Gadis Milikku

Gadis Milikku
Chapter 45. Sikap Bar-bar


__ADS_3

Badai salju masih terus berlangsung hingga saat ini, Namun tak pernah menyurutkan semangat para pejuang pencari nafkah untuk membeli sebutir nasi.


Pagi hari ini para makhluk di sekitar kota R, I**lia negara E sudah mulai membiasakan diri dengan adanya musim dingin yang kerap terjadi di akhir tahun. Dua insan manusia berjenis kelamin berbeda tengah berpelukan dengan selimut tebal menutupi seluruh bagian tubuh juga masih tertidur pulas.


Tak lama kemudian sang lelaki terbangun akibat Alarm digital nya, ia yang tak terbiasa mendengar suara gaduh itu akhirnya terbangun. Ia mengingat-ingat ada apa hari ini dan mengapa ia memasang alarm.


''Hari ini ada kegiatan di kediaman Nyonya besar Kimberly, silahkan tuan muda bersiap.'' Ucapan sebuah monitor membuat matanya langsung terbuka dan senyuman merekah diwajahnya.


''Hari yang sangat indah akan kita mulai bersama sayang,'' Gumamnya mengecup singkat dahi Arelea


''Aku mandi saja terlebih dahulu.'' ucapnya turun dari ranjangnya dengan hati-hati


Selepas Gabrian mandi ia sama sekali tak menemukan gadis nya di tempat tidur. Ia menerka-nerka kemanakah gadisnya itu, dan selang beberapa menit Arelea keluar dari ruangan ganti dengan membawa sepasang baju formal Gabrian.


''Kak ian sudah selesai?'' Tanya Arelea sedikit terkejut


''Iya, kamu mandilah sekarang. Sebentar lagi kita pergi ke rumah mommy,'' Ucap Gabrian sedikit datar, ia baru saja mandi sudah disuguhi pemandangan yang sangat indah didepannya.


Arelea hanya mengunakan kimono handuk unicorn yang panjangnya diatas lutut. Pasti siapa pun yang melihatnya sedikit terkena bisikan setan. Ia menepis semua pikiran buruk yang ada di dalam benaknya, ia mengambil baju formal tadi dan meminta Arelea segera mengenakan pakaian panjang yang sudah ia pesankan semalam.


Persetan dengan baju nya.


''Sayang, kamu pakai baju yang ada didalam lemari pakaian sebelah kanan yang berwarna dark ya. Di sana hanya ada satu pakaian jadi kamu tidak bingung nantinya saat mencari'' Ujar Gabrian mengelus surai Arelea


''Baik kak,''


Setelah selesai bersiap dan juga berdandan rapi, sudah seperti ingin ke catatan sipil saja mereka ini.


Arelea menggunakan dress panjang berwarna dark hingga tumit kaki nya juga baju lengan atas tertutup dilengkapi dengan high heels yang tidak tinggi-tinggi sekali. Sedangkan Gabrian menggunakan stelan jas tuxedo kantor yang sangat formal.


Mereka berdua sudah berada di dalam mobil dengan Arelea memakai jaket kulit agar menutupi dinginnya dari suhu kota ini. Arav mengemudikan mobil dengan kecepatan rendah karena salju menjadi penghalang jalan bagi mereka, banyak kemacetan terjadi. Kemungkinan akan lama sampai di kediaman utama Atkinson.


''Kira-kira mommy nya kakak akan merestui hubungan kita atau tidak ya?'' Tanya Arelea bimbang, disisi lain ia sangat senang bisa menikahi pria yang sudah membuatnya jatuh hati namun di sisi lain juga dirinya merasa tak pantas bersanding dengan Gabrian karena dilihat dari segi rumah dan perusahaan nya sangatlah mewah dan juga tak pernah kekurangan apapun.


''Kenapa berpikir seperti itu hmm? mommy ku tidak mungkin seperti itu, kita lihat saja sifat random yang akan mommy gunakan nanti saat bertemu denganmu. Bulan lalu saat kita pertama kali bertemu aku pernah cerita ke mommy kalau aku sudah memiliki calon pendamping hidup yang cantik, yaitu kamu.'' Ungkap Gabrian tersenyum penuh cinta saat menatap mata Arelea


''Maaf kak,'' Ucap Arelea menunduk, bukan maksudnya menilai jelek mommy Gabrian namun ia hanya terbawa pengaruh film yang pernah di tonton nya.


''Tidak apa-apa, nanti siapkan mental mu ya ketika mommy ku memulai bicara denganmu. Mungkin... ah nanti lihat saja,'' Ujar Gabrian membuat Arelea penasaran karena tidak menyebutkan sifat asli mommy nya


''Mungkin.... apa kak???'' Desak Arelea bertanya


''Secret,'' Jawab Gabrian tersenyum tengil


***


Setelah beberapa menit akhirnya mereka bebas jalan bersalju tebal, mungkin daerah memasuki kawasan kediaman utama Atkinson memang sudah dibersihkan dan jarang salju yang akan menumpuk seperti di jalanan tadi.


''Sayang jangan lupa pakai jaket mu, disini mungkin akan lebih dingin dari pada di rumah ku. Biasanya mommy suka tempat yang sejuk jadi suhu ruangan hanya akan dinaikkan beberapa derajat tidak seperti di rumahku.'' Peringat Gabrian dengan mengelus pipi Arelea


''Ya kak'' Gadis itu mengambil jaket musim dingin nya yang berada di pangkuannya dan memakainya. Jaket itu sangat modis dan jika dipadukan dengan warna dress yang ia kenakan akan cocok dan elegan, jaket ini berwarna hitam dilengkapi beludru hangat dan tebal.

__ADS_1


Mereka berdua masuk ke area halaman kediaman Atkinson dengan menggunakan payung ditangan Gabrian, arav memasuki kawasan lainnya ia pergi menemui kedua orang tuanya yang tinggal disebelah mansion besar keluarga Atkinson, rumahnya sama mewah seperti mansion Atkinson namun besarnya tidaklah sama.


''Selamat datang tuan muda Gabrian dan nona muda...,'' Hormat para maid dan para penjaga


'' Terimakasih kakak,'' Sahut Arelea dengan menunjukkan wajahnya


Para penjaga lelaki yang di sana nampak tertarik dengan wajah belia dan cantik Arelea. Gabrian yang menyadari sinyal tanda bahaya dari tatapan para jantan yang berjaga di sana langsung menatap tajam bagai elang ingin mencabik mangsanya.


Dari tatapan matanya saja para penjaga langsung paham, mereka menundukkan kepalanya. Seolah-olah Gabrian mengatakan 'Jangan Menatap Gadis Ku Seperti Itu Atau Mau Ku Ambil Mata Kalian Agar Dijadikan Makanan Penutup Untuk Para Hewan Ku?'. Mereka bergidik ngeri, segeralah mereka menggeleng.


''Sayang kamu sudah pulang,'' Suara cempreng wanita dari arah tangga memekikkan telinga


''Jangan teriak sayang, pita telingamu akan putus nanti.'' Tegur lelaki berbadan tegap dibelakang nya


Satu pasangan suami istri ini menghampiri anaknya yang baru saja datang bersama dengan calon menantu nya.


''Iya mom, perkenalkan dia Arelea.'' Ucap Gabrian melirik Arelea dengan tatapan lembut


''Halo aunty uncle,'' Sapa balik Arelea dengan ramah


Tak sedikitpun gugup menjalar di pikirannya, seolah ada magnet di antara keduanya mereka bisa cepat akrab dan berbincang bersama padahal yang dibayangkan Gabrian adalah Arelea akan jaim dan malu-malu bertemu mommy nya ternyata salah.


Ia bersyukur akhirnya dua wanita yang dicintainya akur bahkan terlihat sama bar-barnya. Seakan dunia milik berdua,mereka meninggalkan dua pria tampan yang berbeda usia itu dengan begitu teganya.


''Dad, apakah kita kan disisihkan?'' Keluh Gabrian


''Tenanglah boy mereka masih dalam proses pendekatan, mommy mu sangat sayang dengan gadismu itu. Buktinya mereka langsung terlihat akrab, Daddy sangat bersyukur ternyata dengan adanya gadismu itu mommy tidak terpikir hal lainnya.'' Ungkap Drax dengan wajah sendu


***


''Sayang, ayo bantu mommy memasak.'' Ucap mommy berlly dengan berbinar


''Ayo mom,'' Sedari tadi mom berlly memintanya memanggil dengan sebutan sama seperti Gabrian memanggil dirinya bukan 'Aunty'.


''Kamu bisa memasak ya?'' Kagum mommy berlly melihat Arelea begitu gesit dalam memilah-milah bahan makanan


''Aku sedang belajar memasak dengan teman tuan arav mom, dia chef di hotel-hotel terbaik di kota ini.''


''Waaahh, benarkan? Bolehkah mommy ikut karena mom sangat minim bisa memasak,'' Ucap mom berlly dengan nada sedih


''Kalau begitu ***-''


''Tidak boleh,'' Pangkas Gabrian dari belakang, bisa-bisa ia tak bisa bermesraan dengan gadisnya kalau mommy nya ikut.


''Ish dasar anak durjana kamu ya!'' Ucap mom berlly dengan mengangkat solet yang sedang dipegangnya.


'' Aku hanya mengatakan yang sebenarnya. Teman arav itu hanya bisa membimbing satu orang saja, kalau mommy mau nanti biar ku Carikan orang dan membantu mommy disini.'' Ujar Gabrian dengan cepat


''Mommy bar-bar sekali huhh!'' Gumam Gabrian namun dapat didengar semua nya


Daddy Drax tertawa ringan, Arelea menahan tawa sedangkan mommy sudah pasang aba-aba untuk menyerang anak durjana nya itu.

__ADS_1


''Apa kamu bilang hah? Mommy itu sangat anggun tau!'' Teriak mom berlly emosi


''Dan kamu dad, nanti malam jangan harap bisa tidur memeluk mommy. Nanti dad tidur diluar!'' Teriak mom berlly lagi menatap suaminya yang tengah menertawakan dirinya


Dad Drax langsung membujuk istrinya, dia ini adalah tipe-tipe suami takut istri.


''Oh ayolah mom, aku hanya bercanda tadi.'' Bujuknya dengan memelas


''Tidak ya tetap tidak.'' Jiwa ke bar-bar mom berlly langsung sirna ketika mendengar ucapan Gabrian


''Aku akan memberikan izin mommy untuk ke rumahku untuk belajar bersama memasak tetapi hanya hari tertentu saja!'' Tegas Gabrian


''Benarkah?? Nanti malam dad boleh tidur dengan ku, aku masih mempunyai hati nurani huh.'' Ucap mom berlly dengan kilat


Dad Drax berbinar kemudian menatap putranya yang menyungging kan senyuman maut. Dia tau pasti ada yang di inginkan dari Gabrian.


''Terimakasih boy, ya ya ya... kamu meminta apa?'' Ujar Dad Drax


''Aku ingin restu dari kalian berdua,'' Ucapan Gabrian menghentikan semua kegiatan di dapur


''WAAAHH!'' Teriak mereka bersamaan


''Kamu mau menikah dengan wanita boy?'' Tanya dad drax dengan tak percaya


''Dad kira aku bukan pria normal?'' Tanya Gabrian tak suka


''Bukan begitu, Hanya saja kamu selalu berhadapan dengan laptop dan lembaran-lembaran kertas juga selalu bersama Arav. Siapa yang tidak akan berpikir bahwa kamu dan arav menjadi- pasangan. Hahaha'' Jawab dad Drax dengan mengejek anaknya


''Daddy tidak asik, Kita ke kamar saja yuk sayang.'' Ucap Gabrian menggendong Arelea ala bridal style ke kamar nya


''HEI ANAK DURJANA!! JANGAN KAMU APA-APAKAN DIA! dasar anak tengik!'' Teriak mom berlly


''Sudahlah mom biarkan mereka berdua, ayo kita juga ke kamar,'' Usul dad Drax menggiring istrinya memasuki kamar mereka.


.


.


.


.


.


...'Appreciate what parents say, even though it hurts we must still accept it because without him we might not exist in this world.'...


...(Hargai apa yang orang tua katakan, meski menyakitkan kita harus tetap menerimanya karena tanpa mereka kita mungkin tidak ada di dunia ini.)...


...----------------...


Bersambung....

__ADS_1


IG: @_fikria.ns


__ADS_2