
...🌹🌹HAPPY READING 🌹🌹...
Sudah terhitung satu minggu Arelea tinggal dirumah Gabrian, ia masih belum menyadari bahwa tidak bekerja karena diperlakukan seperti ratu didalam rumah, juga karena keseringan bermain dengan dua kucingnya jadi lupa untuk sekedar keluar rumah.
''Sayang... sedang dimana?'' Kata Gabrian yang tidak melihat Arelea sejak tadi
Arelea yang sayup-sayup mendengar suara itu langsung berdiri dan masuk ke dalam ruang keluarga untuk mencari asal suara tadi.
''Ya kak.. kamu memanggil ku tadi?'' tanya Arelea setelah sampai di ruang keluarga dan ternyata Gabrian yang memanggilnya
''Hah iya, kamu dari mana? dari tadi aku mencari mu tapi tidak ketemu!'' kesal Gabrian
''Maaf kak tadi aku sedang memberi makan Millie dan Miko .'' ucap Arelea cengengesan
''Yasudah.. aku mau berangkat ke perusahaan untuk rapat bersama para karyawan, kamu mau dirumah saja atau mau ikut hm?'' tanya Gabrian lembut
''Boleh kah aku ikut?'' tanya Arelea berbinar, namun setelahnya ia nampak merubah raut wajah nya menjadi bingung sekaligus seperti orang lupa.
''Astagaa!!'' pekik Arelea
''Kak aku sudah seminggu lebih tidak bekerja! apakah dipecat dari pekerjaan ku?'' ucap Arelea terselip nada khawatir
''Tidak usah bingung... emm atau kamu mau kerja di perusahaan ku saja sayang?'' tanya Gabrian mulai rencana kedua mengikat Arelea
''Wah... boleh kah kak?''
''Boleh saja.. ayo kita berangkat!'' ucap Gabrian
''Sebentar kak. Aku mau ganti baju terlebih dahulu, bajuku ini bau makanan kucing hehe.'' ucap Arelea sambil mencium aroma baju yang ia kenakan
''Baiklah..'' lalu Arelea pergi ke atas untuk mengganti pakaian
Sepuluh menit berlalu dan Arelea baru keluar dari kamar menggunakan dress selutut berwarna navy dan sepatu casual wanita dengan menenteng tas selempang kecil dipundaknya.
Gabrian yang baru akan bersuara langsung bungkam melihat kecantikan Arelea. Ia baru tersadar dan langsung mendengus sebal karena takut akan bertambah banyak orang yang terkesima melihat kecantikan gadisnya itu.
Gabrian yang melihat disampingnya sudah ada sang asisten yang sama seperti nya sedang terpesona pun langsung menegurnya.
''Arav, kurasa banyak yang membutuhkan donor mata dirumah sakit!''
Arav langsung tersadar dari ke-terpesonaan nya, ''Maaf tuan muda.'' ucapnya dengan suara kecil
Arelea bertanya kepada gabrian setelah Arav berbicara ''Bagaimana kak Ian apakah penampilan ku sudah bagus?'' tanya Arelea antusias
''Tidak.'' jawab Gabrian dengan nada tidak mengenakkan
''Yaahh... kenapa? padahal ini adalah dress yang sudah kak Ian pilihkan untukku waktu itu. Aku ingin sekali memakainya.'' ucap Arelea dengan nada sendu
Gabrian yang melihat itu jadi tidak tega dan akhirnya ia memperbolehkan memakai pakaian itu dengan syarat memakai jas nya.
''Baiklah kamu boleh memakai ini! tapi dengan syarat memakai jas ku dahulu nanti setelah sampai di dalam ruangan ku boleh kamu lepas!'' ucap Gabrian nada tak dapat dibantah dan Arelea mengangguk patuh
Gabrian membuka jas yang ia kenakan lalu memakaikan nya kepada Arelea. Ia menahan tawa melihat jas nya yang sangat kebesaran di badan Arelea, malah terlihat menggemaskan sekali dimatanya.
''Apakah sudah bagus seperti ini kak ian?''
''Ya.''
''Yasudah ayo kita berangkat, Arav ayo!'' perintah Gabrian
''Baik tuan.'' lalu keluar terlebih dahulu dan membukakan pintu belakang mobil.
''Silahkan tuan muda dan nona muda.''
''Terimakasih tuan asisten.'' ucap Arelea tersenyum tipis
__ADS_1
Gabrian duduk dibelakang bersama dengan Arelea. Hanya suara musik yang mengiringi perjalanan mereka menuju perusahaan.
''Arelea?'' ucap Gabrian menghilangkan keheningan
''Ya kak ada apa?''
''Kamu mau mampir membeli sesuatu untuk dimakan di kantor nanti tidak hmm?''
''Emmm??''
''Apakah boleh kak?'' Tanya Arelea
''Boleh saja! Kamu mau membeli apa-?''
''Aku sedari dulu ingin sekali mencicipi rasa minuman yang ada bulat bulat kecil itu kak.. ish apa namanya ya, aku lupa hehe?'' ucap Arelea berpikir keras
''Oh kamu ingin minuman itu... baiklah''
''Arav tepi-kan mobil di dekat cafe depan itu.'' Sambil menunjuk salah satu cafe yang ada kerumunan pembeli.
''Baik tuan.'' ucap Arav lalu menepikan mobilnya
''Mau saya belikan yang rasa apa nyonya?'' tanya Arav sebelum turun dari mobil untuk mengantri
''Emmm.. aku ingin rasa cokelat saja tuan!'' ucap Arelea yang memang sangat menyukai cokelat
''Baik nyonya... mohon ditunggu'' lalu turun dari mobil mendekati kerumunan pembeli
Arav yang memang identitas nya dikenal sebagai asisten CEO yang perusahaan nya sedang menduduki posisi pertama di negaranya langsung membuat heboh di antar kerumunan itu sehingga memudahkan ia membeli apa yang di minta nyonya nya.
''Permisi tuan! saya mau pesan dua minuman yang ini rasa cokelat.'' ucap Arav datar sambil menunjuk salah satu menu
''Baik tuan mohon ditunggu.'' jawab laki laki yang menjual minuman itu.
'kyaaa.. itu tuan Arav asisten tuan muda Gabrian bukan, tampan sekali?'
'Iya aku juga samaaa... Kya tampannya' jawab wanita lainnya
''Sudah sudah tidak usah ribut! lagian apa sih bagus nya orang cuman laki laki begitu saja dipuja puja. Mendingan memuja Tuhan daripada manusia?'' ucap perempuan cantik yang sedang duduk anteng sambil menyesap ice coffee nya.
Arav melihat wanita itu dengan tatapan tak berkedip sekalipun. Ia terpesona dengan wanita muda itu. Ia menatap penuh kagum dengan wanita itu sampai tidak menyadari bahwa pesanan nya sudah selesai dibuat dan ia akhirnya tersadar dari lamunannya ketika lelaki penjual tadi memanggilnya.
''Tuan!!'' Ucap laki laki penjual itu membuat Arav tersadar
''Ini pesanan anda sudah siap!'' ucap penjual itu ramah
''Terimakasih'' lalu memberikan dua lembar uang berwarna merah dari sakunya dan ia berikan kepada penjual tadi
''E-eh tuan.. ini kelebihan.'' ucap penjual itu hendak mengembalikan kelebihan uang yang diberikan Arav.
''Tidak usah. Untukmu saja!'' ucap Arav datar
''Terimakasih tuan, Selamat menikmati minuman dari toko kami dan terimakasih sudah bersedia berkunjung kemari'' ucap penjual itu dengan slogan cafe nya
Arav langsung saja masuk kedalam mobil, ia sudah ditunggu oleh Gabrian dan Arelea. Tetapi mereka masih membicarakan sesuatu yang menurutnya tidak boleh didengar nya karena memang masalah pribadi mereka pikir Arav.
''Maaf tuan nyonya tadi saya mengantri sebentar!'' ucap Arav lalu memberikan dua paper bag yang ia tenteng tadi, ''Ini nyonya pesanan anda.''
''Terimakasih tuan asisten.'' dibalas senyuman oleh Arav. Lalu kembali melanjutkan perjalanan menuju perusahaan
Gabrian yang melihat keramahan Arelea hanya tersenyum tipis lalu melihat paper bag yang baru saja diberikan Arav dan, ''Di minum saja tidak apa apa sayang!'' ucap Gabrian yang tau jika didalam mobil tidak boleh minum ataupun makan karena takut tumpah
''Tapi nanti jika minuman nya jatuh jadi mengotori mobil kakak?''
''Tidak apa apa nanti bisa dicuci kan?'' lalu dibalas anggukan oleh Arelea.
__ADS_1
Arelea membuka satu paper bag dan langsung mengambil nya.
''Kak Ian apakah tidak mau mencoba? wahh ternyata rasanya sangat enak!'' ucap Arelea berbinar lalu menyodorkan minuman yang sedotannya bekas mulutnya
''Benarkah? hmm...boleh juga'' langsung menyambar minuman Arelea dan yang ia pikirkan saat ini adalah...
'Ciuman walau tidak langsung'
***
Setelah menempuh satu jam perjalanan akhirnya sampai di perusahaan G'A Groups dan disambut hangat oleh penjaga gerbang.
''Selamat siang tuan muda.''
Gabrian langsung turun begitu mobilnya sudah diparkiran dengan rapi. Gabrian mengulurkan tangannya ketika sudah sampai diluar.
Karyawan staf maupun para petinggi lain yang melewati parkiran itu pun penasaran siapa yang berada didalam mobil tuan mudanya.
''Ayo sayang!'' ucap Gabrian mengulurkan tangannya dan disambut oleh Arelea membuat para karyawan yang berada di sana berteriak kaget melihat munculnya bidadari yang masih berjas agak kebesaran.
Setelah Arelea turun dari mobil, Gabrian lalu memeluk posesif pinggang Arelea seakan takut pergi dari sisinya. Karyawan di sana langsung memekik tertahan melihat betapa posesif nya bos mereka sedang bersama pasangannya.
Gabrian berjalan penuh dengan wibawa sambil memeluk pinggang Arelea mengabaikan sapaan dan keterkejutan para karyawan yang melewati loby.
''Selamat siang tuan muda dan nyonya muda!'' sapa para karyawan
''Siang juga kakak kakak.'' sapa balik Arelea ramah
'wah ternyata nona muda tidak sombong ya?' ucap mereka lirih
'iya kukira semua nona kaya hanya mementingkan kasta dan kedudukan' jawab k.1
'wah beruntung sekali tuan muda.. istrinya sangat cantik dan imut' ucap karyawan 2
''Hentikan obrolan kalian itu, lanjutkan pekerjaan masing masing.'' ucap Arav datar membuat para karyawan tadi menganggukkan kepala dan bubar menuju ruangan masing-masing
Gabrian Arelea dan Arav sudah berada didalam lift berlapis emas untuk menuju ruangan CEO milik Gabrian. Tidak ada percakapan yang mereka mulai saat didalam hanya keheningan dan suara gesekkan dinding dinding lift yang terdengar.
Tingg..
Setelah lift terbuka Gabrian berjalan beriringan dengan Arelea menuju ruangan besar yang dulunya sebagai ruangan paling ia sukai buatnya, namun sekarang hanya untuk bekerja karena sudah ada Arelea yang berharga untuknya dan pastinya yang ia sukai.
''Wahh ruangan nya besar sekali kak!'' ucap Arelea melihat lihat ruangan itu dengan seksama
Interior ruangan yang sangat mewah, dengan berlapis emas yang akan membuat tampilan desain ruang kantor mewah. Meski desain ini disebut dengan desain klasik, namun karena tampilan ruang kantor maka akan semakin elegan.
''Apa kamu suka dengan design nya sayang?'' entah kenapa Arelea juga nyaman dipanggil sayang oleh Gabrian dan itu membuat ia senang.
''Aku suka sekali kak.. oh iya kak, aku dulu pernah bermimpi jika aku akan tinggal dan hidup bersama dengan lelaki tampan dan juga dewasa seperti kakak loh... ehh ternyata mimpi itu terjadi dan aku sekarang tinggal dirumah kakak! itu mungkin hanya kebetulan ya kak.. hehe!'' ucap Arelea menceritakan mimpinya sebelum bertemu Gabrian
''Wah benarkah?'' tanya Gabrian antusias
''Berarti kamu pernah bermimpi bertemu dengan ku dong?''
''Aku sudah pernah bermimpi tentang kakak, tapi tidak terlihat wajahnya. Hanya bayangan hitam dan muka nya tertutup asap putih.'' keluh Arelea
''Arav kau keluar dan segera kerjakan untuk meeting siang ini!'' perintah Gabrian kepada Arav yang masih berdiri di sampingnya dan ikut mendengarkan cerita Arelea.
''Baik tuan, nyonya. Saya permisi.'' Lalu ia menutup pintu itu dan menyalakan mode kedap suara agar suara mereka dan apa yang mereka bicarakan tidak terdengar sampai keluar ruangan.
Dan Arelea melanjutkan ceritanya saat pertama kali bermimpi itu sampai akhirnya bertemu dengan Gabrian. Gabrian sangat antusias mendengarkan cerita Arelea sampai lupa tujuan nya ke kantor untuk bekerja malah berbalik mendengarkan cerita Arelea yang menurutnya akan sangat berarti suatu saat nanti.
...----------------...
JANGAN LUPA VOTE COMMENT FAVORIT SHARE OKE
__ADS_1
THANKS
IG: @_fikria.ns