GADIS PEMILIK LESUNG PIPI

GADIS PEMILIK LESUNG PIPI
Kecupan


__ADS_3

Bisikkan Untuk Kita:


Sering kali kita kecewa karena apa yang kita harpkan tidak menjadi milik kita. Bukan... bukan karena kita tak layak memilikinya, tapi kita layak mendapatkan yang lebih baik dari yang kita harapkan. Percaya! Tuhan Itu Maha Adil 😊😊


*


Sesuai dengan permintaan Ameera, ia meminta Rumi untuk Kembali pulang dan Ameera memilih untuk tidur seorang diri, sebagai gantinya Rumi meminta Ameera membuatkan sebuah Roti dan mengantarnya ke kantor besok pagi.


Amera menyetujuinya kala itu.


Ameera tengah berbaring sambil memainkan ponsel sebagai penghatar tidurnya, namun sebuah notifikasi pesan masuk kedalam ponselnya.


Selamat Malam, Mimpi Indah.. Terimakasih sudah menerima maafku dan bersikap baik kepadaku..


Ameera tersenyum membaca pesan Rumi, tak hanya itu.. bayang Rumi nampaknya cukup melekat di pikiran Ameera saat itu.


Senyumnya..Tawanya dan di balik sosok dingin, cuek dan kejam, Rumi memiliki sikap jahil yang membuat Ameera cukup merasa lebih mengenal Rumi lebih dalam lagi.


Ameera kemudian mematikan ponselnya, ia memilih untuk tidur malam itu lebih cepat karena harus membuat Roti untuk Rumi besok.


*


Kurang ajar! Kalo saja ada pembunuh bayaran yang aku kenal sekarang, aku akan memintanya membunuh salah satu dari mereka!!!


Risca nampak kesal saat dirinya melihat Rumi keluar dari Toko Roti Ameera yang menjadi tempat tinggal Ameera saat ini, Risca membanting beberaa barang di Apartment nya dengan kondisi emosi yang tengah memuncak.


“Ini gak bisa sih! Ga adil juga dong untuk gue! Kenapa mereka jadi sedekat itu? Lucu sekali..” kesal Risca dengan tatapan penuh kebencian.


Baiklah kita lihat saja besok, Rumi. – ucapnya membatin.


*


Pagi itu Ameera kedatangan dua tamu spesial, Keyla dan Faiz yang datang secara tiba-tiba mengejutkan Ameera yang sedang membuat sebuah roti dengan sentuhan cinta di dalamnya.


“Gue mau dong Meer, laper nih..” Kata Faiz mengusap perutrnya.


“Duh.. jangan yang ini, gue buatkan lagi yaa..”Kata Ameera memisahkan roti yang ia buat dengan extra cheese untuk Rumi.


“Haiah, memang ini buat siapa?” Tanya Faiz kesal.


“Mas Rumi..”Kata Ameer sambil melepaskan Roti kare Loyang persegi Panjang yang ia kenakan.


“APAH??????? MAS R U M I?????” Keyla dan juga Faiz terkejut mendengar celotehan Ameera yang dengan santainya menyebutkan nama Rumi.


“Lo gak salah Meer? RUMI?? Uler Kadut itu yaa?” Kata Faiz dengan raut wajah kesal mendengar nama Rumi.

__ADS_1


“Kalian udah baikkan ya Meer? Lalu gimana kedepannya?” Tanya Keyla penuh rasa penasaran.


“Dia datang untuk minta maaf dan menyesali perbuatannya, lalu gue mencoba membuka diri untuk saat ini, meski sepertinya komitmen untuk berpisah masih kuat kita pertahankan” Ameera mencoba untuk menjelaskan pada kedua sahabatnya.


“Terus si sundel gimana?” Tanya Faiz dengan tatapan sinis.


“Seperti yang gue ceritakan kemarin, dia pernah datang kesini, yaaa biasalah dia mencoba membuat gue down..” Ucap Ameera menghela nafasnya.


“Lo mau gimana sama Rumi? Menurutt gue sih harus jelas deh, mau memulai lagi atau ya berteman aja untuk kedepannya” Kata Faiz.


“Yaa meungkin Meera juga butuh proses Iz..”Kata Keyla yang nampak lebih santai.


Ameera terdiam sejenak mencerna ucapan Faiz juga Keyla.


“Lo mikir ga kalo nyatanya Rumi dan Risca masih punya hubungan? Lo siap ga buat bantai dia?” Kata Faiz penuh denga rasa benci pada Risca.


“Kalo memang lo mau menerima Rumi, memperjuangkan rumah tangga lo, yaudah lo harus siap buat melawan si sundel.. tapi kalo memang ujungnya hanya untuk iseng-iseng semata tanpa ada tujuan, ujungnya nanti pasti hanya sakit hati, nangis, membuang- buang waktu juga energi..” Faiz menegluarkan apa yang ia pikirkan.


Ameera terdiam begiu juga dengan Keyla..


“Gue tanya deh sama lo, ya?” Kata Faiz pada Amera.


“Lo mau gimana sama Rumi? Memperbaiki atau melepas saja semua yang ada?” Pertanyaan Faiz membuat Ameera terdiam dan bingung atas praasaanya saat ini.


“Hmm.. begini saja, simplenya lo tanya kejelasan sama Rumi, mau gimana? Kan kalo sudah satu tujuan enak ngejalaninnya?” Ucap Keyla dengan tanggapannya.


“Nah tumben ni anak pinter.. makan apa lo pagi ini?” Kata Faiz meledek Keyla.


“Gulai otak, ngaruh ya?” Kata Keyla dengan jujurnya.


Ameera mengerti maksud dan tujuan ucapan kedua sahabatnya itu, tidak menutup kemungkinan untukknya merasakan kekecewaan untuk kedua kalinya, maka dengan senang hati Ameera menerima saran dan masukkan dari Faiz juga Keyla.


Ameera sudah bersiap menuju tempat dimana Rumi bekerja, di depan kediamannya juga sudah terparkir sebuah mobil yang akan menjemputnya menuju Kantor Rumi. Saat itu Ameera tidak sendirian, Keyla dan juga Faiz ikut mengantar Ameera karena mereka akan melanjutkan hari bersama dengan menonton bioskop dan makan siang bersama.


“Kita tunggu di lobby aja deh Meer.. gimana?” Tanya Faiz yang malas bertemu dengan Rumi kala itu.


“hemm.. iya deh kalian tunggu disini aja , gue keatas ya?” Kata Ameera yang saat itu di antar oleh salah seorang resepsionis.


Meera menaiki lift hingga tiba di lantai tujuh tempat Rumi bekerja, saat keluar Lift terdapat dua satpam yang bertugas menjaga keamanan dan juga memeriksa siapa saja yang akan masuk ke area Dirut.


“tidak perlu di periksa, ini isterinya Pak Rumi..” Ucap resepsionis itu pada security yang tengah berjaga.


“Duh.. Maaf Bu, saya gak tahu..” Ucap satpam itu nampak terkejut saat tau Ameera adalah isterinya, Ia hanya tau jika Rumi memiliki kekasih yang sering kali datang adalah Wanita sexy dengan pakaian minim.


“gapap kok” Kata Ameera dengan senyum ramahnya.

__ADS_1


Ameera mengikuti langkah seorang resepsionis itu dan kemudian tiba di depan pintu kaca yang juga di jaga oleh salah satu Security..


“Mbak novi, ini ibu Ameera yaa..” Kata Resepsionis itu ada sekertaris dirut.


Novi membatin penuh kagum melihat sosok Ameera.


Jelas ini lebih cantik dan anggun dari pada dengan mak lampir itu.. – Batin Novi sambil melayangkan senyum cantiknya.


Ameera kemudian di persilahkan masuk ke dalam Ruangan.. Ia tertegun meliat luasnya ruang kerja Rumi.


Dengan luasnya kamarku lebih luas ruangn ini, ya? – Batin Ameera.


“Bu, bapak sedang di kamarnya, masuk saja ya? Saya permisi..” Kata Novi yang bergegas menutup Ruang kerja Rumi.


Ameera sedikit bingung namun dari arahan Novi, ia di haruskan menuju ruangan dengan pintu hitam di sudut ruangan. Ameera masuk dan Kembali takjub dengan desain yang sangat nyaman itu, terdapat kasur dan ebebrapa barang lainnya, ada balkon yang mampu melepas penat melihat keramaian kota Jakarta yang dapat di lihat dari lantai tujuh itu.


“Ehh sudah datang, ya?” kata Rumi.


“Iya.. ini rotimu.. aku ingin pergi bersama Keyla dan Faiz..” Kata Ameera pada Rumi, sambil meletakkan roti di atas meja.


“Hemm.. aku ingin mengajak kamu makan siang hari ini, kenapa kamu pergi bersama dengan teman mu.. “ kata Rumi sedikit kesal.


“Loh.. kamu ga bilang, aku sudah membuat janji lebih dulu dengan mereka..” Kata Ameera tidak ingin di dalahkan itu.


“Hemm.. kalo begitu makan malam bersamaku, ya?” kata Rumi.


“Oke Deal, aku akan jemput kamu nanti, no protes..” Ucap Rumi menghampiri Ameera sambil ia mengecup kening Ameera.


Ameera terkejut sambil ia terdiam mersakan sebuah kebhagaiaan yang tidak dapat ia bayangkan sebelumnya.


*


*


*


WARNING!! - Next Chapter kemungkinan akan memicu emosi pembaca, Penasaran gak???? Coba gerakan dulu jempol, kirim vote, komen dan like, jgn lupa rate 5 bintangnya yaa ☺️☺️


Ngomong-ngomong, kecupan di kening memang gak ada lawan bagi otor, itu sweet banget 😊🤭


Terimakasih yang sudah membaca, like komen dan rate sebagai bentuk suport kamu terhadap karya ini ya.. vote, mawar dan juga kopi pun boleh..


Terimakasih, salam cintaku..


Mei 🥰

__ADS_1


__ADS_2