Gadis Milikku

Gadis Milikku
Chapter 24. Sandaran hatiku!


__ADS_3

''Mengapa kakak menangis?'' tanya Arelea mengagetkan Gabrian yang tengah meneteskan air mata.


Gabrian langsung menghapus air mata dengan jarinya, ia pun tak sadar jika sisi kelemahannya bisa dilihat orang lain.


''Tidak, aku tidak menangis!--'' elaknya, Arelea tau jika Gabrian berbohong.


''Bohong!'' ucap Arelea sangar lalu memeluk tubuh kekar Gabrian


Gabrian yang langsung dipeluk oleh Arelea kaget. Ia juga mengusap kepala Gabrian dengan lembut hingga membuat Gabrian nyaman dan berkata ,''Aku memang baru kenal kak Ian, tapi aku juga tau gimana sifat sifat kakak selama aku tinggal dirumah kakak. Kakak gak bisa sembunyikan apapun dari aku, karena aku tau betul karakter kakak dari bangun pagi hingga tidur lagi. Kalau kakak ada masalah ceritakan ke aku mungkin bisa sedikit mengurangi beban pikiran kakak, aku memang gak tau apa yang buat kak Ian menangis tapi aku juga ikut sedih melihat kakak bersedih seperti ini! Aku bisa menjadi sandaran saat kak Ian menangis!'' ujar Arelea lirih


Gabrian yang mendengar ucapan Arelea seketika langsung menumpahkan air mata yang sedari tadi ia tahan,''Hiks..hiks..hikss.. a-aku sangat me-merindu-kan-kannya...'' ucapnya jelas didengar Arelea


Entah mengapa hatinya sedikit merasakan teriris pisau saat Gabrian mengucapkan kalimat itu, walaupun ia tak tau apa itu yang jelas pasti orang yang gabrian sayang telah meninggalkan dirinya hingga terpuruk seperti ini.


''Stttt... coba ceritakan apa yang membuat kakak sedih! Siapa tau nanti setelah kakak menumpahkan apa yang terbelenggu dibenak kakak bisa lega dan bisa sedikit mengurangi beban pikiran kakak?''


''A-aku hikss ak-ku ss-angat mee-rindu-kan-annya hikss..'' ucap Gabrian memeluk erat pinggang Arelea menumpahkan air mata di dada gadis itu sehingga membuat baju nya basah.


Setelah beberapa menit Gabrian mulai bisa mengontrol dirinya dan walaupun sudah tak meneteskan air mata tetapi masih terdengar suara sesenggukan ringan lalu mulai bercerita.


''Dulu waktu kecil aku mempunyai seorang adik perempuan yang sangat jahil dan sangat cantik, dia begitu ceria membuatku mommyku dan daddyku kehabisan kesabaran saat menjadi bahan jahilnya adikku...'' ucapnya membuat Arelea terkekeh kecil


''Aku dulu sering pula membalas kejahilannya dengan mendiaminya hingga mengadu Daddy dan kami berbaikan seperti tidak terjadi apa apa. Aku sangat menyayangi adikku itu walaupun suka membuat darah mendidih dengan tingkah jahilnya itu, Namun tak bertahan lama saat kejadian itu membuat mental adikku down hingga koma karena itu dia tidak mau bangun selama 3 bulan lamanya. Saat itu aku sedang dalam proses pembelajaran di kelas dan tiba tiba salah satu bodyguard ku yang sedang berjaga agar kejadian itu tak berulang lagi memasuki kelasku dengan tergesa-gesa..'' lanjutnya sambil menahan air mata agar tak tumpah lagi


''Aku juga langsung bertanya mengapa mereka begitu cemas lalu aku diberitahu jika adikku dalam kondisi kritis yang tinggal menunggu waktu maka ada keajaiban atau diambil sang Tuhan. Aku sangat terkejut hingga berlarian meninggalkan sekolah dan pergi ke rumah sakit adikku dirawat, aku tak pernah serapuh ini jika tak mengenang kondisi adikku itu. Dua jam kami menunggu Operasi itu dan hasilnya gagal hikss.. a-aku menjadi kakak yang tidak berguna hikss.. setelah itu aku sangat menjadi pendiam karena setiap gerakku selalu mengingat tingkah jahilnya yang selalu mendominasi hidupku.'' menghela nafas berat

__ADS_1


''Hingga aku bertemu dengan dirimu, membuat duniaku yang dahulu suram setelah ditinggal 'dia' menjadi lebih berwarna dan sangat indah. Maka dari itu jangan pernah tinggalkan aku dan membuatku menjadi gila karena mu. Aku sangat mencintaimu dan sangat menyayangi mu,''ucapnya mendongakkan kepalanya menatap mata Arelea dalam


Deg deg deg


Jantung Arelea berpacu lebih cepat dari biasanya mendengar penuturan Gabrian yang secara sadar mengungkapkan isi hatinya. Dirinya yang memang tidak pernah berteman dengan lelaki ataupun berpacaran pun masih bingung, lalu apa yang terjadi kalau mengungkapkan perasaan itu? pikiran Arelea bertanya tanya.


Gabrian mulai menghilangkan kepedihan dan diganti dengan keseriusan. ''Arelea maukah kamu menjadi pendamping hidupku?'' tangannya serius menatap intens wajah Arelea yang bersemu kemerahan.


''A-aku..'' gagap Arelea


''Aku?'' beo Gabrian


''A-aku t..tak pernah menjalin hubungan dengan lelaki kak! Jadi aku tidak tau tentang semacam itu! Tolong beritahu aku apa itu yah?'' ujarnya bingung


Gabrian melongo,''Hah? Kamu sungguh tak tau?'' Tanyanya tak percaya


Sungguh baru pertama kalinya Gabrian mendengar Arelea berbicara panjang lebar seperti burung beo yang sedang berkicau sedari tadi, entah jin apa yang merasuki tubuhnya hingga membuat dirinya menjadi cerewet sekali hari ini.


''Begini sayang, kita kan tidak boleh menilai seseorang dari luar nya. Nah contohnya kita bisa saja melihat seseorang itu sedang bersama wanita lain yang bukan pasangannya, kita mengira bahwa itu selingkuhan nya tetapi jika dilihat lebih detail ternyata itu adalah saudara nya bagaimana? apakah kamu masih tidak percaya dengan ku?'' Jelas Gabrian


''Emm bisakah kakak memberikan waktu untukku memikirkannya?'' cicit Arelea


Meskipun Gabrian ingin mendapatkan jawaban secepatnya namun ia tak egois, ia juga harus mementingkan perasaan orang lain yaitu orang yang dia sayang.


''Baiklah.''

__ADS_1


***


Sore harinya seperti janji Gabrian kemarin mereka berangkat ke villa tepi pantai milik Gabrian untuk menjelajahi pantai di esok hari. Gabrian tidak membawa satupun baju maupun pakaian ganti untuk dirinya dan Arelea, karena apa? yang pasti memang sudah disiapkan terlebih dahulu oleh dirinya sebelum berjanji kepada Arelea di villa itu.


''Apakah kita tidak membawa satupun pakaian ganti kak?'' tanya Arelea


''Tidak usah sayang! Aku sudah menyiapkan beberapa pakaian ganti, beberapa pakaian renang dan pakaian santai. Nanti kita hanya perlu menikmati indahnya pantai!'' ujarnya tersenyum menjawab pertanyaan Arelea


''Oh iya kita malam ini akan menginap di villa ku yang letaknya tak jauh dari pantai, kita bisa lihat matahari terbit dan tenggelam di sana dengan berenang mungkin!'' lanjutnya


''Oke kak.'' patuh Arelea


''Mmm kak?'' ucap Arelea lirih, ''Ya sayang bagaimana?'' jawab Gabrian


''Aku boleh membawa millie tidak?'' tanya Arelea


''Tidak boleh!'' enak saja, aku ingin berduaan dengan Arelea malah membawa kucing sialan itu nanti jadi tak seru acara berduaan kita deh. Lanjutnya dalam hati


Terlihat raut kecewa diwajahnya Arelea tetapi ia tak marah, ''Baiklah kak, ayo!'' ucap Arelea meletakkan millie ke dalam kandangnya dan bergegas masuk ke dalam mobil Gabrian yang sudah ada Arav didepan stir kemudi.


''Eyy baiklah.''Yeah... kita akan liburan berdua tanpa kucing sialan itu dan tanpa pekerjaan yang membuat kepalaku pusing setiap saat! Pekiknya dalam hati tersenyum lebar


...(Sometimes enjoying the beauty of the beach is not as beautiful as enjoying the beautiful face of a partner)...


...(Terkadang menikmati keindahan pantai tidak seindah menikmati indahnya wajah pasangan?...

__ADS_1


...……………...


Like nya jangan lupa tinggalin dong:))


__ADS_2