Gadis Milikku

Gadis Milikku
Chapter 21. Bertemu lagi


__ADS_3

...HAPPY READING...


Setelah menghantarkan Gabrian dan Arelea pulang ke mansion, Arav ijin untuk sekedar menghibur diri dengan makan di restoran hotel dekat rumah sakit milik Gabrian. Kebetulan ia lapar dan sangat tidak enak jika keluar rumah sebelum tuannya menetap di kamar untuk mengistirahatkan diri hingga pagi menjelang.


Arab sudah terbiasa keluar jika Gabrian sudah tidur ataupun masih bangun tetapi tetap didalam kamar dan ia juga selalu ijin keluar agar jika tuan nya membutuhkan dirinya, langsung bisa menelpon atau mengirim pesan untuknya.


Seperti saat ini ia sedang makan dua sajian khas menu restoran hotel itu dengan hikmat tanpa gangguan sampai terdengar suara yang agak familiar ditelinga nya didekatnya.


''Besok gue mungkin gak kesini!'' Kata perempuan itu sambil berjalan


''Kenapa?'' tanya temannya


''Besok gue habis pulang dari kampus kedatangan bonyok, jadi mungkin gue gak bisa kesini! and gue juga udah bilang sama manajer resto sini kalo besok gue gak berangkat.''


''Oh oke..''


''Kalo gitu gue pulang dulu ya sha! besok masih mau ngampus gue'' suara perempuan itu terdengar semakin dekat


''oke.. thanks chef,'' sahut temannya yang bernama Sasha itu


''Apaan si Lo.. gak usah gitu juga kali, ini udah jadi hobi gue,''


''Ya udah gue cabut dulu yah!! bye,'' ucapnya sambil melepas celemek masak nya dan topi khas chef-nya.


''Oke hati hati tha,,''


Sayup sayup terdengar suara langkah kaki karena memang kondisi di sana sudah lumayan sepi jadi suara langkah pun terdengar, ia pun melihat ke arah belakang dimana seorang gadis tengah melepaskan celemek masak nya dan topi ala chef nya.


''itu bukan nya cewek waktu di toko minuman itu?'' gumamnya


''Wah... dia tidak mengakui ku sebagai orang tampan waktu itu kan. Harus aku samperin nih,'' ucapnya segera meneguk minuman terakhir nya hingga tandas dan menghampiri perempuan itu dengan langkah besar.


Perempuan itu tidak menyadari jika ada seseorang mendekati dirinya dengan wajah memerah menahan emosi. Entah mengapa dirinya juga tidak mengetahui mengapa emosinya memuncak mendengar ucapan perempuan itu.


''Hei nona...'' sapa Arav pada perempuan itu.


Perempuan itu menoleh cepat seraya menatap bingung lelaki didepan nya, ''Ya?'' bingung nya


''Apa kamu tidak mengenal ku?'' heh yang benar saja dia tidak mengenali diriku.


''Memangnya kamu siapa yang patut ku ingat ha?''sahutnya santai


''Wah..wah rupanya kamu tidak mengingat ucapan mu yang pedas itu ya?'' ucap Arav


''Ucapan apa tuan?'' tanya perempuan itu karena memang dia suka berucap kata kata pedas pada siapapun tanpa melihat siapa orang yang dia hujat.


''Sudah sudah tidak usah ribut! lagian apa sih bagus nya orang cuman laki laki begitu saja dipuja puja. Mendingan memuja Tuhan daripada manusia?,'' ucap Arav mengikuti gaya bicara perempuan itu seperti saat bertemu tempo lalu di toko itu.


Ternyata perempuan itu bernama Athaya Alexandria Lee anak perempuan satu satunya dari keluarga Lee pengusaha Korea yang sukses di bidang perhotelan. Athaya adalah anak kedua dari pasangan Nia Alexandria Lee dan Joon Alexander Lee memiliki seorang kakak laki-laki yang umurnya tidak beda jauh dari dirinya yang bernama Chen Alexander Lee. Ia kuliah dan mendapatkan gelar koki di Indonesia, dahulu sebelum ia mendapatkan gelar sebagai koki sempat mempunyai niatan hanya untuk menghilangkan rasa jenuh di negaranya dan juga untuk mengunjungi rumah sang nenek dari ibu nya. Ya! Nia Lee adalah seorang mahasiswi yang kebetulan pintar dan mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan studinya di Korea sehingga bertemu dengan Joon Wo Lee yang saat itu juga masih berkuliah di universitas yang sama. Hingga saling jatuh cinta dan memutuskan untuk menikah dan sampai sekarang di karunia dua orang anak yang sangat pintar dan mahir dalam urusan bisnis kuliner dan perhotelan.


''Oh.. jadi kamu pria yang tempo lalu dibicarakan oleh para wanita di sana sampai berteriak itu ya!'' ucap Athaya datar dan memandang Arav dari ujung kepala sampai ujung kaki yang memakai barang branded semua.


Arav yang diperhatikan sebegitu detail pun mengeram rendah menahan marah, ''Kenapa kamu memperhatikan ku sampai seperti itu! Iya aku tau kalau aku itu tampan. Awas nanti jatuh cinta lho,'' goda nya berkata sombong


Athaya mendelik tajam, ''Percaya diri sekali anda Tuan Arav Bastian.'' ucapnya datar


Huh! akan ku buat kamu jatuh hati padaku nona! batinnya kesal dengan Athaya sambil tersenyum smirk.


''Eh jangan percaya diri dulu tuan, aku mengetahui siapa dirimu saat tak sengaja mendengar ucapan para wanita yang duduk disebelah ku waktu itu!'' ucap Athaya datar saat mengetahui senyuman smirk dibibir Arav


''Kamu sudah mengetahui namaku! boleh kah aku bertanya siapa namamu nona?'' tanya Arav spontan setelah mendengar ucapan Athaya yang datar


''Perlu apa kamu mengetahui namaku ha?'' galak nya

__ADS_1


Arav langsung tersedak air liur nya sendiri mendengar ucapan Athaya, ''Tidak untuk apa apa nona!! aku hanya ingin jika kita bertemu bisa saling menyapa,'' elak nya


''Penting kah?'' sahut Athaya ketus


''Kalau begitu biar aku menyelidiki nya sendiri daripada bertanya padamu hanya membuat emosiku semakin meluap. Huhh!'' mencoba memancing emosi perempuan didepannya itu


''Namaku Athaya Alexandria Lee, PUAS TUAN ARAV!'' ucapnya ketus dan penuh penekanan di akhir ucapan nya


Tampak Arav tersenyum puas dengan jawaban Athaya yang memang tak ada lembut lembut nya. Jika dilihat lihat memang Athaya itu orang yang suka memakai pakaian tomboi dan suka berkata pedas pada orang lain tetapi jika bertemu dengan orang yang lebih tua dari dirinya maka ia akan menghormati nya dengan berkata halus dan sopan. Sikap yang diturunkan dari mama nya sampai menyeluruh hingga ke tulang tulang nya, hanya saja wajahnya mirip dengan sang ayah dan sang kakak.


''Hahaha... Aku sangat puas dengan jawaban mu itu nona Athaya,'' tawa nya yang tak biasanya terlihat membuat perempuan yang ada di dekat mereka pun terpana karena terdapat lesung di pipinya membuat tawa nya sempurna.


Athaya juga sempat terpana dengan lelaki angkuh didepan nya ini. Lalu ia tepis pikiran memuji Arav dengan mengalihkan pandangannya ke arah lain.


''Jika tak ada pembicaraan penting, aku akan pulang tuan!'' ketus Athaya


''Baiklah nona! semoga kita bisa bertemu lagi!'' goda Arav dengan mengedipkan sebelah matanya


''Cih.. tidak Sudi aku bertemu dengan mu lagi tuan Arav!'' sarkas nya datar


''Semoga ini pertemuan terakhir kita!'' tekan nya dengan wajah serius tetapi malah terlihat lucu di mata Arav, entah mata Arav yang sedang bermasalah atau memang wajah Athaya yang kurang enak jika disebut sebagai wajah datar.


Arav langsung terkekeh geli melihat betapa lucu nya mimik wajah Athaya yang sedang membicarakan dirinya.


''Haha baiklah nona, jika kita bertemu lagi. Kita berarti berjodoh,'' tanpa malu nya ia berkata demikian dengan agak keras sehingga membuat Athaya malu


''Ck..Ck.. Ternyata kau tak punya malu ya tuan Arav!'' Umpat nya pada Arav


''Ternyata cuman rumor saja jika tuan Arav Bastian Asisten sekaligus Sekertaris tuan Gabrian Gamaliel Atkinson itu terkenal sangat datar dan dingin eh ternyata juga tak tau malu,'' kata nya lalu menyambar tas selempang nya dan meninggalkan Arav yang masih tertawa di meja itu dengan kesal dan juga menghentakkan kakinya.


''Lihat lah dia ternyata sangatlah menggemaskan saat sedang kesal,'' ucapnya menahan tawa.


...HAPPY READING...


Setelah menghantarkan Gabrian dan Arelea pulang ke mansion, Arav ijin untuk sekedar menghibur diri dengan makan di restoran hotel dekat rumah sakit milik Gabrian. Kebetulan ia lapar dan sangat tidak enak jika keluar rumah sebelum tuannya menetap di kamar untuk mengistirahatkan diri hingga pagi menjelang.


Arab sudah terbiasa keluar jika Gabrian sudah tidur ataupun masih bangun tetapi tetap didalam kamar dan ia juga selalu ijin keluar agar jika tuan nya membutuhkan dirinya, langsung bisa menelpon atau mengirim pesan untuknya.


Seperti saat ini ia sedang makan dua sajian khas menu restoran hotel itu dengan hikmat tanpa gangguan sampai terdengar suara yang agak familiar ditelinga nya didekatnya.


''Besok gue mungkin gak kesini!'' Kata perempuan itu sambil berjalan


''Kenapa?'' tanya temannya


''Besok gue habis pulang dari kampus kedatangan bonyok, jadi mungkin gue gak bisa kesini! and gue juga udah bilang sama manajer resto sini kalo besok gue gak berangkat.''


''Oh oke..''


''Kalo gitu gue pulang dulu ya sha! besok masih mau ngampus gue'' suara perempuan itu terdengar semakin dekat


''oke.. thanks chef,'' sahut temannya yang bernama Sasha itu


''Apaan si Lo.. gak usah gitu juga kali, ini udah jadi hobi gue,''


''Ya udah gue cabut dulu yah!! bye,'' ucapnya sambil melepas celemek masak nya dan topi khas chef-nya.


''Oke hati hati tha,,''


Sayup sayup terdengar suara langkah kaki karena memang kondisi di sana sudah lumayan sepi jadi suara langkah pun terdengar, ia pun melihat ke arah belakang dimana seorang gadis tengah melepaskan celemek masak nya dan topi ala chef nya.


''itu bukan nya cewek waktu di toko minuman itu?'' gumamnya


''Wah... dia tidak mengakui ku sebagai orang tampan waktu itu kan. Harus aku samperin nih,'' ucapnya segera meneguk minuman terakhir nya hingga tandas dan menghampiri perempuan itu dengan langkah besar.

__ADS_1


Perempuan itu tidak menyadari jika ada seseorang mendekati dirinya dengan wajah memerah menahan emosi. Entah mengapa dirinya juga tidak mengetahui mengapa emosinya memuncak mendengar ucapan perempuan itu.


''Hei nona...'' sapa Arav pada perempuan itu.


Perempuan itu menoleh cepat seraya menatap bingung lelaki didepan nya, ''Ya?'' bingung nya


''Apa kamu tidak mengenal ku?'' heh yang benar saja dia tidak mengenali diriku.


''Memangnya kamu siapa yang patut ku ingat ha?''sahutnya santai


''Wah..wah rupanya kamu tidak mengingat ucapan mu yang pedas itu ya?'' ucap Arav


''Ucapan apa tuan?'' tanya perempuan itu karena memang dia suka berucap kata kata pedas pada siapapun tanpa melihat siapa orang yang dia hujat.


''Sudah sudah tidak usah ribut! lagian apa sih bagus nya orang cuman laki laki begitu saja dipuja puja. Mendingan memuja Tuhan daripada manusia?,'' ucap Arav mengikuti gaya bicara perempuan itu seperti saat bertemu tempo lalu di toko itu.


Ternyata perempuan itu bernama Athaya Alexandria Lee anak perempuan satu satunya dari keluarga Lee pengusaha Korea yang sukses di bidang perhotelan. Athaya adalah anak kedua dari pasangan Nia Alexandria Lee dan Joon Alexander Lee memiliki seorang kakak laki-laki yang umurnya tidak beda jauh dari dirinya yang bernama Chen Alexander Lee. Ia kuliah dan mendapatkan gelar koki di Indonesia, dahulu sebelum ia mendapatkan gelar sebagai koki sempat mempunyai niatan hanya untuk menghilangkan rasa jenuh di negaranya dan juga untuk mengunjungi rumah sang nenek dari ibu nya. Ya! Nia Lee adalah seorang mahasiswi yang kebetulan pintar dan mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan studinya di Korea sehingga bertemu dengan Joon Wo Lee yang saat itu juga masih berkuliah di universitas yang sama. Hingga saling jatuh cinta dan memutuskan untuk menikah dan sampai sekarang di karunia dua orang anak yang sangat pintar dan mahir dalam urusan bisnis kuliner dan perhotelan.


''Oh.. jadi kamu pria yang tempo lalu dibicarakan oleh para wanita di sana sampai berteriak itu ya!'' ucap Athaya datar dan memandang Arav dari ujung kepala sampai ujung kaki yang memakai barang branded semua.


Arav yang diperhatikan sebegitu detail pun mengeram rendah menahan marah, ''Kenapa kamu memperhatikan ku sampai seperti itu! Iya aku tau kalau aku itu tampan. Awas nanti jatuh cinta lho,'' goda nya berkata sombong


Athaya mendelik tajam, ''Percaya diri sekali anda Tuan Arav Bastian.'' ucapnya datar


Huh! akan ku buat kamu jatuh hati padaku nona! batinnya kesal dengan Athaya sambil tersenyum smirk.


''Eh jangan percaya diri dulu tuan, aku mengetahui siapa dirimu saat tak sengaja mendengar ucapan para wanita yang duduk disebelah ku waktu itu!'' ucap Athaya datar saat mengetahui senyuman smirk dibibir Arav


''Kamu sudah mengetahui namaku! boleh kah aku bertanya siapa namamu nona?'' tanya Arav spontan setelah mendengar ucapan Athaya yang datar


''Perlu apa kamu mengetahui namaku ha?'' galak nya


Arav langsung tersedak air liur nya sendiri mendengar ucapan Athaya, ''Tidak untuk apa apa nona!! aku hanya ingin jika kita bertemu bisa saling menyapa,'' elak nya


''Penting kah?'' sahut Athaya ketus


''Kalau begitu biar aku menyelidiki nya sendiri daripada bertanya padamu hanya membuat emosiku semakin meluap. Huhh!'' mencoba memancing emosi perempuan didepannya itu


''Namaku Athaya Alexandria Lee, PUAS TUAN ARAV!'' ucapnya ketus dan penuh penekanan di akhir ucapan nya


Tampak Arav tersenyum puas dengan jawaban Athaya yang memang tak ada lembut lembut nya. Jika dilihat lihat memang Athaya itu orang yang suka memakai pakaian tomboi dan suka berkata pedas pada orang lain tetapi jika bertemu dengan orang yang lebih tua dari dirinya maka ia akan menghormati nya dengan berkata halus dan sopan. Sikap yang diturunkan dari mama nya sampai menyeluruh hingga ke tulang tulang nya, hanya saja wajahnya mirip dengan sang ayah dan sang kakak.


''Hahaha... Aku sangat puas dengan jawaban mu itu nona Athaya,'' tawa nya yang tak biasanya terlihat membuat perempuan yang ada di dekat mereka pun terpana karena terdapat lesung di pipinya membuat tawa nya sempurna.


Athaya juga sempat terpana dengan lelaki angkuh didepan nya ini. Lalu ia tepis pikiran memuji Arav dengan mengalihkan pandangannya ke arah lain.


''Jika tak ada pembicaraan penting, aku akan pulang tuan!'' ketus Athaya


''Baiklah nona! semoga kita bisa bertemu lagi!'' goda Arav dengan mengedipkan sebelah matanya


''Cih.. tidak Sudi aku bertemu dengan mu lagi tuan Arav!'' sarkas nya datar


''Semoga ini pertemuan terakhir kita!'' tekan nya dengan wajah serius tetapi malah terlihat lucu di mata Arav, entah mata Arav yang sedang bermasalah atau memang wajah Athaya yang kurang enak jika disebut sebagai wajah datar.


Arav langsung terkekeh geli melihat betapa lucu nya mimik wajah Athaya yang sedang membicarakan dirinya.


''Haha baiklah nona, jika kita bertemu lagi. Kita berarti berjodoh,'' tanpa malu nya ia berkata demikian dengan agak keras sehingga membuat Athaya malu


''Ck..Ck.. Ternyata kau tak punya malu ya tuan Arav!'' Umpat nya pada Arav


''Ternyata cuman rumor saja jika tuan Arav Bastian Asisten sekaligus Sekertaris tuan Gabrian Gamaliel Atkinson itu terkenal sangat datar dan dingin eh ternyata juga tak tau malu,'' kata nya lalu menyambar tas selempang nya dan meninggalkan Arav yang masih tertawa di meja itu dengan kesal dan juga menghentakkan kakinya.


''Lihat lah dia ternyata sangatlah menggemaskan saat sedang kesal,'' ucapnya menahan tawa.

__ADS_1


__ADS_2