
...HAPPY READING...
Setelah menempuh jarak perjalanan yang terbilang sangat panjang akhirnya mereka sampai di dalam villa Gabrian dengan kondisi Arelea tertidur pulas dengan menyenderkan kepalanya ditubuh Gabrian.
''Tuan muda ini sudah sampai!'' ucap Arav membangunkan dua insan yang tengah terlelap dalam mimpi.
Gabrian yang mendengar suara Arav itu langsung terbangun dari tidur lelap nya dan menanyakan sudah sampai tujuan atau masih dalam perjalanan menuju villa.
''Apakah sudah sampai?'' tanya Gabrian masih agak mengantuk
''Sudah tuan,'' jawab Arav
''Baiklah... aku akan membawa Arelea masuk ke dalam dan kamu minta ke pak Firman memarkirkan mobilnya.'' kata Gabrian
''Baik tuan.'' lalu Gabrian turun dari mobil dan berjalan menuju villa dengan menggendong Arelea bridal style, sedangkan Arav meminta bantuan ke pak Firman penjaga villa Gabrian untuk memarkir kendaraan beroda empat tersebut.
''Terimakasih pak Firman,'' ucap Arav
''Sama sama tuan,'' hormat pak Firman
''Kalau begitu saya berjaga didepan dulu, tuan''ucapnya
''Baik, saya juga mau masuk ke dalam.'' lalu mereka berdua pergi meninggalkan parkiran dan menuju tujuan masing-masing.
Kembali ke Gabrian,
Gabrian meletakkan Arelea dengan pelan agar tak terbangun dari tidur lelap nya. Dengan sangat hati-hati akhirnya Arelea tidur dengan nyaman di kasur king size milik Gabrian.
''Aku mandi saja dulu, badanku terasa sangat gerah.'' ucapnya bermonolog sendiri
Suara gemericik air di kesunyian malam terdengar sangat jelas ditelinga seseorang yang berada dalam satu kamar itu, hingga membuatnya bangun dan melihat lihat sekitar.
''Hoamm...''
''Ehh... aku ada dimana? mungkin sudah sampai!''
''Hah? Lalu kalau aku tadi tertidur siapa yang mengangkat ku?'' bingung seseorang itu yaitu Arelea seorang karena siapa lagi kalau bukan Arelea yang berada dikamar itu.
Tak lama kemudian kamar mandi terbuka dan muncullah seorang pria tampan dengan handuk yang melilit di pinggang nya. Arelea menoleh ke asal suara dan betapa terkejutnya dirinya mendapati seorang pria bertelanjang dada.
''KYAAAA...'' teriaknya terkejut lalu menutup mata dengan kedua tangannya
''Kenapa kak Ian tidak memakai baju?'' tanya Arelea masih menutup matanya
Gabrian terkekeh,''Ku kira kamu masih tidur jadi ya aku tidak membawa pakaian ganti ke dalam, eh ternyata kamu sudah bangun jadi ya aku tidak tau. Hehe~'' ucap Gabrian tersenyum
''Bagaimana aku hot tidak?''tanya nya menggoda Arelea
''Ihh... sana kakak pake baju dulu deh.'' ucapnya seraya mendorong dada Gabrian yang tengah berdiri di depannya dengan satu tangan masih menutupi matanya
''Oke oke.. aku pakai baju dulu byee,'' gurau nya lalu masuk ke Wardrobe room dan memakai pakaiannya
Kembali ke Arelea,
''Huhh... selamat!''
''Kenapa kak Ian tidak menggunakan baju sih?'' gerutunya
''Kan aku jadi malu,'' ucapnya menahan pipinya yang panas dan memerah akibat malu.
''Ini sudah malam ya?'' gumamnya melihat kaca luar yang terlihat gelap
Memang kamar di villa ini tak seberapa besarnya dengan kamar Gabrian yang sangat luas bahkan bisa bermain sepak bola didalam nya jika tidak banyak barang-barang yang tertata.
Villa Gabrian's ini sudah ia bangun tiga tahun yang lalu karena jika sedang ingin berlibur agar tidak jauh jauh sangat dari mansion miliknya. Gabrian memang jarang berlibur dengan keluarganya tetapi masih sering mengikuti pertemuan-pertemuan antar keluarga besar nya. Villa ini memang jarang ia pakai maka dari itu, villa ini diurus oleh sepasang suami istri yang tidak mempunyai anak dan sudah dianggap keluarga oleh Gabrian. Pak Firman dan Bu Ria itulah pasutri yang tinggal di villa itu, sudah lama mereka bekerja di sana. Mereka dipercayakan Gabrian untuk membersihkan dan mengelola villa ini bagai rumah sendiri.
''Emm aku mau ngapain yah?'' Tanyanya pada diri sendiri
__ADS_1
ceklek~
Gabrian membuka pintu dan menghampiri Arelea yang masih duduk di tepi ranjang dengan mimik wajah seolah bertanya tanya.
''DORRR'' kejut Gabrian kepada Arelea
''Apa apa apa'' kata Arelea terkaget-kaget
''HAHAHAHA'' tawa lepas Gabrian memenuhi ruangan itu membuat Arelea mendelik tajam dan sebal terhadapnya.
''Ishh kenapa sih ngagetin Mulu dari tadi!'' cemberut Arelea
''Tidak apa apa.. aku hanya ingin saja membuatmu sebal. Hahahaha'' ungkap Gabrian tertawa lagi
''Hnngg,'' Jika Arelea sudah memasang wajah imut dengan pipi mengembang pastinya tangan Gabrian gatal untuk tidak menyentuh pipi nya itu.
''Utu utu sayang...'' ucap Gabrian menoel-noel pipi Arelea dengan jari telunjuknya gemas.
''Kita makan malam kebawah yuk!'' ajak Gabrian berhenti menjahili Arelea
Yang semula wajah Arelea sebal berubah menjadi berbinar senang karena memang sedari tadi ia menahan lapar sehingga membuatnya tidak bisa berpikir banyak dan menjadi buntu.
''Ayoo!'' jawab Arelea dengan wajah sumringah nya
Gabrian dengan semangat menggandeng tangan Arelea dan membawanya turun ke bawah menggunakan tangga karena di villa itu tidak terpasang lift atau lebih tepatnya belum dipasang.
Dengan senang hati Arelea berjalan mengikuti Gabrian, ia melepaskan tangannya yang masih digenggam oleh Gabrian dan berlarian kecil menuruni tangga dnegan bersenandung kecil. Gabrian yang melihat itu matanya langsung melotot dan cemberut karena ditinggal oleh Arelea yang sudah hampir sampai di lantai dasar itu.
''La~ la~ la~'' Arelea tak menyadari jika Gabrian tak mengikuti dirinya karena masih asik berlarian kecil dan bersenandung ria.
''Ayo ka-- eh kemana kak ian?'' ucapnya setelah sampai lantai dasar dan celingukan mencari Gabrian yang ternyata masih diatas dengan wajah cemberut dan tangan melipat diperut menatap dirinya yang dibawah.
''Kenapa kakak tidak turun?'' Arelea memang sangat tidak peka
''Kenapa kamu melupakan ku ha?'' wajah garangnya muncul masih dengan posisi sama
''Hah?'' Arelea mencoba mencerna kata Gabrian
Gabrian yang menyadari bahwa Arelea sudah paham pun langsung membuat wajahnya menjadi seperti anak manja padahal aslinya serem malahan, membuat Arelea tertawa pelan.
''Gandeng aku~'' ujarnya manja dengan mengoyang- goyangkan lengan kekar nya seperti anak yang sedang merajuk dan minta dibelikan ice cream.
Akhirnya Arelea naik kembali dan langsung menggandeng tangan kekar Gabrian menariknya dengan kesal karena dirinya sudah sampai bawah malah disuruh keatas lagi.
''Hehe,'' Gabrian terkekeh gemas melihat ekspresi Arelea yang menurutnya sangat menggemaskan.
''Ihh.. kenapa sih kak!'' tanya Arelea melihat ekspresi Gabrian yang tengah memasang wajah tanpa dosa itu.
''Tidak apa apa.'' matanya berkedip-kedip polos dan berpura-pura lugu
''Hhh.. Hufft~'' Emosi Arelea sedang di uji oleh Gabrian kali ini dan dirinya harus bisa bersabar sebisa mungkin.
''Ayo kita makan,'' ucap Arelea menatap tajam Gabrian
''I-iya'' Gabrian takut melihat Arelea jika sudah menatapnya dengan tatapan seperti itu.
''Bagus!'' lalu Arelea menuangkan makanan ke piring Gabrian dan mereka mulai menyantap makanan dengan nikmat hingga habis.
Setelah selesai makan malam Arelea membersihkan piring piring kotor yang mereka gunakan untuk makan tadi dan mengangkat nya ke wastafel dan mulai mencucinya.
Kenapa tidak Bu Ria saja yang mencuci piring? jawabannya karena setelah Gabrian sampai tadi ia menyuruh Bu Ria untuk pulang kerumahnya dengan suaminya juga.
Gabrian sudah melarang Arelea melakukan kegiatan itu tetapi dia tetap dengan pendiriannya yaitu dengan membersihkan piring itu dan jika Gabrian melarang maka Arelea akan menatapnya tajam sehingga nyalinya ciut dan akhirnya mengalah.
Arelea sudah selesai mencuci piring dan sekarang ia ingin naik ke kamar karena sudah pukul delapan malam dan dirinya ingin menonton film kesayangannya di televisi mengacuhkan Gabrian yang sedari tadi menatapnya meminta perhatian darinya.
''Arelea sayang? kenapa kamu mengacuhkan ku?''tanya nya dengan wajah di imut-imutkan
Arelea yang sedang menonton itu langsung menatap wajah Gabrian dengan mengangkat satu alisnya bertanya tanya.
__ADS_1
''Kenapa kak?'' tanya balik Arelea
''Kenapa kamu mengacuhkanku?'' ulang nya
''Memangnya kakak mau apa hm?''
Tiba tiba
Grepp
Gabrian langsung memeluk tubuh kecil Arelea dengan erat dan menenggelamkan wajahnya di leher Arelea membuat nya geli.
''Ayo kita tidur ini sudah malam! Katanya besok mau lihat matahari terbit? jadi tidak?''
Arelea berbinar,''Ayo kita tidur kak!'' semangat nya belum menyadari bahwa dirinya akan sekamar dengan Gabrian.
Gabrian langsung masuk ke dalam selimut tebal itu dan memejamkan matanya. Arelea langsung memekik kaget karena ia mengira bahwa Gabrian akan tidur di kamar lain.
''Kyaa... kenapa kakak tidur disini?'' pekik nya mengejutkan Gabrian
Gabrian membuka matanya menatap gadis didepannya itu,
''Aku akan tidur disini, di kamar sebelah sangat dingin!'' ucapnya tentunya dengan wajah serius tapi dalam hatinya hanya modus belaka. Kalo lagi berdua ngapain harus sendiri batinnya tersenyum manis.
Akhirnya Arelea pasrah dipeluk sepanjang malam oleh Gabrian, ia pun merasakan nyaman dipeluk oleh tubuh kekar Gabrian. Ia merasakan dilindungi oleh Gabrian entah apapun itu ia tidak tau karena hanya firasatnya saja jika lelaki yang sedang memeluknya erat itu akan menjadi pelindung dan lelaki yang menatapnya dengan penuh dengan cinta hingga membuat hari hari kedepannya akan lebih istimewa dan tidak kesusahan seperti dahulu.
***
Pagi harinya Arelea bangun terlebih dahulu sebelum matahari terbit dan langsung membangunkan Gabrian dengan mengoyang-goyangkan badan kekar milik Gabrian.
''Kak Ian!! ayo katanya ingin melihat matahari terbit?'' ucapnya lirih
Gabrian yang tidur nya terusik pun langsung mengerjapkan mata nya dan bangun.''Memangnya ini jam berapa?'' tanyanya
''Ini sudah jam 06.00 Am kak!'' ucap Arelea menjawab dengan melirik jam di nakas dekatnya
''Baiklah ayo kita mandi dahulu,'' lalu mereka bergegas mandi bergantian dan menuju pantai tanpa membawa Arav, karena Gabrian sudah menyuruh nya untuk menjaga villa.
Dalam perjalanan menuju pantai Arelea tak henti-hentinya mengedarkan pandangannya ke perbukitan luas disekitar nya melalui kaca mobil yang tertutup.
Tak sampai 15 menit akhirnya mereka sampai di pantai dan matahari masih sedikit menampakkan sinarnya. Sepertinya mereka tidak terlambat datang, Arelea terlihat bahagia melihat munculnya sinar matahari secara perlahan hingga agak naik.
''Yeayy!'' girang Arelea menatap matahari dan menoleh ke samping dimana Gabrian duduk juga sedang menatapnya.
''Apa kamu senang sayang?'' tanyanya
''Sangat senang kak!'' menatap Gabrian
''Terimakasih kakak sudah menjadi seseorang yang mau mengulurkan tangan kakak membantu aku disaat semua orang memandang rendah diriku dan juga menjadi penerang kehidupanku yang sekarang, Kakak sudah menjadi seseorang yang berharga untukku dan aku bingung harus membalas semua kebaikan yang kakak berikan untukku! Aku sangat bersyukur kepada Tuhan karena mempertemukan kita di waktu itu,'' ungkap Arelea kembali menatap matahari itu dengan mata berkaca-kaca mengingat dirinya sebelum bertemu dengan Gabrian
Gabrian terharu mendengar ucapan Arelea, betapa beruntungnya dirinya menemukan wanita eh ralat gadis secantik Arelea dari segi fisik maupun hatinya. Ia sangat berterimakasih kepada Tuhan karena mempertemukan mereka.
Dari kejauhan tampak seorang pria mengunakan setelan jas rapi sedang memperhatikan sepasang insan manusia dari jauh, pria itu sedang menikmati waktunya di tepi pantai tetapi mendapatkan telpon dari salah satu anak buahnya untuk kembali ke perusahaan karena ada sedikit masalah dan saat selesai bersiap dirinya dikejutkan dengan pandangan dimana seorang gadis yang ia sukai sedang duduk berdua bertatapan dengan sorotan mata saling memancarkan cinta membuat darah nya mendidih dan membuat jiwa sikopat nya keluar ingin membunuh lelaki itu dan membawa wanitanya pergi bersamanya. OBSESI itulah kata yang kita gambarkan tentang pria itu terhadap wanita yang ia inginkan.
Dirinya mendekati sepasang insan itu yang ternyata adalah Arelea dan Gabrian. Lelaki itu adalah Samuel Braxton yang Arelea temui disaat sedang berteduh dibawah pohon rindang dekat perpustakaan tempo lalu.
''Hallo arelea!'' sapa lelaki itu kepada Arelea
Arelea berbalik badan dan menatap lelaki itu dengan wajah bertanya. Lalu ia berpikir seperti familiar dengan wajah itu dan ya ia teringat dengannya.
''Tuan El?'' tanya Arelea menatap wajah lelaki itu membuat wajah Gabrian yang semula menatap wajah Arelea dengan damai kini menjadi datar
''Siapa dia?'' tanya Gabrian dingin
***
Waduh bang Gabrian kalo marah serem juga yah?🤣
Tunggu kelanjutannya!! Jangan lupa like vote comment:))
__ADS_1
Maaf beberapa hari ini author jarang up karena kegiatan banyak banget di realife. Mon maap sekali my readers:))