GADIS PEMILIK LESUNG PIPI

GADIS PEMILIK LESUNG PIPI
Bertemu Lagi


__ADS_3

Malam itu, Keyla mengendarai sepedah motornya menuju rumahnya usai ia menemani Ameera yang tengah terpuruk sedih.


Dari kaca spionnya ia melihat sebuah mobil jeep tengah mengikutinya sejak ia terkena lampu merah di sebuah simpang jalan.


Siapa ya? Kenapa dari tadi mengikutiku? Keyla nampak ketakutan saat itu. Ia pun mencoba berbelok ke jalan lain, mobil itu tetap mengikuti.


Di depan jalan Keyla melihat sebuah mini market dengan pelataran parkir yang cukup ramai.


Pasti banyak pengunjungnya, aku lebih baik mampir kesana- Batin Keyla sambil menahan rasa takutnya.


Keyla bergegas masuk sambil gemetar ia mengambil ponselnya.


"Siapa yang harus aku hubungi?" Keyla ketakutan sendiri, beberapa orang melihatnya dengan tatapan aneh.


Ini kan? Ah iya ini kan dekat dengan daerah tempat tinggal Kak Argha, apa aku meminta bantuannya? Astga apa pantas aku melakukan itu? - Keyla merasa bimbang.


Namun matanya seketika melihat dua orang pria keluar dari mobil, rasa takut semakin menghantuinya.


"Mas, toilet dimana?" Tanya Keyla.


"Oh di samping gudang di lantai atas kak" ucapnya. Tanpa basa basi Keyla menaiki lantai dua minimarket, di lantai dua itu terdapat dua ruangan yaitu toilet dan tempat menyimpan beberapa stok barang.


Keyla cukup cerdik, ia menyalahkan kran air lalu ia menutup pintu dari luar dan segera ia bersembunyi dari balik tumpukan kardus dan barang-barang.


Keyla nampak ketakutan dan jampir kehabidan akal warasny. Hidak ada pilihan lain selain menghubungi Argha dan memint bantuannya.


Keyla membuka blokiran pada kontak Argha, dengan penuh harapan Argha mau menerima panggilannya. Satu dua kali Argha tidak menjawab panggilan itu, keyla hampir putus asa, namun siapa kira jika Argha menghubungi keyla kembali.


"Allhamdulillah kamu membuka blokiranku" Senang terdengar oleh Keyla.


"Kak, aku mohon tolong aku" suara itu Argha dengar dengan sangat jelas .


Deng!!! Argha nampak terkejut,


"Key.. kamu kenapa? Keylaa??"


"Kak aku mohon aku minta tolong jemput aku, temui aku atau datang kesini kak.." suara Keyla benar-benar membuat Argha panik.


"Oke oke kamu dimana dan tolong jelaskan keadaan kamu saat ini.." pinta Argha .


"Aku ada di minimarket arah Selatan dari lampu merah rumah kamu, ada sebuah mobil yang sejak tadi mengikutiku.. aku bersembunyi di lantai dua supermarket bagian gudang tapi disini pengap" Keyla nampak panik dan tubuhnya mulai terasa berkeringat dan terasa dingin.


"Oke! Aku kesana! Jangan matikan telfonnya." Argha memasang headset wireless. Lalu ia mengendarai mobilnya dengan kecepatan maksimal dengan kondisi jalan yang cukup ramai saat itu.


Selama perjalanan Argha selalu memanggil keyla memastikan suaranya terdengar oleh Argha.


"Kak aku dengar suara derap langkah." Kata Keyla pelan dengan tubuh gemetar.


"Yaa Tuhan, berdoa itu adalah karyawan.. aku terjebak lampu merah simpang raya.."

__ADS_1


Argha nampak tergesah-gesah saat itu hingga ia nampak panik saat itu.


Saat lampu merah berubah menjadi hijau, Argha langsung nenacapkan gasnya, mengarahkan stir kenan dan kiri mencari celah agar ia dapat memangkas waktu tanpa memperdulikan keselamatan.


"Keyla, bagaimana?"


"Suara derap itu hilang" katanya pelan.


"Oke, aku sudah hampir sampai.. ada dua mobil terparkir disini.. mobil yang mana yang sejak tadi mengikutimu?" Tanya Argha


"Mobil jeep hitam.." kata Keyla.


"Oke.. kalo begitu, kamu keluar.." pinta Argha membuat Keyla terkejut bingung.!


"Kak! Aku minta kamu kesini untuk menemuiku kak, tidak mungkin aku berani.." kata Keyla kesal.


"Dengar dulu! Jangan panik!" Kata Argha tegas.


"Aku naik mobil kantor! Aku punya sebuah kecurigan, maka kalo aku turun dan kecurigaanku benar bahwa mereka mengenaliku, maka kita tidak tau apa yang mereka inginkan" kata Argha dengan pemikirannya.


"Lalu?" Tanya Keyla bingung.


"Jangan bicara aneh-aneh.. aku tidak paham" protes Keyla pada Argha.


"Intinya, kamu keluar! Kita lihat saja apa yang akan mereka lakukan! Kamu tenang saja, aku parkir persis di belakang mobil itu, jadi dia tidak akan mudah untuk melarikan diri.." kata Argha dengan cerdiknya.


"Kamu pasti berani, aku yakin.." kaya Argha memberi keyakinan pada Keyla.


Keyla pun melangkah keluar gudang itu dengan cukup hati- hati.


"Jangan menujukkan kamu gugup, jangan menujukkan kamu takut.. relax" keyla mendengar ucapan menenangkan Argha.


"Ada dua orang yang keluar dan berdiri di depan pintu.." kata Argha memberi warning pada Keyla.


"Oke aku baru saja menuruni anak tangga" kata Keyla.


"Aku aus aku beli minum dulu" polos Keyla


Astaga .. sempat -sempatnya dia merasa kehausan.. - batin Argha.


Keyla nampak gugup, ia meneguk air mineral yang dia ambil dr sebuah mesin pendingin sebelum ia membayar ke kasir.


Keyla langsung menuju kasir dan membayarnya,


"Aku sudah payment dah aku mau melangkah keluar" kata Keyla.


"Ada aku kamu tetap fokus pada suaraku dan bersikap lebih tenang.." kata Argha yang sudah bersiap diri.


"Ada dua orang di luar pintu, sesuai dugaanmu sepertinya memang dia menunggumu, tidak usah takut.." kata Argha lalu Keyla bungkam, dan melangkah maju dengan debar jantung yang berpacu sangt kencang.

__ADS_1


"Bisa ikut kami?" Kata Salah seorang dari dua oria itu sambil menghadang Keyla.


Suara itu juga terdengar oleh Argha.


"Permisi" ucap Keyla seakan ia tidak mendnegar ucapan pria itu.


Tangan Keyla di tahan, sambil ia merasa lemas dan takut.


"Ikut kami dulu" salah seorang mencengkram tangan keyla dengan kencang.


"Key tolak, buat sedikit kegaduhan" kata Argha dari panggilan


Keyla mengerti.. "apa-apaan ini, copet ya kalian?" Teriak Keyla mengundang perhatian termaksud tukang parkir disana.


"Woy.. ngapain" kata tukang parkir menghampiri.


"Oke Good kamu akan aman Key tenang saja, aku masih penasaran mereka itu suruhan siapa"


Kata Argha.


"Mas ini tolong dua orang ini kurang ajar sama saya?!" Kata Keyla berusaha memberanikan diri.


"Mas woy disini ada cctv, jangn macam-macam y? Ucanya


Dua orang itu saling berbisik dan memutuskan untuk melepas Keyla dan berlari menuju mobil mereka. Mereka tidak bisa memundurkan mobil karena mobil Argha terparkir disana.


Suara klakson semakin membuat fokus beberapa orang ke arah mobil orang tersebut.


Argha pun mengalah, ia juga ingin segera menemui Keyla saat itu.


Mobil itu nampak pergi dan menghilang dari pandangan, menjaga keadaan saat itu Argha meminta keyla masuk kedalam mobilnya dan menitipkan motornya ke petugas parkir sesaat.


"Hahhhhhh" Keyla melepas nafanya, ia merasa aman saat ini.


"Sorry aku gak bisa turun, aku curiga dengan beberapa orang .. dan aku menjaga jika kecurigaanku benar.." kata Argha menjelaskan.


"Kepada siapa arah kecurigaanmu itu? Masalahnya juga siang tadi toko roti Ameera terbakar, mungkinkah ini berkaitan?" Kata Keyla bertanya.


Terkejut Argha mendengarnya..


"lalu Ameera bagaimana? Apa dia baik-baik aja? Lalu sudah ketemu pelakunya? Dan ap motivnya.." Argha nampak panik dan melontarkan keingintahuannya.


Keyla tersenyum segan.. "aku tidak bisa menjawab kekhawatiran mu itu, intinya Ameera dalam keadaan baik-baik saja" kata Keyla nampak kecewa atas perhatian Argha yang berlebihan terhadap Ameera.


"Nampaknya sudah aman, aku pulang saja.." kata Keyla dengan kekecewaan di hatinya.


"Key.." Argha menahan Keyla dengan mengenggam pergelangan tangan Keyla.


*

__ADS_1


*


*


__ADS_2