
...Happy Reading...
Waktu dengan cepat berlalu. Selama beberapa hari ini, keluarga Ainsley dan Atkinson sangat sibuk. Para pelayan sangat antusias membuat banyak hal atas perintah sang majikan nya.
Dan tinggal besok, adalah hari suci untuk Gabrian Gamaliel Atkinson dan Arelea Callista Ainsley.
Gabrian ada di halaman belakang untuk melihat banyak pot bunga yang bermekaran. Musim semi ini sangat cocok untuk merayakan hari bahagia. Dia sangat tidak sabar untuk membawa Arelea untuk melangsungkan pernikahan ini. Setelah melewati hari ini, semuanya selesai.
Sementara itu, saudara Arelea lainnya tahu perasaan ini, gugup. Gabrian sebenarnya gugup untuk menunggu hari pernikahan. Jadi Alfred mencoba untuk membuatnya tenang.
''Besok hari bahagia mu dengan adik ku, aku harap kamu bisa membahagiakan putri kecil itu dengan kasih sayang dan juga cinta.''
Gabrian tersenyum.
''Aku tahu itu. Sebenarnya aku sedikit gugup karena ini adalah yang pertama dan terakhir untukku juga Arelea,'' Ungkap Gabrian
Alfred terkekeh, ''Benar, meskipun aku belum merasakan akan menikah namun aku bisa melihat jelas kegugupan seorang lelaki yang akan menikah dengan gadis yang dicintainya.''
Mereka menghabiskan waktu untuk bercerita tentang kebiasaan Arelea selama ini dan juga apa yang Arelea suka belakangan ini. Keduanya tampak akrab satu sama lain sehingga tidak ada obrolan canggung diantaranya.
Hari sudah menjelang siang, Arelea baru saja selesai merawat diri di salon kecantikan bersama dengan Delin.
''Bagaimana? berbeda bukan? Tadi berkata tidak ingin ikut, sekarang suka kan?''
Arelea tersenyum malu, '' Hehe, iya kak.''
Dengan memanjakan diri di salon, juga bisa membuat tubuh dan pikiran nya rileks. Tidak lagi gugup seperti pagi tadi dan juga hari-hari sebelumnya.
***
Setelah melakukan fitting dan juga persiapan pesta yang lainnya. Akhirnya hari yang ditunggu-tunggu telah tiba. Hari dimana pasangan ini akan mengucapkan sumpah sehidup semati yang pertama dan terakhir kalinya.
Pesta pernikahan yang digelar dengan mewah dan megah. Hanya saja acara dilakukan secara tertutup. Para wartawan dilarang meliput sesuai dengan rencana mereka semua.
Padahal banyak khalayak umum yang menantikan berita pria tersebut menikah. Mengingat Gabrian salah satu figur pemimpin yang di kenal masyarakat luas meskipun agak tertutup informasi nya.
Gabrian di kenal sebagai pebisnis yang mempunyai seribu satu akal cerdik, selain itu dia juga di kenal sebagai pria tampan dan banyak wanita yang pasti mengincar pria itu, jadi memungkinkan jika pria itu dikenal luas.
Gabrian Atkinson Groups adalah perusahaan yang sebelumnya di dirikan oleh ayahnya, Drax. Yang dulu bukanlah perusahaan bidang teknologi dan sekarang menjadi bidang teknologi juga pembukuan.
Karena jarang muncul di depan media, Gabrian memang salah satu figur pemimpin perusahaan publik yang dikenal misterius.
Wartawan yang telah menunggu, akhirnya pulang tanpa membawa kabar ataupun berita apapun. Mereka cukup tahu jika keamanan Alfred tidak bisa di terobos dengan mudah. Walaupun kecewa dengan hasil itu tetapi mereka menghargai keputusan dari pihak keluarga Ainsley, bahwa semuanya tidak harus di ekspos di media dan di sebarluaskan.
✨✨✨
Acara dimulai, Arelea menggandeng tangan ayahnya berjalan di atas altar. Gadis itu tampak cantik dengan gaun pengantin berekor panjang dan juga kalung pemberian Kimberly.
__ADS_1
Rambutnya di sanggul sedemikian rupa dengan dihiasi bunga kecil berwarna putih. Menambah nilai plus kecantikan dari seorang Arelea Callista Ainsley.
Di ujung sana seorang pria berdiri dengan tubuh yang terbalut oleh tuxedo hitam formal rapi. Gabrian terlihat tampak dengan pakaian rapi itu. Netra coklat muda nya tak pernah berhenti menatap mempelai wanitanya yang sibuk menunduk. Entah karena malu ataupun gugup. Pasti wanita itu merasakan perasaan diantara kedua nya sekarang.
''Aku serahkan putri ku padamu, jangan sampai kau membuatnya menangis ataupun bersedih!'' Ucap Andreas datar dengan suara rendah. Gabrian mengangguk dan meraih tangan putih susu Arelea untuk di genggam nya erat.
Lelaki paruh baya itu mencium dahi putrinya singkat sebelum menuruni altar. Hari ini adalah hari dimana anaknya menikah dan pasti juga akan pergi jauh darinya.
Kedua mempelai bertukar pandangan, saling mengagumi masing-masing dalam isyarat.
''Kalian siap?'' Tanya pendeta yang akan menikahkan mereka.
Gabrian mengangguk, ''Saya Gabrian Gamaliel Atkinson menerima anda Arelea Callista Ainsley untuk menjadi istri sah saya, untuk memiliki dan mempertahankan mulai hari ini. Dalam suka, duka, miskin, kaya, sakit, dan sehat sampai maut memisahkan.''
Sekarang giliran Arelea yang akan mengucapkan janji nya. Dengan gugup gadis itu mengucapkan nya.
''Saya Arelea Callista Ainsley menerima anda Gabrian Gamaliel Atkinson untuk menjadi suami sah saya, untuk memiliki dan mempertahankan mulai hari ini. Dalam suka, duka, miskin, kaya, sakit, dan sehat sampai mau memisahkan!'' Ujar Arelea gugup, matanya berlinang. Dia sangat bahagia sekarang bahwa ia telah menjadi istri Gabrian yang sah di mata hukum dan agama.
''Dengan ini saya menyatakan kalian sah menjadi pasangan suami istri. Sekarang boleh mencium mempelai wanita anda.''
Arelea membulatkan matanya, lupa jika diakhir pernikahan terdapat ciuman pasangan. Ia menunduk malu.
Tangan kekar Gabrian memegang kedua rahang Arelea dengan lembut dan mendongakkan kepala gadis itu menatap mata cokelat muda pria itu.
Cup! ciuman Gabrian tidaklah singkat. Sontak para tamu undangan berdiri dan bertepuk tangan melihat adegan romantis pasangan pengantin baru tersebut.
Gabrian menyudahi nya, ia tertawa kecil melihat wajah merah padam milik Arelea yang sepertinya tengah menahan malu.
Gadis itu hanya diam, menyapu pandangan nya keseluruhan penjuru ruangan mencari keberadaan kakaknya, Delin. Tapi sepertinya gadis itu tengah berdua bersama Samuel hingga meninggalkan tempat dan tak terlihat disini.
''Kak, setelah ini apakah ada pesta?'' Tanya Arelea berbisik
Gabrian mengerutkan keningnya, ''Apa kamu sudah lelah?''
Arelea menggeleng, takut mengecewakan.
''Ya, nanti pukul delapan malam pesta akan diadakan. Apakah kamu mau aku pijat nanti di kamar?'' Goda Gabrian
Bluss~
''....'' Dasar pria mesum. Masih banyak orang begini pikirannya berada dikamar.
Selang beberapa menit Keluarga besar Arelea semua mengucapkan selamat pada pasangan pengantin baru itu. Begitu pula keluarga besar Gabrian.
***
Setelah acara selesai mereka langsung datang di hotel tempat pesta nanti malam akan digelar. Agar tidak terlalu lelah berangkat dari kediaman Ainsley ke hotel itu jadi mereka memilih untuk mengistirahatkan diri di sana.
__ADS_1
''Lelah sayang?'' Tanya Gabrian
Arelea mengangguk.
''Kalau begitu mandilah dengan aromaterapy, agar lebih rileks dan juga nyaman'' Pria itu tak ingin memaksa gadisnya menyerahkan hak nya sebagai suami siang ini, dia tau istrinya lelah meskipun dirinya menginginkan hal tersebut.
Arelea mengangguk lalu mengecup singkat bibir Gabrian. Kemudian gadis itu pergi ke kamar mandi.
Indera penciuman gadis itu menghirup aroma lavender khas dari bathub. Juga lilin-lilin aromaterapi yang dijejerkan di dekat bathub itu menambah ke rileks an badan gadis itu.
''Kak Ian paling tau kesukaan ku,'' Gumam Arelea
Setelah selesai merendam diri, gadis itu keluar menggunakan handuk yang melilit setengah tubuh telan**ng nya.
''Sayang, apa kamu ingin menggodaku hmm?'' Suara berat Gabrian terdengar dari sofa dekat kamar mandi
Arelea menegang. Lalu berbalik dan menggelengkan kepalanya dengan cepat.
''Tidakk!'' Pekik gadis itu
Gabrian menaikkan sebelah alisnya. Gadis nya itu terlalu waspada.
''A-aku akan ganti baju cepat, kak Ian tunggu sebentar.''
Arelea langsung masuk ke kamar ganti pakaian, dan Gabrian hanya menggelengkan kepalanya.
''Ssshht..'' Desis Gabrian, kepalanya pusing dan celana nya juga mengetat entah kenapa.
''Sial, kalau begini aku harus mandi air dingin lagi.''
Gabrian langsung berjalan masuk ke kamar mandi dan menuntaskan apa yang dia rasakan saat ini.
.
.
Arelea menunggu Gabrian keluar dari kamar mandi sudah lebih dari satu jam, dan itu membuat Arelea bosan.
Apa yang kak Ian lakukan di kamar mandi, begitu lama.
Selang beberapa menit pintu kamar mandi terbuka. Gabrian keluar dengan perasaan campur aduk, takut gadis nya marah karena menunggu dan juga lega karena sesuatu itu sudah dia tuntaskan.
''Kenapa lama sekali kak?''
.
.
__ADS_1
Bersambung....
IG:@_fikria.ns