Gadis Milikku

Gadis Milikku
Chapter 54. Gagal memberitahu


__ADS_3

...Happy Reading...


''Arelea, sebenarnya kami ini adalah kel-


''ARELEA!!'' Sebelum Tasya menyelesaikan ucapannya seorang pria memotong nya dan juga berjalan tergesa-gesa menatap mereka satu persatu dengan amarah yang tersulut.


Kak Ian


Arelea mendadak tubuhnya kaku, ia takut nanti Gabrian akan marah kepadanya karena keluar tanpa berpamitan dan juga tanpa penjagaan. Bahkan sempat memecahkan barang di mansion pria itu. Arelea pikir ini tidak menjadi masalah besar untuknya tetapi, sudah berlalu. Ia hanya memohon kepada Tuhan agar Gabrian tak memarahi dirinya.


''Ayo ikut aku pulang!'' Sentak Gabrian


Ia bukan marah karena Arelea pergi tanpa penjagaan atau apapun tetapi karena ia belum siap jika gadis nya itu kembali ke keluarganya dan meninggalkan dirinya sendiri.


''Kak, aku sedang bertemu dengan temanku.'' Arelea mencoba memberontak


''Diam!'' Bentak Gabrian tanpa sadar


Biasanya Arelea tidak akan tersinggung karena dibentak. Tapi sekarang air matanya meleleh begitu saja, orang yang ia sayang kini membentaknya.


Sakit. itulah yang ia rasakan dalam hati nya.


Gabrian sebenarnya ingin meminta maaf karena membentak gadis nya. Namun ego nya mengalahkan rasa bersalahnya.


Delin dan Bunda Tasya membelalakkan matanya, mereka pikir Gabrian memperlakukan Arelea dengan baik dan penuh kasih sayang, namun malah terjadi sebaliknya. Mereka tak terima.


''Hei, Tuan muda ATKINSON!'' Teriak Delin


''Kembalikan adikku, kau terlalu memperlakukan adikku dengan cara yang sangat kasar dan tidak wajar! Aku akan kembali untuk merebutnya darimu, Camkan itu!'' Teriak Delin kembali menggema


Gabrian seolah tuli, ia sama sekali tak menghiraukan teriakan kakak Arelea itu. Berbeda dengan Arelea yang tubuhnya menegang di dekapan Gabrian karena ucapan Delin.


Adik? siapa adik kak delin itu?


.


.


Gabrian melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, ia tak kembali ke mansion nya tetapi ke apartemennya. Ia tak mau sampai emosinya membuat semua orang di mansion ketakutan, ia ingin membawa Arelea dan menghukumnya di sebuah ruangan.


Gabrian menggendong Arelea seperti koala masuk ke dalam apartemen nya. Ia menekan beberapa digit angka untuk memasuki ruangan itu.


''Kak, tolong turunkan aku.'' Rengek Arelea mengoyang-goyangkan kakinya yang menjuntai ke bawah


Gabrian tak menjawab. Bahkan pria itu mengacuhkan Arelea.


Setelah Gabrian menurunkan Arelea dari gendongannya gadis itu merengek meminta maaf kepadanya. Bukannya marah namun ia sekarang merasa lucu sendiri melihat ekspresi wajah Arelea, namun tetap menampakkan wajah datarnya.


''Kak Ian, a-aku minta maaf. Tadi aku hanya tak ingin di ikuti siapapun untuk bertemu kak delin. Karena kemarin kak delin bicara kepadaku seperti itu.'' Jelas Arelea


''Dan kamu menurutinya?'' Tanya Gabrian menatap tajam Arelea


Arelea takut dengan tatapan mata itu langsung menunjukkan ekspresi manjanya.


''I-iya kak, aku juga meminta maaf karena tadi memecahkan guci yang berada didepan pintu masuk rumah kak Ian,'' Arelea mengoyang-goyangkan lengan Gabrian meminta ampun


Bukan masalah besar untuk guci itu, karena ia bisa kembali membeli nya. Namun ia hampir saja kecolongan Arelea bertemu dengan keluarga nya. Ia belum siap untuk kehilangan Arelea.


Andaikan kamu tau, jika sampai mereka mengucapkan dua patah kata lagi pasti kamu akan mengikuti mereka dan meninggalkan aku disini. Aku belum siap. Aku masih membutuhkan dirimu.


Gabrian tak mau mengungkapkan nya secara langsung tetapi itu tersirat di matanya yang memancarkan kesedihan dan juga ketidakrelaan dalam menatap Arelea.


Kebahagian nya sekarang adalah keluarganya dan Arelea. Ia tak mau kehilangan keduanya meskipun maut memisahkan.


''Kak Ian, aku minta maaf tadi tidak berpamitan denganmu!'' lirih Arelea menundukkan kepalanya


Gabrian melihat Arelea, gadis itu begitu bersalah kepadanya. Sangat menggemaskan.

__ADS_1


''Kamu tau? Aku hanya tak ingin kamu kenapa-kenapa, aku khawatir terjadi sesuatu terhadapmu. Jika kamu mau berpergian walaupun hanya dekat mansion tetap mengabari aku ataupun membawa dua sampai tiga pengawal. Jangan berbuat ulah seperti tadi, aku tidak memasalahkan barang yang kamu pecahkan tadi tetapi aku hanya takut kamu terluka. Aku tidak mau kehilangan seseorang yang aku sayangi untuk kedua kalinya Arelea.'' Ucap Gabrian menumpahkan semua unek-unek nya


Arelea mendongak, matanya berkaca-kaca. Ia sampai lupa jika dulu Gabrian pernah kehilangan seorang adik karena penjagaan keluarganya kurang ketat. Maka ia tanamkan dalam pikirannya ia berjanji ini adalah pertama dan terakhir kalinya ia bertindak seperti ini.


''Maaf kak, aku berjanji tidak akan mengulangi perbuatan ku ini lagi. Ini adalah yang pertama kalinya dan terakhir kalinya, selebihnya aku akan menuruti semua ucapan kakak. I didn't know that my actions this time caused such a big problem.'' Ucap Arelea menyesal


Gabrian mengusap air mata yang membasahi pipi gadis kesayangannya itu. Arelea menghamburkan pelukan kepada Gabrian. Sungguh ini adalah first time Gabrian marah tanpa melampiaskan dengan memarahi atau meneriaki seseorang. Ck sangat ajaib, begitulah cinta membutakan apapun.


''Maafkan aku tadi sempat membentak mu dan membuat kamu ketakutan.'' Ujar Gabrian membelai penuh sayang surai Arelea


Arelea mengangguk dalam dekapan pria itu.


.


.


.


Setelah selesai acara maaf-maafan, mereka berdua tetap berada dalam apartemen. Arelea terpaksa tidak memasak makanan apapun karena di kulkas tidak ada satupun bahan makanan dan gabrian juga meminta pesan lewat handphone saja.


Disela-sela kebersamaan mereka dari pintu terdengar suara bel berbunyi.


Ting tong..


''Kak makanannya sudah sampai, aku ambil dulu ya'' Ucap Arelea berdiri


Gabrian mencegah Arelea, ia tak rela tubuh mulus gadisnya itu terlihat oleh lelaki lain. Karena sekarang Arelea hanya memakai celana diatas paha dan juga baju yang menampakkan leher jenjangnya. Keindahan ini hanya boleh dirinya yang melihat.


''Biarkan aku saja yang mengambil,'' Ujar Gabrian lalu pergi kebawah


.


Setelah Gabrian kembali, ia menenteng dua big paper bag dua logo berbeda. Arelea sudah sangat lapar karena tadi saat dirinya di cafe belum sempat meminum ataupun memakan apapun.Karena sebelum pesanan sampai gabrian terlebih dahulu membawanya pergi.


''Mau yang mana sayang?'' Tanya Gabrian lembut


''Emm aku ini saja kak, dan minumnya yang itu.'' Ujar Arelea menunjuk


''Baiklah,'' Layaknya ratu, Arelea begitu dimanja jika bersama gabrian.


''Terimakasih kak ian,'' Ucap Arelea tersenyum manis


''Ayo kita makan,''


Gabrian tidak ingin menerima terimakasih dalam bentuk ucapan sebenarnya, ia ingin di kiss untuk hadiah terimakasih dari Arelea.


Arelea seakan paham langsung saja menggeser tubuhnya lebih dekat dengan Gabrian dan men*ium bibir Gabrian sekilas dan juga men*ium pipi Gabrian.


''Sama-sama sayang'' Benar saja trik jitu Arelea ini berhasil.


**


Meninggalkan satu pasangan yang sedang makan dengan kemesraan, di sebuah mansion mewah tengah terkumpul dua anggota gelap milik seseorang dan dua ketua yang berbeda usia sedang berbicara serius di tengah hutan belantara.


''Kalian semua tidak boleh membunuh pria itu, karena hanya pria itu yang di cintai oleh putri saya. Jangan sekali-kali kalian membunuh satu pun anggota keluarga A karena jika itu sampai terjadi dan putri saya tahu, saya adalah orang pertama yang dia benci. Ingat, berikan peringatan dan juga sedikit musibah di mansion milik pria itu hanya waktu saya dan putra saya mengambil princess. Kalian alihkan perhatian semua penjaga, baik penjaga bayangan maupun penjaga yang terlihat. Jangan sampai lengah!'' Kata pria itu dengan wajah tegas dan suara dingin nan menggelegar nya


''Kita akan melakukan ini nanti malam! Jangan sampai ada yang terluka.'' Ujar putra dari pria itu


''SIAP TUAN BESAR DAN TUAN MUDA.'' Serentak para anggota hormat


''Bagus! Sekarang tingkatkan insting dan kewaspadaan kalian, bisa saja pria itu sudah memasang jebakan untuk kita, tanpa kita tahu!'' Ucap putra dari pria itu lagi


''Ayo sekarang kita pulang ke mansion, pasti bunda sudah menunggu kita.'' Ujar pria itu merangkul pundak sang anak meninggalkan halaman mansion


***


Gabrian dan Arelea baru saja selesai makan. Mereka sekarang sedang menonton serial favorit Arelea di televisi, apalagi kalau bukan kartun. Sesekali Arelea terbahak-bahak karena alur yang tak pernah membosankan.

__ADS_1


''Sayang, nanti malam kita tidur disini dulu saja ya? Besok baru kita pulang.'' Ujar Gabrian


Arelea menatap Gabrian.


''Baik kak,'' Sepertinya Arelea sudah tak ingin membahas tentang tadi saat dirinya sempat berjumpa oleh seseorang, dia sudah takut prianya begitu marah dan itu sangat menakutkan.


Telpon genggam Gabrian berbunyi. Arelea mendongak.


''Siapa kak? Apakah penting?'' Tanya Arelea


''Teman ku, seperti nya iya karena tak biasa dia menelpon ku.'' Ujar Gabrian berbohong


''Oh baiklah, kakak angkat saja aku akan kembali melanjutkan menonton kartun itu.'' Ucap Arelea kembali


Gabrian mengecup kening Arelea sebelum pergi mengangkat telpon dari anak buahnya.


Setelah agak jauh dari Arelea, Gabrian mengangkat telpon dan begitu sambungannya terhubung terdengar sangat jelas ucapan anak buahnya begitu panik entah karena apa.


''Selamat sore tuan muda Gabrian,'' Sapa anak buah nya dari seberang, terdengar panik namun tetap dengan nada flat nya.


''Kenapa? Apa terjadi sesuatu kepada Tuan dan nyonya besar?'' Tanya Gabrian masih mencoba untuk tenang meski hatinya sangat gelisah


''Bukan tuan, Tuan dan nyonya besar baik-baik saja. Tetapi...''


''Tetapi apa?'' Bentak Gabrian


''Tadi saat saya mengikuti dua wanita yang menemui nyonya muda, mereka berhenti di sebuah kastil tengah hutan belantara yang sama sekali tak seorangpun tau, bahkan saya dan rekan saya yang lain sempat terkejut karena didalam hutan belantara itu terdapat kastil yang begitu mewah namun tersembunyi. Di sana sangatlah ketat oleh penjagaan, oleh karena itu saya tadi berpura-pura sebagai pengawal dua wanita itu saat memasuki wilayah hutan. Kita tidak sampai masuk ke dalam kastil itu tuan muda, tetapi yang saya tau itu adalah markas mafia pertama di negara A tahun ini tuan muda.'' Ujar anak buahnya dengan suara flat


''Apa yang kalian ketahui lagi?'' Tanya Gabrian dingin


''Mereka akan membawa nyonya muda Arelea pergi dan kembali ke negara asal nya hingga jauh dari tuan muda untuk selamanya,'' Jawab anak buah Gabrian dengan suara flat


''****!!!'' Umpat Gabrian


''Kamu tetap perketat penjagaan diluar mansion utama Atkinson dan juga perketat penjagaan di luar gedung apartemen saya! Jangan sampai lengah. Meskipun kita di negara ini sangatlah ditakuti dalam bisnis namun mereka bukanlah lawan kita, mereka dari kelompok dunia bawah. Kita harus tetap waspada!'' Teriak Gabrian dengan suara marah


''Baik tuan muda, saya akan segera menyampaikan nya.''


Tut...


Gabrian mematikan sambungan telpon.


Pria itu mengacak-acak rambutnya, ia sangat frustasi sekarang. Belum siap untuk Arelea pergi bahkan tidak pernah siap untuk kehilangan gadis nya.


''Kali ini aku memang sangat egois karena ingin menjauhkan seorang anak dari keluarganya, tapi bagaimana lagi aku juga tak ingin kehilangannya. Aku tidak ingin kehilangannya bahkan saat maut memisahkan kami!'' Air mata yang sedari Gabrian pendam akhirnya keluar juga


Biarlah kali ini dia menjadi lelaki yang egois, untuk mempertahankan sesuatu yang kita inginkan agar tidak di ambil seseorang bukankah kura harus butuh sifat egois. Tetapi jangan sampai salah mempergunakan sifat ini untuk hal-hal yang diluar batas, seperti terobsesi terhadap seseorang dan hingga menyakiti seseorang itu hanya karena obsesi semata nya.


Pria itu tak sadar sedari tadi aksinya dilihat jelas oleh kamera pengawas yang terhubung di markas seseorang.


.


.


''Cinta pria ini sangat tulus kepada adik, aku bahkan tidak tega memisahkan nya. Namun harus aku beri pelajaran agar tidak bertindak semaunya, sudah mengetahui kami tetapi masih menyembunyikan nya dari adikku. Ck ini ujian mu!'' Ujar pria dari balik komputer


''Berikan dia pelajaran yang paling banyak kak, agar dia tak berulah seperti kemarin. Ck, bunda dan aku baru saja ingin memberi tahu adik siapa kita. Eh tiba-tiba pria itu datang dan langsung berteriak membawa pergi! Sungguh tak beradap didepan calon mertua dan calon kakak iparnya.'' Umpat adik perempuan nya dari belakang kursi


...***...


...Cinta sejati adalah cinta yang di hidupi dan di miliki seseorang lewat berbagai ujian....


...***...


Jangan lupa like comment and vote nya ya...


Thanks

__ADS_1


IG: @_fikria.ns


__ADS_2