Gadis Milikku

Gadis Milikku
Chapter 35. Masakan Arelea 2


__ADS_3

...HAPPY READING...


''Maaf kan saya nona!'' Ucap ibu-ibu itu kepada Arelea


''Tidak apa-apa bu'' Jawab Arelea lembut


Ibu-Ibu itu mendongak menatap gadis didepannya itu dengan mata terbelalak.


''Kau.... mirip sekali dengan suamiku!'' Lirih ibu itu


''Hah apa ibu mengatakan sesuatu?'' Tanya Arelea yang sedikit mendengar lirihan ibu itu


'Eh mereka cepat juga menemukan gadisku! Tapi untuk membawanya pergi itu tentu saja tidak bisa Ohoho...' Batin Gabrian terkekeh


''Kalau begitu saya permisi!'' Ujar Gabrian langsung merangkul pundak Arelea


''Eh tap-''


''Tidak apa-apa, nanti bodyguard ku akan membantu ibu itu'' ujar Gabrian memotong pembicaraan


'Huh, untung saja!' Batin Gabrian


''Baiklah'' jawab Arelea, namun kepalanya menoleh menatap ibu itu dan tersenyum menandakan permintaan maafnya.


'Gadis itu! Aku harus cepat-cepat memberi tau papa. Ya aku harus cepat cepat!!' Batin ibu itu lalu berdiri dan keluar dari pusat perbelanjaan untuk menelpon suaminya, entah apa yang akan mereka bicarakan.


Back to Ian and Lea


Setelah kejadian tadi, Gabrian jadi waspada bukan takut dengan orang suruhan dari ibu itu menemukan dirinya tetapi takut jika Arelea di bawa pergi jauh darinya. Walaupun sudah siaga tetap saja sebagai lelaki yang sangat mencintai istrinya tidak mungkin melepaskan begitu saja dari genggamannya apalagi gadisnya itu sangat menggemaskan seperti ini, jika sudah bersama orang tuanya mungkin kasih sayang kepada dirinya akan berkurang. Tapi ia juga tak ingin egois, menentukan hidup selama 18 tahun sendiri tanpa orang tua itu sangat sulit. Dirinya saja yang tinggal bersama kedua orang tuanya terkadang juga tidak mudah, ada saja yang merecoki keluarganya.


'Aku belum siap kehilangan mu sayang,' Gabrian hanya bisa membatin dengan sendu


''Em kak, dagingnya mau yang mana?'' Tanya Arelea mengejutkan pria tampan itu.


Gabrian segera memasang wajah ceria, ''Yang segar dan juga yang berkualitas tinggi sayang, meat beef ya!'' Ucap Gabrian


''Oke'' Arelea langung memasukkan lima wadah daging segar itu ke dalam troli belanja nya.


''Kak kita beli ini tidak mahal kan?'' tanya Arelea


''Ini murah sekali kok! Kamu tenang saja aku tidak akan bangkrut jika kamu hanya membeli daging seperti ini, membeli mall ini pun kamu tak bisa menghabiskan semua uangku mungkin hanya separuh saja tidak ada!'' Jawab Gabrian enteng


Arelea membulatkan matanya, ''Oh astaga'' pekiknya cukup keras, dan itu mengundang banyak perhatian dari para membeli disana


''Eh sayang, jangan berteriak-teriak nanti tenggorokan kamu sakit loh!'' Nasihat Gabrian, ia tak menghiraukan tatapan bahkan ucapan orang-orang kepada dirinya dan Arelea.


''Hehe maaf kak.'' Ucap Arelea dengan menunjukkan senyum Pepsodent nya.


''Ayo kita lanjutkan belanjanya, ini kamu belum membeli apa-apa loh! Ayo kalo perlu kita borong seluruh isi mall ini, hahaha'' Tawa Gabrian mencubit gemas hidung Arelea


''Baik kak'' patuh gadis itu


Apapun yang Gabrian ucapkan pasti akan dipatuhi oleh gadis itu! Apapun itu jika dalam hal kebaikan.


Mereka mulai mencari cari bahan-bahan beef steak seperti yang akan mereka masak nantinya. Dengan penuh ketelitian Arelea menatap bahan-bahan itu dengan wajah bingung apalagi ia lupa membawa ponselnya.


''Kenapa sayang?'' Tanya Gabrian menyadari kegelisahan gadis itu


''Ponselku tertinggal di kamar tadi kak! Dan sekarang aku belum sempat melihat bahan apa saja yang akan ku beli'' keluh Arelea

__ADS_1


''Tenang saja! aku kan membawa ponsel'' Ujar Gabrian langsung merogoh kantong celana nya dan mengambil ponsel pintarnya.


Pria itu mengetikkan beberapa kata di dalam halaman pencarian, terlihat diwajahnya sangat bingung tentang bahan masakan. Ia memperlihatkan deretan kata kepada Arelea, membiarkan Arelea memilih mana yang dibeli dan mana yang tidak dibeli.


Ingredients for beef steak:


~Beef sirloin 2.5 kg


~Onion 20 cloves.


~Parsley 150 grams chopped.


~Margarine 10 tablespoons.


~Salt to taste


~Black pepper to taste.


Dengan tindakan gesit Arelea sudah memasukkan semua bahan itu kedalam troli belanjaannya hingga hampir penuh. Namun sebelum membayar mereka beranjak dan menuju rak dimana tertata rapi berbagai camilan ringan.


''Kamu mau beli yang mana sayang?'' Tanya Gabrian, ia tak mengerti mana yang disukai oleh Arelea sebagai cemilan saat sedang santai karena ia anak muda yang selalu menjaga kesehatan badannya dengan memakan salad buah dan juga makanan segar,sehat lainnya.


''Aku mau yang ini, ini sama itu saja kak'' sebenarnya Arelea mau menolak terapi takut menyakiti hati pria itu, jadinya terima saja orang ini juga gratis kok.🤣


Setelah selesai mengambil cemilan, Gabrian mengajak Arelea ke lemari dingin dan mengambil beberapa botol minuman beralkohol ringan untuk dirinya dan juga tanpa alkohol sama sekali untuk Arelea.


''Sayang, kita sekalian membeli kebutuhan untuk musim dingin ya. Karena sudah mau mendekati musim itu kita harus lebih dahulu mempersiapkan!'' ucap Gabrian


''Oke kak!'' Arelea dan Gabrian menelusuri seluruh mall untuk mencari semua kebutuhan untuk musim dingin yang sebentar lagi akan terjadi.


Selesailah semua acara belanja hari ini, segera mereka melakukan pembayaran dengan kartu black card yang berisikan jumlah yang sangat fantastis tentunya, didalam kartu itu Gabrian memiliki lebih dari ratusan euro.(Mata uang negara Eropa)


''Tolong bawa semua itu ke dalam dan masukkan kedalam lemari pendingin'' Ujar Gabrian. Itu sangat berat! eits namun pria kaya itu memiliki troli belanja sendiri dirumah jadi setiap berbelanja akan selalu memakainya, seperti sekarang.


''Sangat lelah hmm?'' Tanya Gabrian melihat mata sayu Arelea


''Heum'' gumam Arelea, Gabrian langsung menggendong Arelea dengan bridal style hingga naik ke kamarnya. Arelea tak terkejut dan tak bisa mengelak bahwa dirinya memang sudah sangat mengantuk apalagi sedari tadi menunggu Gabrian di mansion tak ada yang mengizinkan dirinya melakukan pekerjaan sama sekali.


Gabrian yang memang sudah sangat lelah juga ikut tertidur dengan berpelukan tanpa melepaskan sepatu juga tanpa mandi terlebih dahulu. Mungkin karena dari kemarin malam tidur hanya sebentar membuat mereka jadi sangat ingin tidur.


*****


Pukul tujuh malam mereka berdua bangun secara bersamaan, Arelea menggeser tangan Gabrian ke samping dan dirinya duduk ditepi ranjang seraya mengunakan sandal rumahan berbentuk bunny itu.


''Sudah bangun sayang?'' Suara serak pria disampingnya itu mengejutkan! membuat dirinya ingin memukul pria itu mengunakan bantal dengan keras, selalu saja mengagetkan Arelea saat sedang ingin santai.


''M-maaf sayang!'' Teriak Gabrian ketika Arelea berlarian ke arahnya membawa bantal yang siap menerkam dirinya.


''Tidak ada kata maaf, kalau aku punya penyakit jantung kan bahaya!! Aku bisa langsung pingsan'' Ucap Arelea langsung menghentikan aksinya


''Hahaha'' Bahkan suara tawa terdengar begitu renyah dikamar kedap suara itu.


''Aku mandi dulu ya kak, hehe'' Ujar Arelea lalu membawa handuk nya kedalam dengan cepat.


''Ya ya ya... aku mandi di kamar sebelah kan bisa!'' Gabrian menyeringai tipis bahkan nyaris tak terlihat entah apa artinya.


Gabrian akhirnya memutuskan untuk mandi dikamar sebelah, tiga puluh menit berlalu Arelea sudah selesai mandi dan siap untuk berkutat dengan alat-alatnya di dapur.


''Selamat malam kakak dan bibi'' sapa Arelea ramah

__ADS_1


Mereka menoleh, ''Selamat malam juga nyonya muda'' Jawab mereka dengan menunduk


''Apakah meat yang aku beli tadi masih didalam lemari pendingin?'' Tanya Arelea


''Masih nyonya,''


''Baiklah, aku akan memasak beef steak tolong bantu aku ya'' Ujar Arelea cengengesan


''Siap nyonya'' Bagi mereka Arelea adalah majikan yang tidak sombong seperti di film yang suka mereka tonton selepas kerja.


Setelah daging di keluarkan dan di biarkan sebentar Arelea mulai membuat nya. Pada tahapan pertama Areles memotong daging sapi menjadi 3 bagian kemudian ia merendam dalam air garam yang sudah ditambah bahan daun peterseli dan hitam lada. ia juga mendiamkan selama 30 menit agar semua bumbu meresap sempurna ke dalam daging.


Langkah selanjutnya yang Arelea lakukan adalah mencairkan mentega ke atas wajan ataupun pena. Besaran api yang gadis itu gunakan hanya kecil. Setelah mentega panaskan daging yang sudah direndam kemudian lipat-lipat tadi hingga semua bagian matang sempurna. Tingkat kematangan daging harus sempurna untuk menciptakan tekstur terbaik kemudian dari bagian dalam dan daging memang benar matang maksimal. Arelea puas ternyata membuat beef steak tidak sesusah yang ia pikirkan dulu.


Setelah benar-benar matang gadis itu mengangkat daging yang sudah ia matangkan tadi, kemudian dipotong di atas piring. Arelea juga menambahkan sajian saus tomat atau saus pedas untuk menambah rasa steak diatasnya.


''Akhh akhirnya selesai jugaa! Yeayy'' Arelea sampai lompat-lompat saking girangnya dapat membuat steak, ini pertama kalinya ia membuat makanan tersebut


''Wahh sepertinya enak sekali, harum nya sampai kamar loh?'' Pria yang tadi sedang menjelma menjadi pangeran tidur itu sudah memakai lain baju dan juga sudah segar, ia berjalan menuruni anak tangga satu persatu.


''Eh kakak sudah bangun, padahal tadi aku baru mau membangunkan kak Ian loh'' Kata Arelea menghampiri Gabrian


''Kamu masak apa hmm?'' Gabrian mengusapkan tangannya ke kepala gadis itu


''Aku masak beef steak kak, hehe'' Jawab Arelea


''Woahh... aku tidak diajak nih buatnya?'' Tanya Gabrian pura-pura merajuk


''Ehh.. bukan begitu! Tapi aku tak tega mau bangunkan kakak'' Jawab Arelea


''Ya sudah, ayo kita cicipi makanan buatan kamu'' Ucap Gabrian merengkuh pinggang Arelea


Terlihat di sana tertata rapi dua piring terisi dengan daging matang juga saus diatasnya. Arelea begitu suka dengan masak-memasak apalagi hal baru atau makanan baru yang akan dia masak untuk orang spesial, pasti memasaknya pun mengunakan cinta.>…<


''Wah rasanya enak ini daripada yang ada di restoran kemarin,'' Puji Gabrian saat sepotong daging masuk ke dalam mulutnya


''Kamu memang mempunyai bakat memasak sayang!'' Ungkap Gabrian


Arelea hanya menanggapi ucapan pria itu dengan senyuman di wajah cantik nya. Gadis itu juga langung mencoba seperti apa rasa masakannya kali ini, karena baru pertama kali jadi kalau memang belum enak bisa dimaklumi.


''Emmm... ternyata enak juga'' gumam Arelea


''Kapan lagi ya kamu membuat makanan seperti ini sayang!'' Ujar Gabrian


''Kalau kakak mau, kapanpun itu akan aku buatkan'' Jawab Arelea


''Baiklah, ayo kita lanjutkan makan!'' Ucap Gabrian


Merekapun melanjutkan makan malam dengan cara menikmati waktu berdua juga menikmati rasa masakan itu.


...****************...


...'Your happiness is my happiness too'...


...'kebahagiaan mu adalah kebahagiaan ku juga'...


...~GABRIAN GAMALIEL ATKINSON...


...----------------...

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2