
...๐น๐น HAPPY READING ๐น๐น...
Hari ini adalah hari dimana Arelea libur dari semua pekerjaan nya. Ia baru saja bangun jam 8 pagi karena semalam pulang dari pesta membuat ia sangat kelelahan. Ia setiap hari libur hanya membersihkan rumahnya dan kadang ke taman untuk bersantai menikmati hari liburnya.
Saat ini Arelea sedang menyapu lantai rumahnya sampai bersih.
Saat sudah mau sampai pintu tiba tiba ada yang mengetuk sambil meneriakkan nama nya, Sudah tak asing lagi suara karena mereka selalu bertemu beberapa hari terakhir ini.
Tokk..Tokk...tokk
''Hallo Arelea apakah kau ada di rumah....?''
Ketukan pintu dan teriakan seseorang dari luar rumah itu membuat ia langsung membukakan pintu rumahnya dan melihat siapa yang menganggu hari libur nya itu.
''Hayy'' sapa pria itu dengan senyuman khasnya membuat Arelea terpesona tetapi satu detik kemudian ia memutar mata jengah.
''Ya?'' jawab Arelea dengan nada agak malas.
''Apakah aku menganggu mu?''tanya Gabrian dengan tatapan mata sok polos nya itu,
Jelas sangat menganggu lah orang ini hari libur kenapa dia kesini batin Arelea kesal dengan pria satu ini selalu saja menganggu nya kadang juga membantu nya jika sedang dalam masalah.
''Apakah aku menganggu mu?'' tanya Gabrian sekali lagi
''Sedikit sih, ada apa kau kemari bos?'' tanya Arelea menatap bos nya itu dengan santai. Ia sekarang mulai nyaman.
''Aku hanya ingin main saja kesini lea, apakah tidak boleh?''jawab Gabrian sedikit bahagia.
''Boleh saja sih bos, emangnya tidak ada kerjaan selain main ke rumah ku ya hehe?'' tanya Arelea menatap bosnya itu.
''Apakah kau tidak menyuruhku masuk lalu duduk lea?'' bukannya menjawab pertanyaan Arelea tetapi malah balik bertanya.
''Baiklah bos silahkan masuk dan duduk!'' jawab Arelea seraya mengarahkan tangannya masuk kedalam rumah.
Gabrian dengan senang hati masuk kedalam rumah Arelea dan dengan cepat ia duduk di kursi tunggal yang berada di tengah-tengah ruangan.
''Apakah kau tidak menawari aku minuman, cantik?'' ucap Gabrian menggoda Arelea.
''Baiklah bos tunggu sebentar!'' Jawab Arelea segera mengambilkan air minum untuk bos nya.
''ini bos minumannya, maaf minumannya hanya ada ini!'' ucap Arelea sungkan, memang hanya air putih saja yang bisa Arelea berikan.
''Baiklah tidak apa apa'' jawab Gabrian seraya mengambil gelas berisikan air putih itu lalu meneguknya hingga tandas
''Terimakasih'' ucap Gabrian
__ADS_1
''Sama sama'' jawab Arelea tersenyum manis
Setelah acara membersihkan rumah selesai Gabrian dan Arelea memutuskan untuk jalan jalan ke taman karena jika berdua didalam rumah apalagi lelaki lanjang dan seorang gadis pasti akan ada setan diantara kedua nya.
Saat ini mereka sudah berada di tengah-tengah taman dekat komplek rumah kecil Arelea berada.
''Apakah kau suka dengan taman dan bunga lea?'' tanya Gabrian seraya menatap gadisnya yang sedang menatap kosong taman depannya.
''lea?'' ucap Gabrian sambil melambaikan tangan didepan wajah Arelea.
Arelea yang baru saja tersadar dari lamunannya itu menjawab,
''aa...hh iyaa, ada apa bos?'' tanya Arelea mengedip-kedip kan matanya dengan lucu
''Aku bertanya padamu tetapi kau tidak menjawab'' ucap Gabrian membuat nada sedikit sok kesal namun ia juga terkekeh melihat mata Arelea yang lucu.
'ya tuhan kedipan mata itu lucu sekali,' Batin nya berteriak
''haha iya bos? kau bertanya apa padaku tadi bos?'' tanya Arelea dengan tersendat-sendat
''Aku tadi bertanya pada mu apakah kau suka dengan taman dan juga bunga lea?'' tanya Gabrian dengan Arelea dengan mengelus pucuk rambut gadis itu
''ohh... iya, aku sangat menyukai taman karena di taman lah aku menghilangkan kepedihan yang selama ini aku rasakan,'' ucap Arelea kembali menatap kosong semua bunga berwarna Purple di depan mereka
Gabrian yang mendengar ucapan Arelea pun tertegun. Ia memang bisa melihat betapa menyedihkan hidup yang gadis itu jalani. Namun ia bisa apa? Ia hanya bisa memberikan kebahagiaan untuk Arelea dari sekarang dan juga kenapa ia tak bertemu Arelea sedari dulu agar bisa menyembuhkan begitu banyak luka dan kepedihan gadis ini.
''Dari dulu aku ingin sekali merasakan kebahagiaan seperti orang diluar sana, Berbahagia bersama dengan keluarga dan sanak saudara mereka. Bercanda dan tertawa membuat mereka tau artinya bahagia dan kasih sayang, Sedangkan aku?'' ucap Arelea men jeda sedikit dan menghembuskan nafas berat
''Aku sedari dulu ingin mendapatkan semua itu tapi apa yang aku dapatkan? aku bahkan sering mendapat kan caci maki orang luar sana yang sering menyebutku anak haram yang tidak diinginkan keluarga, aku yang biasa nya kebal dengan ucapan mereka jika menyebutkan keluarga maka hati ku akan rapuh!''
''Aku bahkan ingin mencari tau siapa orang tua kandung ku apakah mereka masih ada di dunia atau tidak jika masih aku sangat ingin sekali bertemu tapi aku tidak tau bagaimana caranya!'' ucap Arelea sambil menatap kosong depannya dan menitikkan air mata
''Aku ingin tau bagaimana rasanya kasih sayang orang tua dan saudara, Kalian yang mempunyai keluarga itu sangat beruntung bahkan aku sangat iri dengan kalian.... AKU IRI PADA KALIAN YANG MEMILIKI KELUARGA UTUH'' ucap Arelea dengan sedikit menekankan nadanya namun lirih diakhir ucapan nya.
Gabrian yang mendengar kisah Arelea jadi merasa sangat iba, di relung hati yang paling dalam dia berjanji akan membahagiakan Arelea mulai hari ini jam ini menit ini dan detik ini juga. Ia mendekap tubuh Arelea yang bergetar mungkin ia sedang menangis saat ini.
''Apapun itu mulai detik ini aku akan membuatmu bahagia arelea'' ucap Gabrian pelan namun didengar jelas oleh Arelea ia hanya mengangguk
''Terimakasih.'' ucap Arelea masih sesenggukan dan mengelap air mata nya yang menetes itu
''Baiklah sekarang ayo aku antar kan kamu pulang'' ucap Gabrian sambil berdiri dan mengulurkan tangan kepada Arelea.
Arelea senang hati menerima uluran tangan Gabrian dengan cepat mereka berjalan berdua menuju rumah Arelea yang tak jauh dari tempat mereka merenungkan pikiran.
''Lea apakah kau mau beristirahat?'' tanya Gabrian
__ADS_1
''Mungkin sebentar lagi bos? ada apa memangnya boss?'' tanya Arelea kepada bosnya itu
''Baiklah jika kau ingin beristirahat, aku akan pulang dulu ya!'' ucap Gabrian lembut kepada gadisnya itu.
Arelea mengangguk
''Baiklah bos,, Hati hati dijalan yah'' ucap Arelea memeringatkan Gabrian
''Baiklah bye'' Gabrian berlambai tangan dan masuk kedalam mobil melesatkan gas dengan sedikit cepat.
Arelea kembali masuk kedalam rumah tujuannya adalah untuk istirahat di kamar dan rebahan manja di kasur.
''Aahh enak sekali tiduran begini.... hari ini adalah yang kutunggu tunggu setelah seminggu bekerja.. huuuhh'' kata Arelea pada dirinya sendiri sambil membuang nafas kasar, hilang sudah beban pikiran kesedihan nya tadi.
Arelea merebahkan diri di kasur dan ia mulai memejamkan mata dan terlelap dalam mimpi.
Sementara dirumah Gabrian, Ia sedang berada di dalam ruangan yang sudah berada Arav dan beberapa anak buah nya sendang menyelidiki siapa orang tua kandung Arelea dan apa alasan mereka menelantarkan anaknya sendiri.
Setelah pulang dari rumah Arelea Gabrian berhenti dipinggir jalan untuk menelpon asistennya untuk mencari tau siapa orang tua kandung Arelea.
''Arav, tolong kamu cari informasi terkait Arelea dengan lengkap dan tak tersisa secuil informasi yg kurang meski apapun rintangannya.'' ucap Gabrian pada sang asisten di seberang phone
''baik tuan segera saya laksanakan'' ucap Arav diseberang
Saat ini mereka semua berkumpul di sebuah aula, mereka mulai membahas hasil yang mereka dapatkan sendiri sendiri karena semua yang berasa di ruangan itu mencari informasi seputar Arelea. Yang belum mengetahui orang tua Arelea adalah Gabrian sendiri karena tadi sebelum bos mereka masuk Arav dan anak buah nya berunding dari mana ia akan menceritakan tentang hasil dan mereka menerima dengan baik semua penjelasan perlahan.
'' Bagaimana Arav apakah kau sudah menemukan siapa orang tua dari Arelea?'' tanya Gabrian dingin , ia penasaran dengan hasilnya
''Ya tuan saya tadi sudah menyelidiki semuanya tentang nona Arelea bahkan dari dulu sampai sekarang saya mendapatkan info yang tuan inginkan. Jadi setelah penyelidikan itu kita semua belum mengetahui apakah alasan Arelea tidak berada diluar ga itu tuan. Tuan orang tua kandung nona Arelea itu adalah....''
...''If you still have a complete family, love them and create an atmosphere full of laughter with them because there are many out there who can't feel what you feel''...
...(Jika kamu masih memiliki keluarga yang utuh, sayangi mereka dan ciptakan suasana penuh canda tawa bersama mereka karena banyak diluar sana yang tidak bisa merasakan apa yang kamu rasakan)...
JANGAN LUPA
๐น VOTE
๐น COMMENT
๐น LIKE
๐น FAVORITE
Thanksss๐
__ADS_1
IG:@_fikria.ns