Gadis Milikku

Gadis Milikku
Episode 14. Panggilan baru!!


__ADS_3

...🌹🌹HAPPY READING 🌹🌹...


Seperti biasa, malam ini Gabrian akan mengajak Arelea berkencan dengan kedok bersantai menikmati angin malam yang sejuk. Bahkan ia rela meluangkan waktunya yang sangat berharga itu dengan mendekatkan diri dengan sang pujaan.


Saat ini Gabrian tengah berkendara tanpa Arav ke rumah Arelea, ia sudah membawa satu buket bunga mawar yang indah untuk permintaan maaf nya tadi karena tidak menemani Arelea makan siang.


tok tok tok


ceklek


pintu terbuka dan menampakkan gadis yang baru saja mandi dengan balutan handuk melilit di tubuhnya sampai atas paha, Gabrian yang tak siap dengan pemandangan di depannya pun langsung matanya melotot serta wajahnya sudah memerah menahan sesuatu yang meronta ronta ingin keluar.


Tak ingin keinginan nya disadari oleh Arelea, ia segera menyapa walau dengan agak mengalihkan pandangan.


'' Selamat malam sayang.'' walaupun mereka belum berpacaran tetapi gabrian lebih suka memanggil gadisnya dengan sebutan 'sayang'. Toh arelea pun juga tidak keberatan.


''Selamat malam juga bos.'' sapa balik Arelea belum menyadari bahwa ia masih mengenakan handuk pendek. Ia seakan lupa kalau dirinya baru saja menyelesaikan mandi malam nya.


''Emm apakah kamu sehabis mandi sayang?'' tanya nya membuang muka.


''Hah!'' matanya langsung tertuju pada badannya yang masih mengenakan handuk


''maaf bos.. aku lupa kalau sehabis mandi, aku kenakan pakaian dulu ya bos tunggu saja di kursi didalam ya.'' ucap Arelea terburu buru lalu masuk ke kamar mandi untuk mengenakan pakaian.


Gabrian memijat pelipisnya karena lagi dan lagi ia memendam keinginan nya.


'secepat nya aku akan menikahi mu gadis kecil, kau sudah memporak-porandakan hatiku. Aku akan tanyakan saja kepadamu siapa yang kau ajak bicara saat didalam pengawasan ku, walaupun aku sudah tau siapa sih hehe... aku mau tau dia menganggap orang itu apa' Batinnya


ceklek....


Arelea keluar kamar mandi sudah mengenakan pakaian lengkap langsung tersenyum kepada Gabrian yang belum menyadari Arelea sudah keluar dari kamar mandi.


''Bos..'' panggil Arelea saat sudah sampai di dekat Gabrian


''A-haha iya.'' jawabnya


''Apakah kamu tidak bisa mengganti panggilan untukku?'' tanya nya karena merasa dia hanya bos nya karena kerap di panggil seperti itu. Ia merasa seperti sedang bersama bawahannya bukan bersama pasangannya, walupun itu memang benar adanya.


''Lalu aku harus memanggilmu dengan apa bos-.?''


''Panggil saja Kak Ian, yah itu saja sepertinya bagus jika kamu yang mengucapkan.'' ucapnya sumringah


''Baiklah kak Ian.'' ucap Arelea pelan tapi masih didengar baik dengan gabrian, terbitlah senyum manis di bibir Gabrian.


'indahnya suaramu jika memanggilku dengan nama itu.. apakah seperti ini rasanya dipanggil dengan nama kecil kita oleh orang yang kita sayang'


Setelah terbengong akhirnya ia tersadar akan tujuannya kemari untuk meminta maaf dan mengajaknya berkencan. Dasar buaya modus jaman sekarang, masih mending modusnya tetap pakai uang bukan ucapan.


''Oh ya sayang, maaf tadi siang aku ada meeting dengan klien jadi tidak bisa menemanimu makan siang.'' sesalnya


''Tidak apa apa kak ian,''


''Maaf ya... emm tadi kamu waktu aku tidak berada bersama mu, kamu sedang bersama siapa?'' tanya Gabrian ragu

__ADS_1


''Tadi siang? emmm oh iya dia adalah tuan Samuel dia mengatakan bahwa dirinya adalah CEO perusahaan BX'T Company kak.'' jawab nya santai, ia tak tau dimana perusahaan itu berkembang.


''Apakah dia tampan?'' tanya Gabrian iseng plus posesif seakan tidak rela


''Dia tampan kak.'' ucap Arelea memuji


Gabrian yang mendengar itu pun langsung merubah mimik wajahnya menjadi suram dan terlihat cemberut. Wajah nya berubah masam dan dirinya dilanda badmood.


''Tapi kak, menurutku tetap tampan kak Ian ya?'' lanjut Arelea lagi


''Benarkah?'' ucapnya dengan wajah berbinar senang


''Iya kak.''


Gabrian yang mendengar ucapan Arelea pun langsung tersipu malu, tak ingin berlarut larut dalam malu nya ia langsung mengajak Arelea pergi untuk makan malam bersama.


''Ayo lea, kita akan menikmati udara malam lagi. Kamu mau tidak?'' ajak Gabrian


''Boleh saja kak, aku ambil jaket di dalam dulu ya!'' ucap Arelea langsung masuk ke kamar nya menyambar jaket dan ponsel nya


''Ayo kak.'' ucap Arelea saat sudah keluar kamar


Gabrian tanpa menjawab langsung menggandeng tangan Arelea membuat sang empunya terkejut, ''Kak biasakan kamu lepaskan tangan nya!'' ucap Arelea lirih


Gabrian mendengar itu pun tersinggung, ia kira Arelea tidak mau ber-gandengan tangan dengannya, ''Kenapa?'' tanya nya dingin


''Emm a-aku gemetar saja jika bertautan tangan.'' ucap Arelea lirih karena takut nada bicara Gabrian tidak seperti biasanya


''Besok bisa lebih?'' beo Arelea


''Maksudnya bagaimana kak?''Tanyanya tak mengerti


Gabrian mengerutuki ucapannya, kenapa ia bisa bicara seperti itu hingga di dengar jelas dengan Arelea,''B-bukan itu maksudku... a-ah yasudah ayo berangkat, nanti keburu malam.'' ucapnya mengelak dan menghilangkan kecanggungan


Arelea mengangguk dan ia tak lagi memberontak terhadap genggaman tangan nya karena percuma saja menolak malah semakin erat di genggam.


Setelah melewati beberapa ruko akhirnya mereka sampai di cafe hanya untuk sekedar membeli camilan untuk berbincang bincang.


Mereka menunggu sang pemilik toko dengan mengobrol ringan tentang pekerjaan dan lain lain. Setelah penjual memberikan barang yang di inginkan mereka berdua, Gabrian langsung mengajak Arelea keluar dari cafe untuk menikmati malam di tepi danau yang sudah ia siapkan tadi sebelum berangkat ke rumah Arelea.


~Flashback on~


Gabrian saat ini tengah di ruangan nya menekan nekan ballpoint dan berfikir nanti malam aku harus membawa Arelea ke rumah ini dengan ataupun tidak persetujuan nya. Dan malam ini ia akan membawa nya.


''Arav.'' panggil Gabrian


''Ya tuan?'' jawab nya seakan tau apa yang akan di bicarakan oleh tuannya itu.


'' Sepertinya malam ini aku akan membawa Arelea tinggal di mansion pribadiku, Bagaimana menurut mu?''


''Wah... tidak masalah itu tuan, saya sangat senang akhirnya tuan mau membawa calon nyonya ke dalam mansion, apalagi kalau nyonya berlly tau pasti dia sangat bahagia mendengar nya.'' ucap Arav sumringah begitu juga Gabrian langsung tersenyum mendengar ucapan Arav.


Gabrian sudah menganggap Arav sebagai kakaknya tetapi jika sedang dalam mode pekerjaan itu akan sangat profesional dan hanya bos dan bawahan. Mereka sudah menjalin hubungan seperti itu sejak usia Gabrian masih kecil, Arav yang usianya sudah berkepala tiga itu lebih cenderung menyukai sesuatu yang menurut tuan muda nya menarik.

__ADS_1


''Baiklah, tolong kamu siapkan dinner atau semacamnya di tepi danau xx itu, nanti malam aku akan bersama Arelea di sana. Mungkin jika Arelea mau aku akan sekalian membawanya ke mansion, hehe.'' sahut Gabrian panjang lebar dengan senyuman yang mengembang


''Baik tuan muda.''


''Kalau begitu saya akan siapkan dari sekarang, saya permisi.'' ucap Arav langsung pergi keluar dan memerintah beberapa anak buah untuk membuatkan sebuah tempat istimewa.


~Flashback off~


''Wahh tempat ini indah sekali.'' Arelea dan Gabrian sudah sampai di tepi danau dan mereka sangat menyukai tempat ini apalagi dengan tema romansa cinta.


''Apa kamu menyukainya?'' tanya Gabrian mengacak rambut Arelea


''Aku sangat suka kak, wah apakah kakak menyiapkan ini semua?'' tanya Arelea lalu menoleh ke arah belakang dimana Gabrian berdiri


''Baguslah kalau kamu suka, tidak sia- sia aku membuatnya untukmu, hehe.'' jika saja Arav dan para pasukan nya di tempat pasti mereka akan membulatkan mata nya karena dengan mudah bos mereka mengucapkan hal demikian, tapi setimpal dengan Gabrian memberi gaji dan mereka yang mengerjakan (xixi).


''Kakak pintar sekali membuat tempat seperti ini.'' puji nya sekali lagi


Gabrian seperti sedang terbang ke langit ketujuh mendengar pujian dari sang pujaan hati yang belum mengetahui isi hati nya saat ini.


''Ayo kita duduk di sana lea'' ia pun menggandeng tangan Arelea dan mengajaknya duduk di bangku.


''Arelea! apa kamu bosan tinggal sendiri?'' tanya Gabrian tiba tiba


''Iya kak kadang aku sangat bosan palingan juga hanya jalan jalan keluar kamar.'' ucap Arelea mengingat dirinya ketika bosan


''Apakah kamu mau tinggal di mansion ku?. Hitung hitung menghilangkan kebosanan kita! Nanti kita akan sering jalan jalan bagaimana?'' tawar Gabrian yang menggiurkan


''Lalu apakah nanti orang tua mu tidak marah kak, kalau aku sih boleh saja!''


''Apakah di sana banyak kamar?'' tanya nya


''Disana cuman ada beberapa kamar sih salah satunya milikku dan juga milik asisten pribadiku(Arav).'' jawabnya


''Wahh... apakah di sana ada taman kak?'' tanya Arelea antusias


'' Di sana juga ada taman yang luas, kamu bisa saja bermain di sana jika bosan di dalam.'' karena aku tidak akan membiarkan kamu keluar mansion sayang


.


.


.


.


.


^^Bersambung^^


Jangan Lupa VOTE COMMENT FAVORIT SHARE Oke


IG:@_fikria.ns

__ADS_1


__ADS_2