GADIS PEMILIK LESUNG PIPI

GADIS PEMILIK LESUNG PIPI
Nasib Argha


__ADS_3

Haii.. sebelum kita masuk ke isi cerita kelanjutan kisah Ameera dan Rumi, aku ingin sampaikan permohonan maafku karena akhir-akhir ini aku memang tengah sibuk dan allhamdulillah sedang menjalankan kesibukkan baru di RLku. Aku berterimakasih atas kesetiaan kalian yang tentu membuat aku merasa cukup senang.


Selamat Membaca yaa..


Malam itu Ameera dan Rumi baru saja tiba di rumahnya dengan rasa lelah keduanya, namun nampaknya mereka masih belum bisa beristirahat dengan tenang saat ini karena kehadiran Argha.


Keberadaan Argha tentu sedih menganggu waktu istirahat Rumi dan juga Ameera. Namun rasanya ada hal yang sangat penting yang ingin Argha sampaikan, karena ia rela menunggu Rumi dan Ameera tiba di rumah.


“Ada apa? Ini sudah larut malam..” Kata Rumi.


“Ada yang ingin aku bicarakan pada kalian..” Ucap Argha nampak frustasi kala itu.


“Ada apa kak? Apa ada masalah dengan hubungan kamu dan Keyla..”


Seperti seorang cenayang, tebakan Ameera kini tepat sasaran .


Argha mengangguk, Ameera memasang muka melasnya ke Rumi seolah emmeberi tanda agar suaminya bisa memberikan waktu untuk Argha bercerita.


“Tidak lebih dari tiga puluh menit, aku ini sudah capek..dan ingat jangan panggil aku kakak, mas atau papaun itu, panggil saja namaku..” Ucap Rumi ketus, dan Ameera hanya terkekeh pelan saat itu.


“Baiklah.. nampaknya gengsimu masih tinggi yaa, sampai tidak ingin sekali nampak lebih tua dariku..” Kata Argha berbicara pelan.


“Sudah kak, to the poin saja.. “Kata Ameera yang juga sudah mulai merasa lelah.


“Aku ingin menikahi Keyla..” Ucapnya mengejutkan Ameera hingga mulutnya terbuka lebar.


“Hah? Ini aku gak salah dengar kan? Ini serius atau bercanda saja” Kata Ameera seakan tak percaya.


“Aku serius Meer, hanya saja…” Ucapan Argha tertahan lalu ia tertunduk.


“Kenapa? Lo ini kalo bicara jagan setengah-setengah!” Kesal Rumi.


Argha melepas nafasny kasar seolah menujukan beban berat dalam dirinya.


"Tapi orang tuanya tidak setuju..”


Ucap Argha Lirih..


“Kenapa? Kok bisa?” Tanya Ameera.


"Kamu mungkin salah, yang aku tahu mereka senang dan percaya saat Keyla dekat dengan pria sepertimu.." tambah Ameera yang nampak panik penasaran penuh rasa tak percaya akan ucapan Argha.


“Karena mama.." sendu Argha menjawab.

__ADS_1


"Hmmm masih terselip kekhawatiran orang tua Keyla atas sikap mama, makanya saat aku utarakan niat baikku pada ibunya, dia langsung menolak dengan alasan restu dari Mamaku.. dan ia akan menerima gue jika Mama yang datang melamar Keyla langsung..” Ucapan lirih seorang Argha yang nampaknya dewi cinta selalu datang mengujinya.


Rumi menghela nafasnya.


“Temui saja mamahmu, katakana padanya yang sebenarya..” Kata Rumi dengan simple.


“Sudah tapi mama tetap tidak mau dan tidak terima Keyla yang baginya bukan perempuan yang cocok untukku..”Jawab Argha.


“Sudah hamili saja Keyla pasti nanti di setujui..” Kata Rumi dengan santai sambil ia berdiri dari duduknya hendak meninggalkan ruang tamu itu.


Mata Ameera membulat kesal melirik ke arah Rumi.


“Kamu ini enak saja kalo bicara!!” Kesal Ameera berbicara pada Rumi.


“kak Argah! Awas saja kamu melakukan hal itu.. aku akan marah besar” Kata Ameera mengancam Argha.


“Sudah lelah aku tidak bisa berfikir secara jernih..” Kata Rumi.


“Yasudah begini saja.. kita semua emmang butuh istirahat, besok kita akan bicarakan lagi..”kata Ameera mengambil keputusan.


“Tidur saja kamu di kamar tamu..” PintaAmeera


“Nanti kamu stress dan mengikuti perkataan Mas Rumi..” Kata Ameera dengan khawatirnya.


Rumi terkekeh mendengar itu.


“Tidur kamu di kolam sana, agar sadar!!” Kesal Ameera sambil meninggalkan Rumi.


Argha tertawa melihat Ameera yang langsung merajuk pada suaminya.


“Sayang tunggu, aku hanya bercanda loh.. aku hanya meledek Argha..” ucap Rumi sambil berjalan mengejar Isterinya itu.


Sementara itu, Rumi dan Ameera sudah hilang dari pandangan Argha, timbul Kembali perasaan gundah gulana nya. Ia duduk di sofa sambil mendongakkan kepalanya menatap langit rumah itu..


“Kenapa harus begini sih? Ameera gue pacarin malah nikah sama si sadis, sekarang Keyla yang gak di setujui mama.. ada apa dengan kisah percintaan gue ini? Kenapa naas sekali sih..” Argha mengegrutu pelan dengan intonasi pelan namun penuh kepedihan.


*


Pagi itu, seperti biasa Ameera bangun lebih dulu, ia bergegas untuk mandi dan bersiap untuk menyiapkan manan pagi untuk suaminya setelah ia menyiapkan pakaian kerja suaminya.


Ameera turun dan sengaja melewati Ruang keluarga karena melihat sebuah kaki di ujung sofa.


“Astaga kak Argha? Kamu tidur disini? Kenapa tidak di kamar saja?” ameera berbicara ukup kencang.

__ADS_1


“Aku makin galau kalo di kamar.. biarkan aku tidur Meer, pusing kepalaku..” Kata Argha sambil membelakangi posisi Ameera.


“Akan ada jalan untuk menyatukan cinta, berusaha dan berdoa.. nanti aku akan bertemu dengan Keyla dan menanyakan hal ii kepadanya.. “ Kata Ameera.


“baiklah terimakasih, tapi aku benar-benar butuh tidur.. sakit sekali kepalaku..” kata Argha menutup wajahnya dengan bantal sofa.


Ameera memilih meninggalkan Argha yang masih ingin tertidur di sofa sementara dirinya Kembali menuju dapur untuk menyiapkan menu sarapan pagi untuk suaminya.


Pagi itu Ameera ingin sekali segera menemui Keyla dan berbincang langsung dengannya, dalam hati Ameera membatin tak tenang memikirkan keadaan Keyla.


Sarapan kali ini emmang terasa berbeda, ada Argha yang ikut memenuhi kursi meja makan itu, namun ia nampak tidak bersemangat bahkan ia terlihat hanya memotong-motong roti dengan pisau roti.


“Hemm.. mirip seperti anak SMP yang tengah patah hati..” Ledek Rumi usai menyeruput kopi hitamnya.


“Hus mas.." Ameera menegur Rumi sambil membulatkan matanya.


“Loh memang benar loh, sayang.. kamu lihat saja dari tadi hanya diam malah roti di potong-potong..” Celetuk ketus Rumi.


“Padahal itu roti bukan hati..” Celetuk Victor yang tengah berjalan melewati meja makan namun mendenar percakapan itu.


Argha merasa tak bergairah untuk meluapkan amarahnya karena guyonan Rumi juga Victor..


“Gue beneran bisa stress kalo sampai bukan Keyla jodoh gue..” Ucapnya penuh kesedihan.


“Halah dasar buaya! Waktu Den Argha di tnggal menikah Mbak Meera juga bicaranya begitu, stress, bisa gila, ingin mengakhiri hidup…” Tambah Victor dengan beraninya.


Kali itu bukan Argha yang kesal melainkan Rumi.


“Diam kamu Victor, setidaknya Argha masih gentle mengungkapkan apa yang tengah ia rasakan, tdak seperti kamu, gengsi menyatakan cinta, jadi kabur perempuan..” Tambah Rumi menimpali membuat Victor terdiam malu.


Argha tersenyum sinis.. “Jangan meledekku, kena juga kan akhirnya..” Kata Argha untuk Victor.


“Kak.. hari ini aku mau bertemu Keyla, ingin menitip pesan untukknya?” Kata Ameera MAeera usai melepas tawa singkatnya.


“Tidak.. nanti sore biar aku datang menemuinya.. aku igin meyakinkan kedua orang tuanya lagi bahwa tidak perlu ada restu mama untuk kita menikah..”


“Hus .. jangan begitu, biar bagaimanapun dia mamahnya kak Argha, harus di hargai.. percaaya deh jika nanti akan luluh, yang penting Kak Argha jangan lelah meyakinkan Tante sonya..” Kata Ameera emmberikan pendapatnya, sementara itu Argha hanya terdiam seakan meratapi nasib percintaanya yang selalu penuh dengan ujian.


"Nasib, nasib... yang sabar Den.." ucap Victor pelan di dekat Argha namun dapat di dengar rumi dan juga Ameera hingga keduanya terkekeh pelan.


*


*

__ADS_1


Haii terimakasih atas dukungan kalian.


Semoga kalian bisa memaafkanku yaa.. sehat selalu untuk kalian diamanpun berada ♥️


__ADS_2