
...Happy Reading...
Setelah mengetahui kejujuran dari orang tuanya dan juga sekarang mereka sedang dalam perjalanan menuju kediaman utama Ainsley yang berada di kota Meryland, Amerika serikat. Mereka menelusuri seluruh kota dengan sangat gembira bahkan Arelea melupakan gabrian yang entah sedang apa sekarang ini.
''Lea sayanv... nanti kita akan ke rumah nenek dan sebelumnya bunda sudah memberi tahu mereka kalau ada kejutan dan mereka juga sudah menyiapkan pesta kecil-kecilan yang hanya dihadiri keluarga. Bagaimana seru bukan?''
''Wahh benarkah bunda?'' Jawab Arelea bersemangat
Alfred dan Delin tersenyum lembut melihat betapa dekatnya adik mereka itu hanya dalam hitungan menit dengan bunda nya.
''Kita di sana juga mempunyai keponakan lohh, namanya Kelly. Dia sangat menggemaskan dan juga masih berusia 1 tahun'' Ujar Delin menceritakan
''Dia adalah perempuan ketiga cucu nenek Abelle, karena aku adalah cucu pertama perempuan nya dan juga kamu kedua dan Kelly adalah yang ketiga''
''Waah apakah itu benar? berarti saudara kita kebanyakan lelaki ya?''
''Iya, mereka sangatlah tampan.''
''Kira-kira nanti kalau kak delin menikah akan memberikan aku berapa keponakan ya?'' Tanya Arelea menggoda kakaknya
Bluss
Bisa-bisanya Arelea menggoda kakaknya dengan begitu santainya bahkan membuat papa Andreas tertawa terbahak-bahak begitu juga dengan bunda Tasya dan Alfred.
''A-aku belum mau menikah'' Ucap Delin menyembunyikan wajah nya di lipatan tangannya
''Benarkah? kamu kan usianya sudah tua hahaha'' Ujar Alfred ikut menggoda adiknya
Delin mendelik, '' Lalu kamu apa kabarnya? bukannya aku denganmu tua kamu ya? belum menikah sudah tua dasar om-om'' Ejek nya
''Aku belum om-om ya! umurku saja baru 26 tahun, aku belum tua kan Bun muka ku saja belum ada kerutan sama sekali?'' Tanya Alfred membela diri dengan bertanya kepada ibunya
''Iya-iya kamu memang belum berkerut tapi sudah tua, juga kapan kamu pulang bawain bunda menantu,'' Bunda nya ini jika sudah diberi bahan langsung saja menambahkan, ck ck keluarga ini tiada habisnya membuat perut terkocok dengan candaan nya yang berlimpah.
Alfred mendengus saat mendapatkan ejekan dari bundanya bukan jawaban yang menyenangkan seperti yang ada di dalam pikirannya.
''Tau ah,''
''Cie udah tua masih suka ngambek sama bunda nya,'' Ejek Delin tertawa dengan Arelea
***
Hampir mencapai lima puluh menit mereka menempuh perjalanan dan akhirnya sampai di kediaman utama Ainsley, mereka turun dengan cepat dan disambut dengan hangat oleh Tuan dan nyonya besar Ainsley yaitu kakek dan nenek Arelea. Namun Arelea belum di perintahkan untuk turun dari mobil karena itu adalah surprise dari mereka untuk nenek dan kakeknya.
''Halo sayang, apa kabarmu? sudah lama kamu tidak main ke rumah nenek!'' Sapa Abelle Ainsley nenek Arelea
''Baik nek, bagaimana kabar nenek juga dengan kakek?'' tanya Delin
''Kami juga baik,'' Damian Riedl Alexandre kakek Arelea, Jawabnya dengan lembut
''Oh iya mam aku punya hadiah buat kalian, pasti kalian suka'' Ujar papa pada Abelle selaku ibunya
''Waah apa itu?'' Jawab Abelle bersemangat
''Apa kalian akan memiliki momongan lagi? atau Alf akan menikah? jangan membuat mam bingung sayang.'' Ujar nya lagi pada bunda Tasya
''Tidak mam, tanyakan saja pada cucumu itu kapan membawa pulang anak menantu.'' Ucap bunda Tasya
''Haha baiklah baiklah,''
''Kakek dan nenek tutup mata dahulu oke?'' Ucap delin di-angguki keduanya
__ADS_1
Kemudian delin menghampiri mobil yang mereka pakai tadi dan meminta Arelea untuk turun.
''Nanti mereka pasti akan sangat bahagia dan sekaligus terkejut melihatmu disini Lea,'' bisik Delin cekikikan
''Benarkah? wah mereka seperti nya sangat bersemangat ya?'' tanya Arelea berbisik juga
''Iya Lea, kamu sangat cantik pasti sepupu kita yang lelaki banyak yang menyukai dirimu.'' Ujar Delin
''Biarlah mereka menyukai diriku, tapi dihatiku hanya ada kak Ian seorang.''
Arelea menjawab dengan nada sendu nya mengingat kekasih hatinya yang berada di negara berbeda dengannya. Ia sangat sayang kepada pria itu namun ia lebih sayang kepada keluarganya, mau bagaimana lagi ini jalan takdirnya. Nanti jika suatu saat mereka bertemu lagi dan tuhan mentakdirkan mereka berjodoh pasti akan bersatu atas kehendak nya.
''Jangan terlalu dipikirkan.'' Ucap Delin mengerti kondisi
Mereka telah sampai didepan kakek dan neneknya.
''Sekarang kakek dan nenek buka matanya. Satu... Dua.... Tiga... tada lihat siapa yang kami bawa!'' Seru Delin
Kakek dan neneknya membuka mata, begitu melihat siapa yang mereka bawa awalnya bingun namun beberapa detik kemudian mereka menyadari ada yang aneh dengan wajah gadis di depan mereka ini. Merasa familiar dan ternyata..
''Kamu Arelea? cucuku yang hilang delapan belas tahun lalu?'' Ujar Abelle menitikkan air mata bahagia
''Iya n-nenek''
Abelle kemudian memeluk tubuh Arelea kedalam dekapan hangatnya, yang menyaksikan itupun ikutan menangis lantaran ini adalah yang pertama kalinya mereka dibuat sebahagia ini itupun karena hadirnya Arelea.
''Ayo sayang masuk,'' Arelea mengangguk
''Ish Lea di gandeng masa aku tidak si?'' Protes Delin dengan muka dibuat-buat sedih
Abelle menoleh kebelakang, cucu nya ini sangatlah manja dan suka banyak bicara jika dengannya. Tak ayal sedari tadi dialah yang berbicara lebih banyak dengan Abelle melebihi kedua orang tuanya.
''Cucuku sayang, ayo ikuti nenek dengan lea'' Ucap Abelle mengandeng tangan kedua cucu perempuan nya
''Selamat datang Lea''
Sambut mereka meriah, ya! hanya kakek dan neneknya saja yang belum di beritahu jika cucunya perempuan yang hilang dulu sudah bersatu kembali. Dan semua yang mengetahui itu langsung bersemangat dan berantusias menyambut kedatangan saudara nya.
''Terimakasih semua,'' Ucap Arelea berkaca-kaca
''Kakak cantik,'' Panggil gadis kecil yang baru berusia tiga tahun dari depan Arelea
''Wah imut sekali,'' Gemas Arelea lalu menunduk, menyamakan tinggi dirinya dengan gadis kecil itu
Siapapun yang melihat interaksi dua gadis ini mungkin menganggap jika Arelea adalah ibu nya, karena jika di dekatkan wajahnya yang sama-sama imut dan menggemaskan.
''Kelly sini sayang sama mama dulu, biar kakak cantik berkenalan dengan saudara nya.'' Ucap mama gadis kecil itu bernama Nessie
''Ma-ma ma ma'' Gadis itu berceloteh kecil seraya menunjuk mamanya
''Iya sayang, sini sama mama dulu'' Ujarnya lagi lalu menggendong pergi anaknya dari depan Arelea dengan lembut dan penuh kasih sayang
''Itu tadi Kelly yang kakak ceritakan di mobil ya?'' Tanya Arelea
''Iya, ayo kita berkenalan dengan para lelaki tua yang sedang bermain game di atas Lea.'' Ajak Delin
''T-tapi nenek dan kakek?''
''Sudahlah sayang, ikut saja dengan kakakmu itu nanti kita bicara lagi di ruangan keluarga'' Ucap Abelle lembut
''Baik nek,''
__ADS_1
Mereka pergi ke ruangan dimana para pria berkumpul dan masing-masing pria itu menggunakan headphone gaming dikepalanya dan juga suara keras yang mereka hasilkan membuat kegaduhan di ruangan itu.
''Ck lihatlah kelakuan para lelaki tua itu lea!'' Decak Delin sebal dengan kelakuan para sepupu lelakinya
''Jika berkumpul mereka selalu begitu ya kak?'' Tanya Arelea menggaruk tengkuknya yang tidak gatal
''Lihatlah, sebentar lagi ada pertunjukan seru hehe!'' Ujar Delin mengendap-endap ke arah sakelar
Klik.
''YAAHH SIAPA YANG MEMATIKAN SAMBUNGAN INI! Sialan Baru saja aku akan menang. Ck menyebalkan sekali!'' Umpat seseorang dari kegelapan
''Siapa sih ganggu saja!'' Kesal yang lainnya
''Pasti si biang keroknya itu adikmu Alf!'' Tuduh satunya kepada Alfred
''Ck apasih maunya anak itu! dasar pengganggu. ADELIIINNNE!!'' Teriak seorang pria saat menyadari seseorang tengah cekikikan dibelakang mereka
Tiba-tiba lampu menyala dan komputer mereka juga. 'YOU LOSE' Tulisan di layar komputer itu membuat para lelaki tadi geram dengan Delin.
''ADELINE CALLISTA AINSLEY!!!'' Teriak mereka bersamaan membuat suara itu menggema hingga lantai bawah
''Maaf kak, hehe'' Ucap Delin menampakkan wajah tanpa dosa nya, plus dengan senyuman lebar diwajahnya
Para lelaki itu mengumpat dalam hati memaki adik sepupunya ini. Selalu saja bikin onar, tidak ada bosannya.
''Wahh siapa ini line? cantik sekali'' Celetuk pria yang memakai pakaian casual dan dengan rambut berwarna biru muda
''Cantik kan!'' Delin dengan bangga memamerkan adiknya kepada para lelaki yang belum mengetahui siapa Arelea itu.
''Hei gadis cantik, jadi istriku yuk?'' Tawar pria berambut biru muda itu
''Dia adikku!'' Ucap Alfred dan Delin bersamaan
Mereka membelalakkan matanya. Kenapa bisa mereka tidak menyadari kemiripan di wajah Alfred dan Delin.
''Waaah sayang sekali kita tidak bisa menikah cantik'' Keluh pria berambut biru muda itu
''Kamu terlalu berharap banyak se! Dia sudah memiliki tunangan dan mungkin akan segera menikah beberapa tahun lagi,'' Ujar Delin kepada pria berambut biru muda yang bernama Sean itu
Akhirnya mereka memperkenalkan diri masing-masing dan juga saling bertukar nomor agar bisa saling mengenal lebih dekat lagi.
Akhirnya malam pun tiba dan mereka semua menikmati makanan yang disajikan khusus oleh para ibu untuk anak-anak juga suaminya. Karena sudah turun temurun dari nenek moyang mereka memiliki bakat yang sama yaitu Memasak seperti bakat yang Arelea punya.
Dua hari berlalu mereka akhirnya memutuskan untuk pulang ke mansion untuk melakukan kegiatan lain dan juga bekerja dan lain sebagainya.
''Arelea? kamu sudah papa dan bunda daftarkan di Universitas George Washington, tiga bulan lagi kamu sudah bisa masuk di sana,'' Ucap Papa Andreas lembut kepada anaknya itu
''Wah benarkah?'' Jawab Arelea antusias
''Benar sayang, kakak pertamamu itu tahun depan lulus kuliah dan mungkin besok kamu dan kak delin yang masih bersekolah di universitas itu, bagaimana?'' Tanya bunda
''Baik Bun, terimakasih papa dan bunda'' Ucap Arelea memeluk mereka
Alfred dan Delin sebelumnya sudah diberitahu maka dari itu mereka tidak bersama, dikarenakan Alfred harus menyelesaikan skripsi nya dan juga Delin harus meeting class mendadak.
.
.
.
__ADS_1
Bersambung....
IG: @_fikria.ns