' Ujar Gabrian agar datar
''I-iya kak,''
Mereka berdua berjalan layaknya pengantin baru namun bedanya sang wanita mengunakan penutup mata untuk sampai di tempat tujuan.
Didalam kapal pesiar itu sudah terisi oleh keluarga inti Gabrian yang dimana ada orang tua Gabrian dan para saudara terdekatnya.
''Apa kak Ian masih lama aunty ly?'' Melia adik dari Nathan yang juga merupakan sepupu Gabrian. Gadis berusia 16 tahun ini menanyakan keberadaan sepupunya itu kepada aunty nya yang lain dan tak bukan adalah Kimberly mommy Gabrian.
''Tidak tau sayang, mungkin sebentar lagi.'' Jawab Kimberly dengan mengusap kepala ponakannya ini
''Pria itu lama sekali drax!'' Sentak Kimberly bertanya kepada suaminya
__ADS_1
''Dasar tidak sopan kepada suaminya huh,'' Gumam Drax dengan jengkel
''Pria itu juga anakmu sayang, dia seperti sudah di bawah.'' Jawab nya
''Ck, Lama sekali anakmu itu membawa calon menantu ku.'' Ujar Kimberly
''Aunty sabar saja mungkin kakak sedang mencumbu kakak ipar, hahaha'' Ucap Nathan bercanda
''Hush kamu tidak boleh berbicara se vulgar begitu, disini masih ada anak kecil!'' Ucap Dinda mommy dari Nathan seraya menunjuk ke arah anak bungsu nya
Tetapi yang ditunjuk malah mengerucutkan bibirnya, ''Mama aku bukan anak kecil lagi.'' Kata nya merajuk
''Baiklah-baiklah putri mama ini sudah besar, besar dalam artian umurnya bukan sifatnya loh'' Ucap Dinda mengundang gelak tawa saudara lainnya
Drax dan Alvero ayah dari Nathan hanya menyimak percakapan para istri dan anaknya. Dan juga tertawa simpul melihat aksi istrinya menggoda anak gadis itu.
''Tuan besar, nyonya besar.'' Panggil bodyguard bertubuh tegap dengan nada datar
Mereka semua menoleh, ''Ya?''
''Tuan muda Gabrian dan nona muda Arelea sudah berada di depan pintu,'' Ujarnya lagi masih dengan nada datar
''Baiklah, kamu boleh pergi sekarang.''
''Baik nyonya besar,''
Kembali ke pasangan kita.
Gabrian dengan setia menuntun Arelea dari bawah sampai di pintu masuk ruangan utama. Para anggota keluarga sudah duduk diposisi masing-masing menunggu sang pembuat acara datang.
Gabrian memencet tombol open di pintu itu dan secara otomatis pintu terbuka menampilkan seluruh inti keluarga duduk manis di kursi masing-masing.
''Sayang, dalam hitungan ke tiga aku akan membukakan penutup mata mu, tetapi setelah ku buka kamu harus menutup mata sebentar oke.'' Ujar Gabrian
Dua....
Tiga...'' Terbuka lah penutup mata yang bertengger di mata gadis itu, menampilkan wajah cantik dan juga jelita.
''Apakah aku sudah boleh membuka mata kak?'' Tanya Arelea masih setia memejamkan mata
''Buka lah,'' Lembut Gabrian
Selesai lah drama men-cueki Arelea walau pun agak susah ia jalankan. Segera ia bersimpuh di hadapan Arelea dengan kotak cincin ditangannya.
Arelea membolakan matanya, tadinya ia sempat mengira Gabrian akan memarahinya tetapi semua berbanding terbalik, ternyata ini yang dia dapatkan. Tak dapat membendung rasa haru yang melingkupi hatinya ia menitikkan air mata.
''Arelea, maukah kau menjadi istriku menjadi pendamping hidupku kelak dan menemani suka dan dukaku?''
''Menemani setiap langkah perjuangan ku, menjadi penyejuk hati ku dikala gundah dan menjadi penasihat saat aku melakukan kesalahan, dari awal aku kenal kamu, aku merasa seperti telah menemukan orang yang tepat untuk menjadikan mu sebagai pendamping ku.'' Ucap Gabrian membuka kotak ditangannya
'' Will you marry me amour?'' Arelea mengangguk. Gabrian tak sanggup menahan haru nya, ia memakaikan cincin berbentuk berlian kecil itu ke jari Arelea
Thanks God, Hope Fully in the future you will be my rib.
Suara riuh tepuk tangan membuat Arelea mengalihkan pandangannya dari sang kekasih. Mata nya berkaca-kaca, rupanya Gabrian melamarnya dihadapan seluruh keluarga besar nya bahkan ada kakek dan nenek Gabrian juga hadir dan turut serta dalam acaranya.
''Terimakasih semuanya,'' Gabrian segera memeluk erat wanita nya itu
''Kak Ian kata si tua ata itu setelah bertunangan kakak bisa punya anak yaa?'' Suara Melia yang cempreng sejagat raya itu membuat semua tertawa
''Aku ingin ponakan yang lucu seperti kakak cantik yang bersamamu,'' Melia mendekat ke arah Arelea dan menyamakan tingginya
''Kamu sangat lucu,'' Ucap Arelea mencubit pipi gadis didepannya, padahal hanya berbeda 2 tahun saja namun gadis itu masih pendek dan juga berkelakuan manja
''Terimakasih kakak, kamu yang terbaik tidak seperti mereka semua selalu membully ku.'' Ujar Melia memeluk Arelea, namun sebelum merengkuh tubuh Arelea dengan segera Gabrian menghalangi nya.
__ADS_1
Melia jadi hanya memeluk angin. Dia merajuk sekarang.
''Kak iaannn biarkan aku memeluk calon istrimu itu.'' Teriak Melia
''Melia tidak boleh berteriak kepada kakak mu!'' Tegur Bastian Atkinson, Kakek mereka.
''Maaf kek,'' Melia menunduk
Mereka semua berganti tempat dimana ruangan ini adalah outdoor yang membuat mereka semua menikmati sejuknya angin malam dan juga pemandangan laut yang tidak sama sekali beku karena dingin nya cuaca. Baik pasangan muda ataupun pasangan tua mereka semua begitu menikmati alunan musik indah yang sedang diputar.
Not sure if you know this
But when we first met
I got so nervous,
I couldn't speak
In that very moment
I found the one and
My life had found its
missing piece...
So as long as I live I love you
Will have and hold you
You look so beautiful in white
And from now 'til my very last breath
This day I'll cherish
You look so beautiful in white
Tonight...
-Beautiful in white (Shane Filan)-
Tak ada yang tak terbawa suasana, dalam setiap lirik mengandung makna tersirat yang orang tak tahu.
Gabrian berdansa bersama Arelea dengan begitu indahnya, Para keluarga lainnya juga turut mengikuti alunan musik itu. Sampai larut malam pesta di dalam pesiar mewah itu dan akhirnya semua memutuskan untuk beristirahat di kamar yang sudah dipersiapkan.
''Je vous aime Arelea.'' Aku mencintaimu Arelea
''Moi Aussie,'' Aku juga
Selepas mengucapkan kata singkat namun sangat membuat hati Gabrian membuncah bahagia itu. Sang pria dengan cepat memagut bibir Arelea yang dimana memiliki artian atau memiliki makna secara sensual, yang bisa diartikan bahwa pria tersebut memang sudah siap melangkah lebih jauh lagi dalam hubungan percintaan nya dengan sang kekasih.
.
.
.
.
.
Bersambung....
IG:@_fikria.ns
__ADS_1