
...🌹🌹HAPPY READING 🌹🌹...
Sementara Arelea setelah pulang dari acara makan malam bersama gabrian langsung tertidur. Lain halnya dengan yang dilakukan Gabrian, pria itu masih berada di balkon kamar sambil senyum senyum sendiri dan masih sedikit malu karena dipuji Arelea sebagai pria tampan.
''Arelea... areleaa... sihir apa yang kau berikan padaku sehingga aku menjadi tergila-gila pada mu''
''Ya ampun Lea, kau sudah membuatku gila dan kau harus bertanggung jawab telah membuatku seperti ini...''ucap Gabrian untuk dirinya sendiri dengan senyuman yang tersungging di bibirnya meski sedikit kaku karena terbiasa tanpa senyum.
Arav yang sedang diluar rumah untuk membeli makanan dan minuman untuk dirinya sendiri pun tak sengaja melihat penampakan sang tuan muda nya yang sedang tersenyum sangat tampan di balkon kamar nya.
''Apa yang kau berikan pada tuan ku nona Arelea,, sampai sampai tuan muda bisa tersenyum sangat tampan seperti itu!!''
''Ahah.. sepertinya tuan muda sudah sangat cinta kepada nona Arelea sampai sampai tersenyum senyum sendiri...''
''Aku sudah lama sekali tidak melihat tuan muda tersenyum sangat lebar seperti itu,, berkat nona Arelea senyumannya pun kembali,'' ucap Arav pada dirinya sendiri sambil menatap tuan mudanya yang tengah tersenyum sambil menatap langit itu. Ia kemudian pergi melanjutkan perjalanannya menuju cafe terdekat untuk membeli makanan meninggalkan tuan mudanya yang tengah tersenyum sendiri.
.
.
.
.
.
Pagi harinya Arelea ya sudah siap memakai seragam kerjanya sambil mengucir rambut indahnya dengan rapi. Dia berjalan keluar rumah tak lupa mengunci pintu rumahnya agar tidak ada maling masuk pikirnya, setelah mengunci pintu rumahnya arelea berjalan menuju halte bus dan menaikinya ketika giliran nya tiba untuk berangkat bekerja di sebuah restoran dekat perpustakaan tempat ia bekerja saat siang hari menjelang malam hari.
jadi waktu Arelea ditanya sama Gabrian tentang shift malam itu dia lagi gantiin rekan kerjanya yang lagi sakit ya!
Arelea sudah bekerja di restoran XX sebelum bekerja di perpustakaan milik Gabrian, karena perpustakaan nya sedang membutuhkan tenaga kerja, jadi dia sambung paruh waktu bekerja di perpustakaan itu untuk membiayai hidupnya.
Saat ini Arelea sudah didalam restoran XX, ia sedang menyiapkan nampan berisi makanan untuk disajikan ke pengunjung restoran tersebut. Bakatnya memang memasak namun dalam pekerjaan nya ini ia harus memendam bakatnya itu dan menjadi pramusaji.
''Silahkan dinikmati makanannya tuan dan nona..'' ucap Arelea sopan seraya menaruh makanan ke meja pengunjung itu.
''Terimakasih'' Jawab dua pengunjung itu dengan sopan.
Arelea berjalan belum sampai nya di dapur ia melihat bos nya itu di depan gerbang perpustakaan sepertinya sedang menunggu seseorang. Ia tak menghiraukan hal itu dan ketika melihat bosnya itu sudah masuk ke dalam perpustakaan lalu ia juga masuk ke dalam dapur untuk menyiapkan pesanan lagi.
***
Disisi Gabrian, pria itu sedang menunggu Arelea datang rupanya, ia sedari tadi gelisah kenapa jadi rindu dengan gadis itu padahal baru semalaman tidak bertemu. Ia memilih masuk kedalam ruangannya untuk mengecek berkas perusahaan nya dengan sang asisten siapa lagi kalo bukan Arav, dan ia tetap menunggu sampai Arelea tiba di perpustakaan untuk bekerja. Ia tak tahu bahwa Arelea bekerja disaat siang hari ataupun sore hari.
''Rav tolong kamu jaga diluar, jika gadis kemarin itu sudah datang beritahu saya!'' Perintah Gabrian
''Baik tuan, kalau begitu saya permisi.'' Ucapnya lalu keluar pintu
.
.
.
__ADS_1
.
Matahari pun sudah ditengah tengah kepala menandakan bahwa sudah siang hari, Arelea pun sudah selesai bekerja di resto dan berangkat ke perpustakaan untuk membersihkan buku dan menata buku. Saat ini Arelea sudah berada didepan gerbang perpustakaan, Ia sedang mencari satpam untuk membukakan gerbang.
Karena masih jam makan siang jadi perpustakaan ditutup sementara dan dibuka lagi pukul satu biasanya.
''Pak Mamat kemana sih!'' ucap Arelea kepada dirinya sendiri sambil menggerutu pak Mamat sang satpam.
Tiba tiba pintu gerbang dibukakan oleh Arav karena disuruh oleh Gabrian saat melihat cctv bahwa gadis nya sudah datang dan sedang mencari satpam untuk membuka kan gerbang.
''Silakan nona,'' ucap Arav kepada Arelea
''Terimakasih tuan asisten,'' sahut Arelea dengan sopan dan tersenyum mengembang
''Sama sama nona'' ucap Arav tersenyum,
Ia tidak tau sedari tadi sang tuan wajahnya merah padam memendam amarah melihat Arav membalas senyum sang gadis dan menatap nya lebih dari lima detik.
''Dasar Arav sialan, awas saja kau sampai disini!!'' Geram Gabrian dengan nafas menggebu-gebu
Arelea masuk kedalam perpustakaan langsung menuju ruang ganti pakaian untuk Menganti pakaian nya yang ia pakai tadi dengan pakaian kerja nya. Ia sudah rapi dengan pakaian kerjanya langsung keluar dari ruangan dan memakai masker agar saat merapihkan buku debu nya tidak masuk hidung nya dan bersin menyebabkan dirinya flu atau sejenisnya.
Setelah semua beres Arelea memilih untuk membeli minuman di kantin perpustakaan,
''Huhh,, cuacanya kenapa sangat panas hari ini!!'' ucap Arelea seraya menghapus keringat di dahinya dengan lengan baju nya.
'Akhirnya aku menemukan mu arelea, aku sudah berputar putar mencarimu ternyata kau sedang duduk disini...' batin seorang pria sambil menatap Arelea dari kejauhan juga berjalan ke arah gadis itu.
''Hi Arelea?'' Sapa Gabrian pada Arelea, gadis itu sempat terkejut namun membalasnya
''Sedang apa kamu disini lea, disini sangat lah panas apakah kamu tidak merasa panas,?'' ucap Gabrian sambil menatap Arelea dengan mata elang nya.
''Hehe.. iya bos disini sangat panas tetapi juga kadang sangat sejuk jika ada angin berhembus'' ucap Arelea cengengesan, ia tak menggubris tatapan mata bos nya yang menusuk itu.
''Ayo masuk...!! disini sangat panas nanti kulitmu akan terbakar jika lama lama di alam terbuka dan bisa menyebabkan infeksi kulit,'' Sahut Gabrian kesal, ingin rasanya ia menggendong Arelea ke dalam agar tidak kepanasan seperti ini.
Akhirnya Arelea pun mengangguk dan mengikuti bos nya masuk kedalam perpustakaan, Ia pun kembali bekerja sementara bos nya hanya menatap ia yang sedang bekerja itu. Gabrian yang tengah bersantai itu pun mendapat telepon dari sang asisten siapa lagi kalau bukan Arav
Drrtt....drrttt...drrttt...
Gabrian langsung mengangkat telepon nya dan menjauh dari Arelea agar tidak terganggu bekerja nya.
''Halo ada apa Arav, apakah ada masalah dengan pekerjaan ku?'' ucap Gabrian
''Tidak tuan, tapi 10 menit lagi kita ada meeting bersama klien di restoran mall dekat mansion'' ucap Arav dari seberang telepon mengingatkan sang tuan nya
''Baiklah,,''
''Kau sedang berada dimana?'' Tanya Gabrian.
''Saya sudah berada di dekat parkiran mobil, tuan muda,,'' ucap Arav dari seberang
''Ya.. Tunggu aku sebentar lagi aku akan kesana'' ucap Gabrian langsung memutuskan panggilan sepihak sebelum sang asistennya menjawab.
__ADS_1
Tutt... tutt... tutt
***
Arav diseberang sana sedang menggerutu kepada sang tuan mudanya
''Aku saja baru mau menjawab ehh malah dimatikan untung tuan muda, hhh menyebalkan,'' Begitulah kira kira gerutunya.
***
Gabrian langsung menghampiri sang gadisnya setelah mematikan panggilan dari arav,
''Arelea,, aku akan pergi untuk meeting sebentar dengan klien'' entah mengapa ia malah memberi tau Arelea agar tidak mencarinya pikirnya. Padahal bagi Arelea apa guna nya juga ia tahu, Gabrian sepertinya terlalu berharap.
''Baiklah boss'' Jawab Arelea dan Gabrian pun mendekati nya untuk mengelus rambut Arelea.
''Sampai jumpa nanti,sayang'' ucap Gabrian setengah berbisik diakhir kalimat nya sampai Arelea pun hanya terdengar samar dan mengangguk kan kepala tanda 'Baiklah'. Pipi gadis itu sedikit memerah.
Gabrian berjalan keluar perpustakaan dan menuju dimana mobilnya terparkir, di sana sudah ada Arav yang menunggu dengan wajah agak kesal karena sudah menunggu agak lama tuan muda nya baru muncul.
''Kau kenapa Arav, mukamu seperti belum di setrika saja'' Tanya Gabrian sedikit nada ejekan tetapi masih dengan wajah datar. Sungguh tak cocok ekspresi dan suaranya.
''Tidak ada tuan muda, mari saya antar'' sahut Arav dengan tersenyum tertekan
Gabrian masuk ke dalam mobil dan Arav melajukan mobil dengan kecepatan sedikit tinggi karena sudah hampir telat untuk meeting dengan klien.
***
Kembali ke tempat Arelea....
Gadis itu sedang berada didalam perpustakaan bagian tengah untuk mengecek apakah ada yang belum dirapikan atau sudah, ia terus berjalan hingga ia menemukan rak yang masih berantakan.
''Huh... apakah setelah membaca mereka tidak bisa mengembalikan buku nya dengan rapi?'' Tanya Arelea bersungut-sungut dan rekannya yang mendengarnya langsung menahan tawa
''Aku juga baru sampai disini setelah mengecek bagian depan sana lea'' ucap salah satu rekan nya yang bernama Tita sambil menahan tawa itu.
''Iya kak, mari kita bereskan!'' sahut Arelea
''Baiklah ayoo!!'' ucap Tita dengan semangat
Arelea dan Tita pun membereskan buku buku dan novel novel yang tempatnya agak acak acakan. Setelah selesai membereskan mereka pun beristirahat sejenak lalu kembali mengerjakan apa yang seharusnya dia dan rekannya kerjakan.
...****...
Jangan lupa untuk ↓
🌹Vote
🌹Comment
🌹Like
...Thankss...
__ADS_1
IG: @_fikria.ns