
...HAPPY READING...
''Arelea kalau kamu mau menikah! kamu ingin menikah dengan siapa? Denganku atau dengan pria yang tadi itu?'' tanya Gabrian tiba tiba setelah keheningan melanda
''Aku akan menikah dengan orang yang mencintai ku dengan tulus dan apa adanya kak!'' jawab Arelea tanpa memilih
''Jika aku yang mencintaimu dengan tulus dan apa adanya, apa kamu menikah denganku?'' Tanya Gabrian secara tidak langsung melamar Arelea
Perasaan apa ini ya tuhan! pekik Arelea dalam batin
Pipi Arelea merona mendengar perkataan Gabrian yang secara terang-terangan menyatakan cinta kepada dirinya, Walaupun Arelea menganggap Gabrian sebagai kakak tapi entah mengapa ia memiliki perasaan tak rela jika Gabrian jalan atau berkencan dengan wanita lain tentunya selain dirinya. Ia tak tahu bahwa sudah mulai menyayangi Gabrian layaknya kekasih.
''Kalau memang kakak ingin menikah denganku asalkan setia dan saling terbuka itu sudah lebih dari cukup dalam berkomitmen, tapi kakak harus meminta restu agar pernikahan bisa diberkahi. Apalagi, yang tidak memberikan restu adalah orang tua dari pihak perempuan, pernikahannya bisa dianggap tidak sah.'' Kata Arelea menjelaskan
''Tapi aku tidak tau dimana orang tua ku tinggal dan apakah mereka masih hidup atau sudah menghadap Tuhan.'' lanjutnya dengan nada sendu
Sebenarnya Gabrian ingin sekali mengatakan bahwa orang tua Arelea masih hidup dan sampai sekarang masih mencari dirinya, tapi ia belum cukup bukti dan selama tiga bulan ke depan tidak bisa keluar negara ini karena suatu hal. Sedangkan orang tua kandung Arelea berada di negara lain, walaupun Gabrian sudah menyebar anak buahnya untuk mencari informasi tentang keluarga Arelea dan keseharian mereka.
''Semoga saja orang tua mu masih ada di dunia ini dan cepat kita menemukan nya ya!'' Ucap Gabrian lalu memeluk Arelea
Tiba tiba munculah seorang pria jangkung dihadapan mereka dnegan wajah merah padam memendam emosi, Karena ternyata dirinya ditinggal sendiri karena ingin bermesraan berdua sambil berpelukan.
''Hei pria tengik!'' Geram pria jangkung itu bersungut-sungut
Gabrian yang sedang menikmati pelukan Arelea seketika pudar karena adanya sesosok makhluk pen-ganggu diantara mereka. Arelea melepas pelukan Gabrian dan menatap pria didepannya dengan sorot mata bertanya.
Seketika emosi pria itu mereda saat melihat wajah Arelea yang sangat damai dan juga sejuk dipandang mata. Pria itu adalah Samuel Braxton, lelaki yang ditinggal Gabrian saat diperjalanan mencari Arelea tadi.
''Kak Ian dan tuan el sedang bertengkar ya?'' gumam Arelea tentunya didengar dua pria itu
''Tidak!'' Jawab mereka kompak
''Ee-eh'' kok jadi aku sih yang gugup ditatap mereka seperti ini batin Arelea seraya menatap dua pria didepannya yang sedang menatap dirinya dengan tajam.
''Kenapa kak?'' tanya Arelea menatap Gabrian
''Tidak apa apa,'' jawab Gabrian menatapnya datar
''Hehe,'' Arelea jadi kikuk sendiri melihat wajah datar Gabrian.
''Ini sudah mau siang ayo kita pulang!'' Perintah Gabrian menatap Arelea lembut tak seperti tadi.
''Ayo kak!'' Sepertinya mereka berdua melupakan Samuel yang tengah berdiri di belakang dengan wajah kusut.
''Oh iya kak! Tuan El aku pamit pulang dulu ya, bye!'' Ucap Arelea tersenyum lalu mengikuti langkah kaki Gabrian.
__ADS_1
''Hmm..'' Hanya dibalas deheman oleh pria itu
Meninggalkan Samuel yang tengah menekuk wajah sekarang Gabrian dan Arelea berada didalam mobil sembari mendengarkan lagu kesukaan Arelea yang berjudul Heart Attack yang dinyanyikan oleh Demi Lovato dan ditengah lagu lagu ia ikutan bernyanyi sesuai intro lagu dan suara musik dengan begitu lincah nya.
''Yes, you make me so nervous that I just can't hold your hand
You make me glow. But I cover up, won't let it show
So I'm putting my defenses up
'Cause I don't wanna fall in love
I think I'd have a heart attack'' Suaranya begitu terdengar indah di telinga Gabrian, walaupun suaranya tak besar namun cocok dinyanyikan oleh Arelea
''But you make me wanna act like a girl
Paint my nails and wear perfume for you
Make me so nervous that I just can't hold your hand
You make me glow
But I cover up, won't let it show
So I'm putting my defenses up
'Cause I don't wanna fall in love
I think I'd have a heart attack
I think I'd have a heart attack
The feelings got lost in my lungs
They're burning; I'd rather be numb
And there's no one else to blame'' suara Arelea kembali bersahutan dengan nada lagu yang diputar oleh Gabrian
Setelah lagunya selesai Arelea menyandar di kursi dengan nafas terengah-engah karena kehabisan banyak tenaga menyanyikan lagu kesukaan nya itu. Dengan penuh pengertian Gabrian menyodorkan minuman dingin dan dengan cepat Arelea meneguknya hingga tandas tak lupa ucapan terimakasih keluar dari mulutnya.
''Terimakasih kak Ian,'' ucapnya tersenyum manis
Deg deg deg..
Mungkin suara itu tak terdengar begitu keras namun karena musik dalam mobil sudah dimatikan jadi apapun yang didalam sana terdengar keras seiring berjalannya mobil.
__ADS_1
Arelea tidak tau jika pria yang duduk disampingnya itu sedang berperang batin agar tidak semakin riuh suara detak jantung nya yang tak beraturan itu.
Setelah mengontrol detak jantungnya berdebar kencang bahkan sangat kencang ia juga mengemudikan mobil dengan kecepatan rata-rata hingga sampai di villa miliknya.
Gabrian membukakan pintu untuk Arelea keluar, sudah seperti permaisuri yang sedang dimanjakan oleh kaisar nya dengan sangat romantis hingga Arav yang tengah duduk santai menatap sesuatu di laptopnya menoleh ke arah Gabrian lalu menghampirinya.
''Selamat siang tuan muda,'' ucapnya membungkuk
''Ya!''
''Apakah ada makanan didalam rav?'' Tanya Gabrian setelah menurunkan sang gadis pujaannya dari mobil dan berdiri di sampingnya.
''Belum ada tuan!'' Jawabnya
''Aku saja yang memasak kak!'' ucap Arelea mengusulkan setelah sekian lama bungkam
''Tetapi apakah ada bahan-bahan untuk memasak?'' tanya Arelea lagi
''Emm sepertinya masih ada jika sisa semalam nyonya! Kalau begitu biar saya beli lagi bahan nya agar lebih higienis dan juga lebih segar!'' Kata Arav
''Baiklah, nanti jika sudah ada bahan nya panggilkan aku ya! Aku mau mandi dulu, Badanku rasanya sangat bau hehe,'' ucap Arelea sambil tertawa lucu
''Kalau begitu saya langsung ke pusat perbelanjaan, saya pamit undur diri tuan nyonya.'' Dijawab anggukan oleh mereka berdua lalu dirinya melenggang pergi ke pusat perbelanjaan yang agak jauh dari villa nya.
Sesuai perkataan nya, Arelea langsung masuk kamar mandi begitu sampai di kamar. Ia membersihkan dirinya sendiri dengan merendam diri selama 30 menit, sedangkan Gabrian sedang memencet tombol power untuk menonton televisi dan membalik-balikkan film yang akan ia tonton hingga bosan.
''Ishh kenapa mandi sangat lama sih!'' gerutu Gabrian mendesah kesal
Tak lama kemudian terdengar suara pintu dibuka, Arelea keluar dengan menggunakan kimono handuk pendek yang hanya menutupi leher sampai atas paha dengan rambut basah masih menetes membuat dirinya sangat se*y dimata kaum Adam manapun dan membuat mereka meneguk ludah. Karena ia lupa membawa pakaian jadilah sekarang, ia memang orang yang pelupa hingga ini menjadi kebiasaan buruk nya yang kedua.
''Maaf kak, aku tadi lupa membawa pakaian'' ucap Arelea yang menyadari bahwa Gabrian menatapnya intens
''Ya! Aku akan mandi'' ucapnya dengan deep voice
Arelea langsung mengangguk dan memakai pakaian di dalam ruangan khusus untuk berganti pakaian, Ia hanya memakai piyama tidur yang pendek. Ia sudah siap untuk turun kebawah untuk membuat makanan, tetapi ia urungkan niat nya untuk menunggu Gabrian selesai mandi dan berganti pakaian.
''Sambil menunggu kak Ian aku liat tv aja deh!'' katanya bermonolog sendiri
Gabrian keluar dari kamar mandi dengan pakaian santai dan menghampiri Arelea yang duduk di ranjang sambil menonton acara di televisi dengan serius entah apa yang ia tonton tetapi pasti sangat fenomenal.
''Apa yang kamu tonton hmm?'' tanya Gabrian mengelus surai Arelea
''Berita keluarga....
...----------------...
__ADS_1
Jangan lupa like vote comment favorit:)