GADIS PEMILIK LESUNG PIPI

GADIS PEMILIK LESUNG PIPI
Luka di Pipi


__ADS_3

Bisikkan Untuk Kita:


Bukan sekedar kita pernah berbicara berdua di selah menit pertemuan, lalu kamu bisa mengubar penilaianmu terhadapku kepada orang lain. kamu tidak bisa mengatakan "aku sudah membaca buku" padahal kamu hanya membaca judulnya saja.


*


Ameera benar-benar menikmati satu hari bersama kedua sahabatnya, Rima yang sebelumnya tidak bisa bergabung karena sebuah urusan kini ia memutuskan untuk mentusul ketiganya saat urusanya sudah rampung terselesaikan.


Ameera Faiz dan Keyla baru saja keluar dari sebuah bioskop nomer satu di Indonesia, ia memilih untuk makan sambil menunggu kedatangan Rima.


“Aku ingin ke toilet dulu, ya?” Kata Ameera.


Ameera berjalan seorang diri tanpa kedua sahabatnya, lokasi toilet yang tidak jauh dari tempat dimana mereka akan makan, membuat Ameera tidak membutuhkan teman untuk menemaninya.


Ameera menuju toilet yang terlihat sangat sepi itu, ya memang keadaan mall yang ia kunjungi tergolong mall yang sepi.


Usai menyelesaikan buang air kecilnya, Ameera berniat untuk touch up sedikit makeup ringannya, Namun ia tiba-tiba dikejutkan dengan pintu utama toilet yang tertutup, ia menoleh lalu ia melihat ke arah pintu.


Jantung Ameera berdebar kecang kala itu sambil ia melangkah mundur perlahan.


“Haii.. aku ikut Join yaa..” Ucap Risca sambil berjalan menuju cermin besar di samping Ameera.


Yaa wanita itu adalab Risca.


Aku harus melakukan sesuatu, tapi apa? Aku harus melindungi diriku..-Ucap Ameera dalam hatinya.


Meera, berusaha berjalan menuju pintu keluar, manum langkahnya di hadang oleh tubuh Risca yang jelas lebih tinggi dari pada Ameera.


“Mau kemana?” Sinis Risca menambah debar jantung Ameera.


“Mau apa kamu? Minggir, aku ingin keluar” Ucap Ameera berusaha manarik tubuh Risca.


“Kalo aku gamau? Gimana? Hemm aku cma mau tau sih, kalo kamu ini bicara apa saja sama Mas Rumi? Kamu mengancam dia? Kamu yang meminta dia untuk meninggalkan aku? Iya???” Kesal Risca tak lagi bisa di bendung, tangannya meremas lengan mungil Ameera.


Apa? Mas Rumi meninggalkan Risca? Apa maksdunya? Apa mereka putus? – Batin Ameera yang tak paham denga napa yang di katakana oleh Risca.


“aku gak paham maksudmu, aku tidak pernah meminta apapun itu pada Mas Rumi..sekalipun untuk meninggalkanmu..” Ucap Ameera cukup berani.

__ADS_1


Mendengar celotehan Ameera, tentu menambah rasa emosional dalam diri Risca saat itu, melihat rambut hitam Ameera yang Panjang, Risca langsung saja menarik hingga Ameera merasakan sakit dan terasa perih pada kulit kepalanya.


“Risca, sakit.. kamu ini apa -apaan? Lepasss!!” Ameera berusaha melpaskan rambutnya dari jambakkan Risca. Tidak memiliki pilihan lain, ia juga harus sedikit bersikap kejam pada Risca kala itu.


Dalan kesempatan singkat Ameera juga menarik rambut Panjang pirang Risca kala itu, sampai ia membiarkan tasnya terjatuh ke lantai kala itu.


“Kamu kurang ajar sekali..” kata Risca Kembali menarik rambut Ameera hingga Ameera meruku mengimbanginya.


Dengan satu tangannya, Risca yang memiliki kuku runcing dan panjang langsung saja mencengkram wajah kiri ameera, Ameera reflek melepas tangannya dari Rambut Risca dan memegang pipinya, Ameera menitihkan air mata hingga Ameera menejrit kesakitan. Merasa puas, Risca melepas tangannya yang menarik rambut Ameera.


Tangan Ameera gemetar kala itu, ia berusaha melarikan diri namun tidak bisa, salah satu cara yang bsa ia lakukan adalah masuk kedalam bilik toitet, Menyadari itu Risca berusaha menghadangnya, namun Ameera tetap menutup pintu dengan mendorongnya dengan tubuhnya, Ameera semakin kuat mendorong saat ia tahu, terjepit jemari Risca disana.


Risca menjerit kesakitan kala itu namun Ameera mengabaikannya, ia menahan pintu sambil ia meraih ponselnya di saku celana dengan tangan gemetar dan pipi yang tengah mengalirkan sedikit darah.


Tidak dapat menghubungi kedua sahabatnya dan juga Rima, ia langsung tertuju pada suaminya, Rumi..


Ameera berbicara dengan suara gemetar, ia menjelaskan secara singkat kejadian itu pada Rumi, Suara teriakan kesakitan Risca menjadi backsound yang dapat Rumi dengar dengan Jelas.


Rumi yang tengah memimpin Rapat lansgung saja bergegas berlari keluar ruang rapat menuju parkiran mobilnya bersama dengan Victor.


Ameera merasa suara Risca kini sudah melemah, ia membuka sedikit pintu membiarkan Risca melepas tangannya dan dengan cepat ia mengunci pintu.


“Keluar kamu Ameera, aku bisau lebih kejam.. aku bisa memotong semua jemarimu, bahkan tak segan aku memotong kedua tanganu.. KELUARR!!”


Suara bising sejak tadi mengundang beberapa orang yang hendak ke toilet , namun langkah mereka banyak yang terhalang karena sebuah tulisan yang mengatakan jika TOILET TENGAH DALAM PERBAIKAN.


Namun kecurigaan pengunjung bertambah saat suara jeritan kesakitan hingga tangis Ameera saat wajahnya terkena cakaran Risca.


Mendengar keramaian yang terjadi di luar toilet, Risca keluar kamar mandi dengan terburu-buru kala itu. Tidak ada yang menghalanginya, namun pandangan tajam Faiz yang melihat sosok Risca membuat cemas dirinya, Keyla dan juga Rima yang baru datang.,


“Ada miscall di ponsel gue dari Ameera, kayaknya pas gue di lift..” Jawab Rima.


“Kita ke toilet sekarang!!” Kata Faiz dengan Gerakan seribu langkah.


Saat bersamaan itu Rima menerima panggilan dari Rumi yang nampak panik menjelaskan keberadaan Ameera yang tengah berada di toilet bersama dengan Risca.


Faiz, Keyla dan si ikuti oleh Rima.. mereka menerobos keramaian, terdapat bebrapa petugas cleaning dan juga security disana.

__ADS_1


Hal yang mereka lihat pertama adalah Tas Ameera yang nampak berada di lantai, beberapa isinya keluar termaksud sebuah laptop mini milik Ameera.


“Kalian siapa?” tegur seorang petugas.


“Udah minggir aja, bikin emosi deh..” Ucap Faiz merasa di halangi oleh salah seorang petugas.


“Meera.. meer keluar Meera , ini kita..’ Teriak Keyla penuh kepanikkan.


Mendengar suara kedua sahabatnya, Ameera bergegas keluar. Betapa terkejutnya mereka saat meilhatluka cakaran di pipi Ameera mengeluarkan darah segar.


“Keterlaluan..” Respon Rima dengan kesalnya.


Ameera langsung berlari kedalam pelukan Keyla kala itu sambil menangis menahan perih di wajahnya di tambah luka di pipinya terkena air mata.


“ini ada apa? Kalian harus memberi keterangan di pos!” kata salah satu petugas.


Rima maju dengan emosi di dadanya.


“Saya Rima Atmananjaya! Kamu tau? Mall ini punya siapa? Jadi, biar saya yang proses segala yang terjadi, silahkan bilang manager kalian, siapkan seluruh rekaman cctv atau kalian semua akan kehilangan pekerjaan..” Ucapan Rima begitu menakutkan.


“Kita ke rumah sakit, ayo!” Kata Rima pada Keyla, Faiz juga Ameera.


"Sakit, sakit..." keluah Ameera menahan perih di pipinya.


"Lihat saja nanti, gue gak akan segan-segan mengelucuti bajunya dan mencakar tubuhnya dari muka hingga kaki..!!" Ucap Faiz penuh kekesalan.


*


*


*


Emosi ga? Hehehe


Kita lanjut hari ini apa besok ya upnya? Aku lihat antusias kalian dulu deh hehe


Terimakasih yang sudah membaca, like komen dan rate sebagai bentuk suport kamu terhadap karya ini ya.. vote, mawar dan juga kopi pun boleh..

__ADS_1


Terimakasih, salam cintaku..


Mei 🥰


__ADS_2