GADIS PEMILIK LESUNG PIPI

GADIS PEMILIK LESUNG PIPI
Gertakan Rumi


__ADS_3

Hari itu pun tiba..


Ameera menggunakan gaun hitam casual panjang dengan gliter yang meneyebar di seluruh gaunnya, menambah kesan glamour.


Ameera terlihat sangat anggun dengan rambut yang di gulung menyerupai sangul modern dan elegant.


Tidak hanya Ameera, sebagai salah satu pengusaha ternama Rumi memakai pakaian resmi, dengan stelan tuxedo dan jas elegant modern hitam.


Malam itu Ameera sudah tidak bersemangat dengan acara tersebut setelah ia mengetahui bagaimana perasaan Keyla terhadap Argha saat ini.


Tak ingin sahabatnya kecewa terlalu mendalam, Ameera sempat ingin membatalkan untuk datang ke acara tersebut, namun nampaknya sia-sia ia juga harus mendampingi suami dan mertuanya di acara resmi itu.


“Melamun saja sih, apa yang kamu pikirkan?” Kata Rumi mendekati Ameera.


“Hemm tidak memikirkan apapun, selain mikirin kamu kok..” Kata Ameera melepas tawa sambil bercanda ria.


Rumi melepas tawanya juga saat itu “Aduh aku kok merasa berbunga-bunga mendengar ucapanmu itu, sayang..” Kata Rumi memeluk Ameera dari belakang sambil keduanya menatap langit malam yang cerah dengan taburan bintang yang gemerlap.


“Bagus dong, tandanya hasil berguruku dengan Faiz berhasil..” Kata Ameera.


“Sepertinya faiz itu lucu ya? Maaf aku kurang dekat dengan kedua sahabatmu, tapi aku yakin mereka teman-teman yang baik untukmu..” Kata Rumi sambil terus memeluk isterinya.


“Tentu.. mereka sangat baik, sudah teruji secara klinis, sudah SNI dan sudah ada izin BPOM” Ucap Ameera kembali berguyon ria.


DI tengah canda tawa itu pintu kamar mereka terketuk, Victor mengatakan bahwa Pak Rudi sudah siap untuk segera pergi ke lokasi.


Ameera dan Rumi kemudian bersiap untuk keluar kamar bersama, menggunakan Lift mereka menuju basement kediamannya untuk segera masuk kedalam mobil dimana Victor, Rima dan Pak Rudi berada di dalamnya.


“Uhhh.. cantiknya kakak ipar, mau ketemu siapa sih?” Ledek Rima yang duduk di kursi belakang.


“Apa si Rima..” Jawab Ameera terkekeh.


“Jangan membuatku jengkel..” Ucap Rumi entah pada siapa tertuju.


“Kenapa kamu jengkel? Isterimu cantik begitu kok jengkel?” Kata Pak Rudi yang duduk di kursi depan bersanding dengan Victor.


“Ahh Kakak itu punya banyak kelainan Pah, orang senang dia bisa aja jengkel sendiri..” Kata Rima dengan beraninya meledek Rumi.


“Biar begitu dia kakakmu, dan anak papa yang paling tampan” Ucap Pak Rudi yang sesekali masih memuji anak-anaknya selayaknya anak bersia lima tahun.

__ADS_1


“Rima cantik ga pah?” Tanya Rima penuh percaya diri.


“GAKKK” ucap Rumi dengan tegas.


“Hellow tuan muda, aku bicara dengan papa loh, bukan denganmu..” Rima protes keras saat itu.


“Haha, kamu tentu cantik.. tidak ada di dunia ini yang paling cantik selain kamu..” Kata pak Rudi sambil terkekeh.


“Selain Ameera lah..” Sahut Rumi.


“Idih kaka Bucin sekali.." Rima menyungingkan bibirnya dan ia terkejut mendengar celetukan singkat Rumi.


"Victor, kamu dengar kan Bos kamu yang gila perempuan sekarang sudah terkena karma, dia menjadi Budak Cinta Isterinya..” Kata Rima tertawa lepas.


“Saya sudah sering menyaksikan secara tak sengaja Non..” Sahut Victor .


“Kamu memata-mataiku, ya?” Kata Rumi pada Victor.


“Tidak Den, hanya kebetulan saja, tidak sengaja..” Kata Victor.


Mendengar percakapan itu Ameera hanya terdiam sambil membentangkan senyumnya lalu ia sesekali melepas tawanya, begitu juga dengan Pak Rudi.


Tiga puluh menit menemph perjalanan, mereka tiba di sebuah hotel mewah yang ada di pusat kota.


Mereka sudah di sambut oleh beberapa petugas dan di arahkan langsung menuju ballroom, Rima saat itu bertugas untuk mencari keberadaan Faiz dan juga Keyla untuk mengajaknya bergabung bersama dengan keluarga mereka, sementara Ameera masih harus mendampingi Rumi menyapa beberapa kolega yang juga mengenal Rumi.


“Mas, ada Tante Sonia. Kamu kan tahu dia tidak menyukaiku..” Kata Ameera berbisik pada suaminya.


“jangan pedulikan hal itu, aku pun tidak seberapa respect dengannya karena sikap nya yang terlalu sombong padahal usahanya pun selalu mendapat support material dari papa” Kesal Rumi yang memang tidak memiliki respect baik terhadap Tante Sonia.


“Ehh Sayang, Rumi.. apa kabar nak?” Tante Sonia memeluk Rumi menegecup pipi kiri dan kanan Rumi, namun begitu santai ia mengabaikan Ameera yang jelas berada di samping Rumi.


“Ini ada Ameera, isteriku.. apa tante harus memakai kacamata untuk melihat nya?” Kesal Rumi.


Apakah Rumi sudah menganggap isterinya ini, kenapa dia nampak marah saat aku tidak menyapa Ameera. Tante Sonia merasa tersentak dan sedikit menahan malu atas ucapan Rumi.


“Oh iya, maaf-maaf tante terlalu terpesona dengan keponakan tante yang tampan ini..” Ucapnya sambil menatap Ameera.


Ameera mencium tangan Tante Sonia dengan sopan santun, Namun tidak ada istilah peluk cium bagi Tante Sonia terhadap Ameera.

__ADS_1


“Kalian makin lengket yaa?? Eh Gimana? Sudah hamil belum Ameera?” Tanya Tante Sonia membuat Ameera langsung saja berkecil hati.


Dari posisi Rima yang tidak terlalu jauh berda, ia mendengar ucapan itu langsung mendekat.


“Apa urusan tante menanyakan hal itu?” Rumi sangat sinis mewakili Rima yang nampak geram.


“Loh, tante hanya bertanya.. lagi pula tante ingin kamu cepat memiliki keturunan loh..” Kata Tante Sonia dengan ucapan yang sepertinya terlihat tidak sepenuh hati.


“Hai.. ada apa nih seru banget..” Kata Rima.


“Aduh ini juga si cantikk.. ini loh sayang, tante hanya bertanya apa Ameera sudah hamil? Kan sudah cukup lama yaa menikahnya? Tapi perutnya masih rata.. masa belum juga hamil” kata Tante Sonia semakin membuat Ameera merasa tertekan dengan ucapan Tante Sonia.


“Tante ini masih saja seperti dulu, bersikap seperti Tuhan, selalu saja memaksakan semua sesuai dengan kehendak dan keinginan tante.. Menikah kan tujuan utamanya ibadah, masalah anak kan ursan Tuhan.. yang penting mereka Bahagia, dan tidak menyusahkan tante kan?” Kata Rima yang sudah sangat kesal.


Rumi terus mendekap Ameera dalam peluknya sambil mengusap lembut lengan isterinya memberi ketenagan.


“Loh bukan begitu, tante hanya sekedar bertanya.. barang kali mereka menundanya kan” Tante Sonia membela diri.


“Tidak salah, kalo tante bertanya dengan baik dan wajar.. bukan memojokkan..”Kata Rima dengan tegas.


“Sudah Rima, kakak dan Ameera ingin menemui kolega lain, kira-kira masih yakin tidak mereka menaruh saham di perusahaan baru ini jika aku menarik saham ku..” Ucap Rumi dengan sengaja, dan ucapannya itu sontak mengundang kepanikan tante Sonia karena sangat berkaitan dengan perkembanagn perusahaan baru anaknya.


Kurang ajar sekali Rumi ini, bisa-bisanya dia bersikap seperti itu terhadapku! Bisa pupus harapanku memiliki anak seorang CEO. Suatu saat perusahaanmu akan kalah dengan Argha.. - Batin kesal Tante Sonia


Ameera juga terkejut dengan ucapan Rumi, perlahan berbicara “Maas apa kamu serius?” Bisik Ameera sambil berjalan.


“Tidak , hanya gertakan saaja.. seru kan jika dia panik..” kata Rumi lalu Ameera ikut tertawa sambil melangkah meniguti Langkah kaki Rumi bergerak.


"Kamu ini jail juga yaa?" Kata Ameera sambil menahan tawanya.


*


*


*


Terimakasih yang sudah membaca, like komen dan rate sebagai bentuk suport kamu terhadap karya ini ya.. vote, mawar dan juga kopi pun boleh..


Terimakasih, salam cintaku..

__ADS_1


Mei 🥰


__ADS_2