Gadis Milikku

Gadis Milikku
Chapter 28. ''Jadinya gimana ini?''


__ADS_3

...HAPPY READING...


''Apa yang kamu tonton hmm?'' tanya Gabrian mengelus surai Arelea lembut


''Berita keluarga ini kak... mereka datang ke negara ini untuk mencari sesuatu yang berharga kata reporter itu yang berada di dalam televisi sana!'' Ucap Arelea menjawab seraya menunjuk ke arah televisi dengan jari telunjuknya.


''Good afternoon our Chanel television listeners! I am currently a reporter here, I am in the city of xxx street xxx there is a phenomenal family in the United States of America looking fors a little girl who has been missing since being kidnapped several years ago, they are currently in th''e main mansion in this country. Reportedly what they are looking for is a little girl


(Selamat siang para pendengar televisi Chanel kami! Saat ini saya seorang reporter di sini, saya di kota xxx jalan xxx ada keluarga fenomenal di Amerika Serikat yang mencari seorang gadis kecil yang telah hilang sejak diculik beberapa tahun yang lalu, mereka saat ini berada di rumah utama di negara ini. Kabarnya yang mereka cari adalah seorang gadis kecil)'' Ungkap reporter wanita di tv itu


Sepertinya mereka mempunyai firasat jika anaknya berada di negara ini! batin Gabrian mendengarkan seksama suara yang keluar dari televisi nya.


''Kak?'' Panggil Arelea yang melihat Gabrian diam seperti menimbang-nimbang suatu pikiran


Gabrian terlonjak kaget lalu kembali menormalkan ekspresi wajahnya menjadi normal, ''I-iya,''


''Kakak kenapa?'' Tanya Arelea lagi


''A-h tidak apa-apa cuman sedang memikirkan Arav sudah pulang belum haha iya hanya memikirkan itu kok!'' ucap Gabrian menyakinkan plus mengalihkan pembicaraan


Arelea mendengarkan sesaat lalu mengangguk, ''Iya juga ya, Tuan asisten itu belum pulang sepertinya! Pusat perbelanjaan jauh dari sini paling kak jadi lama,'' sahut Arelea


''Ya sudah ayo kita turun saja!'' Lalu Arelea mematikan saluran televisi dan mengikuti Gabrian yang sudah lebih dahulu jalan keluar kamar.


Seperti di mansion waktu lalu, Arelea masih suka bersenandung kecil dengan menuruni anak tangga bedanya disini tidak terlalu banyak anak tangga yang harus dituruni seperti di mansion Gabrian yang sangat menjulang tinggi dan besar itu.


''La~ la~ la~'' Sampai sampai Gabrian harus dibuat geleng- geleng kepala dan bersabar dengan kelakuan kekanakan dari Arelea, Namun anehnya ia menyukainya.


''Jangan lari-larian sayang, nanti jatuh!'' Ingat Gabrian pada Arelea.


Arelea melihat Gabrian sekilas,''Hehe iya kak,'' laku melanjutkan turun tangga dengan berlarian kecil seperti tadi.


''Tuan arav kemana kak kok belum datang?'' Tanya Arelea setelah sampai di lantai dasar


''Tidak tau, sepertinya masih di pusat perbelanjaan.'' jawab Gabrian dengan muka kusut seperti saat bertemu Samuel di pantai tadi, padahal yang Arelea maksud bukan menanyakan Arav sudah pulang atau belum tetapi bahan-bahan makanannya sudah dibeli dan sampai atau belum, sepertinya ia salah tanggapan.


''Kayaknya jauh banget deh kak, sampai-sampai tuan Arav lama'' ujar Arelea bertopang dagu


''Kamu bisa tidak jangan membahas pria lain jika sedang' bersamaku?'' dengus Gabrian tak suka


Arelea langsung menatap wajah Gabrian, ''Aku kan sedang bertanya kak, kapan bahan makanannya sampai. Itu saja kok, kan yang beli tuan arav jadinya ya aku tanya saja dia sudah pulang atau belum'' dijawab pula dengan Arelea ketus


Sedangkan Gabrian hanya menggaruk tengkuknya yang tidak gatal sambil cengengesan memperlihatkan sedikit deretan gigi nya.


Tak lama kemudian terdengar suara mobil dari luar rumah yang kemungkinan adalah mobil yang ditumpangi oleh arav saat ke pusat perbelanjaan tadi, dengan segera Arelea berlari membuka pintu dan melihat arav yang berdiri didepan pintu tanpa kantung plastik yang mungkin tadi tidak ada yang bisa ia beli.


''Loh tuan? emm bahan masakannya mana?'' tanya Arelea


Arav menundukkan kepalanya sembari berucap, ''Maaf nyonya muda, saat saya sampai di pusat perbelanjaan dekat ternyata ditutup karena sedang ada perbaikan karena ada insiden beberapa waktu lalu,'' sahut Arav dengan suara menyesal


''Oh begitu ya?'' lalu berbalik ke belakang


''Jadinya bagaimana ini?'' tanya Arelea menatap Gabrian

__ADS_1


''Terserah kamu saja, atau kita cari restoran pantai dekat yang ada bagaimana?'' tanya Gabrian


''Baik kak,'' ucap Arelea dengan mata berbinar senang


''Kalau begitu kamu siap siap dulu pakai baju yang panjang jangan pakai yang ini!'' ujar Gabrian mengingatkan


''Baik kak'' ucap Arelea patuh


''Kalau begitu aku ganti dulu ya kak, tuan asisten!'' lalu berlarian menuju kamar untuk segera berganti pakaian.


Sedangkan Gabrian yang melihat cara Arelea berlarian dibuat kaget setengah mati,''Arelea jangan lari lari!'' ucap Gabrian sedikit berteriak


''IYA KAKK!'' sahut Arelea berteriak dengan keras nya


***


Gabrian Arelea dengan arav sudah berada di satu resort pantai yang berada tak jauh dari pemukiman penduduk pesisir pantai, Yang notabenenya Gabrian sebagai direktur utama atau CEO G'A Groups dan namanya terkenal membuatnya harus memakai masker dan topi untuk antisipasi dan jaga-jaga. Memang dirinya bukan artis papan atas tetapi banyak yang mengidam-idamkan dirinya karena ketampanan dan kekayaannya yang takkan pernah habis 10× keturunan sekaligus meski sudah berusaha menghabiskan nya.


''Kakak kenapa memakai masker dan topi?'' tanya Arelea bingung


''Tidak apa-apa kok, hanya berjaga-jaga saja nanti jika di sana ada gadis-gadis centil yang menganggu acara lunch kita,''


''Baiklah,''


Mereka berdua masuk kedalam resort disambut dengan ramah dan juga di jawab dengan ramah oleh Arelea. Ia tersenyum manis membuat para karyawan lelaki yang menyambut terpesona dengan kemanisan dari gadis itu. Karena tak suka melihat gadisnya di perhatikan oleh lelaki lain, Gabrian langsung memeluk erat pinggang Arelea agar para lelaki itu tau bahwa gadis yang mereka lihat sudah ada yang punya dan tak boleh di ambil siapapun termasuk Samuel si pria hantu.


''Kamu mau pesan apa hmm?'' tanya Gabrian menatap buku menu ditangannya sambil membalik-balikkan nya.


''Rav? mau pesan apa kamu?'' Tanya Gabrian berdalih menatap Arav


''Saya sama saja tuan,'' jawabnya tak enak hati harus semeja dengan majikannya, meskipun begitu ia sudah sering semeja dengan Gabrian maupun keluarganya.


''Baiklah,'' Gabrian memesan makanan andalan di resort ini dan juga minuman andalan yang sering disajikan.


''Saya pesan tiga porsi makanan andalan yang ada di sini dan juga tiga minuman nya sekaligus,'' ucap Gabrian dingin pada waiters itu.


Dengan profesional waiters itu mencatat makanan dan minuman yang dipesan oleh Gabrian, ''Baiklah tuan nona, mohon ditunggu.'' Lalu membungkuk pergi dari hadapan Gabrian dan Arelea


Sampai di dapur resort waiters itu memberikan catatan pesanan kepada chef yang sedang bertugas. ''Ini chef menu dari meja 18, nanti kalau sudah selesai beritahu saya lagi terimakasih'' ucap waiters itu pada chef itu.


''Oke siap!'' jawab Chef perempuan itu lalu memasak pesanan Gabrian dengan cepat.


20 menit sudah berlalu, makanan yang dipesan mereka akhirnya sudah matang tinggal saja belum diberikan kepada Gabrian oleh chef itu. Ia masih mencari keberadaan waiters yang tadi memberikan catatan pesanan kepadanya.


''Kak sasa mana sih?'' tanya Wanita itu dengan dirinya sendiri


''Apa aku saja ya yang mengantar! ish masa aku sih, nanti kalau ada pesanan lagi siapa yang memasak dong?'' bingung nya tak kunjung hilang


''Kalau gak cepet diantar nanti pelanggan nya ngamuk sama aku juga!'' Bimbang nya


''Ya sudah deh hitung-hitung nyoba jadi waiters gak masak Mulu hehe'' ucapnya lalu mengambil nampan berisi makanan dan minuman itu dengan cekatan ia membawa nya ke meja nomor 18 seperti yang dikatakan oleh waiters tadi.


Setelah sampai dimeja perempuan itu langsung menurunkan nampannya,''Maaf sudah menunggu lama tuan nyonya,'' ucap perempuan itu sopan

__ADS_1


''tidak apa-apa kak!'' jawab Arelea dibalas senyuman oleh perempuan itu


Arav yang merasa familiar dengan suara waiters itu pun mendongakkan kepalanya menatap perempuan dengan mata berbinar-binar. Ya! Tadi saat gabrian belum pulang ia sempat mencari tau siapa perempuan didepannya itu, seperti nya ia sangat menyukai nya hingga harus mencari latar belakang perempuan itu dengan detail walaupun belum menyadarinya.l


''Loh kamu pria menjengkelkan itu kan!'' Pekiknya kaget


''Hehehe aku tidak menjengkelkan seperti yang kamu kira ya!'' jawab arav mencoba membela diri


''Alah kamu itu sama saja dengan pria luaran sana yang suka menggoda gadis-gadis untuk di ghosting kan?'' jawabnya ketus.


''Apa!!'' kaget dikatai yang tidak enak didengar apalagi di depan tuan muda nya.


''Maaf tuan muda nyonya, saya permisi sebentar,'' lalu menarik tangan perempuan itu dan menyeretnya menjauhi Gabrian


''Terserah kau saja!'' jawab Gabrian lalu menikmati makanan dengan Arelea


***


Arav yang sangat kesal dan jengkel dikatai oleh orang yang ia cinta walaupun belum menyadarinya kian mengamuk ''Hei kamu gadis jutek! Apa katamu tadi? aku suka menggoda gadis-gadis cantik untuk di ghosting? Bilang saja kalau kamu suka padaku dan cemburu iya kan?'' Goda Arav membuat kedua pipi perempuan itu memerah malu. Bukannya marah malah menggoda? itulah ia, dengan cepat bisa menetralkan emosi dalam jiwanya.


''Apa? cemburu, in your dream annoying man!'' jawab perempuan itu ternyata adalah Athaya gadis yang ia temui di restoran hotel beberapa waktu yang lalu.


''Ya ampun kamu itu gadis yang tak tau sopan santun yah! Saya itu lebih tua dari kamu dan seharusnya kamu mengormati saya bukan mengata-ngatai saya seperti itu!'' Ucap Arav formal dengan nada tegas.


''Iya kamu tua, aku kan masih anak anak,'' jawab Athaya datar


''Iya kamu masih anak-anak karena dada-mu masih rata!'' jawab Arav mengejek


''APAA!!''


''Sialan kau pria tua menjengkelkan! kamu mengatai dada ku! Dasar mesum.'' pekik Athaya tak terima


''Iya kamu ku ganti saja namanya menjadi si gadis rata, hahahaha'' lalu melenggang pergi begitu saja setelah puas mengatai gadisnya itu.


''SIALAN KAU PRIA TUA!'' teriak nya mengundang banyak mata melihat mereka, malah membuatnya malu sendiri.


''Hahahaha!! Salah siapa kamu malah berteriak,'' gumam arav dengan tertawa lalu duduk kembali ke mejanya dan memakan makanan yang ia pesan tadi.


''Maaf tuan muda tadi itu temanku yang sangat cerewet menganggu acara makan kalian'' ucap Arav tak enak hati


''Santai saja rav''


''Kamu bilang sekarang teman mungkin besok akan menjadi pacarmu atau istrimu?'' goda Gabrian


''Iya kan sayang?'' ucapnya menatap Arelea


''Haha iya kak.'' jawab Arelea yang agak tidak paham dengan pembicaraan Gabrian


''Ya sudah kita lanjutkan makannya nanti keburu dingin,'' ujar Gabrian, merekapun makan hingga habis dan kembali ke villa untuk mengistirahatkan tubuh agar nanti malam tidak lelah.


...----------------...


Jangan lupa like, comment Favorit and vote... thanks

__ADS_1


__ADS_2