
Rima memandangi layar laptopnya sambil menyungingkan bibirnya, ia tengah membuka beberapa berkas terkait dengan informasi tentang Risca yang baru ia dapatkan dari Victor.
“Oh.. dia menganal kakak pasti di club malam..” Ucap Rima bermonolog seorang diri.
Rima kembali menelusuri informasi terkait Risca yang juga bekerja sebagai sales property di daerah Jakarta, Rima mencari beberapa media sosial yang terkait dengan Risca.
“Apah? Dia pernah menjadi sekertaris di anak cabang perusahaan papa? Lalu kenapa sekarang dia menjadi sales property?” Batin Rima merasa ada sesuatu yang mengganjal.
“Apa kaka Rumi tahu soal ini?” Ucap Rima masih menjadi misteri dalam benaknya. Rima meraih ponselnya ia meminta Victor untuk segera datang menghampirinya.
Tak lama berselang, Victor datang karena Rima memintanya untuk segera menemuinnya, Rima bertanya banyak hal pada Victor mulai dari apa yang ia ketahui tentang Risca hingga seberapa jauh Victor dekat dengan Risca.
“Non ini aneh-aneh saja.. saya tidak menyukai Risca, kenapa saya harus dekat dengan dia?” Jawab kesal Victor hingga membuat Rima tertawa terbahak-bahak.
“kenapa kamu tidak menyukai Risca? Dia kan cantik dan sexy..” Ucap Rima dengan nada dan raut wajah meledeknya.
“Kalau bicara soal itu, mata saya masih normal maka yaaa, oke saya juga pasti melotot melihatnya.. namun, hati saya sudah mati untuk menaruh simpatik terhadapnya..” Ucap Victor jujur.
Rima kembali tertawa terbahak-bahak.
“Kamu aneh sekali sih, memangnya kenapa kamu tidak menyukainya? Dia kan kekasih tercinta Den Rumi kesayangan kamu..”Ledek Rima.
“Sudahlah Non, saya kesal kalau bicara soal itu..” ucap Victor yang nampaknya memang cukup dekat dengan Risca.
“Tunggu, aku lihat dia mengendarai mobil cukup mewah, ap aitu hasil keringatnya?” Tanya Rima penasaran melihat beberapa foto Risca di media sosialnya.
Tentu hasil keringatnya melayani Den Rumi. – Batin Victor.
“Maaf Non, kalo soal itu, saya tidak banyak tahu.. soal keuangan saya tidak menegtahui apa-apa..” Ucap Victor bersikap seolah dirinya tidak mengetahui apapun.
“Hemm baiklah.. kalau sampai itu hasil dari hubungan gelapnya dengan Kak Rumi, maka akan aku pastikan ke empat ban mobilnya akan pecah di waktu bersamaan..” Ucap Rima dengan sadisnya.
"Lalu, apa kamu tahu kalo dia pernah bekerja di anak perusahaan papa?" Tanya Rima penuh rasa penasaran.
"Tentu saya tahu Non, dan Den Rumi juga tahu.. Risca ingin kembali bekerja di perusahaan tapi den Rumi melarangnya" kata Victor jujur.
"Tidak boleh? Aneh sekali kakak itu.." ucap Rima semakin heran.
*
Sementara itu, Ameera terdiam di dalam kamarnya sambil mempersiapkan diri untuk kembali berada di satu kamar yang sama dengan Rumi. Ameera tengah berada di dalam sebuah tekanan yang membuatnya tak habis pikir atas apa yang terjadi saat ini.
__ADS_1
Aku sulit hamil, andai Mas Rumi tau? Bagaimana ini? Batin Ameera dengan penuh rasa ketakutan.
“Tapi lebih baik memang aku tidak harus hamil.. karena kasian anakku jika harus menjadi korban ke egoisan hati kami yang sebenarnya tidak di dasari oleh sebuah rasa..” Ameera bermonolog sambil merenung.
Pintu kamar Ameera terketuk, ternyata Rumi yang datang menghampiri Ameera kala itu. Rumi sempat melihat Ameera yang tengah melamun, ia juga mendengar ucapan Ameera saat itu.
“Apa kamu merasa terbebani dengan permintaan papa?” Ucap Rumi to thr poin, Ameera tidak bisa menjawab, ia hanya menaik turunkan bahunya saja sebagai tanda ia benar-benar tidak tahu harus berkomentar apa.
“Tunggu saja enam bulan, mungkin aku tidak akan menyentuhmu selama enam bulan kedepan, dengan begitu maka kita akan bercerai tanpa memiliki anak..” Ucap Rumi. Ada rasa sakit yang di rasakan oleh Ameera kala itu saat mendengar ucapan rumi, namun terus ia menguatkan hatinya mengangap ini adalah hal yang biasa untuk di bahas.
Apa yakin selama enam bulan dia tidak akan menyentugku??? - Batin Ameera.
"Yaa.. baiklah, aku juga pikir begitu.” Ucap sendu Ameera.
Tapi aku lega kamu tidak mengharapkan aku untuk hamil, karena itu akan sulit terjadi.. – Batin Ameera.
“Kembali tidur ke kamarku, besok aku akan pergi ke luar kota” Ucap Rumi yang seketika di balas dnegan kata oke oleh Ameera dengan cueknya.
Keluar kota? Hemm tebakkan aku, pasti dia pergi Bersama Sundel Bolong itu.. mustahil sekali mereka tidak Bersama.. – Batin Ameera.
“Kamu mau ikut?” Tanya Rumi mengejutkan Ameera.
Dih, apa dia tengah demam? Kenapa dia mengajakku? Lucu sekali kedengaranny.
“yasudah jika tidak mau..” Ucap Rumi dengan santainya ia beranjak pergi meninggalkan kamar Ameera.
"Dasar gak waras, tadi ngajak, tapi ujung-ujungnya malah bilang aku gak mau!" Ucap pelan Ameera kesal.
Dasar perempuan, bilang saja jika mau! Selalu pakai jurus muter muter mencari perhatian lebih!! - Ucap Rumi dalam hatinnya.
Tiba saatnya saat dimana makan malam bersama keluarga.. Ameera duduk di samping Rumi, ia mencoba memperdalam tugasnya di hadapan Pak Rudi kala itu, ia menyiapkan makanan Rumi hingga minumnya.
“Victor bilang besok kamu mau ke Lombok, apa benar?” Tanya Pak Rudi.
“Benar pah, ada beberapa lahan yang ingin di survei..” Kata Rumi.
“Ajak saja isterimu, kalian bisa saling dekat dan mengenal satu sama lain..” Kata Pak Rudi.
Rumi dan Ameera saling berpandang, namun kali ini Ameera lebih cepat mengambil alih pembicaraan.
“Maaf pah, Aku sduah ada janji dengan Keyla dan juga Faiz.. kita mau pergi ke Villa bersama sebelum kita akan sama-sama sibuk dengan tugas akhir kita..” Ucap Ameera membuat Rumi mengerutkan keningnya.
__ADS_1
Tadi dia gak bilang apapun padaku, kenapa dia menjelaskan sama papa? Cari perhatian sekali dia- Batin Rumi kesal.
“Wah kemana? Boleh aku ikut?” Tanya Rima kala itu.
“Hanya staycation di pingir kota Jakarta saja kok..” Kata Ameera.
“Teman-temanku pasti senang kalo kamu mau iku..” Kata Ameera menambahkan.
“Baiklah, kalian pergilah dengan acara kalian masing-masing, maka papa akan habiskan juga waktu beberapa hari ini dengan cucu-cucu papa..” Ucap Pak Rudi mengundang pertanyaan dalam hati Ameera, Cucu?
“pasti kamu bingung ya? Cucu papa ada banyak sekali, dengan banyak ke istimewaan yang mereka miliki.. nanti aku kenalkan kapan-kapan..” Kata Rima dengan antusias.
"Benar, nanti kamu dan Rumi akan papa ajak berkenalan debgan mereka.." tambah Pak Rudi.
Selesai menyantap malan malam, kaki Ameera terasa sangat berat untuk melangkah meniaki anak tangga untuk kembali berada dalam satu kemar bersama dengan Rumi. Namun, ia kembali melihat Pak Rudi yang masih berjaga di ruang keluarga, yaa nampaknya terdapat unsur kesengajaan agar ia dapat memastikan sendiri Ameera menaiki anak tangga dan masuk kedalam kamar Rumi.
Tiba di kamar, Rumi baru saja keluar dari toilet dengan pakaian tidurnya, lalu ia menarik koper untuk segera mengemas beberpa pakaiannya.
“Berapa lama kamu pergi?” Tanya Ameera melapas rasa cangungnya sedikit.
“Hanya satu malam..” Kata Rumi.
“Loh, tapi aku akan pergi selama dua malam tiga hari..” Kata Ameera memberi tahu.
“Yaa pergi saja toh aku juga pasti sibuk..” Di tengah obrolan itu ponsel Rumi berdering,
Ameera meliriknya dan ternyata Risca yang menghubunginya. Rumi seklias melirik pandangannya ke Arah Ameera, bergegas Ameera memalingkan lagi wajahnya. Rumi pun meraih ponselnya dan memilih untuk menjauh dari posisi Ameera.
Tuhkan benar, mereka pasti janjian.. – Batin Ameera seolah menaruh kecurigaan.
Ah sudahlah, jika memang benar mereka akan pergi berdua, apa urusannya sama aku? Kita tidak saling mencintai dan kita akan bercerai kemudian- ucap Ameera mencoba menguatkan hatinya, meski bagaimanapun sedikit terlihat rasa kecewanya saat Rumi menerima panggilan telfon dan menjauh dari Ameera .
*
*
*
Kira-kira janjian ga yaa Mas Rumi sama Mbak Sun?? Sun-delboyong 🤭
Terimakasih ya sudah mendukung aku, aku tunggu like, komentar positif dan rate bintang 5 nya.
__ADS_1
Dukungan itu bisa kalin berikan secara gratis.
🥳🥰