
...HAPPY READING...
Suasana mobil itu hanya hening, Arelea hanya sesekali melirik ke arah Gabrian yang sedang serius membaca iPad di tangannya. Suhu yang begitu dingin membuat semua orang memakai pakaian tebal jika keluar rumah dan sangat jarang yang memakai pakaian minim bahan seperti hari biasa, negara ini bebas melakukan apapun bahkan memakai pakaian tipis dan sangat menerawang saja orang tidak menghiraukan karena bagi mereka itu sudah biasa.
''Rav, minta kepada asisten pribadi mommy untuk menghidupkan suhu ruangan yang pas dengan kondisi'' Ujar Gabrian seraya mengingat-ingat
''Baik tuan,''Jawab arav setelah itu ia menekan sesuatu ditelinga nya hingga terhubung ke saluran lain.''Halo nona Diana, saya arav asisten tuan muda Gabrian. Beliau menginginkan suhu di semua ruangan sesuai dengan kondisi sekarang, kalau perlu siapkan air panas dan teh jahe untuk menghangatkan badan.'' Ucap arav datar ke asisten mom Kimberlly
''Halo juga tuan, baik saya akan siapkan sesegera mungkin. Apakah perjalanan tuan muda menuju kemari masih lama?!'' Tanya Diana dari seberang
''Tidak, ini sudah mau sampai'' Jawab nya
''Baik tuan, semoga selamat sampai disini.'' Ucapnya
''Kalau begitu saya tutup telpon nya terimakasih kerjasama nya!'' ucap Arav mematikan saluran
.
.
''Sudah tuan muda, mereka akan menyiapkan sesegera mungkin'' Ucap arav melirik di kaca depan
''Ya! Tingkatkan suhu di mobil rav. Arelea kedinginan!'' Perintah Gabrian
''Baik tuan'' Jawabnya menaikkan suhu
''Apakah masih dingin?'' Tanya Gabrian khawatir kepada Arelea
''Tidak kak, ini sudah jauh lebih baik'' Jawab gadis itu menikmati dekapan hangat dari gabrian
''Ya sudah, ini sudah mau sampai jangan lupa pakai syal dan pakaian hangat yang kamu bawa tadi'' Ucap Gabrian memperingatkan
Arelea hanya mengangguk, ia jadi memikirkan nasib kedua kucingnya yang berada di taman belakang apakah mereka sudah dipindahkan? apakah mereka kedinginan? ia lupa karena tadi terburu buru jadi tidak sempat melihat kedua peliharaan lucu itu.
''Kak.'' Panggil Arelea gelisah
''Ya? ada apa?'' tanya Gabrian bingung menyadari kegelisahan gadis itu
''Emm aku tadi lupa tidak melihat kedua kucingku, apakah mereka sudah dimasukkan ke dalam? aku khawatir mereka akan sakit jika dibiarkan diluar. Sungguh aku lupa bagaimana ini?!'' Ucap Arelea panik
Lagi dan lagi kucing, apa gadis itu tidak khawatir kepada dirinya yang harus bekerja di musim dingin seperti ini? bukannya sangat tidak nyaman jika bekerja di musim yang enak untuk menutup diri dengan selimut seperti sekarang!.
Gabrian menghela nafas,''Tadi maid ku sudah membawa kedua kucing kesayangan mu itu ke dalam ruangan khusus untuk bermain peliharaan.'' Jawab Gabrian sedikit ketus
__ADS_1
Akhirnya Arelea lega dan tersenyum kembali,'' Terimakasih kak'' Ucap Arelea mengecup pipi Gabrian membuat pria itu terdiam kaget
'Kalau hanya memerintah maid untuk melakukan sesuatu tindakan yang membuat Lea senang ke-kedua kucing sialan itu dan hadiahnya mendapat kecupan dari Lea, aku rela hehe~' batin Gabrian tersenyum licik
''Sama-sama sayang'' Jawab Gabrian mengecup bibir Arelea sekilas
Suka sekali pria itu mengecup bibirnya tanpa ijin, ia jadi salah tingkah sendiri jadinya. Sudah susah-susah menyembunyikan wajah malu nya tapi Gabrian tak henti-hentinya menggoda dengan sengaja.
''Kenapa sayang? Mau lagi?'' Tanya Gabrian pura-pura tidak tahu padahal dalam hatinya sudah tertawa keras
''T-tidak.'' Jawab gadis itu cepat
'Ish yang benar saja,,, aku sangat malu' Batinnya
'Hehe kesempatan ku menggoda dirimu semakin banyak sayang' batin Gabrian dengan smirk kecil
Arav yang tak sengaja melihat ke arah kaca pun menyadari senyuman dibibir tuan muda nya itu, ia menghela nafas sudah pasti apa yang akan dilakukan selanjutnya melibatkan dirinya.
'Ya tuhan, semoga kali ini tuan muda tidak melibatkan diriku yang malang ini untuk tugas percintaan yang belum aku pahami ini! Aku masih polos ya tuhan?!' Batin arav menjerit
''Arav?!'' Panggil Gabrian yang mendengar suara hati pria yang duduk di kursi kemudi itu
''Temui aku saat selesai meeting di ruang kerja!'' Ucapnya penuh perintah
***
Tiga puluh menit berlalu akhirnya mereka sampai di depan perusahaan raksasa yang didirikan oleh kerja keras dari Mommy Kimberly yang bernama BL Company dan disambut beberapa karyawan dengan hormat.
Siapa sih yang tidak mengenal seorang Gabrian Gamaliel Atkinson ini? Anak dari dua konglomerat sekaligus sebagai business king, juga sangat tampan pasti semua sudah mengenalnya, Gabrian juga terkenal baik kepada orang yang baik kepadanya dan juga jahat kepada orang yang jahat terhadapnya atau orang yang ia sayangi.
''Selamat datang tuan muda dan nona muda!'' Sapa mereka dengan sopan
''Apakah para tamu mom sudah datang?'' Tanya Gabrian pada arav tanpa membalas sapaan para karyawan
''Mereka sudah berada dalam perjalanan menuju kemari tuan!'' Jawab Arav sembari melihat Arelea yang sepertinya bingung
''Apakah anda memerlukan bantuan nyonya?'' Tanya Arav
''Cih, kau tidak usah perhatian kepadanya. DIA ITU MILIKKU INGAT!'' Umpat Gabrian pada Arav dengan menekan beberapa kata
''Maaf tuan bukan maksud saya be-'' belum sempat menyelesaikan ucapannya Gabrian menyela
''Ck.. sudahlah sana kau siapkan apa yang harus di tampilkan nanti!'' Ujarnya acuh kepada Arav
__ADS_1
''Baik tuan nyonya, saya permisi. Mari'' Ucap Arav melangkah pergi
Gabrian beralih menatap Arelea yang tengah memasang wajah seperti biasa namun ia bisa merasakan sesuatu yang janggal di sikap gadis itu saat ini. Seperti jiwa pemimpin melekat di diri gadis itu, bahkan hawa disekitarnya terasa mencekam dengan diam nya gadis itu.
''Sayang? kamu mau minum atau makan apa tidak? soup jahe atau? teh jahe?'' Tanya Gabrian beruntun
Arelea menoleh,'' Tidak'' Bahkan jawabannya pun singkat tanpa senyuman yang biasa ia tunjukan padanya
''Kamu kenapa sayang? apakah kamu sakit hmm? mana yang sakit? apa perlu kita ke rumah sakit sekarang?'' tanya pria itu dengan wajah khawatir
Tak terasa mereka sudah sampai di depan ruang meeting,
''I'm fine kak.'' Jawab Arelea lembut
Entah apa yang membuat gadis itu tak nyaman sehingga mengeluarkan aura yang begitu menyeramkan namun tidak berlaku bagi Gabrian
''Baiklah, tapi nanti kalau ada yang sakit langsung memanggil ku ya?!'' Ucapnya dengan nada penuh perintah juga kekhawatiran mendalam
''Ya kak,''
''Kamu tunggu di ruang kerja kakak, ayo aku antarkan'' Mereka berjalan tanpa memperdulikan sapaan orang lain yang berlalu lalang
''Ya sudah aku tinggal ya'' Ujar Gabrian mengelus surai Arelea lembut
''Iya kak'' jawabnya lalu duduk di sofa panjang sambil tersenyum
Gabrian keluar ruangan dengan perasaan campur aduk gelisah bingung bimbang resah dan juga seperti susah memahami gadis manis berambut blonde itu.
''Semoga tak terjadi sesuatu yang diluar perkiraan ku,'' Gumam nya memasuki ruangan meeting
***
Arelea hanya menatap semua yang di ruangan itu dengan datar, memang inilah sifat aslinya. Ia adalah manusia yang sangat dingin pada orang yang tak dikenalnya apalagi ingin mencelakai dirinya. Dulu saja ia bisa mematahkan tulang-tulang para preman yang ingin melecehkan dirinya, ia hanya berpura-pura polos takut dan ingin dilindungi itu karena ia sangat ingin memiliki seseorang yang mau dengannya bukan karena sifat ataupun kasta tetapi tulus dari hatinya, dan ia sekarang sudah mendapatkannya. Gabrian lah orangnya, pria itu sangat tulus mencintai dirinya tanpa merasa malu karena status Arelea sebagai mantan karyawannya. Sebenarnya Arelea tahu semua rahasia-rahasia yang disimpan oleh Gabrian, maka dari itu dirinya sengaja melakukan pendekatan kepada Gabrian agar informasi pribadi yang ia punya itu tidak bocor kemana-mana.
''Sebenarnya kak Ian itu sangat baik kepadaku juga sangat mencintaiku, tapi aku harus menyingkirkan ular itu secepatnya dan dengan cara apapun! Aku tak mau apa yang sudah menjadi milikku disentuh oleh manusia kotor sepertinya!'' Gumamnya geram
.
.
.
Bersambung...
__ADS_1