Gadis Milikku

Gadis Milikku
Chapter 39. Bertemu wanita ular


__ADS_3

Ternyata dugaan Arelea benar adanya, ular yang disebut tadi memang datang ke perusahaan BL Company untuk merayu Gabrian. Namun niatnya bahkan belum tercapai sudah di buang jauh-jauh oleh Arelea. Bahkan niatnya itu sangat terlihat jelas Dimata Arelea, sebagai manusia yang mempunyai sedikit kelebihan seperti Arelea melihat tingkah seseorang seperti itu adalah hal yang sangat mudah.


''Aku ingin egois sekali saja, biarkan kak Ian bersamaku selamanya.'' Gumam Arelea dengan mata terpejam


''Harusnya ular itu tidak berani menginjakkan kakinya masuk kedalam perusahaan besar seperti milik mom nya kak Ian, ternyata nyalinya bagus juga ya?!'' Ucapnya tersenyum smirk


Tok tok tok...


''NYONYA?!'' Teriak seorang pria dari luar memanggil gadis yang tengah mengeram rendah menahan marah itu


Arelea menetralkan amarahnya dan menghampiri pintu, Ternyata Arav.


''Ada apa tuan?'' Tanya Arelea dengan senyum polos nya


''B-begini nyonya, t-tuan mu-muda diganggu oleh wanita menjijikkan di dalam ruangan meeting dan beliau meminta ku memanggil nyonya,'' Ucapnya terengah-engah


'Cepat juga dia bertindak huhh tak tahu saja aku berada disini!' Gumam Arelea dalam hati


''Baik tuan, ayo antarkan aku ke sana,'' Ucap nya datar membuat pria itu terkaget-kaget namun tetap mematuhi ucapan nya


Sebenarnya beberapa waktu lalu Arelea sebelum bertemu dengan Gabrian ia sudah tau bahwa ada seorang wanita yang mendekati lelaki itu sebelum dirinya. Ia mencoba terlihat biasa didepan namun memang benar kata orang 'jangan menilai seseorang dari luar nya' Arelea terlihat polos lugu dan hanya agak pintar namun aslinya sangat tidak suka jika apapun yang sudah menjadi miliknya diambil orang lain termasuk Gabrian. Gabrian sudah menjadi milik nya mulai dari saat ia diizinkan tinggal di mansion mewah pria itu, jika kalian mengatakan Arelea egois silahkan karena memang benar itu kenyataan yang harus kalian tau, ia sangat tak suka dengan benalu di pohon karena menjadi parasit seperti wanita itu pasti akan menjadi benalu di dalam hubungannya dengan Gabrian. Gadis ini mempunyai seribu satu cara untuk menyingkirkan sesuatu yang ingin menganggu diri nya.


Arelea terlihat tidak memiliki apa-apa dan mengandalkan di dua pekerjaan dalam satu wilayah namun itu hanya untuk menutupi dirinya yang asli. Dia sebenarnya adalah seorang rich girl, ia dulu pernah menemukan satu kalung di dalam lemari pakaiannya yang jika di putar bagian liontin akan muncul dunia lain seperti ilusi namun itu adalah kenyataan. Ia tak suka menggunakan barang itu untuk mengambil tahta ia suka bekerja ia pekerja keras ia penyuka pekerjaan maka dari itu ia memutuskan tidak mengunakan harta yang ia tak tau milik siapa itu karena memang bukan miliknya.


(Sedikit penjelasan tentang kehidupan Arelea sebelumnya)


''Mereka ada di ruangan ini nyonya,'' Ujar arav menunjukkan satu pintu besar didepannya


''Terimakasih tuan, aku masuk sekarang ya?!'' Tanya gadis itu dengan ragu-ragu dijawab anggukan kepala oleh arav


ceklek~


Suasana yang tadinya sedang dalam keadaan ricuh menjadi mendadak tegang, mereka tidak tau penyebabnya tetapi setelah kemunculan satu bocah perempuan cilik itu suasana berubah dengan sendirinya.


Gabrian menghampiri Arelea, ''Ada apa sayang? kamu bosan didalam hmm?'' Tanya Gabrian


''Tidak kak, kata tuan asisten kakak tadi ada wanita menjijikkan di sini jadinya aku datang untuk mengusirnya.'' Ucapan jujur Arelea membuat mereka yang didalam berasumsi bahwa wanita yang dikatakan oleh bocah cilik itu adalah yang tadi menggoda anak dari yang memiliki gedung raksasa ini dengan terang-terangan.

__ADS_1


Lain halnya mereka tegang gegara bocah cilik itu, seorang pria yang masih gagah di barisan paling depan mematung kaget melihat wajah anak itu.


'Apakah gadis ini yang di ceritakan bunda?!' batin pria itu mencermati setiap inci wajah Arelea


Arelea merasa di perhatikan oleh seseorang pun menoleh, matanya terpaku melihat pria itu saking terkejutnya sampai tak mereka sadari bahwa singa pencemburu didekatnya itu sedang mengeluarkan jurus ingin memakan mangsanya.


''Sayang jangan dilihat lama-lama, aku masih muda dan masih tampan loh masa kamu mau cari yang udah om-om sih?!'' protes Gabrian tak terima dengan suara berbisik


Gadis itu tersadar dan memutuskan kontak mata dengan pria paru baya itu, seperti ada ikatan dalam diri mereka berdua sampai-sampai hatinya ikut berdegup kencang. Inilah awal kisah dimana Arelea akan menghadapi semua.


''I-iya kak?'' jawab Arelea pelan dengan nada gugup tak seperti biasanya


''Jangan melihat orang lain seperti itu,'' Ingat Gabrian pada Arelea


Wanita yang tadinya terang-terangan menggoda Gabrian nampak kesal, karena posisinya direbut oleh bocah ingusan yang jika dilihat dari bentuk tubuhnya saja masih bagusan dirinya pikir wanita itu. Padahal di balik Hoodie sweater tebal Arelea tersembunyi bentuk tubuh yang selalu di idam idamkan wanita di manapun apalagi Arelea itu terbilang usianya masih muda.


''Sayang?!'' Panggil wanita itu


Gabrian kesal dan jijik dipanggil seperti itu, ''Sayang tolong kamu bantu aku mengusir wanita menjijikkan itu dari sisiku. Aku tak mau tertular penyakit jika bersentuhan langsung dengannya.'' ungkap Gabrian berbisik


''Hehe iya kak'' Arelea sedikit tergelak mendengar kata 'tertular penyakit' yang di ucapkan pria itu


''Mohon maaf semua silahkan masuk ke dalam ruangan sebelah untuk menunggu tuan muda, meeting akan kita laksanakan lagi sekitar 15 menit lagi terimakasih.'' Ucap Arav menggantikan tuan muda nya


''Baiklah tuan arav'' Serempak mereka setelah berpikir memang meeting ini sedikit dadakan


''Mohon maaf sekali lagi, kami belum sepenuhnya siap dengan meeting dadakan ini. Mari saya hantarkan'' Ujar Arav menuntun jalan mereka semua, karena memang yang sedang dia ajak bukanlah sembarangan orang. Mereka adalah anak cabang raja bisnis semua pasti jika tidak dilayani dengan sepenuh hati pasti diantaranya akan menjelek-jelekkan business king yaitu Gabrian.


Setelah mereka pergi dari ruangan, tinggallah tiga orang dengan pikiran masing-masing dan saling diam. Gabrian seperti tertimpa begitu banyak ranting pohon yang tinggi saat Arelea mengeluarkan aura tekanan yang tak biasa ini, wanita itu juga.


''Hei kamu bocah ingusan!'' Sentak wanita itu berani


''Berani-beraninya kamu menggoda calon suami orang?!'' Ujarnya dengan wajah tanpa malu


Jika dia adalah calon istrinya lalu Arelea jadi istri pertama yang tidak takut pelakor datang ke rumah tangga mereka, karena apa? pelakor itu saja tidak mampu menjinakkan hati pria nya untuk apa kita takut. Memang seperti itulah gambaran mereka saat ini.


''Siapa kau beraninya mengatakan diriku sebagai calon suamimu! Dalam mimpimu pun aku tak Sudi.'' Tekan Gabrian jijik

__ADS_1


''Betul kata kak Ian, kakak itu sebagai wanita seharusnya bukan mengakui tapi diakui karena derajatnya wanita itu Dimata tuhan adalah mulia. Jadi jangan pernah sekalipun mengakui jika tak sepenuhnya memiliki.'' Petuah bijak Arelea membuat wanita itu bungkam seketika


'Memang apa yang dikatakan bocah ingusan itu betul adanya, tapi Gabrian adalah milikku sampai kapanpun tetap menjadi milikku tidak ada yang lain apalagi si bocah ingusan itu jika aku tidak bisa mendapatkan nya maka orang lain juga tidak bisa. Huhhh.' Batin wanita itu dengan geram, ia yang tak lain dan tak bukan adalah Angelista Inez Glacson dan Wanita menjijikkan adalah sebutan dari gabrian untuk wanita ini.


'Bagaimana caranya aku menghilangkan wanita ini dari sini ya?' batin Arelea bingung


Gabrian terkekeh geli, ''Sayang katakan padanya bahwa kamu sudah menikah denganku ku jamin pasti dia akan pergi.'' Usul Gabrian berbisik


Arelea mengangguk, ''Kakak kami itu sudah menikah dan kamu malah ingin mengambil suamiku? itu tidak bisa, yang sudah menjadi milikku pasti selamanya akan menjadi milikku. Kakak tidak usah berharap lebih huh!'' Bentak gadis ini, malah jadi gadis ini malah terpancing emosi.


''Good sweet heart, biarkan dia terkena mentalnya jangan biarkan dia hidup ditengah tengah kita!'' Bisik Gabrian tersenyum smirk, ia sudah lelah selalu di usik oleh wanita tak tau diri ini dan sekarang dengan adanya Arelea semua akan beres. Bukannya memanfaatkan namun ia malah pamer jika sudah mempunyai istri di depan wanita itu, pasti sebentar lagi beredar berita mengenai dirinya sudah menikah jika sampai wanita itu membocorkan rahasia itu. Namun ia tak perduli karena ini adalah kabar yang membahagiakan dirinya juga orang tuanya yang selalu mendesak dirinya untuk menikah, Arelea juga sama bahagia nya dengan Gabrian karena akan bisa menikah dengan lelaki yang ia cintai.


''Kami sudah mau punya anak loh kak, di dalam perutku ini sudah ada dua bayi yang tumbuh sehat. Apa kakak mau merebut kebahagiaan anak-anakku nanti?!'' Tanya Arelea dengan mode drama seraya mengelus perutnya yang datar dan mimik wajah yang sedih


Skak! Wanita itu tertunduk lemas memegang kursi dibelakangnya agar tidak limbung. Walaupun ia hanya mengincar harta Gabrian namun dalam hatinya juga ia sangat mencintai pria itu, rupanya sejuta pesona seorang Gabrian Gamaliel Atkinson ini.


''Kamu jangan berbohong anak kecil! Mana mungkin seorang Gabrian yang notabennya adalah CEO dua perusahaan raksasa disini menikah tanpa ada yang tau?!'' Kata Angelista dengan angkuh


''Kami menikah memang harus di publikasikan ya kak?'' Tanya Arelea dengan tampang polosnya


Hhhaaahhh~ Angelista sampai menghela nafas, rupanya istri kecil Gabrian ini masih polos dan lugu. Namun bisa mendapatkan Gabrian dengan begitu mudah, apakah gadis ini menggunakan ilmu hitam? Tapi itu tidak mungkin karena dilihat dari cara berbicara nya saja seperti tidak berpengetahuan luas.


''Kakak kalau mau mencari suami itu di tanya dulu dirumah apakah sudah ada istri yang menunggu jangan asal mengklaim milik orang lain menjadi milikmu itu tidak boleh!'' Sarkas Arelea


Gabrian hanya menonton perdebatan antara Arelea dan Angelista dengan wajah datar, rupanya gadis itu sangat sarkasme dan juga sangat bar-bar dalam hal yang berbau perdebatan.


.


.


.


.


.


Bersambung...

__ADS_1


IG: @_fikria.ns


__ADS_2