Gadis Milikku

Gadis Milikku
Episode 9. My caring boss


__ADS_3

...🌹🌹 HAPPY READING 🌹🌹...


Pagi harinya Arelea terbangun lebih dahulu, Ia merasakan perutnya seperti tertimpa lalu ia menoleh kearah samping ada sesosok tubuh kekar, Ia panik.


''Aaaaa.... siapa kau?'' tanya Arelea panik sambil berteriak


Gabrian mendengar suara jeritan Arelea langsung bangun dan kepalanya terbentur pinggiran ranjang pasien.


''A-aduhh'' keluhnya


''E-eh bos... maaf bos saya tidak tau'' ucap Arelea meminta maaf lalu membantu Gabrian yang sedang mengusap usap kepalanya terbentur menggunakan tangan kanan karena tangan kirinya masih terpasang infus


'Aaaah.. tidak apa apa lah kepalaku terbentur tetapi mendapatkan usapan dari tangannya lebih menyenangkan' Gabrian tersenyum simpul saat Arelea mengusap usap kepalanya dengan lembut


'' Apakah sudah lebih baik bos?'' tanya Arelea lirih merasa bersalah


''Sudah tidak apa apa!!... kamu tidak usah merasa bersalah''


''Tadi aku juga yang salah... karena tidur di dekatmu tanpa memberi tau jadinya seperti ini'' ucap Gabrian menghibur


Arelea POV~


Aku sangat merasa bersalah karena tadi sudah berteriak sampai bos ku terbentur ke pinggiran ranjang... hiks hiks... aku menangis dalam diam karena tak mau ia mengetahuinya jika aku menangis keras


Aku sedari dulu sangat merasa bersalah jika aku sengaja/tidak sengaja membuat bencana seperti sekarang ini aku sangat merasa sangat bersalah. Sedari tadi bos jadi jarang bicara kepadaku rasanya aku ingin berteriak meminta maaf kepada nya


Aku pun memberanikan diri untuk bertanya kepada bos ku apakah dia marah atau tidak


''E-mm b-os,,'' ia pun menoleh kearah ku


''Ada apa? apakah ada yang sakit?'' tanyanya perhatian kepadaku tapi aku masih sangat merasa bersalah akibat kejadian tadi pagi


''Emm.. apa bos marah kepadaku karena tadi pagi gara gara aku kau terluka?'' tanyaku sambil menatap mata bos ku yang berwarna biru kehijauan itu.


''Untuk apa aku marah, lagian ini juga kesalahanku kan?'' ia malah balik bertanya kepada ku


''Emm'' aku memainkan jariku jika saat sedang gugup seperti ini.


''Tidak usah murung seperti itu Lea... kau sangat jelek jika seperti itu'' ia malah meledekku dengan wajah menggoda ku


''T-ta-api kenapa kau dari tadi mendiami ku?'' tanya ku lagi karena aku lihat dia hanya bermain laptopnya


Bos ku tersenyum sangat lebar entah apa penyebabnya, ''Itu Lea aku sedang bekerja''


''Tapi kau mengapa memainkan laptop?'' tanya ku dengan polosnya

__ADS_1


''Aku sedang menjagamu, jadi aku menggunakan laptop untuk bekerja dan kebetulan aku tadi ada meeting bersama karyawan jadi aku memainkan laptop untuk bekerja tanya jawab kepada mereka.. paham tidak'' jawabnya panjang lebar. Dan aku hanya membuatkan bibir tanya 'O' dan menganggukkan kepalaku.


Arelea POV end~


''Baiklah sekarang kamu mau makan apa ini sudah jam makan siang?'' tanya Gabrian dengan suara lembut


''Aku makan apa saja bos!'' ucap Arelea


''Baiklah, aku akan pesankan!'' Ucap Gabrian lalu pergi kearah sofa mengambil handphone untuk menelpon pengawal untuk membelikan makanan


''Tolong kamu belikan makanan untuk calon istriku dan untuk kalian, pasti kalian juga lelah seharian menjaga!!'' perintah Gabrian pada pengawal nya


''Baik Tuan'' jawab mereka serempak lalu Gabrian menutup telpon dan kembali duduk di kursi tunggal yang ada di samping ranjang pasien yang Arelea tempati


Ia mengelus elus surai Arelea yang tergerai indah itu dengan pelan agar tidak membangunkan Arelea yang kembali terlelap. Ia kembali ke pekerjaan yang selalu ia tunda tunda itu.


Ia menelpon asistennya untuk membawa berkas yang belum ia kerjakan berada di dalam kantornya. Setengah jam kemudian Arav bersama Alex datang membawa apa yang tuan muda nya minta.


''Ini tuan makanan yang anda pesan tadi!'' ucap Alex sang pengawal


''Letakkan saja di atas situ'' ucap Gabrian dingin dengan menunjuk ke arah meja di samping ranjang Arelea


''Tuan muda,''


'' Letakkan saja rav'', perintahnya


Setelah urusan mereka berdua bersama tuannya selesai, mereka segera keluar ruangan dan melanjutkan pekerjaan masing masing.


Gabrian melangkah ke arah Arelea tidur untuk membangun kan sang empunya yang masih terlelap dalam mimpinya.


''Arelea... sayang...hei, wake up.'' ucapnya sambil menggerakkan tangan Arelea membuat Arelea terbangun lalu menatap bos nya


''Ya boss?? ada apa?'' tanya Arelea setengah sadar dari mimpinya


''Maaf aku ketiduran ya?'' Gumamnya bersalah


''Tidak apa-apa, sekarang makanlah terlebih dahulu. Nanti sambung lagi tidurnya,'' Ujarnya penuh pengertian


''Kamu belum makan siang, Makanlah dahulu kamu juga harus meminum obat sayang!'' Gabrian dengan lembut mengelus kepala gadisnya lalu membantu nya duduk menyandarkan kepalanya dan tubuhnya di kepala ranjang


Gabrian mulai menyuapi Arelea dengan telaten tak lupa juga memberi obat sama seperti yang tadi malam ia minum.


''Kamu mau apa sayang hmm??'' tanya Gabrian saat selesai makan dan meminum obat nya


''Aku tidak ingin apa apa bos!'' jawabnya

__ADS_1


''Kau jangan memanggilku bos Arelea, '' tegur nya tidak nyaman bila gadis yang ia sukai memanggil nya bos


''Lalu aku harus memanggilmu dengan apa dong bos?'' tanya Arelea menatap kedua mata Gabrian


''Kau boleh memanggil ku dengan Kak Ian, sepertinya menyenangkan'' ucapnya sambil membayangkan Arelea memanggil dirinya dengan nama itu


''Baiklah, kak ian'' ucapnya lirih dikata belakang nya


'Kenapa nama itu sangat bagus jika Lea yang memanggil ku' Batinnya ditumbuhi bunga yang bermekaran


Gabrian tersenyum lalu, '' Kalau kamu mau beristirahat boleh boleh saja tapi jika mau menonton televisi ini remote nya'' menunjuk remote control di meja


''Baiklah kak ian''ucapnya patuh


Gabrian seharian menjaga dan mengurus Arelea seorang diri walau agak sedikit menahan nafas saat membantu Arelea mandi dan juga bahagia karena tubuh gadis itu sangat terawat . Ia tak mau meminta bantuan kepada perawat wanita yang bekerja untuk membantu Arelea mandi dikarenakan ia tak mau tubuh Arelea terekspos ke perawat itu meskipun sesama perempuan, hanya ia yang boleh melihatnya.


Gabrian sudah dua hari bersama Arelea ditemani pekerjaan nya sehingga ia harus bolak balik mengangkat telepon dari rekannya/para investor yang bekerja di bawah naungan nya. Ia tetap bisa bekerja seperti biasanya tanpa harus pergi ke ruangan kantor nya.


Hari ini adalah hari terakhir Arelea dirawat di rumah sakit karena luka nya sudah mulai mengering dan sudah cukup untuk dirawat inap tetapi masih dalam tahap pemulihan. Dokter menyarankan agar Arelea tetap meminum obat yang dia berikan dengan teratur dan juga sering mengganti penutup luka di pelipisnya.


Sore hari ini Gabrian Arelea sudah berada di depan rumah Arelea. Gabrian segera pamit untuk pulang karena ia sudah lama tidak pulang ke rumahnya apalagi tadi ia mendapatkan telpon bahwa ada satu bawahannya yang menyolot ingin bertemu langsung dengan dirinya untuk membahas pekerjaan. Tak lupa ia mengecup kening sang gadis lalu masuk ke mobil dan pergi ke rumah untuk merebahkan diri nya sejenak. Lalu pergi menemui kolega nya.


...********...


...'Natural love is love that is not based on compulsion but based on sincerity'...


...(Cinta yang alami adalah cinta yang tidak berdasarkan paksaan tetapi berdasarkan keikhlasan)...


...----------------...


Gimana Story' Arelea and Gabrian ini guys seru gak?atau ada nya kurang menarik? Comment yaa!


Jangan Lupa untuk rate bintang 5


🌹LIKE


🌹VOTE


🌹COMMENT


🌹FAVORIT


IG\= @_fikria.ns


...🔥SELAMAT MEMBACA🔥...

__ADS_1


__ADS_2