
Bisikan Untuk Kita:
Belajarlah diam agar suaramu lebih terdengar.
Belajarlah bersabar agar tindakkan mu benar.
*
Pagi itu Ameera datang ke kampusnya di antar oleh rumi dan juga victor, Rumi sudah sangat cerewet memperingati Ameera agar segera membeli sarapan dan mengisi perutnya, namun karena ia tengah mengejar waktu Ameera memaksa Victor untuk langsung saja berjalan menuju kampus tanpa harus berhenti dan mampir membeli sarapan.
Wahai penguasa Alam, kenapa aku harus di pusingkan oleh pasangan ini di hari yang masih pagi ini... - Batin victor kesal mendengar perdebatan Rumi dan Ameera.
Victor langsung saja mengendarai mobil dengan kecepatan yang cukup kencang, hingga akhirnya mereka tiba tepat pda waktunya.
“Aku ada meeting, jadi harus aku tinggal..” Kata Rumi pada Ameera, Victor memperhatikan gelagat Rumi yang terlihat begitu perhatian pada Ameera.
“Iya, aku juga ingin pergi bersama Keyla dan Faiz ke toko buku.. sudahlah aku tidak banyak waktu.. Byee..” Ameera turun dari mobil dan menutup pintu dengan cukup kuat.
“Victor, Terimakasih yaa..” Ucap Ameera sambil berlari kecil masuk kedalm Gedung kampusnya.
Voctor tersenyum sambil ia mengendarai mobilnya menuju kantor dimana Rumi akan melakukan aktivitas seharian disana.
Wajah Rumi nampak sumringah saat itu, berbeda dengan hari-hari kemarin.
Rumi membuka ponselnya yang sudah terisi daya, ia membuka aplikasi chatnya lalu ia mengirimkan pesan singkat pada Ameera.
Terimakasih sudah mau memaafkan aku, setidaknya aku sudah tidak di hantui rasa bersalah atas apa yang pernah aku lakukan..
Rumi mengirimkan pesan itu dan berharap penuh mendapat balasan dari Ameera secepatnya.
Namun saat detik kini sudah berganti menjadi menit, Ameera tak kunjung membalsnya.
*
Kini hari sudah semakin sore, Rumi masih menanti balasan pesan yang ia kirimkan kepada Ameera sejak pagi tadi.
Apa dia marah kepadaku? Kenapa dia online tapi tidak membalas pesanku.. – Batin Rumi merasa kini jiwanya tak tenang.
“Victor, kita ke tempat Ameera sekarang, ya?” Pinta Rumi.. Victor merasa aneh atas permintaan Rumi kala itu.
“Ada masaalah lagi ya, Den? Saya pikir sudah selesai..” Ucap Victor heran.
“Entah.. makanya datang saja kesana..” Kata Rumi memerintah Victor.
Victor tidak dapt berkata apa-apa, ia menggaruk kepalanya yang tak gatal sebagai reaksi atas rasa bingung nya terhadap permasalahan rumah tangga Rumi dan Ameera kala itu.
Waktu sudah menujukkan pukul lima sore, jalanan di ibu kota sangat padat hingga Rumi harus memakan waktu lebih lama untuk tiba di kediaman Ameera.
Sesampainya disana, Rumi mengetuk pintu berharap Ameera segera datang. Dan benar saja, ia melihat sosok Ameera tengah memakai apron, dan rambut yang ia ikat satu.
“Mas Rumi.. ada apa kesini?” Bingung Ameera sambil membuka pintu.
“kamu marah?” Tanya Rumi langsung pada intinya.
Ameera kebingungan menatap Rumi hingga keningnya mengerut keheranan.
“Marah?” Bingung Ameera.
__ADS_1
“Kamu tidak membalas pesan singkatku, Ameera..” Ucap Rumi nampak memelas sendu.
"Hmm pesan?" bergegas Ameera mengambil ponselnya di dalam, Rumi pun ikut melangkah kan kakiknya masuk kedalam.
“Hmmm. Tidak ada pe--- ehhh..”Ameera mengira tidak ada pesan yang masuk kedalam ponselnya namun ia salah, ia baru membuka daftar chat yang ia masukkan kedalam arsip, dan ternyata Rumi adalah salah satunya.
"Hahahaha" santai Ameera tertawa, namun Rumi malah memasang wajah herannya.
“Astaga, Maaf Mas.. Aku memasukan Riwayat chatmu kedalam Arsip..” Kata Ameera tersenyum terpaksa menahan sedikit tawanya.
“Astaga.. sampai segitunya kamu..” Ucap Rumi terheran-heran ada juga Wanita yang mampu mengabaikan dirinya.
Ameera terdiam mencari alasan yang pas, namun bersyukur Rumi langsung mengalihkan pertanyaan lain pada Ameera.
"Kamu sedang masak, ya?” Usai ia melirik ke arah dapur.
“iya, baru saja aku ingin membuat Spaghetty Aglio Olio.. aku laper..” Ucap ameera.
“Kita makan di luar saja, mau?” Ucap Rumi mengajak Ameera untuk diner bersama malam itu.
“Aku mau makan masakanku, kamu saja sana..” Kata Ameera beranjak meninggalkan Rumi untuk Kembali kedapur melanjutkan masaknya.
“Aku juga laper, maka itu aku ajak kamu makan di luar.. “ nampaknya Rumi begitu berharap Ameera mau menerima ajakkannya.
Namun, Ameera menolaknya..
“Yaa makan saja ini, aku tambah porsinya jika kamu mau..” Kata Ameera sbelum ia memasukan pasta kedalam air yang tengah mendidih.
“Boleh.. tapi aku mau mandi dulu.. aku numpang mandi ya disini..” Kata Rumi merasa kondisinya sangat gerah.
“Silahkan saja..” Singkat Ameera menjawab.
Rumi masuk membawa baju salin dan juga handuk kecilnya. Sementara itu Ameera focus memasak menu simple yang tidak membutuhkan waktu lama Rumi menyelesaikan mandinya, begitu juga Ameera yang sudah menyelesaikan masaknya.
Aku mau makan sambil menonton, kamu mau makan disini?” Tanya meera menujuk meja makan.
“Masa aku harus makan sendiri, aku makan bersamamu, lah! Aneh saja kamu ini..” Ucap Rumi.
Ameera terkekeh ia membawa dua porsi pasta ke sofa kecil yang meghadap kea rah televisi. Ameera menonton Drama korea yang tengah hits, Ameera focus sampai ia lupa jika ada Rumi di sampingnya.
“yahh.. hujan lagi..” Kata Rumi memecah fokus Meera kala itu.
Ameera pun mendengar hujan Kembali turun.
“Yaa sudah musim hujan, maka aku tidak kaget jika hujan turun..” Kata Ameera, lalu ia mengingat keberadaan Rumi.
“Oh iya mas, kamu datang kesini sama siapa?” Tanya heran Ameera.
“Sama Victor..” Ucapnya.
“lalu, Mana Victornya?” Tanya Ameera celingukkan.
“Pulang, aku suruh dia pulang naik Taxi…’ ucap Rumi santai..
“Hah??????! keterlaluan kamu Mas, kenapa ga kamu suruh masuk dan makan bareng?” Kata meera cukup terkejut dengan jawaban santai Rumi.
“Yaa dia ga bilang mau turun dan gak bilang laper juga..” Kata Rumi sanatai sambil menyantap pasta.
__ADS_1
“Dasar tidak peka, duh kasiahan sekali sih dia..” Kata Ameera merasa tak enak hati dengan Victor, ameera meletakkan piringnya dan meraih ponselnya, ia mengirimkan pesan singat untuk Victor dengan permohonan maafnya.
Sementara itu, Victor masuk kedalam gerbang besar nan mewah dengan berjalan kaki usai turun dari Taxi.
Rima yang baru saja tiba di rumah merasa bingung kenapa Victor harus berjalan kaki..
“Victor? Mana kakak Rumi? Kenapa kamu berjalan kaki..?” Tanya heran Rima.
“Tidak jalan kaki Non, naik Taxi kok..” Jawab Victor.
“Lalu, mana kakak Rumi? Apa kalian bertengkar?” Tanya Rima yang semakin heran.
“Yaa begini naib saya, selalu di tinggalkan saat dia sudah punya yang baru dan di mencari saya kembali saat sedang sedih.. nasib bukan sembarang nasib, ini nasib sungguh istimewa..” Ucap Victor dengan selera rumornya yang mengundang tawa Rima.
“hiahhh.. aku serius kamu bercanda, cepat jawab saja kemana kakak Rumi? Apa dia pergi bersama sundel bolong lagi?” tanya Rima penasaran.
“tidak non.. Den Rumi saat ini berada di rumah Ameera, bahkan semalam dia menginap disana, dan Non Rima tau? Pagi-pagi mereka sudah mandi loh..” Ucap Rumi dengan antusias.
Memang kalo pagi-pagi mandi kenapa? Dimana anehnya?” Tanya Rima dengan polosnya.
Non Rima ini paham atau tidak sih, kenapa aku merasa garing kering kriuk gini atas ucapanku sendiri- Victor membatin.
"astaga.. Non Rima ga paham ya? Baiklah kali ini saya yang salah bicara.. initinya den Rumi berada di Rumah mbak Meera saat ini..” Kata Voctor berusaha menjelaskan pada Rima.
“Wah.. ini berita bagus, tapi kenapa bisa mereka Kembali dekat? Setan apa yang merasuki Kak Rumi?" Tanya Rima penasaran.
“Entahlah,.. yang jelas wajah Den Rumi nampak berbinar-binar hari ini..” Ucap Victor dengan kesaksiannya menilai perubahan Rumi.
"Apa ada kesempatan untuk aku kembali menjadi pemersatu bangsa? Eh cinta maksudnya.. cinta di antara mereka.." ucap Rima, tentu dengan antusias yang besar.
"Bisa.. karena aku melihat ada sepenggal cinta antara mereka.." kata Victor membuat simpul senyum Rima nampak di wajah orientalnya itu.
*Saatnya beraksi, Rima.. **🥰*
*
*
*
INFORMASI PENTING UNTUK PARA PEMBACA GPLP.
Haii semua, Terimakasih aku ucapkan pada kalian yang membaca GPLP, memberikan support berupa like, komentar membangun, rate, vote dan juga gift berupa mawar atau kopi..
Atas rasa terimakasihku, aku ingin memberikan sedikit kenang-kenangan untuk kalian.
Siapa sih yang berkesempatan mendapatkan gift dari aku?
Yapss, kalian yang aku follow segera followback yaa, tentu aku akan segera menghubungi kalian (chat) guna meminta alamat untuk pengiriman tanda cinta dariku..
SEMOGA BERUNTUNG 🥰
*
Terimakasih yang sudah membaca, like komen dan rate sebagai bentuk suport kamu terhadap karya ini ya.. vote, mawar dan juga kopi pun boleh..
Terimakasih, salam cintaku..
__ADS_1
Mei 🥰